
Ray dan Joy terus bermain hingga sinar matahari mulai masuk dari sela jendela kamarnya. Jujur Joy merasakan badannya remuk dan sakit dia bahkan tidak kuat berdiri, Ray memang menggempur gadis itu semalaman tidak memberikan jeda waktu pada Joy untuk beristirahat.
“makasih Sayang” Ray mengecup kening joy, gadis itu yang tidak bisa dikatakan gadis lagi, sudah memejamkan mata sangking kecapekan nya. Dia bahkan tidak sadar saat Ray membersihkan tubuh polosnya menggunakan handuk hangat. Dia sudah tidak punya tenaga lagi.
Ternyata memang kalau seorang mafia nafsunya luar biasa dan tidak bisa dikalahkan, tidak perlu obat untuk tahan lama karena obat tidak berpengaruh apapun untuk Ray.
Sebenarnya Ray masih mau lanjut, tapi dia memilih mengalah karena istrinya sudah tampak tidak punya tenaga sedikitpun.
‘Tok tok tok’ ketukan pintu menyadarkan Ray yang masih menikmati menatap joy yang sudah tertidur nyenyak. Ray langsung menutup tubuh joy dengan selimut tebal, setelah itu dia baru menuju pintu yang diketuk.
“Maaf mengganggu bos” ujar Melvin di depan pintu saat Ray membuka kan pintunya.
“Tidak apa” jawab Ray singkat.
“Bos mau sarapan dibawa ke sini atau makan diluar bersama teman temannya nona?” tanya Melvin.
Ray melirik joy sekilas lalu kembali menatap Melvin. “bawa saja ke sini, dan bilang joy tidak bisa keluar dari tempat ini mungkin sampai lusa” ujar Ray.
Melvin mengangguk mengerti dan segera pergi sebelum diusir oleh Ray.
Ray juga tidak menahan lagi, seperti bertanya apakah tempat itu aman atau tidak, karena dia tau pekerjaan para anak buahnya selalu sempurna tidak ada yang bisa luput dari mereka, dan Ray yakin jika Melvin tidak mengatakan bahaya maka tempat itu aman.
“Ahhh iya, Melvin!” panggil ray begitu dia ingat sesuatu.
Melvin berhenti dan berbalik kembali kehadapan Ray. “ada apa bos?”
“selain sarapan yang sudah jadi bawakan juga bahan bahan mentah dan letakkan ke dalam kulkas yang ada disini” ujar Ray.
“Bos mau masak?” tanya Melvin.
“hmmm, joy sangat suka masakan buatanku, aku akan memasak beberapa makanan sebelum dia bangun, jadi banyakkan bahan mentah dan segera isi lemari es yang ada di sini” perintah ray. memang ada beberapa rumah yang memiliki tempat masak sendiri, tidak perlu ke luar untuk makan, termasuk di tempat yang ray pilih, itu seperti rumah pinggir pantai yang besar dan lengkap dengan tempat masak, jacuzzi dan kolam renang mewah yang langsung menghadap ke pantai.
“baik bos” angguk Melvin dan segera melaksanakan perintah ray.
...🍓🍓🍓🍓🍓...
“Morning, mau sarapan?” sapa Jay begitu Sonia membuka matanya.
“jay~ kapan kamu masuk?” tanya Sonia sambil duduk di tempat tidur menatap Jay yang sedang meletakkan sarapan mewah dekat pinggir kolam renang.
“Tadi pagi, pekerjaanku baru selesai subuh, ayo kita sarapan” ajak Jay dengan lembut.
Sonia mengangguk pelan dan meraih tangan jay yang baru saja pria itu ulurkan padanya, wanita itu tersenyum senang, ini pertama kalinya dia diperlakukan sangat manis oleh seorang pria.
“aku tidak tau apa yang kamu suka, jadi aku hanya memasak simple saja” ujar Jay.
“kamu yang masak?” pekik Sonia tidak percaya.
“Iya, aku bisa memasak sedikit” jawab jay.
Sonia tersenyum dan segera memakan sarapan breakfast ala barat yang disajikan Jay. Ini juga pertama kalinya seorang pria masak buat Sonia, wanita itu semakin senang dan mulai jatuh hati dengan ketulusan yang jay berikan padanya, Biasanya pria akan cepat cepat mendatanginya karena Sonia menawarkan akan tidur dengannya, tapi Jay, sama sekali tidak melakukan hal yang biasa pria lakukan padanya.
“Sonia” panggil jay pelan.
Sebuah cincin sederhana namun indah sekali sedang di tunjukkan oleh Jay, “Marry me Please” ucap Jay.
“Apa?!” pekik Sonia tidak percaya.
“Menikah denganku sekarang saat ini, ada gereja didekat sini, kita menikah disini sekarang, apakah kamu bersedia?” ajak Jay.
“kenapa? Kita baru berpacaran beberapa hari yang lalu?” tanya Sonia, bukan dia tidak senang di lamar, tapi dia terlalu terkejut dengan semua kejutan yang Jay berikan padanya.
“Aku tidak ingin menjadi lelaki pengejut, tidak di pungkiri aku ingin menikmati tubuh wanita yang aku cintai, tapi di lain sisi aku tidak mau kamu berpikir aku hanya menyukai tubuhmu, karena itu menikah denganku, agar aku bisa memilikimu seutuhnya” ungkap jay.
“kamu yakin dengan wanita sepertiku?” tanya Sonia tanpa sadar. “a-aku sudah rusak, terlalu banyak pria yang menikmati tubuh ini, tubuh ini sudah kotor” lirih Sonia.
“Aku yakin, karena itu aku melamar mu, serius denganku dan jangan melihat pria lain, tolong terima aku apa adanya seperti aku menerima kamu, apa kamu bersedia?” tanya Jay sekali lagi.
Sonia mengangguk cepat, tanpa terasa air matanya mengalir deras, tangan gadis itu bergetar saat menyodorkan tangannya kearah Jay untuk dipasangkan cincin.
“terima kasih” ucap Jay tulus.
“tidak” Sonia menggeleng cepat, “Jangan berterima kasih, karena aku yang harus berterima kasih” sambung Sonia.
“Bolehkah aku memelukmu?” tanya Jay sambil merentangkan tangannya.
Tanpa menjawab Sonia langsung masuk ke dalam pelukan Jay, dia lebih dulu mencium bibir jay dan dibalas pria itu dengan senang hati.
“terima kasih sudah mau menerimaku” ujar Sonia saat bibir mereka sudah terlepas.
...🍎🍎🍎🍎🍎...
Tidak jauh beda dengan Sonia, Icha juga mendapat kejutan dari Jack, ketika gadis itu membuka mata, dia sedikit terkejut karena melihat dekorasi rumah itu berbeda dan saat icha mengikuti tanda panah yang ada di lantai rumah itu, dia terkejut melihat jack sedang melipat sebelah kakinya dan memegang cincin di tangannya.
“maukah kamu menikah denganku?” tanya jack tanpa pikir panjang.
Icha yang baru saja bangun, langsung mencubit pipinya dengan keras, karena tidak percaya dengan kejutan itu, jack sedang melamarnya, dan dia tidak tau kapan pria itu membuat hiasan dekorasi seperti itu, karena tadi malam begitu jack kembali dengan pekerjaannya, Icha kembali berfoto ria bersama kedua temannya, tentu saja tidak ada joy, karena larangan berfoto dengan joy baru saja dia dengar.
“Icha, marry me please” ulang jack sekali lagi.
“Aku tidak sedang bermimpi?” tanya icha tidak percaya, dia masih sibuk mencubit pipi dan tangannya, walau dia merasakan sakit, tapi icha masih merasa dia sedang bermimpi.
“berhenti menyakiti dirimu, ini tidak mimpi aku sungguhan melamar mu” ujar jack.
“kenapa?” tanya icha.
“Tentu saja karena aku mau serius dengan kamu, icha” jawab jack cepat.
“Tu-tunggu dulu, ini lamaran sungguhan? Kakak sedang melamar ku?” pekik icha tidak percaya.
Jack tertawa kecil melihat wajah terkejut icha, “Iya, aku sedang melamar kekasihku, bagaimana apa kamu mau menikah denganku?” ulang jack sekali lagi.
...🍉🍉🍉🍉🍉...