
“Apa menikah?!” pekik joy tidak percaya.
Baru dua hari dia tidak bertemu dengan teman temannya, Sonia dan Icha langsung memberi kabar padanya bahwa mereka akan menikah besok, kebetulan ada gereja kecil di dekat situ dan mereka bisa langsung mengurus surat surat pernikahan mereka di sana. Tapi itu adalah kejutan bagi dirinya. Ray saat ini sedang berada tidak jauh dari keempat gadis itu tapi dia masih bisa melihat apa yang joy lakukan dari jauh.
“Iya joy, kami akan menikah besok” ungkap Sonia, setelah sahabatnya keluar dari persembunyian Sonia dan icha baru memiliki waktu untuk berbicara dengan joy.
“Secepat itu?? Tidak ada persetu_”
“Stop dulu tentang kami”potong icha.
Joy menatap icha bingung, karena sahabatnya itu baru saja memotong pembicaraannya. “kenapa stop? Masih banyak yang ingin aku tanyakan” omel Joy.
“ini tentang kamu joy!” pekik icha di angguki oleh kedua temannya.
“Aku? kenapa emangnya?” tanya joy balik.
“Itu tanda tanda merah di badan hingga tangan kamu gak di tutupi apa! Iya aku tau di pulau ini hanya ada orang orang suami mu dan juga beberapa pegawai, tidak mungkin ada orang lain karena sudah dijaga ketat, tapi ya tutupi dong, liat calon suami aku sampai malu liat merah merah di tubuhmu” tunjuk Icha, geram dengan kelakuan sahabatnya.
“Ohh ini” joy menunjuk beberapa merah keunguan di lehernya. “Tu tanya sama suami super buas ku, udah aku coba tutupi pakai foundation tapi dia langsung menambah tanda di area lain, dan dengan mudahnya mengambil kain untuk menghapus foundation itu, katanya semakin aku hapus semakin banyak dia menambah, jadi mau apa?? Ya aku terpaksa keluar seperti ini atau aku akan dikurung seharian lagi di dalam kamar dan menambah banyak peta di tubuhku” ujar joy dengan pandangan sinis menatap suaminya yang sedang bermain jetski bersama ketiga anak buahnya.
“gila buas banget suami kamu joy” pekik Sonia.
“Jangan tanya lagi dia sangat buas, pokoknya jangan menikah dengan seorang ma_ pria seperti suami ku” joy cepat cepat meralat ucapannya, karena tadi dia hampir saja membongkar rahasia suaminya.
“Mafia maksud mu kan, gak usah di ganti ganti aku udah tau” ujar Sonia santai.
“Udah tau??” mata joy melotot pada Sonia dan langsung memberi kode pada Sonia untuk menutup mulut karena ada dua temannya yang belum tau, menurut joy.
“aku juga udah tau” kata icha sambil mengangkat tangannya.
“Aku juga” Nanda yang terakhir mengangkat tangan dan mengatakan hal yang sama dengan icha.
Kini bukan hanya Joy yang terkejut dan bengong mendengar ucapan sahabatnya, Sonia dan icha juga terkejut sambil menatap nanda.
“Kok bisa?!” Tanya mereka bertiga serentak pada Nanda.
“hmmm sebenarnya gue juga dilamar” aku nanda sambil menunjukkan cincin yang terpasang di jari manisnya.
“KYYAAAAAA Kok bisa! Cerita ke kami nan!” pekik ketiga gadis itu serentak, suara pekikan mereka bahkan terdengar sampai ketempat Ray dan para anak buahnya, awalnya Ray ingin memacu motornya menuju tempat istrinya tapi ketika melihat istrinya sedang tertawa Ray kembali melanjutkan aktifitasnya bermain jetski.
🍈Flashback ON🍈
“Maaf ya, aku tidak bisa seperti Jay dan Jack yang langsung melamar pasangannya” ujar Melvin pelan.
“Kak~ udah nanda bilang gak usah ikutan mereka, nanda gak apa kok dengan hubungan kita yang sekarang” protes nanda.
“Sebenarnya aku sudah menyiapkan cincin untuk melamarmu, tapi aku mau menunggu kedua orang tuamu pulang jadi aku bisa melamarmu langsung dihadapan mereka, aku tidak menyangka jack dan Jay langsung melamar kekasih mereka begitu sampai di pulau ini” ujar Melvin sambil menunjukkan kotak cincin yang dia bawa.
Nanda terkejut melihat kotak cincin itu, bohong sebenarnya, jika mengatakan dia tidak iri dengan teman temannya yang pada ingin menikah sementara dia sendiri yang tidak, dia juga ingin memiliki pria yang bisa menjadi tempat dia berlindung dan bersandar, apa lagi kedua orang tua yang harusnya melindungi hanya sibuk dengan pekerjaan mereka.
“banyak yang aku pikirkan, aku bukan seperti jack dan jay yang romantis, aku tidak pandai cara bersikap romantis, dan memberi kejutan seperti itu, aku juga masih memiliki rahasia yang belum aku katakan padamu” ujar Melvin lagi, karena Nanda sejak tadi hanya diam menatapnya.
“rahasia? Apa rahasianya? Apa aku tidak boleh tau?” ujar nanda akhirnya.
“Apa itu? Semakin kakak tidak mau mengatakannya semakin aku akan membenci kakak” desak nanda.
“sebelum aku mengatakannya berjanjilah tidak akan takut padaku” ujar Melvin.
“Kak! Jangan membuatku kesal, cepat katakan apa itu baru aku memutuskan akan takut atau tidak” pekik nanda.
Melvin menggeleng beberapa kali, tidak mau mengatakan itu, “berjanji dulu”.
“kakak seperti anak kecil, katakan dulu apa itu?! Atau aku tidak akan bicara pada kakak selamanya, dan kita putus sekarang!” ancam nanda.
Melvin langsung terdiam seperti patung, saat nanda mengatakan itu, melihat wajah pucat kekasihnya nanda tertawa kecil dan mencubit lengan Melvin, “iya aku berjanji, tapi ini bukan tentang kakak pernah berniat membunuhku kan?? karena hanya itu yang aku takuti” ujar nanda.
“Bukan ini tentang pekerjaanku sebenarnya” ujar Melvin.
“Apa itu? Aku sudah berjanji, jadi katakan apa itu” desak nanda sekali lagi.
“Aku adalah seorang mafia, lebih tepatnya tangan kanan tuan muda Raynald” ungkap Melvin.
“Apa?? Kakak sedang acting film action??” pekik nanda tidak percaya.
“Aku berkata sungguh sungguh, aku adalah seorang mafia”
“Mafia? Emang mafia itu apa?”
“mafia?? Yang pekerjaannya sangat ditakuti di dunia, sebuah perkumpulan rahasia yang sangat ditakuti, karena tindak kejahatannya yang mengerikan, seperti membunuh, dan melakukan hal mengerikan lainnya” jelas Melvin.
“Berarti kakak jual narkoba?” tebak nanda.
Melvin menggeleng, “tidak”.
“Jual organ manusia?” tebak nanda sekali lagi.
“Tidak juga” jawab Melvin.
“jadi pekerjaan kakak seperti apa? Kalau membunuh?”
“Iya aku membunuh” aku Melvin.
“kenapa kakak membunuh? Apa untuk mencuri atau disuruh untuk membunuh orang itu?” tanya Nanda penasaran, gadis itu masih tidak tampak takut dengan apa yang sudah dikatakan Melvin.
“Aku membunuh orang orang yang melakukan kejahatan, lebih tepatnya kelompok mafia tuan muda raynald adalah pembunuh para mafia, tuan muda mempertahankan kelompok mafia ini karena untuk melindungi keluarganya, dia tidak melakukan kejahatan seperti penjualan narkoba atau manusia dan organ manusia, lebih tepatnya seperti perjudian, minuman beralkohol, klub malam, senjata illegal, dan beberapa kegiatan illegal lainnya” jelas Melvin.
“baiklah aku terima, tapi hanya itu rahasia kakak? Jika masih ada katakan sebelum aku menutup pintu maaf buat kakak” tanya nanda.
“janji tidak akan takut??” ucap Melvin sekali lagi.
“apa itu?”
...🍒🍒🍒🍒🍒...