
Maaf ya, author kemarin gak up, sedang gak mood banget buat up.
bantu like, vote dan kasih hadiah dong biar author semangat up nya
terima kasih 😘💕😘💕
...🍓🍓🍓🍓🍓...
Joy tampak terkejut begitu dirinya sampai di bandara, mommy ay, daddy brian hingga adik adik ray datang untuk menyambut mereka semua bukan hanya keluarga Ray, tapi keluarga anak buah Ray juga pada datang, dan menyambut calon menantu mereka masing masing.
Nanda, Icha dan Sonia tampak canggung bertemu dengan orang tua dari suami mereka, apa lagi selama ini mereka belum pernah merasakan kasih sayang dari orang tua mereka.
“maaf, mommy sudah berusaha menghubungi orang tua ketiga sahabatmu, tapi mommy tidak bisa mengatakan langsung pada mereka juga sahabatmu sudah menikah dan meminta menjemput anak anak mereka kesini” kata mommy ay saat joy menatap ketiga sahabatnya yang sedang menyapa mertua mereka masing masing.
“Mommy menelpon orang tua nanda, icha dan Sonia?” tanya joy dengan suara pelan agar sahabat sahabatnya tidak mendengar.
“Iya, tapi telepon mommy tidak mereka angkat, padahal kalau mereka angkat mommy akan tawarkan kerja sama dengan orang tua mereka, tapi sayang tidak ada satupun yang mengangkat” ujar mommy ay.
“pasti lain cerita kalau mommy yang telepon, tapi kalau daddy pasti berhasil” kekeh Joy.
“udah jangan dipikirkan tentang itu, gimana keadaan kamu sayang?” tanya mommy ay tampak khawatir.
“Joy baik baik aja mom, Cuma gerah aja pakai kaos kaki sampai baju tebal begini” gerutu joy, memang dia dipakaikan pakaian hangat hingga memakai kaos kaki selama perjalanan.
“iya itu untuk pencegahan, ayo ke rumah sakit dulu” ajak mommy ay.
Joy mengernyit kebingungan dengan ucapan mommy ay, “kenapa ke rumah sakit mom? Joy gak sakit”.
“Udah ikut aja mommy, mommy udah pesan kamar untuk kamu check up dulu satu hari ini, teman teman kamu juga ikut” ajak mommy ay sekali lagi sambil menarik tangan Joy dengan lembut.
“hhaaa?? Mom tapi joy gak sakit” tolak joy sekali lagi.
“Nyonya danaya, kami duluan ya ke rumah sakit nya” teriak bunda Melvin pada mommy ay.
“oohh iya, ini kami juga mau berangkat kesana” teriak mommy ay.
Joy, nanda, Sonia, dan icha saling pandang lalu hanya bisa bengong mengikuti apa keinginan ibu mertuanya.
Keempat wanita itu hanya bengong, ada sedikit kebahagiaan karena mereka terus dicium pipinya dan dipeluk oleh ibu mertua mereka, tapi keempat wanita itu hanya bisa bengong kenapa mereka dibawa ke rumah sakit.
Seperti parade, mobil milik mommy ay dan daddy brian dikawal dengan sangat ketat, mereka dibawa kerumah sakit tanpa kendala, karena memang jalan sengaja dikosongkan dan rumah sakit khusus untuk VIP sudah di persiapkan.
.
“uueeeenggg” Sonia langsung menutup mulutnya begitu mencium parfume mobil yang akan dia masuki, gadis itu langsung berlari ke pinggir jalan untuk memuntahkan isi perutnya.
“kenapa sayang?? Kamu mual?” tanya mama Jay.
“Maaf ma, bau mobilnya bikin nia mual” lirih Sonia.
Jay segera mencari mobil yang tidak ada memakai parfume dan meminta pindah untuk sementara dengan mobil yang lain.
“ma, mobil nya udah Jay cari yang baru, gak ada parfume kali ini” ujar Jay.
“baik sebentar dulu, istrimu masih mual ini, cari minuman dan permen dulu sana” perintah mama jay sambil terus mengelus punggung menantunya.
Mama jay tertawa pelan sambil mengambil sapu tangannya dan membersihkan mulut menantunya. “jijik kenapa? Wajar kamu seperti ini, kita berangkat paling akhir juga gak masalah, sekarang sudah enakkan perutnya? Gak ada yang sakit kan?” tanya mama jay khawatir dengan keadaan menantunya.
.
Tidak jauh beda dengan Sonia yang penuh dengan kehangatan para orang tua dari suami mereka tidak peduli berasal dari mana istri yang diambil oleh anak mereka, mereka hanya peduli anaknya mau menikah dan memiliki anak, karena selama ini mereka tidak mau menikah, dan ini adalah keajaiban untuk orang tua mereka.
“kak sebenarnya ada apa? Kenapa kami harus langsung dibawa kerumah sakit?” tanya nanda saat berada dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Melvin tidak cerita padamu?” tanya bunda Melvin.
Nanda menggelengkan kepalanya pelan.
“uncle melarang untuk memberi tahu mereka mom, takutnya mereka akan langsung kepikiran dan sakit tiba tiba saat tau apa yang terjadi” ujar Melvin.
“Sekarangkan udah sampai, kasian istri kamu jadi kepikiran gini” ujar bunda Melvin sambil mengelus pipi menantunya.
Nanda tersenyum kecil melihat suaminya di marahi oleh sang ibu mertua, tampak kasih sayang dari setiap ucapan yang keluar dari mulut bunda Melvin, nanda juga dapat merasakan hangatnya tangan ibu yang terus mengelus pipi dan bahunya.
“nanti aja mom biar kejutan gitu” kekeh Melvin.
.
“Maaf ya mommy tau kamu bingung, tapi joy harus mengikuti pemeriksaan ini dulu sebelum mommy menjelaskan apa yang terjadi” ujar mommy ay.
“Iya mom, apa joy terkena virus di pulau itu? Makanya harus dibawa ke rumah sakit ya mom?” lirih joy.
Mommy ay tertawa kecil diikuti daddy brian yang menyetir dan Ray yang duduk di samping kursi penumpang.
“tidak terkena virus, hanya cek Kesehatan soalnya kamu naik pesawat sangat lama, sedikit bahaya sebenarnya, tapi lebih bahaya jika tidak segera pulang” jelas mommy ay sedikit ambigu.
.
“dad, kenapa bisa sampai mengurus 4 ibu hamil sekaligus?” protes Jonathan.
Johan tertawa melihat putranya yang protes, “gimana gak hamil, orang berada di pulau untuk liburan selama berminggu minggu, Cuma tinggal nunggu waktu aja jadinya, orang tiap hari tanam benih terus” kekeh Johan.
Dia dan beberapa dokter lainnya sedang menunggu kedatangan pasien VIP yang akan datang sebentar lagi, walau Melvin, Jay dan Jack adalah anak buah dari Ray, mereka tetap mendapatkan perlakuan yang sama dengan joy sebagai menantu dari keluarga terpandang.
“Pasti bakal capek banget dad” protes Jonathan lagi.
“iya iya jangan protes lagi, sana cepat siap siap kita mobilnya sudah tampak” ujar johan yang sudah Bersiap ke posisi nya.
“selamat datang di rumah sakit ini pelanggan” sapa johan sambil tertawa lebar pada sahabatnya.
“berisik, mana kursi roda buat menantu ku” protes brian.
“Sabar bro, itu kursinya”
Joy kembal hanya mengikuti apapun yang diinginkan oleh mertuanya walau kebingungan dia hanya diam mengikuti apa yang diperintah tidak jauh beda dengan ketiga sahabat joy, yang sama sama masih dalam keadaan bingung.
...🍑🍑🍑🍑🍑...