Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
35. Squisy



Bunyi decapan semakin memanas di belakang kursi Melvin, Bibir Ray dan joy saling menyatu mereka berciuman dengan sangat panas, Ray bahkan sudah berkali kali bertukar saliva dengan Joy, sementara Joy menikmati bagaimana Ray menciumnya.


Joy memejamkan mata menikmati ciuman lembut dan hangat Ray berubah menjadi gairah yang membara, lidah mereka saling bertaut dan suara decapan dari bibir mereka semakin keras terdengar, ******* juga mulai keluar dari bibir Joy.


Tangan besar ray mulai tidak bisa menahan diri, untu mulai menjalar, tangan itu mulai masuk kedalam baju sekolah Joy menyentuh squisy kenyal yang di lindungi oleh kacamata besar.


“aakhhh Ray!” Joy yang tersadar dengan tangan Ray yang sudah cukup lama memijat squisy nya langsung berteriak. Mata sayu nya kini terbuka lebar. “jangan sekarang” lirih joy berusaha mengeluarkan tangan Ray yang sudah masuk kedalam baju sekolahnya.


Ray mengambil nafas panjang sambil memejamkan mata, mungkin ritual untuk menidurkan setan yang ada dalam dirinya, setelah itu mata yang penuh gairah itu sudah hilang berganti dengan sorot mata lembut dan hangat. Ray mengecup singkat bibir Joy dan menyapu sisa saliva pada bibir joy dengan ibu jarinya.


“sudah kan?” tanya Ray.


Joy mengangguk tapi masih dalam posisi duduk mengangkang dan di atas paha Ray.


“ya udah, turun nona” ujar Ray.


Bukannya turun Joy mendekatkan wajahnya pada telinga Ray, takut Melvin akan mendengar ucapannya. “Pisangnya bangun nanti kelihatan Melvin pisang Ray sedang bangun” ujar Joy dengan suara super pelan, namun masih bisa di dengar Ray.


Ray mengulum senyumannya, memang dia mulai merasa sesak di bagian bawah tapi masih bisa dia tutupi dengan celananya.


“Apa nona akan terus seperti ini sampai itu nya tidak keras lagi?” bisik Ray.


Joy menjawab, “iya sampai gak keras lagi” jawab Joy dengan polosnya.


Ray kembali mengulum senyumannya dan mendekatkan wajahnya dengan Joy, “tapi, jika seperti itu bakalan tegang terus nona, soalnya pemandangan di depan saya membuat pisang saya semakin tegang” bisik Ray.


“iihhh Ray mesum!” Sambil menggerutu sebal Joy berpindah duduk ke sebelah Ray.


.


“Kenapa kita ke arah rumah? Bukannya hari ini belajar beladiri?” tanya Joy bingung.


“Maaf nona, ada masalah di rumah saya dan saya harus mengambil cuti paling lama 3 hari, apakah boleh?” ujar Ray pelan.


“Apa?! Orang tua ray sakit ya?” tanya Joy khawatir, dia tidak marah rencananya gagal tapi lebih khawatir dengan keadaan orang tua Ray.


“Gak kok nona, ibu saya menyuruh pulang sebentar katanya ada yang mau dibicarakan, aka nada orang yang menggantikan saya selama 3 hari, apa boleh?” Ray mengulangi permintaannya pada Joy.


Wajah gadis itu terlihat sedih tapi dia berusaha untuk tersenyum, “baiklah hanya tiga hari gak boleh lebih ya” ujar joy akhirnya.


Ray mengelus puncak kepala dengan lembut. “Terima kasih, saya akan secepatnya pulang, selama saya pergi bisakah nona di rumah saja, jangan kemanapun, setelah saya kembali saya akan membawa nona kemanapun nona mau” ucap Ray berjanji.


Joy menunjukkan jari kelingkingnya pada Ray, “janji ya” ujar Joy.


“janji” ujar Ray sambil menautkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Joy. Mata Ray sedikit memicing melihat warna gelap di balik sweater tipis yang dia kenakan. “tangan nona kenapa?” Ray hendak meraih tangan Joy tapi gadis itu dengan cepat menyembunyikan tangannya dengan cepat di balik punggungnya.


“hehehe tadi terpeleset dan kebentur meja” bohong Joy.


“beneran kok, Ray cium lagi” Joy kini mengelak dengan alasan yang lain yaitu mengalihkan perhatian Ray.


“Nona, jangan cari alasan, itu benaran_”


“ya udah kalau gak mau” potong Joy cepat dan langsung melipat tangannya berpura pura sebal.


Ray menghela nafas sedikit lebih panjang, dia melirik Joy yang cemberut, dan mencubit gemas pipi gadis itu, “Baiklah, sebelum kita sampai kita masih bisa berciuman, kemari lah” ujar Ray.


Joy baru tersenyum senang begitu Ray mengalah padanya, membiarkan bibir Ray mulai mencium bibirnya dan mulai panas, tangan Ray juga mulai masuk kedalam pakaian sekolah joy, mengelus perut rata gadis itu dan mulai naik memainkan Squisy milik Joy.


Joy hanya pasrah membiarkan Ray bermain dengan squisy nya agar pikiran pria itu teralihkan dari tangannya.


“ahhh” desah Joy kembali terdengar membuat banana Ray yang tadinya mulai kendur kembali tegang. “Ray, itunya tegang lagi” bisik Joy saat bibir Ray sedang memberikan ciuman pada leher jenjang Joy.


“hmm berkat nona, hanya nona yang bisa mempermainkan perasaanku seperti ini” gumam Ray sedikit kesal.


Joy terkekeh dan mengecup singkat bibir Ray yang sudah tidak menciumnya, “benarkah? Pasti banyak yang lain” ledek Joy.


“Tidak akan ada yang bisa nona” lirih ray.


Joy terkikik geli melihat bagian bawah ray yang menonjol, dia suka sekali melihat wajah Ray yang tersiksa.


...🍈🍈🍈🍈🍈...


“Mom! Ray pulang!” teriak Ray begitu sampai di mansion mewah milik keluarganya.


“diruang keluarga!” suara teriakan mommy ay terdengar dari ruang besar yang tampak sangat nyaman. Di sana ada daddy Brian yang sedang berbaring sambil menjadikan paha mommy ay sebagai bantalnya sedangkan adik bungsunya sedang menonton tv sambil makan popcorn buatan mommy ay.


Sementara tiga adik laki laki Ray sedang tidak ada di rumah saat itu.


“Jadi gimana? Mau mommy lamar kan anaknya? Biar langsung nikah” ujar mommy ay langsung to the point. Sementara itu Brian hanya tertawa mendengar ucapan Ay.


“ini nih, kenapa abang gak mau pulang, ujung ujungnya langsung lamar anak orang, emang mommy tau anaknya yang mana? Nanti mommy gak suka lagi sama anaknya” keluh Ray.


“Yang penting dia cewek bang, asal gak cewek jadi jadian mommy setuju aja, udah capek mommy minta abang nikah gak mau nikah juga, emang mau sampai kapan abang ngejar ngejar dia” ujar mommy ay.


Ray menghela nafas panjang lalu mengambil duduk di sebelah adik bungsunya, “Sabar dong mom, daddy aja nikah umur 27, abang masih 26 mom, masih ada setahun lagi, abang gak mau cepat cepat lamar dia, abang mau buat dia benar benar gak bisa pergi dari abang walau dia tau apapun profesi abang sebenarnya, kalau cintanya sama abang masih nanggung kalau lari abang harus pakai cara kekerasan mom, dia bakalan abang kurung di sangkar emas biar gak bisa lari dari abang, tapi lain cerita kalau dia sudah tidak bisa lari dari abang, dia akan menerima apapun yang ada di diri abang” ungkap Ray.


“AAAhhhh” Ay menghela nafas panjang, “Kayaknya masih lama mommy dapat gendong cucu” keluh mommy ay.


Brian malah tertawa mendengar keluhan istrinya, “ayo ke kamar kita buat dedek bayi lagi.


“gak boleh! Cuma Ratu anak paling bungsu di rumah ini!” Ratu yang sedang menonton langsung memicing tajam pada daddy Brian. Putri raja satu itu memang tidak pernah mau punya adik lagi karena dia tidak mau kasih sayang pada anak bungsu terbagi, dan dia tidak jadi anak bungsu lagi.


...🍐🍐🍐🍐🍐...