
Joy, Ray dan Melvin sudah berhasil keluar dari pagar rumah Joy. Joy terlihat kebingungan begitu ada diluar, biasanya dia ditungguin oleh teman temannya menggunakan mobil Sonia atau mobil icha dan nanda, sementara joy tidak bisa menggunakan mobilnya karena akan ketahuan jika dia keluar menggunakan mobil atau motor.
Joy sebenarnya sangat ahli dalam menyetir mobil dan motor dia bahkan sering ikut balap liar bersama ke tiga temannya dan selalu mendapatkan juara satu setiap dia bertanding.
“Kita pergi pakai apa? Mana mobilnya?” tanya Joy setelah merasa cukup melihat kiri dan kanan tapi tidak ada mobil atau kendaraan yang menjemput mereka.
Ray tidak menjawab dia hanya menarik tangan joy dan membawa gadis itu menuju halte bis.
Joy mengeratkan rangkulan tangannya pada Ray, ini pertama kalinya gadis itu naik bus, dan dia tampak sedikit ketakutan. “ray, kita naik bus?” bisik Joy.
Ray menganggukkan kepalanya sayang saat ini dia memakai masker jadi Joy tidak bisa melihat senyuman manis Ray dari balik maskernya. “kenapa? Nona tidak mau? Atau gengsi naik Bus?” tebak Ray.
Joy cepat cepat menggelengkan kepalanya, “bukan gengsi, tapi takut katanya banyak penjahat di dalam bis” bisik Joy lagi. Dia takut berbicara kuat kuat akan di pandang sinis oleh orang orang yang sedang menunggu bus. Memang saat ini tampak banyak orang yang juga menunggu bis.
Ray berusaha menahan tawanya, tangannya meraih tangan Joy dan menggenggamnya dengan kuat, “penculik saja bisa saya lawan apa lagi pencuri, jadi nona tenang aja” bisik Ray.
...🍓🍓🍓🍓🍓...
Selama perjalanan Joy terlihat masih sedikit ketakutan, sebenarnya bukan karena takut naik bis, tapi tatapan semua pria yang ada dalam bis terus menatap dirinya, Ray yang kesal dengan tatapan para pria yang menatap gadisnya langsung membuka maskernya dan memasangkan pada Joy.
“Hmmm?” joy bergumam heran kenapa Ray melepas maskernya dan memasangkan pada dirinya.
“Biar tidak di lihatin” gumam Ray.
Setelah joy memakai masker tatapan para pria memang tidak lagi memandang Joy, karena para pria minder dengan pria yang di rangkul oleh Joy, awalnya mereka mengira cowok yang memakai masker itu jelek makanya dia menutupi wajahnya namun ternyata wajah yang ditutupi bukan karena jelek tapi terlalu tampan, buktinya sekarang gantian Ray yang dilihat para cewek yang ada di dalam bis.
“Ray tutup wajah kamu atau aku gak mau naik bis lagi” bisik Joy.
Ray hanya bisa mengangguk setuju, dia meminta masker yang digunakan Melvin untuk dia gunakan, Melvin hanya bisa pasrah dan geleng geleng kepala liat tingkah joy dan Ray yang sama sama posesif.
.
Ternyata Ray membawa joy ke tempat biasanya dia ngamen. Terlihat para anak jalanan langsung mengerumuni mereka, Joy sedikit terkejut ketika para anak jalanan memanggil Ray dengan panggilan bos, Ray juga terlihat akrab dengan para anak jalanan itu.
“Bos! Kenapa lama tidak datang kesini” tanya salah satu anak jalanan.
“Bos ganti pekerjaan” ujar Ray.
“wahhh bos tampak keren, kerjaannya apa bos?” tanya anak jalanan lainnya, emang biasanya Ray selalu menggunakan pakaian yang terlihat jelek dan sobek sobek tapi kali ini hanya menggunakan pakaian biasa bukan pakaian jas tapi hanya celana jins kaos dan jaket yang terlihat lebih keren dari biasanya.
“ni jagain nona cantik ini dari para penjahat” ujar Ray sambil mengelus puncak kepala Joy, membuat gadis itu tersipu malu.
“Wuuaaahhhh keren! Adi juga mau jadi seperti bos! Biar bisa dapat banyak uang!” teriak adi.
“makanya harus pandai membaca dan ikuti pelajaran yang di berikan Melvin dengan benar” ujar ray.
Joy menatap para anak jalanan yang berbaris dan diuji Melvin dengan takjub, “Ray dulu selalu di jalanan?” tanya Joy penasaran.
Ray menggeleng, pria itu menarik Joy untuk duduk disalah satu kursi untuk berbincang berdua. “Saat sedang tidak bekerja, aku akan berada disini bersama para anak anak jalanan, bernyanyi dan mengajari mereka beberapa keterampilan untuk bisa hidup di dunia yang besar ini” jelas Ray.
Joy berpikir sebentar, tiba tiba dia ingat dengan pertemuan pertama dia dengan ray di lampu merah, memang Ray terlihat sedikit berbeda karena saat pertama kali bertemu Ray terlihat hitam dan ada beberapa corak di wajahnya, mungkin Ray sengaja menutupi ketampanannya, tapi walau seperti itu masih banyak wanita yang terpesona dengan Ray dalam versi anak jalanan.
“Ahhh! Ray pengamen yang nyanyi di jalanan waktu itu kan!” pekik Joy.
Ray tersenyum sambil mengangguk pelan, “baru sadar?”
“Soalnya Ray waktu itu terlihat berbeda, pakaian ray, terus badan dan wajah ray tampak gelap serta kusam, ditambah ada banyak coreng di wajah Ray, jadi joy melupakannya” ujar Joy.
“saat itu aku menyamar, jika tidak mencoret dan menghitamkan wajahku, maka akan banyak kecelakaan terjadi, dan di sini akan terjadi kemacetan karena orang orang akan menonton konser ku selama berjam jam” kekeh Ray.
“dasar narsis” ledek Joy.
“memang kenyataannya nona~ buktinya nona tidak bisa membantah jika saya mengatakan saya tampan” kata Ray, sambil membuka maskernya.
“hhmmm! Pakai jangan dilepas!” perintah Joy.
Ray kembali tertawa kecil, “Liat nona mengakuinya kan?” sindir Ray.
“iya iya!” Joy kembali melihat Melvin yang masih sibuk membagikan nasi bungkus pada para anak jalanan. “Ray, aku juga mau belajar keterampilan anak jalanan” gumam Joy pelan.
“nona mau belajar membaca?” ledek Ray.
“bukan itu!” protes Joy, dia memukul kuat lengan Ray hingga membuat pria itu kembali tertawa.
“lalu apa?”
“bela diri, aku pengen bisa melindungi diriku” kata Joy sambil menoleh untuk menatap mata Ray.
“Nona yakin? Belajar beladiri tidak boleh menyerah setelah saya mengajarinya” ujar Ray serius.
Joy mengangguk yakin memang sudah lama dia ingin belajar beladiri tapi mommy Syntia tidak pernah membolehkan dia untuk belajar beladiri, menurut mommy syntia pelajaran itu tidak cocok untuk wanita bangsawan, wanita bangsawan itu harus terlihat anggun dan elegan, bisa berdansa, bermain alat music dan pandai berbicara berbagai bahasa, serta terlihat pintar. Makanya sejak kecil Joy tidak pernah bebas, hidupnya penuh dengan pembelajaran untuk menjadi wanita yang anggun dan elegan menurut versi mommy Syntia. “tapi Rahasiakan dari mommy” gumam joy.
“Kenapa? Apa mommy nona tidak boleh belajar beladiri?”
“Iya” jawab joy, gadis itu sengaja menjeda ucapannya untuk kembali melihat ke arah depan, “bagi mommy beladiri itu tidak diperlukan, jika joy ikut beladiri joy akan menjadi tomboy dan tidak anggun serta elegan, akan merusak citra wanita bangsawan yang sudah dia siapkan untuk joy” lanjut Joy dengan suara yang sedikit pelan.
...🍒🍒🍒🍒🍒...