Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
21. Penculikkan



Joy memekik tertahan begitu melihat para orang berjas itu mengeluarkan parang dari dalam mobil mereka, tangan joy bergetar berusaha menelpon polisi.


“Ray!! jangan lawan!! Mereka bawa senjata tajam!” teriak Joy dari dalam mobil, namun sayang teriakan itu tidak terdengar oleh Ray dan Melvin. “kenapa gak ada sinyal sih!” umpat Joy kesal karena dirinya tidak bisa menelpon polisi, padahal dirinya tidak berada di hutan hanya Kawasan yang sepi.


Sebenarnya ray dan Melvin sudah sadar sejak tadi di sekolah mereka di ikuti, makanya Melvin mencari tempat yang jauh dari pemukiman dan membiarkan para penjahat yang mengikutinya untuk keluar dari persembunyian, Ray dan Melvin masih belum tau kenapa orang orang itu mengikuti entah karena mengetahui ray adalah bos mafia atau memang karena joy.


.


Di luar mobil Ray memiringkan kepalanya dan tersenyum melihat wajah orang orang yang ada di hadapannya.


“10 orang, dari mana kalian?” tanya Ray santai.


“Jangan tanya dari mana kami, serahkan saja wanita yang ada dalam mobil itu, dan kalian berdua akan kami lepaskan tanpa luka sedikit pun” perintah salah satu pria berjas hitam.


“Ahhh jadi itu, kalian tidak tau siapa aku kan?” Ray duduk santai di atas jok mobil dan melipat tangannya menatap para pria berjas yang memegang senjata dengan wajah meremehkan.


“hei! cepat putuskan! Berikan wanita itu atau kalian akan mati di tangan kami!” teriak pria pria berjas hitam itu.


Ray kembali tertawa meremehkan semua pria itu, sementara Melvin hanya tegak di sebelah Ray, pria itu sama sekali tidak takut dengan ancaman dari para pria itu, baginya senjata seperti itu hanya mainan, dulu dia pernah bertarung tangan kosong melawan 20 orang bersenjata, dan sampai sekarang dia masih hidup, apa lagi pria seperti 10 orang itu.


“Bos saya saja yang melawan atau bos juga ikut?” tanya Melvin.


Ray berpikir sebentar, “kita lawan bersama” setelah berkata begitu perkelahian pun dimulai.


Para pria berjas itu dibuat kesusahan untuk menyentuh ray dan Melvin, mau berapa kali pun mereka melayangkan senjata, ray dan Melvin mampu menghindar dan membalikkan senjata itu hingga mereka lah yang terkena senjata mereka sendiri.


“akkhhhh sial kenapa tidak ada yang bisa melukaiku?” umpat Ray kesal.


Melvin mengernyitkan keningnya bingung mendengar umpatan yang di keluarkan Ray.


“Woiii tendang dada gue sini!” perintah Ray.


Dan ada salah satu penjahat yang menendang dada Ray dan membuat Ray terjatuh. Bukannya kesakitan Ray malah tersenyum karena orang itu berhasil menendangnya.


“oke! Melvin habisi langsung!” perintah Ray. hanya dalam hitungan menit para penjahat itu sudah terkapar di tanah.


Ray tiba tiba terduduk di tanah sambil memegangi dadanya yang tadi di tendang membuat Melvin semakin kebingungan. Namun kebingungan itu hilang begitu melihat Joy keluar dari mobil dan menghampiri Ray dengan wajah yang sudah penuh air mata dan ketakutan.


‘aahhh~ bos sedang akting’ batin Melvin, pria itu berpura pura tidak melihat Ray dan Joy yang sedang berpura pura kesakitan. Melvin geleng geleng kepala sambil mengikat satu persatu pria pria yang sudah terkapar di tanah itu.


.


“Ray badan lo luka gak? Ada luka di wajah gak? Hiks hiks” tanya Joy sambil memegangi tangan Ray yang memegang dada.


“Se-sepertinya dada saya memar” ujar Ray, sambil berpura pura kesakitan, padahal dia yang memberikan kesempatan salah satu preman buat menendangnya, itu pun sebenarnya hanya terkena sedikit dan Ray berakting terjatuh padahal tidak terluka sama sekali.


“Sebentar gue ambil obat!” joy berlari ke dalam mobil untuk mengambil kotak p3k.


Dan Ray langsung membuka bajunya hingga terlihatlah tubuh sixpack pria itu.


“sial, udah di kasih kesempatan bukannya membuat memar tidak ada luka sama sekali, dasar penjahat bodoh!” Ray memukul dadanya sendiri dengan tangannya, barulah ada sedikit memar pada dadanya. Untung saja aksi ray tidak dilihat Joy, karena gadis itu sibuk mencari kotak p3k di dalam mobil.


Melvin geleng geleng kepala sambil menelpon polisi atas kejadian yang menimpa mereka, dia sudah selesai mengikat semua penjahat yang mendatangi mereka.


“Ray ayo aku bantu ke mobil, kita obati di dalam mobil aja” ajak Joy yang sudah menemukan kotak p3k nya, “Mel, kamu terluka?” tanya Joy.


Ray yang bersandar pada joy sebagai tumpuannya melotot pada Melvin, memberi peringatan ‘jangan mengganggu’


“Tidak nona, saya lebih hebat dari Ray, obati saja Ray nona, biar saya urus mereka dengan polisi” jawab Melvin cepat.


“baiklah aku akan mengobati ray dulu” ujar joy.


“aauu aduuhh sakit” lirih Ray yang sedang di papah oleh Joy.


“iya pelan pelan jalannya, lukanya pasti sakit ya” gumam joy khawatir.


‘Nona maaf membiarkanmu masuk kendang harimau’ batin Melvin yang menatap Joy dan Ray masuk kedalam mobil, dia tau Ray akan berakting dengan wajah tampannya itu, siapa yang menyangka wajah seperti ray adalah seorang bos mafia, dia bahkan bisa berpura pura menjadi idol atau actor dan menipu para saingannya, orang hanya tau bos mafia Ray dari namanya tapi tidak wajahnya.


.


“mana yang luka?” tanya Joy.


Ray menunjuk memar yang baru dia buat tadi, memar yang sangat kecil mungkin harus sangat dekat untuk melihat memar itu. “ini nona”


‘Glek’ Tanpa sadar joy meneguk saliva nya begitu melihat bentuk badan Ray, dia bukannya berfokus pada memar kecil yang ada di dada Ray, tapi mata gadis itu terfokus pada bentuk perut kotak kotak milik Ray.


“Nona~ nona~” panggil Ray pelan sambil menahan senyumannya.


“Ahh iya mana tadi?” tanya joy.


“di sini nona” tunjuk Ray pada dadanya.


Wajah Joy tambah memerah melihat dada pria untuk pertama kalinya, tangannya cepat cepat mengambil salep dari kotak p3k dan langsung menyerahkannya ke tangan Ray.


“Oleskan sendiri, lukanya tidak berdarah dan parah kok” ujar Joy, lalu gadis itu bersiap siap untuk keluar dari mobil namun di tahan oleh Ray.


“nona, saya tidak bisa melihat dengan jelas lebamnya di mana, tangan saya juga sakit” rengek Ray.


Joy melirik salep ditangan Ray lalu luka lebam kecil di dada ray, berpikir cukup lama akhirnya joy pasrah dia mengambil salep di tangan Ray dan berusaha mengoleskan pada lebam yang ada di dada Ray.


“Ini karena kamu yang minta!” gerutu Joy, dengan tangan bergetar joy mengeluarkan isi salep itu dan meletakkan nya di tangan lalu mengoleskan dengan pelan pada dada Ray.


‘deg deg deg’ sejak tadi jantung Joy tidak dapat di kompromi, berdetak dengan sangat cepat, ‘semoga detak jantungku tidak dapat di dengar oleh Ray’ batin joy berdoa.


Sementara itu Ray diam dan mengulum senyum menikmati wajah memerah Joy yang berusaha fokus untuk mengobatinya.


...🍉🍉🍉🍉🍉...