Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
61. Kena Hajar Mommy



Pagi harinya Ray bangun lebih dulu masih memeluk joy, pria itu tersenyum menatap joy yang masih tertidur dengan nyenyak, wajah Ray mendekat dan mencium bibir joy beberapa kali, tangannya juga sudah masuk kedalam baju tidur joy, untuk memainkan gundukan kembar kesukaannya, Saat Ray mau mencium sekali lagi, pria itu langsung tersadar.


‘Plak’ Kepala Ray baru saja di getok oleh mommy Ay.


“Ohhh ini ya! kerjaan anak bujang gangguin anak gadis orang tidur!” pekik mommy ay sambil memukul mukul badan Ray dengan tangannya.


“Ampun mi! ampun mi!” jerit Ray minta tolong, karena suara teriakan, pukulan serta amukan mommy ay, joy yang tertidur jadi perlahan membuka matanya karena kegaduhan itu.


“Ampun ampun! Anak gadis orang di pegang pegang di raba raba! Belum nikah abang! Belum boleh seperti itu!” pekik mommy Ay masih sibuk memukuli Ray dengan sekuat tenaga.


“Iya mom iya! Tapi joy nya belum mau nikah sama abang!” pekik Ray.


‘Plak plak plak’ berkali kali mommy ay mengarahkan tangannya pada lengan dan punggung Ray, pria itu memang bisa melawan tapi dia tidak akan mungkin melawan mommy ay. “anak gadis orang ini abang!!” geram mommy ay masih sibuk memukul mukul badan Ray, “Kalau anaknya belum mau usaha jangan di pegang pegang dulu abang!” omel mommy ay.


“Mom~ mommy harusnya bersyukur liat abang normal, dari pada abang gak tertarik sama cewek sekalipun gimana?” tantang Ray.


“Enak aja!” sekali lagi ay menghantamkan pukulan keras pada punggung Ray, “bersyukur sih bersyukur tapia nak gadis orang jangan dicoba dulu abang! Mommy potong juga burung abang baru tau rasa!” ancam mommy ay akhirnya.


Ray langsung menutup bagian yang hendak di potong oleh mommy ay, “mom, kalau dipotong mommy gak bisa punya cucu” protes Ray.


“Masih bisa anak mommy ada banyak gak hanya kamu!” omel mommy AY.


Joy yang melihat itu awalnya heran namun akhirnya dia tertawa menikmati tontonan pertengkaran antara anak dan ibu itu. Pertama kalinya dalam hidup joy melihat kelucuan keluarga di pagi hari, walau Ray dan mommy ay sedang bertengkar tapi pertengkaran itu cukup lucu dan bukan pertengkaran sesungguhnya. Masih terlihat kasih sayang dari mata mommy ay, dan pertengkaran itu justru terlihat hangat di mata joy.


Mana pernah keluarganya bercanda seperti itu, apa lagi ada tawa di pagi hari.


“Joy sayang, mandi dulu y akita sarapan bersama dibawah” ujar mommy ay lembut pada joy.


“Mom! Udah selesaikan pukul abang?” tanya Ray.


‘Plak’ sekali lagi pukulan mendarat di bahu Ray.


“Abang, punggung abang kok berdarah?” pekik mommy Ay terkejut.


“Kan mommy, pasti jahitan abang terbuka lagi gara gara mommy pukul pukul” ujar Ray santai, dia sama sekali tidak merasa sakit akibat lukanya yang kembali terbuka.


Mommy ay melotot dan menutup mulutnya menggunakan tangan, “kok abang gak bilang?! Sana panggil om jojo minta jahit ulang!” pekik mommy ay.


“Gimana abang mau bilang mommy tangannya lancar banget mukulin abang” kekeh Ray, pria itu mendekat kea rah joy dan mencium bibir joy tepat di depan muka mommy Ay, “yang sabar ya sayang, punya mertua galak seperti mommy” lanjut Ray, setelah itu dia lari meninggalkan mommy ay yang sudah kembali emosi.


“ABANG RAY!!!! ada mommy di sini! Siapa yang galak hah! Mommy gak galak kan cantik?” tanya mommy pada joy.


Joy menggeleng sambil menahan senyum.


“Tuh liat bang! Mommy gak galak! Dimana bisa cari mertua cantik sexy dan baik seperti mommy!” omel mommy ay.


“Mom ingat umur, abang malu dengar mommy muji diri sendiri” celetuk Davi yang melintas di depan kamar Joy.


...🌰🌰🌰🌰🌰...


Begitu Joy keluar dari kamarnya menuju meja makan, dia sedikit terkejut melihat 5 orang pria sedang bersujud sambil mengangkat kedua tangannya ke atas kecuali Ray, mereka berlima adalah Ray, Deva, Dava, Davi dan Melvin. Kelimanya baru saja kena hukum oleh Brian.


“Joy, kemari sayang sarapan sama mommy, daddy dan ratu” panggil mommy Ay.


Joy mengangguk dan duduk di tempat yang diminta mommy ay, matanya masih melihat lima pria yang seperti tahanan sedang dihukum, “itu kenapa ya mom?” tanya joy penasaran.


“Biarin aja mereka, mommy kesal sama mereka, punya anak laki laki lima gak ada yang benar” gerutu mommy ay.


“Mom yang bikin mommy emosi abang Ray dan Davi, tapi kenapa abang juga kena hukum daddy?” tanya Dava.


“kamu sama aja, udah umur berapa belum ada bawa pacar ke rumah, mommy sampai pusing mikirin anak laki laki mommy tampan tapi gak ada yang laku” omel mommy ay.


“Kalau saya kenapa nyonya?” tanya Melvin ikutan heran karena dia juga kena hukum sama daddy brian.


“Kamu sama aja, umur sama dengan Ray tapi belum juga dapat kekasih, mommy kamu selalu mengomel tentang kamu” balas mommy Ay.


“Sudah kalian nikmati saja hukuman kalian, selagi daddy memberi hukuman yang ringan” ujar daddy Brian.


“emang ada hukuman terberat dad?” tanya ratu penasaran, gadis kecil itu sangat suka dengan hukuman yang diberikan daddy nya untuk para abang abangnya.


“ada, tapi mereka tidak mau menerima hukuman itu” ujar daddy brian sambil tertawa hukumannya adalah menemani Ratu seharian jalan jalan, bukannya mereka tidak mau, Ratu itu sangat manja dan menyebalkan, dia akan seharian minta di gendong, belanja ini itu, suruh abangnya masuk kendang harimau di kebun binatang yang notabennya bukan hewan peliharaan mereka, menggunakan semua kartu atm para abangnya, minta pijat padahal yang kelelahan adalah abang abangnya, berolah raga dengan menjadikan abang abangnya sasaran tembakan, memang bukan menggunakan peluru asli tapi setiap orang yang kena tembak harus mengabulkan satu permintaan ratu, dan itu bisa sangat membahayakan bagi mereka.


“Emang apa dad?” tanya Ratu.


“ratu cantik gak perlu tanya tanya hukumannya apa ya dek, abang sudah senang dengan hukuman yang sekarang” potong Davi cepat, karena jika ratu mengamuk mereka akan lebih menderita oleh daddy brian.


“Ayo makan joy, jangan pikirkan mereka, mereka dihukum seperti itu sampai 2 jam” ujar mommy ay.


“Tapi ray harus makan obat mom” ujar joy pelan.


Ray yang mendapat pembelaan dari sang kekasih tampak semangat dan berbinar bahagia.


Mommy ay mengambil satu piring nasi goreng dan memberikannya pada Ratu, “sayang kasih abang kamu makan, katanya dia harus makan obat” ujar mommy ay.


Ratu mengangguk dan meletakkan piring berisi nasi goreng di pangkuan Ray, “makan bang, kakak ipar khawatir sama abang” ledek Ratu.


“Mom, masak abang makan kayak anak panti asuhan gini sih?” protes Ray.


“Makan aja! Udah syukur kamu dapat makan!” gerutu mommy ay.


...🥝🥝🥝🥝🥝...