Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
67. Penguntit



Joy dibawa Ray menuju salah satu toko perhiasan untuk memilih cincin pernikahan mereka, Ray tidak mau salah pilih karena joy tidak terlalu suka kemewahan jadi dia sengaja membawa joy menuju salah satu toko perhiasan milik daddy brian untuk mereka datangi.


Selama perjalanan joy terus bergelayut manja pada Ray, gadis itu bahagia karena semua permintaannya dikabulkan oleh keluarga mereka, “Sayang~” panggil Ray dengan lembut.


“Hmm?” Joy menoleh dan tersenyum manis pada Ray.


‘cup’ Ray langsung mengecup bibir joy cepat, karena tidak sanggup melihat wajah menggemaskan kekasihnya.


“Nanti saat pesta pernikahan kita aku pakai topeng gak apa ya?” ujar Ray pelan, dia tidak mau joy salah paham dengan keadaannya, selama ini ketua mafia itu selalu merahasiakan jati dirinya dan hanya dikenal sebagai Raynald barra, namun takutnya aka nada mata mata yang mencari tau bagaimana wajah nya.


“kenapa?” joy memiringkan kepalanya sambil menatap Ray, dia sudah terbiasa untuk dicium oleh ray secara mendadak, jadi Joy tidak terkejut ataupun malu malu lagi walau saat ini detak jantungnya berdetak cepat setiap Ray melakukan hal seperti itu.


“kamu tau kan, aku adalah ketua mafia bisa bahaya jika wajahku diketahui public, lagi pula setelah menikah aku akan tetap menyamar menjadi bodyguard seorang nona joy” kekeh Ray.


Joy mengangguk pelan “baiklah, memang bagus ray gak buka topeng nya, karena saingan ku akan berkurang, orang orang tidak akan tau setiap hari aku dijaga oleh seorang bodyguard mafia, suamiku sendiri” balas joy sambil tertawa kecil.


.


Joy dan Ray masuk ke dalam toko perhiasan milik daddy brian, kedua orang itu masuk sambil berangkulan seperti sepasang kekasih. Ray saat itu hanya menggunakan masker sedangkan Melvin tetap seperti biasa mengikuti mereka layaknya bodyguard, sekarang bertambah lagi tanggungan Melvin bukan hanya menjaga Ray, dia juga harus menjaga Joy sekalian.


“Selamat datang_” baru saja pegawai itu menyambut ray dan joy, Ray langsung memotong ucapan pegawai toko itu.


“Atas nama Joy, langsung saja keluarkan semua perhiasan yang ada” potong ray sambil membuka masker yang dia kenakan.


Pria itu duduk sambil menarik joy dan memangku gadis itu.


“Ray!” peringat joy yang berusaha tegak kembali.


“Duduk aja, mereka yang akan datang ke kita, dan jangan coba coba tegak dari pangkuanku, atau aku cium sampai pingsan” bisik Ray mengancam joy, dia tidak suka pandangan salah satu pegawai toko pria yang menatap calon istrinya.


Joy menghela nafas panjang dan akhirnya menurut duduk di pangkuan Ray sambil melihat lihat cincin yang dia inginkan.


“Yang ini gimana?” tanya Joy pada Ray.


“kamu suka ini?” tanya Ray.


“hmm, mahal gak?” tanya joy takut takut.


Ray menatap pegawai yang hendak memberikan jawaban, dia tau itu adalah cincin termahal yang ada di toko itu, walau kelihatan simple dan elegan tapi tidak terlihat barang mewah padahal itu adalah yang termahal karena batu permata yang ada di cincin itu adalah batu permata red diamond, batu permata yang perkarat nya di hargai sekitar 143 milyar.


“gak mahal kok, masih ada yang lebih mahal” ujar Ray sambil memberi kode pada Melvin untuk segera menutup mulut pegawai yang bertugas.


“benarkah? Kalau gitu yang ini aja” seru joy semangat.


“baik kalau gitu apakah dibuat nota nya nona?” tanya pegawai itu.


“Melvin saja yang mengurus, mommy dan daddy yang akan membayar itu, jadi kita sekarang makan dulu ya” ajak ray, pria itu segera menarik joy keluar dari toko perhiasan itu, karena takut joy penasaran dengan harga cincin yang dia pilih.


“Ruby itu gak terlalu mahal sayang, masih ada red diamond, pink diamond dan blue diamond dan permata lainnya yang lebih mahal dari ruby” ujar ray, sambil terus memaksa joy agar pergi dari sana.


“Kalau gitu tadi ruby atau red diamond?” tanya joy penasaran.


“Ruby sayang, kamu percaya sama aku kan?”


Joy menyipitkan matanya curiga, tapi beberapa detik kemudian dia akhirnya mempercayai ucapan Ray.


‘Untung kamu percaya sayangku, semoga kamu selamanya polos seperti ini’ batin Ray.


.


“mau pesan apa sayang?” tanya Ray.


“Hmmm pengen makan ramen sama sushi . . .” joy sempat lama berpikir karena dia sulit memutuskan pesan yang mana.


“Kalau gitu pesan semua yang paling enak yang ada disini” ujar ray pada waiters yang mendatangi mereka.


“baik terima kasih” ucap waiters itu ramah.


Joy kini asik membuka ponselnya untuk chat dengan sahabat sahabatnya, karena besok mereka janjian akan memilih baju bridesmaid, untuk Sonia, icha dan Nanda.


“Lagi ngapain sih yang?” tanya Ray penasaran dan ikut mengintip ponsel milik Joy.


“Chat sama trio gila” kekeh joy, dia tidak masalah ray melihat apa yang mereka bicarakan.


“sejak kapan kalian sahabatan?” tanya Ray penasaran.


Joy menghentikan kegiatannya sebentar dan menatap Ray, “Sejak kami SMP, dulu icha dan Sonia itu anak nya gak seliar sekarang, mereka menjadi semakin liar karena menjadi korban keluarganya, icha korban pemerkosaan oleh ayah tirinya, sejak itu gadis itu menjadi sangat liar, sedangkan sonia keluarga yang hanya baik di depan public, aslinya keluarga dia sangat hancur, lebih hancur dari keluargaku dan keluarga nanda” joy memulai ceritanya pada ray dengan sangat lancar, tidak ada yang dia tutupi karena Ray sebentar lagi akan menjadi suaminya, dia tidak ingin Ray merendahkan kedua sahabatnya yang bisa dibilang hancur, tapi sebenarnya kedua gadis itu adalah gadis yang baik.


...🥭🥭🥭🥭🥭...


Ruby berusaha mendatangi semua tempat yang kemungkinan di datangi Joy atau mommy Ay, tidak sengaja gadis itu melihat Joy bersama kedua bodyguard nya memasuki toko perhiasan.


Diam diam Ruby bersembunyi untuk menyiapkan rekaman karena saat ini dia melihat Joy masuk sambil merangkul salah satu bodyguard nya, bukan hanya itu dia melihat joy duduk di atas pangkuan Ray, dengan cepat Ruby mengambil ponselnya untuk memotret apa yang baru saja dia lihat bukan hanya itu ruby juga merekam semua kejadian yang terjadi di toko perhiasan itu dari joy masuk sampai joy keluar bersama salah satu bodyguard nya.


“bagus, ini bisa menjadi ancaman buat joy, enak banget dia dapat tuan muda raynald dan sekarang malah mesra mesraan dengan bodyguard nya sendiri, mentang mentang tuan muda raynald sangat sibuk, dia pasti akan menuruti semua perintahku dengan adanya bukti ini” ruby berbicara sendiri dan tertawa sendiri, dia masih mengikuti joy dan bodyguard nya menuju salah satu restoran jepang. Ruby sengaja mengambil tempat duduk yang jauh namun masih bisa melihat semua yang dilakukan joy dan Ray, tapi tidak dapat mendengar ucapan mereka, gadis itu sudah cukup bahagia memikirkan rencana berliannya hanya dengan melihat kemesraan Joy dan Ray.


...🍊🍊🍊🍊🍊...


bonus pict