
“Joy, kamu tau kenapa kita harus di periksa dulu sebelum naik pesawat?” bisik Icha pada joy yang sudah lebih dulu di periksa.
“Ray bilang takut kita sakit di jalan, soalnya cewek itu kan lemah, maaf ya liburan kita berakhir” kata joy yang merasa bersalah kepada teman temannya.
“gak apa sih joy, aku juga entah kenapa akhir akhir ini pengen banget makan makanan Indonesia, gimana kalau kita langsung kulineran begitu sampai indo?” seru Nanda.
“Iya juga, tadi aku juga pengen banget makan indomie goreng, untung aja ada stok nya” jawab joy.
“Apa jangan jangan kamu sedang hamil joy?” tebak Sonia.
“hamil?”
“Iya soalnya kamu seperti orang yang sedang ngidam gitu” tambak Sonia lagi.
“Apa aku_”
“Sayang apa udah selesai periksanya?” Ray tiba tiba muncul dan menghentikan ucapan Joy, istrinya itu langsung menatap ray dengan wajah kebingungan, kenapa suaminya bisa tiba tiba muncul, tadi katanya dia akan kembali satu jam lagi.
“Udah” jawab Joy.
“Ayo ikut aku, ada yang mau aku tunjukkan, kalian masih menunggu giliran pemeriksaankan? Boleh aku ambil joy lebih dulu?” tanya Ray.
“Iya ambil aja kak, gak papa” ujar Sonia.
Sementara nanda terus melirik kebelakang ray berusaha mencari suaminya.
“Suami kalian bentar lagi datang, mereka masih mempersiapkan keberangkatan kita besok” ujar Ray yang mengetahui arti tatapan Nanda.
...🥥🥥🥥🥥🥥...
“kita mau kemana yang?” tanya joy penasaran.
Ray memeluk joy dan mencium bibirnya, “gak kemana mana, aku Cuma kangen sama kamu sayang” jawab ray sambil nyegir.
“iihh nyebelin, orang tadi… oh iya yang! Aku kayaknya hamil deh” pekik joy setelah ingat dengan pembicaraan dia dengan teman temannya.
“hamil?? Kok bisa nebak gitu?” kata ray dengan wajah yang penuh kebohongan, tentu saja dia tau istrinya sudah hamil, tidak perlu di tes, karena Ray sudah pengalaman melihat mommy ay dan daddy brian sebagai contoh.
“Iya aku kayaknya hamil soalnya aku ngidam pengen makan sesuatu terus aku baru ingat belum ada halangan, harusnya udah sekitar satu atau 2 minggu kemarin aku datang bulan” jelas joy.
“Tadi saat periksa, dokter ada bilang gak kamu hamil?” tanya Ray.
Kali ini joy menggelengkan kepalanya pelan, “enggak yang, apa aku salah tebak ya?” gumam joy pelan.
Ray kembali memeluk joy dan mengelus perut istrinya dengan lembut, ‘sabar dulu yan sayang, jangan beritahu mommy kalau kalian sudah hadir disini’ batin Ray.
“pengen banget ya punya anak, mau tanam benih lagi gak? Biar di sini cepat ada isinya” goda Ray.
“Yang~ besok kita udah berangkat pulang, jadi jangan macam macam ya, joy gak mau tepar di dalam pesawat” protes joy.
“jadi gak pengen punya anak dariku?” canda ray.
“bukan gak pengen yang~ tapi buatnya nanti aja waktu kita udah sampai di indo, jadi…” joy mengelus perutnya yang masih rata. “disini belum ada apapun ya, apa aku gak subur ya yang? Kamu jangan cari cewek lain kalau aku belum bisa kasih anak ya” joy mulai terisak kecil, entah kenapa gadis itu mudah sekali merasa sedih dan senang secara tiba tiba.
Ray mengecup bibir istrinya beberapa kali, “gak akan, hanya kamu yang aku cintai jadi tidak akan ada yang bisa menggantikan” ujar ray sambil kembali memberikan beberapa kecupan pada bibir Joy.
“walau aku belum bisa hamil?” tanya joy dengan mata yang sudah hampir mengeluarkan air mata lagi.
“Iya, kita jadi bisa kencan terus berdua di dalam kamar” goda Ray.
“kak~ kayaknya aku hamil deh” nanda duduk di sebelah Melvin yang sedang asik menatap pantai dari balkon rumah miliknya.
“katanya kemarin kamu memang udah biasa halangannya sering telat” kata Melvin dengan suara yang terdengar biasa saja, mungkin karena sudah biasa acting dalam melakukan pekerjaannya, Melvin jadi terbiasa berakting tanpa ketahuan.
“Iya sih aku juga datang bertepatan saat kita berangkat, jadi mungkin hanya perasaanku saja” ujar nanda yang mulai percaya dengan kebohongan yang diucapkan oleh Melvin.
“emang tadi pas pemeriksaan dokter gak bilang apa apa?” tanya Melvin.
Nanda menggelengkan kepalanya pelan, “gak ada apapun, hasil pemeriksaan aku juga gak dikasih tau, katanya baru tau beberapa hari lagi, kan kita berangkatnya besok, masak harus di tunda karena menunggu hasil pemeriksaan?” gerutu nanda.
Sebenarnya ray, Melvin, jay dan jack sudah mengetahui hasil pemeriksaan para istri mereka, dan memang benar yang di tebak oleh ray, istri mereka masing masing hamil, tentu saja pemeriksaannya bukan berdasarkan cek urin, tapi menggunakan tes darah, dan usg tapi keempat wanita itu tidak sadar mereka sedang di periksa kandungannya, karena mereka belum pernah tau jika orang hamil itu tanda rahimnya seperti apa.
Bahkan titik kecil saja keempatnya tidak mengerti apa itu.
“paling nanti dikirim kan lewat email, jadi gak perlu khawatir, sampai di indo nanti, bunda ingin bertemu denganmu” ujar Melvin sambil mengelus puncak kepala istrinya.
“bunda?? ibu nya kakak??” pekik nanda tertahan.
“iya, kenapa?? Kamu takut?” tebak Melvin.
“a-apa ibu kakak akan menerimaku sebagai menantunya? Aku adalah gadis nakal yang suka ke club malam dan mabuk mabukkan bersama teman temanku” lirih Nanda.
Melvin mencolek hidung istrinya dan tertawa pelan, “nakal dari mana?? Orang aku yang mengambil mahkota istriku” kekeh Melvin.
“kan dari luar terlihat nakal kak” ujar nanda lagi.
“Mana yang lebih nakal? Istriku yang suka mabuk mabukkan atau aku yang suka membunuh orang jahat?”tanya Melvin.
Nanda tertawa kecil dan tersenyum mendengar ucapan Melvin.
“bunda akan menerima kamu seperti mommy ay, dia adalah wanita yang sangat hebat, bertahan melindungi diriku dengan menjadi ibu tunggal, dia tidak akan menentukan aku dengan siapa pun, asal aku bahagia dengan keputusanku” ujar Melvin. “tapi bagaimana dengan orang tuamu? Kita belum meminta persetujuan mereka waktu menikah?”
“Jangan pikirkan mommy dan daddy, sudah aku katakan mereka tidak akan sadar aku hidup ataupun mati, bahkan saat aku hampir di perkosa mereka hanya menyuruhku berpakaian dengan baik jangan menarik perhatian, makanya aku hampir di perkosa, itu kata mereka” ungkap nanda.
“baiklah kalau gitu gimana kita tidur, ini sudah malam sekali, besok bukannya kita berangkat pulang?? Kita seharian aka nada di pesawat, jika ada yang sakit kasih tau aku, jadi aku bisa bersiap siap kapanpun itu, jangan di sembunyikan ya sayang” ujar Melvin.
“iya kak~ kenapa kakak sangat perhatian sekarang??” tanya nanda curiga.
“aku kan memang selalu perhatian, kamu aja yang gak sadar” kekeh Melvin.
“Iya tapi hari ini berbeda, kakak lebih sering menciumku, dan kakak berani menciumku di depan teman teman biasanya tidak pernah” ujar nanda.
“kalau gitu mulai sekarang aku akan selalu menciummu dimana pun” ujar Melvin. Memang dia tadi tidak sengaja terlalu bersemangat begitu mengetahui istrinya sudah hamil 2 minggu, mungkin karena tes darah jadi bisa ketahuan lebih cepat bahwa istrinya hamil, biasanya ketahuan setelah sebulan atau lebih.
...🥝🥝🥝🥝🥝...
bonus pict
Sonia dan Jay
Joy dan Ray