
Tommy mengumpat kesal pada abangnya, sudah dua puluh orang yang di kerahkan untuk menculik Joy tapi tidak ada satupun yang berhasil melakukannya, padahal Joy hanya memiliki 2 orang bodyguard tapi 2 orang itu mampu mengalahkan 20 orang yang sudah di kerahkan oleh abangnya tommy.
“Benarkah anak buahmu bisa mengalahkan 2 bodyguard! Dasar bullshit! Sudah 20 orang dikerahkan tapi tak ada satu orang pun yang pulang dengan membawa gadisku!” amuk Tommy.
“kau yang salah memberikan informasi! Apa benar hanya 2 orang yang menjaga gadis itu?! Jangan jangan lebih dari 2 orang dan yang di tunjukkan hanya 2 orang saja” ujar Thomas abang dari Tommy.
“Aku yakin hanya 2 orang! Anak buahmu aja yang gak becus kerjanya!” umpat tommy kesal.
Pria itu mengepalkan tangannya kesal, karena tidak berhasil mendapatkan Joy, saat di klub Tommy memang melepaskan Joy begitu saja karena berpikir dia bisa memanfaatkan abangnya untuk menculik Joy, tapi sayangnya rencana itu gagal bahkan sampai 2 kali.
“kau gak becus kerjanya thom! Cepat kerahkan lagi orang untuk menculik Joy, kerahkan anak buahmu yang paling hebat!” maki Tommy kesal.
“kau pikir seberapa banyak anak buah yang aku punya! Udah 20 orang dan tidak ada yang balik! Sekarang ma_” teriak Thomas kesal.
‘clap clap clap’ Perdebatan kedua orang itu terhenti karena tepukkan tangan seseorang, otomatis kedua orang itu melihat siapa yang bertepuk tangan.
Seorang pria yang mengenakan topeng berbentuk devil, dan seorang lagi dibelakangnya menggunakan topeng yang sedikit berbeda.
“Sudah cukup berdebatnya, kalian tidak akan bisa menculik gadisku, karena kalian akan mati disini” ujar Ray, yang saat ini sedang mengenakan topeng devil berwarna hitam. Sedangkan Melvin mengenakan topeng berwarna merah dan ada corak hitam sedikit. Memang biasanya kalau Ray dan Melvin turun tangan mereka mengenakan topeng atau penutup wajah seperti masker, karena memang tidak mau dikenali oleh orang orang, kadang Ray mengenakan topeng pada setengah wajahnya karena dia harus minum minum bersama rekan mafia nya, tapi kali ini Ray memakai full itu tandanya Ray siap untuk mengamuk.
“Si-siapa kalian! Bagaimana bisa kalian masuk!” teriak Thomas ketakutan, karena pasalnya untuk mencapai tempat dia berada sekarang harus melawan beberapa anak buahnya yang berjaga jaga dan itu adalah anak buah yang lebih hebat dari anak buah yang dia kirimkan untuk menculik Joy.
Ray tertawa keras memegangi perutnya, “semua anak buah kalian sudah mati, tidak ada yang bersisa, termasuk yang ada di dalam penjara, mereka semua mati, itu konsekuensi karena berani mencoba menyentuh gadis milikku” ujar Ray.
Melvin melangkah mengambil satu buah kursi dan mempersilahkan ray duduk di sana. “silahkan bos” ujar Melvin.
Ray duduk sambil menyilangkan kakinya bak seorang bos.
Thomas tampak ketakutan melihat Ray dan Melvin yang ada dihadapannya, baru dia sadari baju kedua orang itu sudah berlumuran darah, itu berarti yang dikatakan dari pria bertopeng hitam itu benar, Thomas berlari dan bersujud di hadapan Ray “A-ampun tuan sa-saya tidak akan melakukan hal seperti itu lagi” teriak Thomas ketakutan.
Berbeda dari Thomas yang berlari menuju ray dan bersujud, Tommy yang berpikir mendapat celah untuk melarikan diri segera berlari kearah pintu keluar namu dia tidak tau di luar sudah ada anak buah Ray yang berjaga, mereka juga rata rata mengenakan topeng setengah wajah.
“Akkhhhh!” teriak Tommy karena baru saja di pukul oleh salah satu anak buah Ray dan pria itu di seret kembali untuk masuk kedalam.
“dia berniat melarikan diri bos” ujar anak buah yang menangkap Tommy.
“Tuan saya punya banyak wanita yang bisa saya berikan pada tuan, mereka sexy dan cantik, tolong ampuni nyawa saya dan saya akan memberikan semua wanita itu pada anda tuan” pekik Thomas, memang banyak wanita yang di perdagangkan olehnya, wanita wanita itu adalah asetnya untuk mendapatkan uang. Selain narkoba Thomas juga memperdagangkan wanita dan anak anak, yang wanita untuk diperjual belikan menjadi budak sedangkan anak anak di jual organ tubuhnya.
‘buk’ Melvin baru saja menendang Thomas dan membuat pria itu tersungkur, Melvin sangat membenci orang yang memperdagangkan manusia, dia dulu hampir dijadikan dagangan jika saja Ray tidak datang tepat waktu, “bos boleh saya bunuh dia sekarang?” tanya Melvin pada Ray.
Ray tertawa semakin keras, “kalian baru saja membuat anak singa ku mengamuk, sekarang pilih cara kematian kalian, pertama di penggal, kedua ditembak mati, dan yang paling enak minum racun, yang mana kalian pilih?”
Tommy menatap Ray dengan mata menyalang marah, “kalian tidak tau siapa aku! jika kalian tau kalian akan ketakutan dan tidak bera_”
‘Crush’ baru saja Ray mengibaskan samurai yang dia bawa di pinggangnya.
Mata Thomas terbelalak melihat kepala adiknya terpisah dari badan pria itu, darah segar mengucur keluar dan mengenai dirinya.
“AAAKKKKKHHHHH!” pekik Thomas ketakutan.
“Sudah di kasih kesempatan memilih malah sok berkuasa, sekali mati tetap mati, tidak peduli siapa kalian, tidak ada yang aku takuti mau kalian anak presiden atau anak mafia sekalipun” umpat Ray kesal dan kembali duduk di kursinya.
“Sekarang pilih!” Melvin mengeluarkan pisaunya dan mengarahkan pada Thomas, tampak mata kemarahan dari mata Melvin.
“A-am pun tuan, to-long ma-af kan sa-ya, sa-ya ti dak a kan meng-gang-gu wa-ni-ta tu-an lagi” ucap Thomas terbata, dia sudah terkencing di celana sangking ketakutan dengan dua orang iblis di depannya.
Ray tegak dan berjalan menuju pintu keluar, “bereskan lion!” ujar Ray. Lion adalah nama samara Melvin jika sedang bertugas, karena sangat berbahaya jika ada yang tau nama asli Melvin.
Hanya dengan perintah dari Ray, Melvin langsung melayangkan pedangnya, hanya dalam sekali tebas kepala Thomas sudah terpisah dari tubuhnya.
Ray sudah berjalan keluar melihat para anak buahnya sedang menyeret para mayat yang ada. Tidak ada satupun yang tersisa, begitu lah Ray, dia lebih kejam dari kedua orang tuanya bahkan sampai anak buah dari Thomas pun tidak ada yang selamat, Tidak ada rasa kasihan sama sekali, bagi ray, mereka semua tetap salah, salah memilih pekerjaan dan salah memilih tuan, jika mereka memilih pekerjaan yang lebih baik mereka pasti bisa selamat.
“Bereskan semuanya, buat seolah ada pencurian atau perkelahian antar genk, jangan meninggalkan jejak apapun” perintah Ray.
“baik bos” jawab para anak buah Ray serentak.
...🥥🥥🥥🥥🥥...