
“Gue perlu bicara sama bodyguard gue yang ada di video itu, lagian kalau lo mau tunjukkan itu pada mommy ay silahkan gue gak takut, gue bisa bilang itu editan” ujar joy acuh.
“Lo gak takut? Ciihh! Jangan sok acting di depan gue joy! Gue tau lo saat ini takut, udah deh terima aja ucapan gue, kita sama sama untung” ucap Ruby kesal.
Joy menghela nafas panjang, “Gue pusing bicara sama tembok seperti lo, mau gue bilang gak takut lo juga gak percaya, ya udah sana kasih tau mommy ay langsung” usir Joy, gadis itu memijat kepalanya sendiri karena ulah musuhnya.
Melihat cara joy yang terlihat tidak takut sama sekali ruby kini yang merasa takut semja rencananya gagal, dia semakin takut melihat joy yang terlihat sangat santai, “baiklah bicara sana sama bodyguard kesayangan elo kare_”
‘tok tok tok’ belum sempat Ruby menyelesaikan ucapannya pintu ruangan itu sudah diketuk oleh ketua bodyguard yang tadi menahan ruby untuk masuk ke dalam butik.
Joy yang lebih dulu membukakan pintu dan mempersilahkan ketua bodyguard dan ray ternyata juga ikutan masuk.
“Nona waktunya sudah habis, tolong ponsel anda” ujar ketua boyguard itu pada ruby, tadi dia memang memohon membawa ponselnya ke dalam ruangan itu hanya dalam waktu 15 menit. Untung saja diberikan waktunya, jadi Ruby bisa memperlihatkan video yang dia simpan.
Ruby menghentakkan kakinya kesal, “Joy, sebaiknya lo pikirkan baik baik, jika masih mau semua kemewahan it” ujar Ruby saat melewati Joy.
Dia kini berjalan ke arah mommy ay sambil tersenyum manis, “Tan, ruby pamit ya, makasih udah di izinkan buat bicara sama joy” ujar ruby semanis mungkin, sebenarnya dalam hati gadis itu berharap mommy ay menghentikan dirinya dan tetap di sana bersama teman temannya.
“Iya, hati hati ya, joy cepat ke sini kami udah pilih beberapa yang bagus” ujar mommy ay acuh pada Ruby tapi terlihat sayang pada Joy.
Joy tersenyum semakin lebar karena panggilan mommy ay, “liatkan siapa yang paling di percaya” bisik Joy saat berpapasan dengan ruby yang berjalan pergi, dan joy yang akan menuju tempat mommy ay.
Ruby semakin mengepalkan tangannya kesal karena sekali lagi joy berhasil membuat dia marah, “Joy! Bisa gue minta nomor ponsel elo? Soalnya gue gak bisa menghubungi elo selama beberapa hari ini”.
“aahh gue belum beli ponsel baru, karena sibuk ngurus pernikahan gue, nanti kalau gue beli ponsel gue kabari deh” bohong joy, padahal sebenarnya Ray sudah membelikan ponsel dengan merek yang paling canggih.
“oke deh” ucap ruby dengan senyum kaku, bagaimana tidak kaku sebenarnya dia ingin mengumpat dan marah marah tapi dia harus menjaga image nya di depan mommy ay, apa lagi Ratu adik kesayangan Dava sedang menatap ruby dengan mata sinis. Ruby cepat cepat pergi takut ratu akan menjelekkan dia lagi, yang ada dia tidak bisa menahan diri untuk mengumpat anak kecil itu.
.
Joy, mommy ay, ratu dan ketiga sahabatnya baru saja selesai memilih baju yang akan mereka kenakan untuk acara pernikahan Joy dan Ray.
Saat baru saja melangkahkan kaki nya keluar Ray langsung menarik tangan Joy dan saat itu juga barikade bodyguard yang menjaga langsung membuat pagar agar tidak terlihat apa yang baru saja Ray lakukan.
“Mom, boleh abang bawa joy pergi dari sini?” tanya Ray sedikit memelas pada mommy ay.
“katanya mau jadi bodyguard, mana boleh bodyguard bersikap seperti it uke nona muda nya” sindir mommy ay sambil mengulum senyumnya.
“Mom, please~ ray pengen berduaan dengan Joy sebentar aja, boleh ya” pinta Ray sekali lagi. “Sekalian Ray masih belum mengajarkan semua cara melindungi diri, sekarang memang saatnya waktu latihan joy” lanjut Ray, berusaha mencari cara agar dia bisa berduaan dengan kekasihnya.
Mommy ay menghela nafas panjang, “ya sudah sana bawa calon istrinya, tapi ingat abang! Jangan coba coba merusak calon mantu mommy, kalau abang berani liat aja burung abang hilang semua! Mommy potong !” ancam mommy ay dengan tegas.
“hahahha kasian abang!” ledek Ratu.
“Anak kecil ngeledek aja kayak ngerti aja mommy larang apaan” ucap Ray.
“Yaa bang gak boleh buat kak joy luka luka, nanti gak bisa nikah abang!” ratu yang masih kecil baru saja salah paham dengan ucapan mommy ay.
“kan gak tau” ledek Ray dengan tawa kerasnya.
Mommy ay mengangguk dan menatap horror pada Ray, “Iya sayang abang kamu aja yang mengada ada” ujar mommy ay.
...🍊🍊🍊🍊🍊...
“kita kemana Ray?” tanya Joy heran, karena saat ini hanya Ray dan dirinya yang ada di dalam mobil sedangkan Melvin diberikan tugas untuk mengantar Nanda pulang ke rumahnya.
“kamu akan tau nanti sayang” ujar Ray penuh rahasia.
Joy akhirnya mengalah untuk tidak bertanya lagi dia hanya mengikuti kemana Ray akan membawanya. Hingga dia sampai di sebuah gedung apartemen yang cukup megah.
“Mommy bilang kita tidak_” Ray langsung menutup mulut joy dengan bibirnya.
“jangan berpikiran yang macam macam, aku tidak akan memakan kamu saat ini sayang, aku hanya ingin tau apa yang terjadi tadi di dalam ruangan itu, antara kamu dan boneka annabell itu” poting Ray.
Joy memanyunkan mulutnya karena kesal dengan ulah sang calon suami yang suka mencium secara mendadak, “gak mau ngapa ngapain tapi dibawa ke apartemen, ini tandanya ada apa apa” gerutu joy.
Tawa kecil Ray kembali terdengar, dia mencubit gemas pipi joy, “aku janji gak bakal ngapa ngapain selain cium dan pegang pegang aja yang, udah yuk masuk” kekeh Ray.
“berasa sedang diculik paksa ini” gerutu joy lagi, tapi dia tetap mengikuti ucapan yang diperintahkan Ray.
.
Ray sedang duduk disofa sambil memangku Joy, pria itu sejak tadi memainkan rambut joy dan tersenyum cerah karena gadisnya yang semakin hari semakin menggemaskan, “jadi apa yang tadi boneka Annabel itu katakan?” tanya Ray.
“haruskah posisi kita seperti ini? aku gak bisa cerita jadinya” protes joy, karena sejak tadi Ray mengambil kesempatan menciumnya setiap beberapa menit berlalu.
“Lanjut aja sayang atau aku akan lebih ganas dari ciuman ciuman yang tadi” ancam Ray.
Joy merangkulkan tangannya pada leher Ray, “siapa yang takut mau French kiss, deep kiss, cheek kiss, atau apapun itu aku sudah bisa melakukan semuanya” tantang Joy.
“Jangan menggodaku sayang, kita sedang bicara serius ini” protes Ray.
“Siapa yang menggoda, kalau mau bicara serius tidak duduk seperti ini, lagian gak penting juga apa yang di bahas di sana” ujar joy sambil mencium bibir Ray sedikit lama.
“kau yang memulai sayangku” ray kini kembali mencium joy dengan lebih ganas dan agresive.
...🥭🥭🥭🥭🥭...
bonus pict
Ketua mafia Raynald
si ketua mafia yang memotong ucapan calon istrinya