Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
70. Mengancam



“Apa benar kalian sudah menandatangani surat itu?” tanya Ruby pada icha yang masih berdiri di depannya.


“Iya” jawab icha ketus, “Ruby! Lo harus tau seberapa kayanya keluarga ini, tapi sangat sulit untuk mencari informasi tentang anggota keluarga ini, jadi kalau lo mau masuk ya ikuti kata kata mereka, ponsel kami sudah kami serahkan untuk diperiksa sama mereka, jika ketemu hal hal yang mengejutkan lo bisa bahaya ruby” lanjut icha, kini dia mendekati telinga ruby agar suaranya hanya bisa di dengar ruby, “lo udah hapus video dan foto lo yang sedang enak enak sama Aldo? Kalau ketahuan bodyguard ini bisa melaporkan apa yang dia lihat pada mommy ay, jadi mending lo ikuti kemauan bodyguard ini untuk meninggalkan barang barang elo, atau biarkan mereka memeriksa semua isi ponsel dan tas elo” bisik icha.


Ruby melotot mendengar bisikan Icha, bagaimana dia bisa tau kalau Ruby menyimpan foto dan video saat dia dan aldo bersama, rencananya itu akan dia gunakan untuk mengancam aldo dan membuat joy sedih, tapi sekarang masih ada tersimpan dalam ponselnya dan belum terhapus.


“Gue tinggal sini aja, jangan berani membuka ponsel gue” ancam ruby saat meninggalkan ponsel dan tas miliknya, setelah itu ruby mengikuti icha untuk masuk ke dalam butik.


.


“Selamat sore tan” sapa Ruby begitu sampai di dekat joy, mommy ay dan Ratu.


“Iya selamat sore juga” jawab mommy ay.


“mommy aja yang di sapa, kita dianggap gak ada kak” celetuk Ratu dengan wajah juteknya.


Ruby masih tersenyum lebar tidak mengendurkan senyumnya sama sekali, “Gak kok, adik cantik juga mau kakak sapa, apa kabarnya ratu?” sapa Ruby sambil berjongkok menyamai tinggi Ratu.


Ratu langsung memalingkan wajahnya dari ruby, “buruk karena ada kakak” ujar Ratu spontan, dia kini asik bermain game yang ada di ponselnya.


Ruby masih berusaha tersenyum walau dijawab ketus oleh Ratu, “Kakak juga main game itu, kita sehati dong” seru Ruby, sekali lagi dia berusaha untuk mendapatkan hati Ratu.


Ratu menghentikan permainannya, dan menatap sinis Ruby, “berisik, jangan bicara dengan ratu! Ngapain sih kakak ke sini” umpat ratu karena kesal. Gadis itu memang sejak kecil selalu dimanjakan bak seorang ratu makanya dia sangat menyebalkan dan manja luar biasa.


“Maaf ya kakak ganggu” ujar ruby terlihat sedih agar mendapat simpati dari mommy ay atau ratu.


“bagus kalau tau” balas Ratu ketus.


“kakak kesini sebenarnya mau ketemu sama joy, ingin bicara berdua, karena selama ini kakak tidak punya kesempatan buat ketemu sama joy, nomor ponsel joy tidak bisa kakak hubungi selama ini makanya hanya ini cara kakak untuk bicara sama joy” lirih Ruby, berakting sedih agar mendapatkan perhatian dari mommy ay.


“mau bicara apa? Bicara aja di sini” ujar joy terdengar santai.


Ruby menggelengkan kepalanya pelan, “sebaiknya tidak usah di sini joy” Ruby menatap mommy ay dan Ratu, lalu kembali menatap joy, “Bahaya kalau di sini, setelah bicara dengan elo gue bakal menyingkir secepatnya kok” ujar ruby terdengar seperti ingin memberi tahu jika itu adalah rahasia joy yang tidak boleh sampai ketahuan mommy ay dan ratu.


"Di sini aja, emang ini tentang apa?” ujar joy santai.


Sekali lagi ruby menggelegkan kepalanya, jika dia langsung membongkar rahasia joy, tidak ada lagi ancaman yang dia punya agar joy membantunya, bahkan dia sudah mendapat bendera perang dari adik dava, bisa habis semua rencana dia jika dia membongkar langsung, memang sih dia bisa langsung mengatakan dan berharap mommy ay langsung menarik dia yang menjadi menantu dari pada joy, tapi itu adalah plan terakhir yang dia siapkan, dia tidak mau menggunakan rencana as yang sudah dia persiapkan selama ini.


“Udah sana bicara berdua aja dengan dia, joy” ujar mommy ay.


Joy akhirnya mengangguk dan mengiyakan permintaan ruby untuk berbicara hanya berdua.


.


“Jadi sebenarnya ada apa?” tanya joy pada ruby yang terlihat sangat senang karena berhasil membawa Joy menjauh dari mommy ay.


Ruby mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video dimana Joy sedang di pangku oleh Ray dan semua kemesraan yang Ray lakukan padanya kemarin.


“Lalu kenapa dengan video itu? Bisa sajakan kamu mengeditnya hingga terlihat real, di dunia ini banyak aplikasi untuk mengubah wajah orang” ujar Joy acuh, gadis itu tidak terlihat ketakutan sama sekali, dari pada mengakui bahwa Ray adalah tunangan sesungguhnya Joy lebih memilih berpura pura tidak terpengaruh dengan video itu.


“kau tau ini bukan video palsu, karena jelas kamu melakukan itu semua! Aku melihat dengan mata kepalaku, bahkan aku bisa meminta cctv di toko perhiasan itu untuk menjatuhkanmu Joy, tapi aku tidak mau melakukan itu, mari kita sama sama merasa senang” ujar Ruby.


Joy mengerutkan keningnya bingung. “apa maksudnya?” tanya Joy.


“Lo bantu gue dan gue akan merahasiakan hubungan lo dengan bodyguard itu, tenang saja gue bakal menjaga rahasia lo selama lo menuruti ucapan gue” Ujar Ruby sambil memainkan rambutnya, terlihat angkuh dan sok berkuasa.


“Kalau gue gak mau?” balas joy ketus.


“Lo gak mau? Lo yakin? Lo siap untuk ditendang dari keluarga marcello? Ayolah joy, gue tau lo gak bakal mungkin mau kehilangan tambang emas itu” sindir ruby.


“Hmm.. tambang emas ya, jadi lo minta bantuan apa?” tanya joy terdengar santai.


“bantu gue buat bisa mendekati kak Dava, dan membuat calon mertua lo memaksa kak dava buat bisa menikah dengan gue” ungkap Ruby, gadis itu terlihat senang karena Joy mau mendengar permintaannya walau terdengar acuh.


“ngel*nt* sana sama kak dava” umpat Joy kesal, karena permintaan Ruby yang memaksanya harus membuat calon adik iparnya jatuh cinta pada ruby, “Lo datangi kak dava, dan buka semua baju lo! Biarkan dia menikmati tubuh lo, siap deh dia jadi milik lo! Kalau dia mau sih” terdengar nada meremehkan Joy di akhir ucapannya.


Ruby menatap joy marah karena ucapan gadis itu, karena dia sudah mencoba cara yang joy ucapkan, tapi Dava sama sekali tidak meliriknya, memang dia tidak telanjang secara langsung tapi tetap saja hampir telanjang karena badannya terlihat sangat sexy dengan belahan paha dan belahan dada yang sengaja dia tunjukkan, namun yang namanya dava tidak tertarik sama sekali.


“Gue ralat, gue bukan minta bantuan lo, tapi memerintahkan lo buat melakukan ucapan gue barusan, kalau lo gak mau video ini gue sebar ke internet” ancam Ruby.


“kasih gue waktu dulu” ujar Joy.


“Waktu? Apa gue terlihat seperti pedagang? Gue gak mau memberi lo waktu” ucap ruby ketus.


“Gue perlu bicara sama bodyguard gue yang ada di video itu, lagian kalau lo mau tunjukkan itu pada mommy ay silahkan gue gak takut, gue bisa bilang itu editan” ujar joy acuh.


...🍒🍒🍒🍒🍒...


bonus pict


Joy yang terlihat Acuh