Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
56. Ke puncak



“Joy… aku ingin mengatakan sesuatu.. “ ujar Ray pelan.


Mata joy yang tertutup menikmati sentuhan Ray kini terbuka perlahan, “hmmm?” bibirnya tidak sanggup mengeluarkan suara hanya dehaman yang keluar dari bibir joy.


“Sebelum aku mengatakan semuanya, berjanjilah padaku tidak akan pernah lari dariku” ujar Ray, matanya memancarkan keseriusan.


“jika aku lari?” tanya joy pelan.


“Aku akan mengurung mu agar tidak bisa lari dariku” ujar ray, tangan pria itu sudah keluar dari baju Joy dan mengelus pipi joy.


“bercanda kan?” tanya joy lagi tidak percaya.


“Tidak aku serius, aku pria yang posesif joy, apa yang aku inginkan tidak boleh diinginkan orang lain, aku ada di sini untuk mengikatmu hingga tidak bisa lari dariku, sebesar itu cintaku padamu” ujar ray penuh ketegasan.


“Jika ada wanita yang lebih cantik dan sexy dariku bagaimana?” tantang joy.


“Tidak aka nada wanita lain yang bisa memasuki hati ini, apa perlu aku menato namamu di seluruh tubuh agar orang orang tau aku adalah milikmu?” tanya Ray.


Joy akhirnya menyerah, gadis itu tersenyum, dia mendekatkan wajahnya pada wajah Ray untuk mencium bibir Ray secara singkat, “tapi aku sudah bertunangan dengan tuan muda Raynald, aku tidak akan bisa bersamamu Ray, kamu tidka akan bisa menentang pria seperti itu apa lagi orang tuaku” lirih joy.


“bisa, karena aku adalah__”


“NONA JOY ADA DI DALAM TUAN!” suara teriakan Melvin dari luar menghentikan, ucapan ray yang ingin mengungkapkan semuanya pada Joy.


“aku tau dia di dalam, makanya aku kesini! Kenapa kamu menghalangiku?!” setelah suara Melvin terdengar suara papi steve di depan pintu.


“SUDAH KEBIASAAN SAYA TUAN MAAF” teriak Melvin lagi.


Ray cepat cepat bersembunyi di dalam kamar ganti joy, bukan dia takut ketahuan oleh papi steve, hanya saja sekarang semuanya masih belum jelas, joy masih belum mengetahui jati dirinya, dia tidak mau memaksa gadis itu.


Sementara joy cepat cepat merapikan baju dan rambutnya yang berantakan. Secepatnya joy berlari menuju pintu kamar.


“kenapa papi di sini?” kata joy ketika sudah membuka pintu kamar.


Papi steve yang tadinya masih menatap Melvin curiga langsung menoleh pada Joy. “Papi dan abangmu akan pergi besok pagi, karena akhir akhir ini kamu sudah menjadi anak baik, jadi papi membiarkanmu memilih mau ikut papi atau tetap di sini kuliah di sini?” tanya papi steve.


“mami?” gumam joy pelan.


“mami akan pergi liburan dengan tiket yang dia dapat” ujar papi steve.


“Aku akan tinggal” ujar joy pelan.


“baiklah, jangan nakal dan jangan buat onar, kamu adalah tunangan dari putra pertama marcello, jaga kehormatanmu, jangan membuat papi malu, jika ada apa apa telepon papi” ujar papi steve.


“papi akan pulang ? jika aku menelpon?” tanya joy.


“papi akan mengirim orang menyelesaikan itu, dan kamu sebagai bodyguard jaga joy, jangan sampai dia keluyuran ke dalam club malam” setelah memberi perintah papi steve pergi.


Joy sendiri terdiam mendengar ucapan papi nya, dia menutup pintu dengan kuat dan langsung membaringkan dirinya di tempat tidur.


.


Ray keluar dari kamar ganti dan berjalan kea rah tempat tidur, memandang sedih joy yang sedang terisak kecil sambil menutup wajahnya dengan bantal, dia yang sudah membuat gadisnya menjadi sedih, apa yang akan joy lakukan ketika tau dialah penyebab semuanya, ray ikut berbaring di tempat tidur dan memeluk tubuh joy dengan pelan dia menarik bantal yang joy pegang agar bisa menatap wajah joy.


“Apa kamu benci pada raynald yang membuat keluargamu pergi?” tanya Ray.


Kepala joy menggeleng pelan, “itu bukan salah dia, dia hanya menunjukkan seperti apa watak keluargaku, aku hanya malu dengan keluarga seperti itu” isak joy.


Ray kini semakin mendekap tubuh joy semakin dekat, dibiarkannya joy menangis di dadanya, ‘Mungkin bukan sekarang, lain kali aku akan mengatakan semuanya’ batin Ray.


...🍏🍏🍏🍏🍏...


“Ray! Melvin! Ayo siap siap!” teriak joy yang sedang menggedor pintu kamar kedua bodyguard nya.


“Ada apa nona?” Ray muncul bukan dari kamarnya melainkan dari arah tangga, pria itu berganti-gantian menjaga joy selama gadis itu tidur, tidak ada yang tertidur secara bersama sama.


“aku pikir Ray di kamar, cepat bangunkan melvin, kita siap siap” ujar joy.


“kemana nona?” tanya Ray bingung.


“ke puncak! Keluargaku bisa bersenang senang dengan caranya, dan aku juga bisa bersenang senang dengan caraku” seru joy, “Nanda, sahabatku punya vila di puncak, dan tadi malam kami chat untuk liburan kesana, selagi masih masa liburan, dan aku mau kesana lebih dulu! Jadi cepat siap siap” ujar joy.


Ray akhirnya mengangguk dan masuk kedalam kamarnya dan kamar Melvin. Untuk membangunkan pria itu.


.


Sekitar satu jam, Ray dan Melvin sudah siap dengan tas dan peralatan mereka, tidak lupa Ray juga membawa tambahan peluru, entah kenapa perasaannya tidak tenang saat ini.


“kenapa bawa dua jaket bos?” tanya Melvin heran.


“jaga jaga” ujar Ray, dia tidak mengatakan hatinya sedang tidak tenang.


.


“Ayo jalan!” perintah joy pada Melvin yang sudah duduk di kursi depan.


“sebentar nona saya mau mengecek kondisi mobil” ujar Melvin.


“tidak perlu, tadi aku sudah menyuruh pak Toto untuk mempersiapkan mobil, jadi langsung jalan saja” ujar Joy.


Melvin melirik Ray dari kaca spion, setelah mendapat anggukan dari Ray, baru pria itu menjalankan mobilnya.


Suasana perjalanan itu terdengar sepi, ray sejak tadi diam dengan perasaannya yang kacau, sementara joy sibuk chat dengan teman temannya yang akan menyusul kesana nanti siang.


.


“Bos!” panggil Melvin sedikit berteriak.


Joy yang mendengar suara Melvin segera melihat kearah Melvin, “kenapa tiba tiba memanggilku bos?” tanya joy heran.


Sementara ray yang sudah tau kenapa Melvin memanggil langsung siaga dan melihat kearah belakang.


“SHIT! Pelankan mobil Melvin!” ujar Ray sambil mengeluarkan pistol dari dalam jaketnya.


“RAY! APA ITU!” pekik joy saat melihat ray mengeluarkan pistol.


Melvin menginjak rem kaki, betapa terkejutnya dia karena laju mobil yang dia bawa tidak juga berkurang, kini dia mencoba rem tangan, tapi masih tidak bisa memelankan laju mobilnya. “Putus Bos!”


“sial” umpat Ray, dia kembali memasukkan pistol kedalam jaketnya dan melepaskan seftybelt milik joy, dan miliknya membuat joy langsung berpegangan pada pegangan yang ada di dekat kursi.


“Nona harus percaya pada saya!” ujar ray serius.


Joy hanya bisa mengangguk ketika mendengar ucapan Ray.


“Laju dan jatuhkan mobil ke dalam hutan saat tidak terlihat oleh mereka!” perintah Ray, tangannya dengan cepat melilitkan jaket yang dia bawa tadi pada tubuh joy, bukan satu tapi baju di dalam tasnya juga dia gunakan untuk membungkus joy agar gadis itu tidak terluka parah ketika dia membawa joy melompat dari mobil.


Melvin segera mematuhi perintah Ray, bukan sekali dua kali mereka melarikan diri dengan menjadikan jurang sebagai jalan pelarian diri, jadi dia sudah biasa menjatuhkan diri ke hutan, dari pada membiarkan mobil itu terbalik.


...🍐🍐🍐🍐🍐...