
“Joy” teriakan ruby yang kencang mampu mendapatkan perhatian dari orang orang yang berada di dalam restoran, bukan hanya joy dan teman temannya, bahkan para pelayan juga melihat ke arah pintu masuk.
Ruby sedang tersenyum lebar dengan tangan yang melambai ke arah joy, wanita itu tidak sendiri ada dua orang yang tidak joy kenal sedang bersama dengannya.
Joy yang sedang menyuap satu potong iga ke dalam mulut langsung berhenti dengan semua aktifitasnya.
“yang, kita pulang sekarang” ucap joy singkat.
“Loh kenapa sayang, ini masih belum habis, kenapa gak di habiskan, apa wanita itu baru saja membuat mood makanmu menghilang?” tanya Ray.
Joy mengangguk perlahan, bukan hanya joy ketiga sahabat joy juga kompak berhenti makan, seperti ruby adalah sesuatu yang menjijikkan hingga mereka tidak nafsu lagi melihat makanan di depan mereka, padahal tadi mereka sangat kelaparan untuk makan.
“aku akan mengusir dia, kamu lanjut makan ya” bujuk Ray.
“Gak usah, udah gak nafsu, apa lagi nanti umpatan dia kalau diusir, joy sedang gak mau mengumpat balik atau berkata kasar, kita pulang aja yang” rengek joy.
“Iya kita pulang, tapi kamu baru makan sedikit ini, kasian dedek bayi, ada dua di sini kelaparan” ujar Ray sambil mengelus perut istrinya.
“bawa koki nya kerumah aja, gak mau makan disini lagi” ujar joy.
“Melvin, tolong segera bawa koki ke rumah” bukannya menyalahkan joy yang bersikap plin plan ray malah memerintah Melvin untuk melaksanakan keinginan sang istri, karena sejak awal pria itu ingin memanggil sang koki ke rumah tapi joy yang tidak mau, tapi sekarang gadis itu yang meminta sendiri dibawakan kokinya berlainan dengan ucapan nya yang pertama.
“Joy kita kita juga boleh ikut kan?? gak nafsu juga liat nenek sihir itu” tanya icha.
“itu pasti boleh, ayo jalan” aja joy.
.
“hai joy” sapa ruby sekali lagi saat joy mulai jalan mendekati pintu keluar.
“oh hai” sapa joy singkat tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun.
“Loh kok udah selesai makan joy, gue gak boleh gabung ya?” tanya ruby.
Namun ucapan ruby gak di tanggapi sama sekali oleh joy dan teman temannya joy hanya berlalu pergi mempercepat langkahnya menjauhi ruby dan teman temannya.
“Siall sok hebat mentang mentang sudah menikah dengan milyader” umpat Ruby kesal.
“emang lo kenal sama orang orang tadi?” tanya salah satu teman ruby.
“Dulu kami teman, tapi kami udah gak berteman lagi sejak suami gue pilih gue, dia itu dulu suka sama suami gue, harusnya nih, dia itu senang karena suami gue pilih gue karena berkat itu dia bisa menikah dengan konglomerat, kalau gak gitu mana bisa dia dapat konglomerat itu” ruby mulai mengarang cerita untuk menghina joy.
“Iya ya, tapi kenapa dia bersikap acuh dengan elo?” tanya teman ruby.
“Biasa sikap dia memang selalu gitu, sejak gue jadi saingan dia gue dijadikan musuh sama dia” ujar ruby lagi.
Untung saja joy tidak meladeni kedatangan ruby, entah apa jadinya kalau gadis itu meladeni ruby dan bertengkar hebat dengannya, bukan joy yang kalah melainkan Ruby yang kalah karena emosi seorang ibu hamil tidak ada yang bisa menahannya.
.
“ALDO!” pekik Ruby sekali lagi sambil menggoyang goyangkan badan sang suami agar bangun dan berbicara dengannya, tapi mau bagaimana lagi, Aldo sudah terlalu mabuk berat dan tidak bisa dibangunkan lagi.
“Dasar suami sialan! Kalau tidak ada anak ini aku tidak akan mau menikah denganmu! Liat saja saat anak ini lahir aku akan menceraikanmu!” umpat ruby kesal. Sebenarnya dia menikah dengan Aldo juga karena terpaksa, dia terlalu takut untuk menggugurkan anaknya, takut pendarahan dan berakhir kematian, dia juga tidak mau di hina oleh masyarakat karena hamil diluar nikah, mau menjebak adik ray tapi tidak punya kesempatan untuk bertemu, jika adik ray suka ke club dia bisa menjebaknya sementara itu semua informasi tentang keluarga ray selalu sulit di cari tau.
Sekali lagi ruby menatap aldo dengan pandangan kebencian, dia yang ingin bahagia harus berakhir menyedihkan karena semua yang telah dia rencanakan berakhir gagal.
...🍒🍒🍒🍒🍒...
Berbeda dengan Ruby, joy saat ini sedang tertawa bahagia melihat ibu mertuanya sedang mengajari Ray memasak kue tradisional yang sedang joy inginkan. Joy tidak sengaja menonton salah satu channel youtube yang sedang kuliner memakan jajanan tradisional. Melihat itu joy langung mengidam suaminya untuk memasak jajanan tradisional tapi dengan dibantuin oleh ibu mertua.
Jika ray sendiri yang memasak tidak masalah karena dia bisa dengan mudah menyelesaikan apapun hanya dengan melihat sekali, tapi karena ada sang mommy, Ray jadi kesusahan karena mommy ay selalu mengomel jika ray melakukan satu kesalahan kecil mau mencampurkan bahan saja mommy ay mengomel panjang lebar, padahal ray hanya salah memasukkan 0,2 gram tepung.
“Aduhhh ray!!! itu apa lagi, gulanya kebanyakan kamu masukkan mau istri kamu istrinya sakit karena kadar gulanya naik” omel mommy ay.
“emang ada pengaruhnya ya mom?? Bisa gak ray masak sendiri aja??” lirih Ray yang sudah pusing dengan kelakuan sang mommy.
Brian hanya bisa geleng geleng kepala melihat anak dan istrinya seperti tom dan jerry, serial kartun yang sampai sekarang masih di tonton oleh putrinya, Ray dan mommy ay memang selalu bertengkar jika berdekatan, entah apa ada aja salah ray, bukan bertengkar mengerikan tapi bertengkar tanda sayang.
“Udahhhhh ratu pusing liat abang sama mommy bertengkar terus” omel Ratu.
Sementara itu joy hanya tertawa melihat pertengkaran ibu dan anak itu.
“yang~ masih lama jadinya” rengek joy.
“Tuhh mom! Menantu mommy udah kelaparan, mommy jangan ngomel ngomel terus abang jadi gak konsen buatnya” gerutu Ray.
“Itu salah kamu juga yang gak benar dari tadi masukkannya, orang telurnya masukkan sedikit demi sedikit malah salah” omel mommy ay. “sabar ya menantu cantik mommy, ini bentar lagi siap” ucap mommy ay dengan lembut pada sang menantu.
“Siap apaan ngaduk aja_”
‘Plak’ punggung Ray di pukul dengan kuat oleh mommy ay.
“Bentar lagi siap! Kalau kamu gak bantah ucapan mommy udah selesai dari tadi” omel mommy ay.
“Iya iya ray diam” ujar Ray sambil memasukkan sedikit tepung lagi kedalam bahan masakan yang akan dia buat.
‘RAyyy!! Jangan di tambah tambah lagi tepungnya tadi udah pas! Mommy udah tambahkan!” teriak mommy ay, ray yang memang tidak melihat mommy nya memasukkan tepung jadi salah takaran.
“kan mommy gak bilang! Susah kalau kerja bareng mommy” omel ray balik.
Orang orang hanya bisa geleng geleng kepala melihat ray dan mommy ay kembali bertengkar, entah kapan makanan yang mereka buat siap, karena selalu ada salah komunikasi antara dua orang itu.
...🍅🍅🍅🍅🍅...