Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
37. Menolak



“kenapa elo gak mau datang walau cuma sebentar? Kan masih ada bodyguard elo yang lain, hanya sebentar joy, gue udah janji sama aldo bakal membawa elo ke sana, aldo bakalan benci sama gue kalau gue gak berhasil bawa elo” lirih Sonia.


“Gue udah janji sama Ray selama dia pergi gue akan tetap di rumah” ujar Joy jujur.


“Lo gila joy! Lo lebih milih bodyguard itu dibanding persahabatan kita?” Sonia mulai emosi mendengar jawaban joy.


“Udah gini aja, joy bilang pada aldo kalau lo gak boleh keluar dari rumah, Sonia udah maksa elo buat pergi tapi elo gak bisa, dan Sonia lo jangan hanya karena cowok persahabatan kita hancur, gue tau elo udah janji sama aldo, tapi kita berhak menerima keputusan joy, jangan memaksa sahabat kita sendiri nia, elo sendiri tau gimana hancurnya perasaan joy saat melihat aldo mencium ruby, dan berkali kali bersikap acuh padanya, jadi jangan memaksa dia” lerai nanda.


Joy mengangguk setuju, “ya udah nia tolong telepon aldo dan loudspeaker suaranya” pinta joy lembut.


“kenapa gak elo aja yang telepon joy?” tanya Sonia heran.


“nomornya udah gue hapus, dan gue blok jadi udah gak ada lagi dalam kontak gue” aku Joy, padahal yang menghapus adalah Ray.


Sonia membuka ponselnya dan menunjukkan nomor telepon Aldo, “ini nomornya” tunjuk Sonia.


Bukannya mencatat nomor aldo kembali, Joy malah meraih ponsel Sonia dan langsung menelpon Aldo menggunakan ponsel Sonia.


📲“halo nia” hanya dalam beberapa detik ponsel itu langsung diangkat oleh aldo.


📲“Halo do, ini gue, joy” Joy langsung menyapa aldo begitu mendengar suara aldo.


📲“Loh? Kenapa gak telepon pakai ponsel sendiri kenapa harus pakai ponsel nia?”


📲“lo tau sendiri jawabannya, nomor lo gue hapus dan gue blok, gue Cuma mau bilang gue gak bisa datang ke acara pesta ultah elo, Nia udah bujuk gue bahkan sampai memohon karena dia udah janji sama lo, tapi gue tetap gak bisa pergi, pertama gue udah gak ada perasaan lagi sama elo dan kedua lo pasti tau alasan kenapa gue gak mau datang ke pesta elo, jangan buat gue mengadukan apa yang lo lakuin ke gue” ancam Joy, ke tiga teman joy tampak bingung dengan ucapan joy, untung saja saat ini Melvin dan Jack sudah keluar dari ruangan gym dan mereka sedang berada di balik pintu jadi mereka tidak mendengar ucapan joy.


📲“Joy, gue mohon datang ya, gue menyesal joy, gue gak mau kehilangan elo, gue sayang elo joy, gue akan buktikan pada elo bahwa gue mencintai elo, gue akan putus dengan ruby, tolong kembali dengan gue joy” suara aldo terdengar panik dari dalam telepon.


📲“Udah lah do, sekarang gue gak ada perasaan lagi sama elo, terserah elo mau putus atau tidak dengan ruby, karena gue gak akan mau masuk kedalam jebakan elo, jangan marah dengan Sonia karena dia gak berhasil bujuk gue, gue takut sama elo, do, gue takut lo rencanain hal buruk buat gue, jadi jangan dekati gue lagi” ujar Joy tegas.


📲“Gue rencanain apa joy? Gue gak ada rencanain apapun, joy maafin gue, gue menyesal setelah lo jauhi gue, gue pikir lo itu tercipta untuk membahagia kan gue dan memang seharusnya seperti itu, gue gak mau kehilangan elo joy” lirih Aldo.


📲“Udah do, lama lama gak bakal selesai masalah ini, gue gak memiliki perasaan lagi pada elo” ucap Joy sekali lagi dengan sangat tegas.


📲“kalau gitu beri gue kesempatan terakhir untuk membuktikan perasaan gue ke elo, tolong datang ke pesta ulang tahun gue” pinta aldo sekali lagi.


📲“Maaf kesempatan terakhir udah gue berikan saat lo narik gue ke belakang sekolah dan berusaha mencium gue dengan paksa! Kesempatan elo gak ada lagi” joy langsung mematikan ponsel milik Sonia dan memberikannya pada Sonia tanpa menunggu jawaban yang di lontarkan oleh aldo.


“Joy? Ucapan lo tadi serius?” tanya nanda tidak percaya.


“terus lo di cium dia?” tanya icha ikutan penasaran.


Kali ini Joy menggelengkan kepalanya, “gak sempat terjadi karena gue udah tendang ************-nya, jadi gue kabur saat itu” Joy kini menatap Sonia yang tidak berkomentar apapun, “udah kan, jangan benci atau marah sama gue, gue takut sama aldo, entah dia masukkan obat dalam minuman gue atau apapun itu, gue takut jika ada di dekat dia, makanya gue bersih keras gak mau bukan hanya karena larangan bodyguard gue tapi juga karena aldo akhir akhir ini suka bertindak nekat, sebaiknya lo pikirkan lagi untuk mencintai pria seperti aldo”. Ujar Joy pada Sonia.


“Iya nia, aldo bukan pria yang baik” tambah nanda.


“Akan gue pikirkan, jadi lo gak marah sama gue karena gue suka aldo?” tanya Sonia sedikit takut.


Joy tersenyum ke arah Sonia, “maafin gue yang bersikap egois selama ini, gue gak marah tapi gue juga gak mau dukung elo sama aldo, dia bukan pria yang baik, gue gak mau sahabat gue bersama orang seperti aldo, tapi gue gak bisa maksa perasaan seseorang untuk di hapus gitu aja, semangat berjuang nia, semoga elo bisa merubah aldo menjadi lebih baik” doa tulus joy.


“makasih joy, maaf gue tadi emosi sama elo” lirih Sonia.


“Yeeiiii berarti udah kelar kan masalahnya, berpelukan dong” seru icha semangat, dia duluan menarik Sonia dan nanda untuk berpelukan dengan joy, keempat gadis itu tertawa bersama sama saat mereka berpelukan.


“nia hibur si aldo, saat ini dia patah hati kan, jadi itu kesempatan elo buat dekatin aldo” seru icha.


“kalau gue no comment, gue sama seperti joy, gue gak suka si aldo, tapi gue gak bisa melarang elo, karena kalau cinta sudah berkata apapun menjadi gelap di mata orang itu bahkan taik kucing pun bisa dikatakan coklat sama orang yang sedang jatuh cinta” kekeh nanda.


“yeeeiii emang lo pernah jatuh cinta, sampai sok puitis segala” ledek Icha.


“kan itu pepatah icha~ gak belajar ni pepatah tentang cinta” balas nanda sambil cengengesan.


“Gue pulang dulu ya, mau siap siap untuk menghibur aldo, kalian berdua masih mau di sini atau ikut gue?” tanya Sonia.


“Ikut dong, gue mau ikut ke pesta itu” seru icha.


“Gue disini aja, nanti gue minta supir buat jemput” ujar nanda.


“ya udah kita pergi~” ujar icha dan Sonia serempak


.


Di kamar Aldo terlihat murka, beberapa perabotan rumahnya sudah tampak hancur, akibat dia banting untuk melampiaskan kekesalannya, yang di bilang joy emang benar, aldo sudah menyiapkan obat perangsang untuk membuat joy bisa menjadi miliknya lagi, namun sayang obat itu tidak bisa dia gunakan karena joy tidak mau datang ke pesta ulang tahunnya. Rencana yang sudah dia siapkan selama ini harus hancur karena dia yang salah mengambil keputusan, dia telah membuat joy takut dengan cara memaksa mencium Joy.


...🍈🍈🍈🍈🍈...