Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
47. Bercerita



“Serius ini?” tanya Joy.


“Serius, seperti cara yang saya ajarkan tadi” ujar Ray.


Joy cepat cepat megambil posisi dan siap siap membanting Ray, namun sayang dia tidak bisa Ray hanya seperti sedang merangkul Joy yang menunduk berusaha membanting tubuh Ray.


“Ray berat banget sih” gerutu Joy, sambil melepaskan Ray, gadis itu menatap Ray dengan kesal, karena pria itu hanya menahan tawa melihatnya kesusahan untuk membuat Ray terbaring di lantai. “Aku boleh coba cara lain?” tanya joy.


“silahkan” angguk ray.


Joy kembali mendekati Ray kali ini dia memilih kaki ray, gadis itu mendekap kaki Ray dan mencoba untuk menjatuhkan pria itu, namun masih tetap sama Ray tidak jatuh sedikitpun.


“Ray benar gak sih ngajarinnya” gerutu joy yang sudah ngos ngosan karena berbagai cara yang dia gunakan tidak bisa membuat pria itu terjatuh.


“saya serius nona, ingat kata kata saya gunakan pinggul dan tenaga nona” ujar Ray.


“Susah! Ray berat ihhh” gerutu joy kesal karena dia tidak bisa menjatuhkan Ray, walau sudah mencoba berbagai cara.


“Saya ulangi” Ray kembali menangkap Joy dan menjatuhkannya membuat gadis itu sekarang berada dibawahnya, setelah itu Ray mencium singkat bibir Joy. “Kalau nona tidak bisa saya akan mencium nona berkali kali” ujar Ray sambil menahan tangan joy yang ingin berontak.


“itu sih karena Ray aja yang mesum, cari cari kesempatan buat cium cium” gerutu Joy dengan pipi yang udah memerah seperti buah tomat yang masak.


“Boleh dong ambil kesempatan, ini bayaran saya nona” ujar Ray sambil kembali mencium bibir Joy kali ini lebih lama dari yang pertama, “Nona juga menikmatinya” ujar Ray setelah melepaskan ciumannya dari bibir Joy.


“ray!!!” teriak Joy kencang dengan segala kekuatannya. Hingga membuat Ray menjauh dari Joy dan tertawa kecil. “Ray duluan ya ! yang mancing mancing! Joy lagi serius mau belajar bela diri ini!” amuk Joy karena sejak tadi Ray tidak serius mengajarkannya.


“Iya iya nona jangan ngamuk, Kita serius lagi, tapi nanti saya minta bayaran ya” ujar ray pelan.


“Hmm, tapi laksanain dulu pembelajarannya! Baru boleh minta bayaran!” ujar Joy.


“Baiklah, tapi sekali saya mengajarkan nona tidak boleh menyerah atau mengeluh sakit!” ancam Ray sebelum mulai serius.


“Iya! Tapi Ray harus serius, gak boleh main main” ujar Joy.


Ray tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, dia mulai serius memberi pelajaran pada joy satu persatu hingga 2 jam berlalu tanpa Joy sadari.


Gadis itu sudah berkeringat dan terlihat kelelahan, seperti yang Ray minta joy sama sekali tidak mengeluh disuruh apapun oleh Ray, dia belajar dengan tekun walaupun siku siku dan badannya terasa mulai sakit karena sudah lama sekali gadis itu tidak berolah raga seperti itu.


“Baiklah cukup pembelajarannya sampai sini untuk hari ini” ujar ray. Joy baru berbaring di matras dengan nafas yang sudah tersengal sengal.


Ray ikutan duduk di sebelah joy dan tersenyum melihat joy yang terlihat kelelahan. “Apa nona akan menyerah, setelah tau bagaimana Lelah dan capeknya belajar beladiri?” tanya Ray.


Joy menggelengkan kepalanya, “Tidak akan menyerah, aku akan berusaha belajar, bukankah aku sudah berjanji tidak akan menyerah tadi, aku tidak akan menarik ucapanku” ujar Joy penuh tekad.


Ray kembali tersenyum senang karena keinginan joy yang tidak mau menyerah dengan pembelajarannya, “Nona” panggil ray pelan.


“Saya minta bayaran saya” ujar ray.


“Aku tidak punya uang Ray, karena segala pembelajaran ku dihentikan mami menarik semua uang ku” ujar Joy, mami Syntia memang akhirnya tau bahwa joy tidak pernah datang les lagi, dia menghentikan semua uang yang diberikan pada joy sebagai uang jajannya, sebenarnya joy ingin di hukum seperti dia waktu kecil, tapi tidak jadi di lakukan, karena Joy sudah berhasil mendapatkan putra dari pebisnis nomor satu se asia. “kau tau ray, untung saja pria yang akan menjadi tunanganku itu adalah orang hebat” gumam joy.


“kenapa gitu nona?” tanya Ray bingung, kenapa joy tiba tiba berbicara tentang dirinya.


“Dulu setiap aku melawan mami, aku akan di kurung dalam sebuah Gudang kecil, gelap dan penuh debu, aku akan dikurung di sana tanpa makan dan minum, mau aku menangis ataupun berteriak kesakitan mami tidak akan mengeluarkan ku dari sana sebelum aku menyerah dengan keinginan mami, aku sudah terbiasa untuk menerima hukuman itu, karena hal itu aku sangat takut dengan tempat yang gelap dan sempit” ungkap joy.


Mata Ray langsung melotot mendengar ucapan dari joy, dia tidak tau kalau gadis yang dia sukai memiliki Fobia karena ulah orang tuanya.


“Apa tuan besar tau nona dihukum seperti itu?” tanya Ray.


Joy menggeleng pelan, “saat itu umur ku 5 tahun aku tidak berani mengadu karena ancaman akan di kurung kembali di dalam ruangan itu, aku bahkan tidak berani melihat tempat itu sampai sekarang” ujar joy pelan.


“Tempat itu masih ada sampai sekarang?” tanya Ray.


“masih, tapi ruangan itu ada di rumah lama milik papi, ruangan itu ada di Inggris” ujar joy.


“kenapa nona masih takut sampai sekarang, bukannya nona sudah jauh dari ruangan itu?” tanya Ray.


“Ada satu lagi dibelakang rumah ku, lebih tepatnya Gudang dibelakang rumah” ujar joy.


Ray menatap wajah joy yang terlihat sedih, dia tidak tau seberapa besar penderitaan yang dirasakan oleh Joy, dia ingin segera menarik joy dari keluarganya yang tidak bisa memberikan kasih sayang pada gadis itu, kadang dia berpikir apa memang benar ada keluarga sehancur itu, dan sejahat itu pada anak kandungnya sendiri, padahal Ray hidup di dunia mafia, pembunuhan dan kekerasan adalah makanannya sehari hari, tapi dia tidak pernah mendapatkan kekerasan dari keluarganya, memang dia sering terluka dan patah tulang serta sakit karena racun, tapi itu semua pembelajaran dia sendiri yang mau belajar, dia sendiri yang meminta pada orang tuanya untuk menjadi kuat agar bisa melindungi keluarga dan orang yang dia sayang, tapi tidak pernah terpikirkan ada orang seperti mami Syntia.


“Nona, pakai ini” ray mengeluarkan sebuah gelang dan memakaikan itu pada tangan Joy.


“apa ini ray?” tanya joy sambil memperhatikan gelang indah pada tangannya.


“Ini ada tombol disini, kalau nona menekannya dua kali akan tersampaikan pada saya, dan saya langsung mengetahui lokasi nona berada, jika ada yang menyakiti atau menghukum nona, panggil saya dan saya akan langsung berlari untuk menolong nona” jelas Ray.


“Hehehhe seperti mafia saja” kekeh Joy pelan.


Ray sedikit terkejut ketika mendengar ucapan joy, tapi dia berusaha mengontrol dirinya.


“Apa nona benci dengan mafia?” tanya Ray pelan.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


bonus pict