
“waahhh sepertinya daddy mengenal anda, bagaimana jadinya jika saya menyuruh daddy membatalkan semua perjanjian kerja sama dengan perusahaan anda?” tantang Ray.
“A-apa?! Ma-maafkan saya tuan, tolong jangan lakukan itu, saya akan menerima uang ini tuan, dan saya akan menerima pria itu menjadi menantu saya” ujar daddy Sonia ketakutan.
Ray melirik kearah Sonia yang masih menangis dipeluk oleh istrinya dan Jay yang masih menatap marah pada daddy Sonia, “Jangan memohon pada saya, sana memohon pada anak dan menantu anda, mereka yang menentukan keputusan saya, dan wanita yang anda hina tadi adalah istri saya, jangan berani berani nya anda berdua menghina istri saya!” tekan Ray dengan nada dingin.
“Nia, nia maafkan daddy nia, daddy tidak akan mengganggu kamu dan suami kamu lagi” ujar daddy Sonia dengan wajah yang sangat ketakutan.
Sonia menatap sinis daddy nya, “Ambil uang itu dan jangan ganggu hidup nia lagi, mulai sekarang jangan mengganggu hidup nia, karena nia tidak akan mau berurusan dengan kalian lagi” ucap Sonia.
“baik baik, itu terserah kamu” ujar daddy Sonia.
“Baiklah, saya juga tidak akan mengganggu urusan anda dengan daddy saya, Jay bawa istri kamu, kita pergi sekarang, sayang ayo kita pulang” ajak Ray dengan sangat lembut pada istri dan teman temannya.
Jay merangkul istrinya sedangkan Joy langsung masuk ke dalam rangkulan Ray, mereka bersama sama keluar dari rumah Sonia.
Sebelum Ray benar benar keluar dari rumah itu, pria itu menghentikan langkahnya dan menatap daddy Sonia dan mommy Sonia, “Tuan dan nyonya, mulai sekarang jangan pernah usik hidup putri anda lagi, karena dia keluar dari rumah ini dalam keadaan yang menangis, jika kalian berani mengusik saya yang akan turun tangan, Ahh satu lagi, saya heran untuk apa kalian berdua memupuk uang dan kekayaan kalian, kalian kan tidak punya keturunan lagi, mau kalian berikan pada siapa harta kekayaan kalian? Hiduplah dengan ambisi kalian sendiri jangan mengganggu kehidupan anak buah saya” sindir Ray sebelum benar benar pergi dari rumah Sonia.
.
Berbeda dengan Sonia yang mendapatkan tentangan dari orang tuanya, keluarga icha lebih santai menanggapi pernikahan icha, karena icha sendiri keluarganya sudah pisah dari ayah dan ibunya tidak ada yang ingin merawat dia hingga dia di tinggal di rumah besar bersama para pembantu, ayahnya sudah punya keluarga baru dan ibunya juga begitu, saat icha memberi tahu, mereka hanya bersikap biasa.
“itu keputusan kamu dan jangan menyalahkan mama karena semuanya adalah keputusan kamu sendiri, dan jangan mengganggu hidup mama lagi, kamu sudah menikah, dan tanggung jawab mama sudah hilang” ucap dingin mama Icha terus terngiang di pikiran icha.
Sedangkan papa icha bersikap acuh dan tidak mengatakan apapun selain ucapan selamat pada icha.
Jadi icha tidak perlu drama lagi dengan memohon izin dari orang tuanya, mereka saja acuh dengan apa yang icha lakukan.
.
Jika nanda lain lagi cerita, Wanita itu akhirnya bisa mengubungi orang tuanya, dan Nanda mengakui telah menikah melalui telepon pada kedua orang tuanya. Pertamanya memang kedua orang tua nanda marah tapi setelah itu mereka bersikap acuh karena mereka hanya mementingkan anak cowoknya disbanding nanda yang tidak bisa menjadi pewaris karena dia hanya seorang wanita.
Nanda memang tidak perlu drama untuk meninggalkan rumahnya, karena dia sendiri sudah tinggal terpisah dari orang tuanya dengan waktu yang cukup lama.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
Memasuki usia kandungan 7 bulan, perut Joy tampak sangat besar, dan wanita itu sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan rutin yang dilakukan tiap bulan.
“Joy!” pekik Ruby, saat melihat Joy sedang duduk di kursi roda dan didorong oleh suaminya Ray, tapi Ruby masih tidak tau dengan Ray yang merupakan tuan muda yang selalu dia hina.
Ray memang jarang menggunakan topeng palsunya jika keluar dengan Joy, karena dia sendiri menyamar menjadi bodyguard joy setiap dia keluar dari rumah.
“Liat sendiri perut gue buncit, gue hamil bukan busung lapar” ujar Joy ketus.
“Anak siapa??” Tanya Ruby terang terangan karena dia saat ini hanya melihat Ray bukan Raynald menggunakan topeng.
“Anak bapak nya lah!” bentak joy kesal.
Ruby mengulum senyumnya dan tertawa mengejek, “Ya siapa tau anak selingkuhan lo, kalau gue jadi elo mana sudi gue dicium dan disentuh sama cowok berwajah aneh seperti suami lo” sindir Ruby, seingat dia wajah Raynald menggunakan topeng sangat mengerikan, dan dia masih tidak sadar Ray memandangnya dengan mata membunuh.
“Sebaiknya jangan ikut campur urusan gue, lo urus aja diri lo sendiri, mana suami lo?? Kalau suami gue jelas sibuk nyari uang, kalau elo?? Kuliah aja belum kelar kerja apaan?? Yakin dia bisa memberikan lo kebahagiaan” sindir Joy.
Ruby mengepalkan tangannya kesal memang dikehamilannya yang sudah memasuki usia 8 bulan lebih hampir 9 bulan suaminya masih tidak mau mengurusi dirinya, dan masih sibuk mabuk mabukkan.
“Joy_”
“maaf anda tidak boleh masuk lift ini” tahan beberapa bodyguard yang mengikuti Ray dan joy.
“Tapi dia bisa masuk!” tunjuk Ruby pada joy.
“Ini khusus pemilik rumah sakit atau pelanggan VVIP, dan anda tidak boleh masuk” tahan bodyguard itu lagi.
“Aku dan joy berteman! Joy! Tolong bilang pada mereka kalau kita berteman” teriak Ruby.
Joy hanya tersenyum sinis pada Ruby dan membiarkan pintu lift perlahan tertutup.
“Stoopp!” teriakan dari belakang ruby membuat pintu lift kembali terbuka.
Terlihat Sonia dengan suaminya Jay sedang berjalan cepat menuju lift yang sama dengan Joy.
“Sonia?!” pekik Ruby saat melihat temannya itu dalam keadaan yang sama dengan joy hanya saja bentuk perutnya lebih kecil dari joy, sedangkan joy karena perutnya sudah sangat besar, dia tidak bisa berjalan kaki lama seperti Sonia.
“hai” jawab Sonia santai sambil melewati Ruby dan masuk ke dalam lift yang sama dengan Joy.
“Joy! Gue juga boleh ikut kan?!” teriak Ruby, namun sayang pintu lift tertutup dan Sonia hanya melambaikan tangan dan tersenyum pada ruby. “Sialan!! Apa apaan itu! Kenapa wanita hamil tadi bisa ikut dengan joy sementara aku tidak?! Aku juga teman dia!” pekik Ruby pada bodyguard yang menahannya.
“Seperti yang saya bilang, yang boleh masuk hanya pemilik atau pelangan VVIP dan nona tadi adalah pelanggan VVIP rumah sakit ini tentu saja dia boleh lewat” jelas bodyguard itu.
“Siapa suami Sonia? Apa salah satu anak dari keluarga marcello?” gumam Ruby pelan, karena ucapan yang baru saja di lontarkan oleh bodyguard itu. “siapapun itu dia pasti sangat kaya raya, kalau pelanggan berarti tidak ada hubungannya dengan keluarga marcello” gumam ruby lagi.
...🍎🍎🍎🍎🍎...