
Joy membuka matanya karena silau dari cahaya matahari yang masuk ke dalam kamarnya, gadis itu mengernyitkan keningnya bingung, joy berusaha mengingat ingat lagi kenapa dia bisa tertidur di tempat tidur, joy memekik tertahan ketika merasakan bahan lingerie yang membuat badannya terasa dingin.
“kenapa aku pakai ini?” gumam joy pelan.
Gadis itu duduk dan melihat keseliling.
“Morning Baby” sapa Ray sambil mengangkat kopi yang dia pegang, seharian pria itu tidak tidur, karena setiap melihat joy, adik kecilnya kembali terbangun dan perlu waktu yang lama untuk menidurkannya, padahal obat perangsang tidak berpengaruh padanya dan malah joy adalah obat perangsang paling ampuh bagi Ray.
“yang, kamu yang pakaikan aku baju?” tanya joy malu malu, dia baru saja mengingat dirinya ketiduran di dalam kamar mandi sangking kecapekan nya.
“Hmm…” jawab ray hanya dengan dehaman lemah dia duduk di sofa dan memejamkan matanya.
“yang~ kamu kok seperti panda? Hitam gitu matanya” tanya Joy.
Ray tersenyum kearah joy lalu memejamkan matanya, “kamu yang buat sayang” lirih Ray.
“Aku? kenapa aku?” tanya joy tidak mengerti.
Ray kembali membuka mata dan menuntup nya kembali saat melihat pose joy yang duduk dengan lingerie sexy yang masih dia kenakan, “kamu tidak ingat harusnya tadi malam kita ngapain?” gumam Ray pelan.
“tadi malam?” joy diam sebentar memikirkan apa yang harus dia lakukan lalu mata gadis itu tidak sengaja melihat bagian celana Ray yang menonjol.
“maaf yang~ aku ketiduran ya, jadi gimana dong? Kita gak bakal ada malam pertama lagi gara gara udah kelewatan ya?” tanya joy dengan polosnya.
Ray tertawa pelan lalu membuka matanya untuk menatap joy, “Kita bisa melakukan malam pertama kapanpun baby, gak ada acara kelewatan, tapi aku butuh tenaga dan kamu juga butuh tenaga” Ujar ray pelan.
“tenaga?” beo joy.
“ya, dan kamu siap sekarang?” tanya Ray yang kini sudah tegak dan berpura pura membuka bajunya.
“Ta-tahan dulu yang! Ma-malam nanti aja ya, ini udah pagi” pinta joy dengan wajah memelas.
Ray mengambil nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, dia kembali duduk dan menyandarkan tubuhnya pada sofa.
“Lusa kita berangkat bulan madu, sebaiknya kamu tepati janjimu baby, satu harian saat kita sampai aku akan memakan mu” gumam Ray pelan.
Joy tersenyum dan baru bisa bernafas lega saat dia lepas dari cengkraman Ray, gadis itu mau tegak dari tempat tidur tapi kemudian dia kembali bersembunyi ke dalam selimut saat merasakan kakinya terekspos.
“yang, kok bajunya yang begini yang dipakaikan ke aku?” tanya Joy.
“gak ada lagi baby, itu yang paling tertutup” jawab ray masih memejamkan mata tidak berani menatap tubuh istrinya terlalu lama, kalau tidak bagian bawahnya kembali terasa sesak.
“Bohong ahh!” joy menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut lingerie, dia berjalan menuju lemari baju, dan matanya membulat sempurna melihat pakaian pakaian sexy yang ada didalam lemari baju itu, bahkan ada yang transparan di bagian sensitifnya.
Ray tertawa pelan pada joy yang terlihat terkejut, “liatkan?? Apa aku bilang” ledek Ray.
“kok gak ada pakaian yang normal yang?” tanya joy sedikit mendesak.
“tanya sama mommy, kerjaan dia itu” kekeh Ray.
“bagaimana bisa?” lirih joy.
Ray kembali tertawa melihat wajah istrinya, namun tawanya berhenti saat terdengar bunyi ketukan pada pintu kamar milik mereka, wajah Ray yang tadinya terlihat bahagia langsung berubah dingin.
“baby ke kamar mandi atau sembunyikan seluruh badanmu dengan selimut itu” perintah Ray.
“Selamat pagi tuan muda” sapa pegawai hotel yang memang disuruh mommy ay untuk mengantarkan sarapan dan pakaian yang akan ray dan joy gunakan.
“Hmmm” ray hanya berdeham untuk menjawab pria itu.
“Ini ada pakaian dan sarapan untuk tuan muda dan nona, apa boleh saya masuk untuk meletakkan sarapan ini ke meja anda, tuan muda?” tanya pegawai itu dengan sopan.
Ray menggelengkan kepalanya, dan langsung mengusir pegawai itu dengan isyarat tangan tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
“baiklah, selamat atas pernikahan anda tuan muda Raynald” ucap pegawai hotel itu sebelum pergi.
“hmmm” lagi lagi Ray hanya berdeham menjawab pertanyaan dari pegawai hotel itu dan membawa masuk troli yang berisi sarapan dan baju ganti nya.
“Baby! Kamu sudah boleh keluar, ini mommy sudah mengantar baju ganti” teriak ray, agar joy yang berada di dalam kamar mandi mendengar ucapan nya.
.
Ray menatap lekat joy yang sedang menikmati sarapannya, dia hanya makan beberapa suap untuk memastikan makanan mereka tidak ada racunnya, setelah itu ray baru membolehkan istrinya untuk makan.
“apa seterusnya ray akan mencoba makananku? Sebagai pendeteksi racun?” tanya joy sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
“Iya sayang, mulai sekarang jangan makan sembarangan, jangan makan dari pemberian orang lain, hanya boleh makan jika sudah dipastikan makanan itu tidak berbahaya” ujar Ray.
“yang~ mana ada racun di zaman modern seperti ini, lagian kan bisa pakai alat pendeteksi racun, kalau memang ada racun terus kamu yang makan kan bahaya” omel Joy.
“Aku kebal sama racun, jadi tenang aja, paling kalau racun yang paling berbahasa aku Cuma gatal gatal saja, jadi tidak apa.
“Tapi_” ucapan Joy tidak dapat dilanjutkan lagi, karena Ray baru saja mencium gadis itu.
“Morning kiss ku mana ya” potong Ray.
“Ihhhh bodyguard mesum! Aku laporin ke tuan muda raynald kalau kamu cium cium terus” omel joy sambil memukul pelan dada Ray.
Ray tertawa kecil lalu mencubit gemas pipi joy, “kan aku pengen morning kiss yang~ kok belum dapat ya”.
“Kan udah tadi” gerutu joy.
“kapan? Kok gak ingat ya?” canda ray.
Joy menghela nafas sedikit lebih panjang, dia meletakkan garpu dan sendoknya lalu kini menghadap Ray dengan senyuman lebarnya, “kalau adiknya bangun, joy gak tanggung jawab ya, joy mau tanggung jawab pas malam hari, kalau pagi gak mau” peringat joy sebelum memberikan morning kiss pada sang suami.
“Udah bangun dari tadi ini, jadi cepetan aja yang, biar aku langsung mandi air dingin lagi” ujar Ray.
Joy tertawa kecil dan mulai mendekati Ray, duduk di atas adik ray yang mulai menegang dan mulai mencium pria itu, sedikit ganas dari biasanya.
“bagaimana? Sudah morning kiss nya?” tanya joy.
“belum, masih kurang” jawab Ray.
Setelah itu joy kembali mencium ray sedikit lebih lama, mereka berdua saling membelit lidah dan Ray mulai merasa sesak kembali pada juniornya.
...🍒🍒🍒🍒🍒...