
“Terima kasih sudah datang ke pesta ulang tahun berdirinya perusahaan saya, ini adalah pertama kalinya saya mengundang banyak sekali pengusaha dan pejabat, sebenarnya saya sangat malas untuk mengadakan ini tapi ini semua karena saya mau memperkenalkan anak dan istri saya pada orang orang, kebetulan putra pertama saya sedang berhalangan hadir, dia memang sangat misterius tapi dia pria yang sangat pintar dan paling menjaga keluarganya, dan ini adalah putra kedua, ketiga dan ke empat saya, mereka kembar tiga, tampan tampan bukan?” Brian merangkul ke tiga putra kembarnya.
“untuk informasi putra pertama saya sudah memilih jodoh dari keluarga steve, yaitu putri satu satunya dari keluarga itu yang bernama Joy, dan untuk ketiga putra kembar saya masih belum memiliki pasangan, mommy mereka kadang stress memikirkan bagaimana caranya agar mereka mau dekat dengan wanita, kalian yang masih jomblo bisa menggoda putra putra saya tapi tidak untuk anak pertama, dan anak bungsu saya adalah yang paling cantik setelah mommy nya tentu saja, kemari Ratu ku” Brian menggendong Ratu dan mencium pipi gadis kecil berumur 10 tahun itu.
“yang ini masih belum boleh didekati karena dia masih dalam perlindungan daddy nya, dan tentu saja yang terakhir dan tidak akan pernah tergantikan istriku yang paling aku cintai, danaya kemarilah” brian merangkul Mommy ay dan mencium keningnya, “sebenarnya pest aini ditujukan untuk para putra kami yang tidak pernah mau berdekatan dengan para wanita, makanya saya sengaja mengadakan pesta besar besaran agar mereka bisa jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita wanita yang hadir di sini, ini saja pengumuman saya, silahkan nikmati pesta ini, kalian di persilahkan untuk menggoda ke tiga putra saya” kekeh Brian.
Deva, Davi dan Dava geleng geleng kepala dan menghela nafas berat, mereka merasa sebentar lagi mereka akan bernasib sama dengan abang pertama mereka yang di jejalkan wanita sebanyak banyaknya, sampai mereka memiliki pilihan sendiri. Dulu ketiga pria kembar itu masih bisa mengelak dengan adanya Ray yang belum punya pasangan, tapi sekarang ketiganya tidak bisa mengelak lagi.
Baru juga tiga pria kembar itu turun dari panggung sudah banyak wanita wanita muda yang mengerumuni mereka, “dasar daddy dan mommy” keluh trio D secara bersamaan.
.
Ray tertawa kecil melihat ketiga adik nya di kerumuni para cewek, dulu dia menghindari mereka dengan menyembunyikan identitas menggunakan profesinya sebagai mafia, jadi Ray tidak pernah di perkenalkan secara langsung pada dunia, sebenarnya itu juga alasan kenapa Ray tidak pernah hadir di setiap acara besar keluarganya, dia akan menyamar menjadi bodyguard atau seorang pelayan untuk melindungi keluarganya, karena ray yang akan maju paling pertama saat ada yang berniat jahat pada keluarganya.
“Joy!” panggilan seorang pria menyadarkan ray dari lamunannya, pria itu menoleh kea rah orang yang memanggil nona nya.
Joy yang melihat aldo mendekat ke arahnya segera beringsut mundur dan menjadikan ray sebagai tamengnya.
“Joy, gue minta maaf, kita bukannya teman?” ujar aldo.
“Do! Udah jangan ganggu joy, bukannya dia sudah bilang tidak suka sama elo” nanda sahabat Joy, yang ternyata juga hadir di sana langsung menghampiri Joy, bukan hanya nanda ada Sonia dan icha juga yang datang mendekat.
“Lo gak dengar tadi pengumuman yang di katakan tuan rumah? Joy itu udah jadi menantu keluarga marcello, jadi jangan dekat dekat dengan joy” tambah icha yang sudah pasang badan melindungi joy.
“Joy, dengerin gue, lo harus nolak pria itu, lo gak kenal dengannya, bisa saja dia orang yang berbahaya, lo lebih baik milih gue joy” ujar Aldo.
Joy tertawa kecil dan menatap Aldo sinis, “dibanding sama elo gue mending pilih bodyguard gue, makasih atas nasehatnya, akan gue pikirkan baik baik” kata joy acuh.
“Joy bisa kita bicara berdua saja, gue mohon beri gue kesempatan joy” ujar Aldo memelas.
“Do, urus sana tunangan elo, jangan dekati joy lagi dia udah ada yang punya” ujar nanda sambil menunjuk Ruby yang terlihat berusaha mencari perhatian trio D.
Setelah perdebatan yang cukup alot, Aldo akhirnya menyingkir dari sana dia berpikir mau berapa lama pun dia membujuk Joy, tetap saja gadis itu tidak bisa di bujuk lagi dengan berbagai macam godaan, dia harus mencari cara lain yang paling ampuh.
“gue bakal dapatin elo apapun yang terjadi, mau secara paksa ataupun tidak” batin Aldo.
Joy menganggukkan kepalanya pelan, “bisa tinggalin gue sendiri bentar gak? Gue Cuma mau diam di sana dulu” tunjuk Joy pada salah satu kursi kosong yang tidak banyak orang datangi.
“baiklah, kalau butuh kami panggil saja ya” ujar nanda.
Joy kembali mengangguk, dan berjalan pelan menuju kursi yang dia tuju. Daddy, mommy serta abangnya sedang tampak tertawa dengan keluarga yang akan membelinya, joy tertawa kecil lalu terdiam sebentar.
“Nona kenapa?” tanya Ray yang memang ada di sana.
Joy tidak menjawab dia hanya menggeleng pelan.
“Nona terlihat sedih sejak pengumuman tentang pertunangan nona, apa nona tidak ingin menikah dengan pria itu?” tanya Ray lagi.
Joy menatap keluarganya yang tampak bahagia bisa bersama keluarga paling terhormat di Indonesia, lalu menatap Ray, senyum pahit baru saja dia tunjukkan untuk Ray, “aku sudah terjual Ray” lirih gadis itu.
“Apa nona tidak suka masuk ke dalam keluarga itu?” tanya ray pelan.
“Tidak mungkin aku tidak suka, mereka adalah keluarga kaya dan terhormat, pasti semua wanita senang dipilih untuk menjadi istrinya” ujar joy sambil tersenyum pahit.
“Apa nona mau lari bersama saya?” tanya Ray pelan.
Joy kini tertawa pelan tapi tawa itu tidak sampai ke matanya, karena sorot mata gadis itu malah menunjukkan kesedihan. “Aku tidak tau Ray” lirih Joy pelan, dia menggenggam tangan Ray dan terisak kecil, untung saja mereka jauh dari keramaian, jadi tidak ada yang menyadari apa yang mereka perbincangkan.
“tenanglah nona, masih ada 1 tahun waktu untuk nona melarikan diri dari keluarga itu” ujar Ray berusaha menenangkan Joy.
“Ray, benarkah yang di katakana abang? Nasibku sudah tertulis sejak awal, aku sudah di takdirkan menjadi boneka mereka?” lirih joy.
Ray mengelus tangan Joy dengan lembut, “Nona tolong tatap mata saya” setelah joy menatap matanya, baru Ray melanjutkan ucapannya, “Saya mencintai nona, saya tidak takut apapun hanya satu yang saya takutkan yaitu jauh dari nona, percayalah saya sangat mencintai nona, apapun yang terjadi saya akan membahagiakan nona, jadi tolong belajar menerima cinta yang saya berikan, dengan begitu saya bisa menolong nona dari penjara emas ini”.
“hmm, tolong bantu aku Ray” ujar Joy pelan.
...🍊🍊🍊🍊🍊...