
“Masih ada?? Banyak amatt” protes Joy.
“Syarat kedua, berikan aku ciuman selamat pagi dan selamat malat tiap hari” ujar ray.
“Hah??! Berat amat syaratnya” protes joy lagi.
“Nona bukannya nona sudah biasa mencium tuan muda Raynald kenapa syaratnya nona katakana berat?” sela Melvin saat mendengar perbincangan dua orang yang gak jelas perbincangan tentang apa, kalau di pikir pikir lagi Ray sebenarnya bisa menjaga joy tanpa bantuannya, jadi kenapa pria itu mengajukan syarat adalah pertanyaan bagi otak Melvin.
“benar juga, ya udah syarat kedua bisa diterima” ucap joy pasrah.
“Syarat ketiga” ujar ray lagi.
“Hah?! Masih ada lagi?” pekik joy dengan wajah memelas.
“jangan pernah kabur dariku, jika di masa depan kamu melihat aku yang sangat mengerikan atau apapun yang terjadi di masa depan jangan pernah pergi dariku, karena aku bisa jadi orang gila saat itu juga” kali ini Ray berbicara dengan wajah serius, tidaktampak pria itu sedang bercanda karena itu adalah permintaan yang paling utama baginya.
‘Cup’ Joy mengecup bibir Ray.
“aku sudah menempelkan stemple, jadi ketiga syarat sudah diterima” ujar Joy, kini gadis itu memeluk ray dan menyandarkan kepalanya di bahu Ray.
“Apa kami harus menonton ini dan kalian tetap seperti itu? Atau kami pergi dulu setelah kalian selesai baru urusannya dilanjutkan?” celetuk nanda, yang sudah mulai iri dengan pasangan kekasih di depannya.
Joy dan Ray berhenti berpelukan dan kini joy dan Ray gantian menatap Melvin dan nanda.
“Melvin mulai sekarang kamu bertugas menjaga nanda sampai dirasa hidup nanda sudah benar benar aman” perintah Ray.
“baik, dengan senang hati tuan muda” jawab Melvin.
“Tunggu dulu gak ada yang tanya bagaimana dengan aku? apa aku mau?”
“Itu tidak penting, karena aku nona muda yang memerintahkannya” ujar joy.
“keselamatan nomor satu” ujar Melvin. Padahal sebenarnya nanda sudah tidak dalam bahaya karena Melvin sudah menghabisi semua orang yang tadi berniat jahat pada nanda.
“aku tidak bisa menolak permintaan kekasihku” ujar Ray.
Nanda hanya bisa menghela nafas panjang mengikuti kemauan joy.
“Tapi jangan bilang pada Nia dan icha tentang aku yang hampir dilecehkan” ujar nanda pada Joy, gadis itu takut Sonia dan icha akan mencari pelaku yang hampir melecehkannya dan memberikan pelajaran yang mengerikan pada para pelaku, padahal sang pelaku sudah tidak ada.
“oke” jawab joy cepat.
“sampai berapa lama aku dikawal joy?” tanya nanda lagi.
“hmmm?” joy berpikir sambil mengetuk ngetuk dagunya, senyum cerah kembali muncul dari bibir gadis itu, “sampai kamu udah punya suami, itu artinya kalau Melvin jadi suami kamu, aku berhenti mempekerjakan Melvin, karena dia sudah otomatis menjadi suami kamu” usul joy.
“Joy! Kak Melvin mana mau sama ak_” nanda langsung menutup mulutnya dan berlari kembali ke dalam kamar karena malu dengan apa yang baru saja dia ucapkan.
Melvin menatap ray yang sedang tersenyum menatapnya, “sekarang giliranmu bro, aku tidak bisa membantu apa apa lagi, semua keputusan ada ditanganmu, dapatkan gadis itu atau hanya menjadi bodyguard dia aja selamanya” ujar Ray.
“thanks bro” Melvin segera mengejar nanda yang berlari ke dalam kamar.
“sekarang hanya kita berdua di sini sayang” ujar Ray setelah Melvin masuk kedalam kamarnya, ray menekan tengkuk joy dan mulai mencium joy.
“Joy belum mau tidur sayang~” gerutu joy sambil menahan badan Ray mau menciumnya lagi.
“Aku yang sudah mengantuk, ciuman selamat malamku mana?” goda Ray.
Joy tidak dapat melawan lagi dan membiarkan Ray mulai menciumnya. Apa lagi dia duduk di pangkuan Ray, mana bisa dia lari, apa lagi badannya sudah ditahan oleh sebelah tangan ray yang bebas.
...🍌🍌🍌🍌🍌...
Nanda sedikit terkejut dengan kedatangan Melvin karena gadis itu tidak menyangka Melvin akan mengejarnya.
“Ke-kenapa kakak ke sini?” tanya Nanda dengan wajah terkejut.
Melvin mendekati Nanda dan duduk di sebelahnya, “Boleh kakak tanya sesuatu gak?”
“Ahh? A-apa?” tanya nanda lagi sedikit gagap.
“kakak boleh mengira kalau nanda suka dengan kakak?” tanya Melvin penuh harap.
Nanda menunduk dan tidak berani menatap wajah Melvin.
“Sebenarnya kakak suka sama Nanda, tapi kakak orang yang susah untuk membaca perasaan orang lain, apa boleh kakak anggap Nanda juga suka dengan kakak?” tanya Melvin lagi, karena Nanda tidak menjawabnya.
Nanda masih menunduk karena malu, wajahnya kini sudah memerah hingga ke telinga, “hmm, aku suka sama kakak” ungkap nanda dengan suara pelan.
Kali ini gantian Melvin yang terdiam dia belum pernah berpacaran, apa lagi menyatakan perasaan pada seorang wanita, dia tidak tau harus melakukan apa setelah mereka saling mengungkapkan perasaan, haruskah dia seperti Ray dan joy yang berciuman atau berpelukan.
Nanda kini memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatap Melvin, “kak” panggil nanda dengan wajah yang sudah memerah seperti buah tomat.
“Ahh, ma-maaf aku belum pernah pacaran jadi tidak tau harus ngapain setelah menyatakan perasaan, apa kamu mau aku bersikap seperti Ray?” tanya Melvin.
“kak ray dan Joy?” Nanda berpikir dengan Ray dan joy yang kini resmi berpacaran, gadis itu kini mengangguk, “boleh juga” ujar nanda dengan polosnya, dia salah mengerti dengan ucapan Melvin, Nanda mengira mulai hari itu mereka resmi berpacaran dan nanda bisa bersikap manja seperti Joy.
Tapi gadis itu tiba tiba membeku saat Melvin menempelkan bibirnya pada bibir Nanda, mata nanda melotot dan gadis itu membeku layaknya sebuah boneka.
“Maaf, aku belum terlalu pandai berciuman” ujar Melvin pelan.
Nanda masih membeku dan melotot, tidak bergerak atau berbicara apapun, gadis itu masih terkejut dengan perlakuan Melvin yang tiba tiba mencium bibirnya bahkan Nanda tidak bernafas sangking terkejutnya.
“nan! Nanda! Bernafas nan!” pekik Melvin sambil menggoncang bahu nanda.
Gadis itu akhirnya sadar dan langsung menutup mulutnya.
“maaf apa kamu marah?” tanya Melvin sedikit panik.
Nanda menggelengkan kepalanya pelan, “gak kak, tapi terkejut aja soalnya kakak cium mendadak” ujar nanda pelan.
Melvin tertawa kecil, “tapi katanya mau seperti joy dan ray, mereka langsung ciuman saat sudah menyampaikan perasaan mereka” ujar Melvin.
“nanda kira tadi kita resmi pacaran seperti joy dan kak Ray” ujar nanda pelan.
“Kita resmi pacaran, sekarang aku menjadi bodyguard kekasihku” Ujar Melvin.
Nanda mengangguk malu.
“ya udah kita beresin koper kamu di aparteman, ini bukan apartemen milikku” ajak Melvin sambil menyodorkan sebelah tangannya hendak menggenggam tangan nanda.
Gadis itu dengan malu malu menggenggam tangan Melvin.
Kedua orang itu akhirnya keluar dari dalam kamar, dan mata nanda langsung ditutup begitu melihat apa yang terjadi di sofa. Saat ini Ray sedang mengigit leher Joy dan joy memejamkan mata menikmati ulah nakal Ray.
“liatkan aku bilang apa, mereka bahkan lebih ganas untung aja belum nikah, kalau udah nikah mereka berdua pasti sudah tidak mengenakan apapun” bisik Melvin, sambil memimpin jalan dengan tetap menutup mata Nanda.
...🍑🍑🍑🍑🍑...
bonus pict