Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
91. Drakula



Jack tertawa kecil melihat wajah terkejut icha, “Iya, aku sedang melamar kekasihku, bagaimana apa kamu mau menikah denganku?” ulang jack sekali lagi.


Icha menganggukkan kepalanya dengan cepat tanpa bertanya apapun lagi. Gadis itu tidak peduli alasan kenapa Jack mau melamarnya, hanya jack pria yang mau melamarnya, dan icha tidak ingin bertanya apapun lagi karena dia sudah jatuh hati dengan Jack sejak pria itu berani menyatakan perasaannya pada icha.


Icha berlari dan memeluk jack mencium pria itu dan tersenyum bahagia mendapatkan lamaran dari Jack.


.


“ICHA!! GUE DILAMAR!” teriak Sonia saat melihat icha keluar dari pintu belakang dengan membawa beberapa sarapan bersama jack.


“GUE JUGA!” Balas icha sambil menunjukkan cincin yang sedang dia gunakan. Setelah memamerkan cincin mereka masing masing, Icha dan Sonia memekik kegirangan, sementara jack dan jay hanya tersenyum melihat para wanita mereka terlihat begitu bahagia.


Sebenarnya Jack dan Jay tidak kerja sama untuk melamar wanita mereka, bahkan mereka terkejut begitu tau mereka melamar di hari dan waktu yang sama, namun caranya saja yang sedikit berbeda.


“Honey~ kita makan bareng nia ya” bujuk Icha, dia sudah mulai mengganti panggilannya untuk sang kekasih.


Jack hanya mengangguk dan mengangkat sandwich dan minuman yang dia beli tadi menuju rumah Sonia dan Jay.


...🥥🥥🥥🥥🥥...


“Berhenti memamerkan cincin kalian berdua” gerutu Nanda berpura pura kesal pada kedua sahabatnya yang baru saja dilamar, bukan nanda iri hanya saja kedua sahabatnya terlalu berlebihan saat memamerkan cincin yang baru terpasang di jari manis mereka.


“Bilang aja iri, minta lamar sana sama kak Melvin” ledek Icha.


Melvin yang ada di dekat sana, hanya tersenyum kaku, bukan dia tidak mau melamar Nanda, tapi pasti nanti kesannya kurang berasa karena disangka ikut ikutan dengan jack dan Jay.


“Udah icha, jangan ganggu nanda dan kak Melvin, ntar mereka bakal iri juga karena kita liburan beberapa bulan dan sekalian bulan madu, beda lagi dengan nanda” kekeh Sonia.


Melvin kini menatap nanda, “mau aku lamar juga?” tanya Melvin to the point.


Wajah Nanda langsung panik dan memerah, “apaan sih kak jangan tanggapi omongan mereka” omel Nanda.


“Ciieee malu nih, udah ngaku aja nan” goda Sonia.


“Apaan sih Sonia, udah deh jangan ledekin mulu” tegur nanda sekali lagi.


“jadi kapan rencana kalian menikah?” tanya Melvin berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


“Rencananya kalau bos besar udah keluar bersama istrinya” jawab jay.


“berarti lusa, karena bos masih mau mengurung istrinya di kamar” jawab Melvin.


...🍇🍇🍇🍇🍇...


“kak jay, nia boleh tanya gak?” tanya Sonia saat semua orang sudah kembali ke rumah mereka masing masing.


“Ya apa?” tanya jay yang masih sibuk melihat keseliling menggunakan teropong, takut ada yang mengincar Ray dan Joy dari jauh.


“kenapa kalian panggil kak ray dengan panggilan bos?” satu pertanyaan Sonia membuat Jay membeku beberapa saat.


Jay menghentikan aktifitasnya sejenak dan fokus pada Sonia.


“Ini soal siapa diriku sebenarnya, tapi jika aku mengatakannya aku yakin kamu akan pergi dariku” ujar jay dengan serius.


Sonia masih diam mencerna ucapan Jay, “apa maksud kakak?” tanya Sonia.


Jay memejamkan matanya sejenak untuk mengambil nafas panjang dan Bersiap siap mengatakan siapa dirinya. “Aku adalah adalah anak buah dari mafia Raynald” ungkap jay akhirnya dia membuka jati dirinya, setelah ini Sonia menolaknya jay siap melakukan apapun itu.


“ma-mafia?” pekik Sonia.


Jay mengangguk, “pernahkah kamu penasaran kenapa bos Ray tidak pernah mau menunjukkan wajahnya, keluarga bos juga tidak bisa di dekati dan disakiti?”


“itu tidak mungkin kan? kenapa harus mafia, bukankah bodyguard saja sudah cukup pekerjaannya hampir sama bukan?” tanya Sonia.


“Hanya sekedar bodyguard masih belum membuat beberapa orang tinggi takut, tapi kalau sebuah mafia besar mengklaim satu keluarga itu dia yang melindungi, maka tidak akan ada yang berani melawan, hanya mendengar nama bos Ray, mereka semua akan takut, karena tidak aka nada yang selamat jika bos Ray sudah turun tangan untuk menyelesaikan masalah” ungkap jay.


“Apa joy tau?” tanya Sonia.


“ya nona sudah tau” angguk Jay.


Jay sedikit terkejut dan tidak mengerti ucapan Sonia, “kamu mau membatalkan pernikahan kita?”


“Apa?! Ya enggak lah, susah susah nia dapat calon suami yang terima nia apa adanya, kenapa nia gak bisa terima pekerjaan dia, ini hanya sebuah pekerjaan kan, jadi ya tidak masalah” ujar Sonia acuh.


“Aku pernah membunuh orang dengan tanganku, kamu tidak takut padaku?” ungkap jay lagi.


“aku juga berharap bisa membunuh semua mantanku” ujar Sonia.


“Nia aku beneran, jika bos menyuruhku melenyapkan nyawa orang itu, maka aku akan langsung melenyapkannya”.


“kenapa dibunuh?”


“mereka berusaha menyakiti keluarga bos” balas jay.


“ya sudah mereka memang pantas mati kan, kalau berniat membunuh orang lain, harus siap mati kapanpun juga, itu kan resiko jadi mafia, hanya satu hal yang kakak harus janji padaku” kata Sonia sambil menunjukkan telunjuknya.


“apa itu?”


“Jangan pulan tinggal nama, hanya kakak satu satunya orang yang menyayangiku dengan tulus, keluargaku tidak akan melakukan itu karena aku lahir tanpa cinta, jadi jangan pernah tinggalkan aku” pinta Sonia.


“baiklah, aku berjanji” ucap jay dengan tegas.


...🥝🥝🥝🥝🥝...


Pukul sepuluh pagi joy baru membuka matanya. Gadis itu mendengus kesal saat membuka mata melihat ray yang terlihat sangat tampan sedang menatapnya sejak dia tidur.


“Morning baby” sapa Ray.


“morning” jawab Joy dengan suara seraknya.


“kamu lapar?” tanya ray lagi.


“hmmm” joy hanya berdeham dan mengangguk pelan, baru saja dia menggerakkan badannya seluruh badannya langsung berdenyut dan terasa sangat berat, dia bahkan sangat sulit untuk duduk.


“mau kemana sayang?” tanya ray sambil mengelus pipi joy. Pria itu tidak ada tidur sejak mereka melakukan malam pertama, tapi wajahnya tampak sangat fresh dan lebih muda, siapa sangka wajah malaikat itu adalah seorang ketua mafia, mana ada orang yang menyangka jika pria berwajah malaikat adalah pemimpin dari mafia marcello.


“kamar mandi” jawab joy masih dengan suara pelan.


Ray segera menggendong istrinya dan meletakkan gadis itu di pada bathtub yang sudah dia siapkan sebelumnya. “berendam dulu biar rileks dan tenaga kamu muncul” ujar ray.


“Inikan karena kamu yang buat” keluh joy.


Ray tertawa kecil dan mencium singkat bibir joy, “Iya benar ini aku yang buat, maka dari itu aku akan bertanggung jawab menjadi kaki dan tanganmu selama seharian ini” ujar ray.


“menyebalkan, nanti kalau aku hamil anak nya cewek aku tidak akan membolehkan dia menikah dengan mafia” gerutu joy.


“kenapa sayang? Kok gak boleh?” tanya Ray.


“habis tenaga mafia itu luar biasa, aku terlihat lebih tua dari seharusnya tapi kamu sekarang terlihat fresh dan lebih muda dari umurmu, apa ray adalah drakula?”


“drakula?”


“Iya, habisnya aku merasa semua energiku diserap oleh ray” gerutu joy.


Ray kembali tertawa kecil dan mencium singkat bibir joy, “bersantai lah dulu, nanti panggil aku jika membutuhkan sesuatu, atau kita bisa mengulang kegiatan kita tadi malam disini” goda ray.


“gak mau! Capek! Sana pergi!” protes Joy cepat sambil mengusir Ray keluar dari kamar mandi, dia tau adik ray kembali bangun karena melihat dia yang tidak mengenakan apapun sekarang, tapi joy tidak mau mengatakan itu karena dia akan kembali dimakan Ray jika dia mengatakannya, biar saja joy berpura pura tidak peka.


...🍆🍆🍆🍆🍆...


bonus pict


Ray sedang menatap joy