Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
92. Paginya Pasutri



“apa liat liat” amuk Joy saat suaminya hanya menatap dirinya tanpa berbicara apapun dan hanya tersenyum bahagia.


“Istriku makin cantik” gumam Ray, sambil mencolek dagu Joy.


Tangan Ray dengan cepat di tepis oleh joy, dia masih marah pada Ray yang punya tenaga tidak ada habisnya, dia bahkan sudah mengeluh kelelahan tapi sang suami masih saja menggempurnya, sekarang dia hanya bisa di gendong untuk berjalan kemana saja, gara gara sang suami yang sangat ganas.


“gak ada jatah lagi” gerutu joy sambil memasukkan potongan sandwich ke dalam mulutnya.


Ray tertawa kecil mendengar kemarahan istrinya, “hari ini memang tidak ada lagi, tapi nanti malam baru kita gulat lagi” ujar Ray sambil menaik turunkan alisnya.


Joy yang mendengar itu langsung melotot mendengar ucapan Ray, gadis itu mendengus kesal tapi mau dibantah pun tidak bisa, Joy hanya bisa berpura pura sakit saat akan di makan nanti malam.


“perasaan udah lewat satu hari, masih juga dimakan” omel Joy.


“Kamu sangat mempesona sayang tentu saja satu hari masih belum cukup” kekeh Ray.


Joy hanya bisa mendengus kesal dia kembali menggigit sandwich buatan Ray dengan kasar, ray tidak bisa dilawan memang benar benar tidak bisa.


“Aku mau keluar main sama teman teman” gerutu joy masih dengan wajah cemberutnya.


“yakin bisa jalan? Kaki nya masih kuat buat melangkah?” goda ray.


Joy mencoba menggerakkan kakinya sedikit memang sakitnya tidak seperti saat dia bagun tadi, tapi tetap saja dia tidak akan bisa jalan dengan keadaan seperti itu.


“Ohhh tuhan, semoga dalam semalam pisang ray dan tenaganya berubah” doa joy dengan suara yang kencang.


Bukannya marah Ray malah semakin tertawa keras, tidak habis pikir dengan doa yang diucapkan oleh istrinya.


.


“masih lapar sayangku?” tanya Ray saat melihat dua potong sandwich daging sudah berhasil dia habiskan.


“Emang masih ada lagi?” tanya joy, dia memang sangat kelaparan, karena satu malam tidak ada makan dan malah digempur habis habisan oleh Ray.


“Ada” Ray melangkah mengambil sandwich yang dibawakan oleh Melvin, dia memang sengaja tidak memberikan sandwich itu karena ingin memasakkan makanan buat istri tercinta.


Joy langsung mengambil satu potong sandwich dan keningnya langsung berkerut begitu merasakan sandwich yang baru saja dia makan, “rasanya beda” ujar joy sambil meletakkan kembali di piring yang dipegang Ray.


“kenapa? Tidak suka dengan yang ini?” tanya Ray.


“hmmm” angguk joy, dia memberi instruksi pada suaminya untuk mendekat. “Pengen liat laut” ujar Joy saat Ray sudah mendekat padanya.


Dengan sigap Ray menggendong Joy dan mendudukkan istrinya ke sofa yang ada di luar, dia bisa menikmati suasana laut yang sangat indah dan sejuk.


“mau pakai sunblock sayang?” tawar ray.


Joy diam sebentar dan melihat matahari yang bersinar terang memang saat ini dia tidak kena sinar matahari langsung karena berada dibawah payung yang memang disiapkan untuk melindungi sofa dari hujan.


“Iya” jawab joy singkat.


Ray dengan cepat membawa sunblock, dua buah jus dan cemilan layaknya seorang waiters pria itu meletakkan semua benda benda yang dia bawa ke meja yang ada di sebelah joy.


“Biar aku pakaikan” ujar Ray yang sudah menumpahkan sunblock pada tangannya.


“Cuma pakaikan sayang, gak ngapa ngapain, kan masih sakit” kata Ray sambil mengulum senyumnya.


“Awas kalau ngapa ngapain” ancam joy sebelum membiarkan Ray mulai menyentuh tangannya.


“Ngapa ngapain juga gak apa dong sayang, kita kan udah nikah” canda Ray.


Joy dengan cepat menarik tangannya yang belum selesai diberi sunblock, “Masih sakitt!” gerutu joy sambil memicing tajam pada Ray.


Ray malah tertawa gemas melihat wajah istrinya yang seperti kucing sedang mengamuk, “bercanda sayang, sini tangannya” bujuk Ray dengan lembut.


Joy masih tidak mau memberikan tangannya, mata gadis itu masih memicing tajam pada sang suami.


“Beneran sayang, aku cuma pasangkan sunblock aja kok, gak lebih beneran” ucap Ray sambil mengangkat tangannya seperti orang yang sedang berjanji.


“Awas kalau berani macam macam, gak bakal dapat jatah nanti malam” ancam Joy sebelum kembali memberikan tangannya pada Ray untuk diberi sunblock.


“baik sayangku” jawab Ray sambil terus menahan senyumnya.


Ray terus mengoleskan sunblock hingga seluruh tangan joy sudah tersapu sunblock, kini tangan Ray menjalar menuju paha istrinya yang kebetulan joy hanya mengenakan rok pendek. Joy langsung menepis tangan suaminya dan kembali memicing tajam.


“Sayang, aku tidak akan ngapa ngapain, tenang aja, kamu kan sulit bergerak jadi biarkan saja aku yang memberimu servis” ujar Ray.


“maksudnya pijat plus plus gitu?” tanya joy.


“ya enggak lah, kalau pijat plus plus aku sudah makan kamu dari tadi” ujar Ray.


“jangan pakai plus plus, pijat aja” kata joy sambil membalikkan badannya dan memejamkan mata membiarkan Ray memberikan sunblock pada punggung dan kakinya.


Dalam hati ray bersorak bahagia berhasil menjebak istrinya. Ray mulai memijat dari kaki menjalar ke punggung, tangan pria itu dengan terampil memijat punggung joy serta bahu gadis itu, memberikan sentuhan yang seduktif hingga membuat Joy melenguh tanpa sadar, Ray juga sudah membuat joy tanpa sadar kembali terangsang.


“Raaay~” desah joy.


“apa sayang?” jawab Ray seduktif.


“Kamu menyebalkan” umpat joy sebelum dia duduk dan langsung mencium bibir Ray dengan ganas.


Ray kembali bersorak bahagia dalam hati karena berhasil membuat istrinya kembali basah dan menginginkan dirinya, dengan sangat mudah Ray menggendong joy sambil terus berciuman dengan sang istri, dia memang selalu ahli dalam hal apapun, Ray juga pandai berakting, didukung dengan wajah bak malaikat Ray bisa masuk ke dalam mafia milik lawannya dan langsung mencari tau kelemahan sang lawan, bahkan para wanita akan dengan mudah mematuhi ucapannya dengan wajah bak malaikat itu.


Ray selalu punya rencana yang betul betul sempurna sebelum melancarkan aksinya, maka dari itu setiap dia turun tangan maka tidak akan ada lawan yang bisa mengganggu dirinya.


Decapan kedua orang itu terdengar terus bersaut sautan, joy yang kelelahan entah kenapa karena di goda oleh suaminya kembali membiarkan dirinya menjadi santapan Ray.


Ray duduk dengan posisi memangku joy dan masih terus berciuman, Ray melepaskan tautan bibir mereka sejenak untuk membiarkan sang istri menarik nafas lebih dulu.


Ray tersenyum menatap wajah joy yang sayu, dalam hati pria itu terus memuja wajah istrinya, Ray tidak bisa berlama lama untuk tidak menyentuh bibir itu berkali kali. Wajah joy bersemu merah saat dia sadar arti tatapan memuja Ray akan dirinya.


“kau memang diciptakan untukku joy, tidak akan aku biarkan kau lari dariku” bisik Ray sambil menyentuh dengan lembut seluruh wajah joy dari mata, hidung pipi dan bibir. “semuanya adalah milikku” ujar Ray sebelum kembali ******* bibir Joy.


...🍑🍑🍑🍑🍑...