Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
42. Pesta



Joy kembali terdiam mendengar ucapan abangnya, hingga mereka sampai di hotel megah milik keluarga Marcello.


“Ingat joy, jangan cemberut, nanti daddy dan mami marah” ujar sandy sebelum keluar dari mobil.


Joy masih diam di dalam mobil, Ray buru buru keluar untuk membukakan pintu mobil milik Joy, saat dibuka Gadis itu masih melamun tidak bergerak sama sekali, sedangkan Sandy sudah semakin menjauh dan berjalan menuju pintu masuk, Ray memasukkan kepalanya sedikit membuka maskernya dan mencium sekilas bibir Joy.


“Ray!” pekik Joy tertahan, mata gadis itu juga melotot karena terkejut dengan ciuman yang ray berikan.


“Jangan sedih nona, tidak semua ucapan abang nona itu benar, masih ada cinta sejati di dunia ini, saya benar benar mencintai nona, bukan memanfaatkan nona tapi benar benar jatuh cinta pada nona, jika nona mau kapan saja saya akan membawa nona kemanapun nona mau, jadi nona jangan takut” ujar ray dengan lembut.


“Ray tidak takut dengan daddy dan mami?” tanya joy pelan.


Ray mendengus sambil tersenyum pada Joy, Pria itu masih melipat sebelah kakinya agar bisa sejajar dengan posisi Joy, “Tidak ada yang saya takutkan nona, aahhh ada, jika saya kehilangan nona cantik saya ini, saya akan sangat takut saya tidak bisa kehilangan cinta pertama dan terakhir saya, jika nona mau membuat saya gila maka menghilang dari hadapan saya, di saat itu nona akan melihat saya akan menjadi orang gila” ujar ray.


Joy mengulum senyumnya dan menggenggam tangan Ray yang ada di atas tangannya. “Kalau gitu Ray tidak boleh pergi dariku, kalau aku bilang kita lari sekarang, Ray harus membawaku sejauh jauhnya dari kedua orang tuaku, ray harus janji”.


Ray mengangguk berkali kali, “akan saya lakukan apapun itu nona” ujar Ray sambil kembali memakai maskernya.


“Jangan pernah lepas masker mu!” ujar Joy begitu sadar Ray sedang memakai masker.


“Baik nona” kekeh Ray.


“Di sini akan banyak wanita wanita cantik dan kaya raya, aku tidak mau mereka tertarik pada wajah ray” gerutu Joy sambil turun dari dalam mobil dibantu oleh Ray.


.


Papi Steve melihat sandy yang sudah menunggu di depan pintu masuk,tapi dia tidak melihat joy ada di sana apa lagi tunangan sandy.


“mana joy, sandy?” tanya papi steve.


“Iya mana joy?” sambung mami syntia yang sedang menggandeng papi steve.


“Masih di mobil, bentar lagi keluar” jawab sandy acuh.


“tunanganmu mana? Dia datangkan? Kenapa tadi tidak pergi sama dia” omel mami syntia.


Sandy memutar matanya malas, “katanya dia akan telat” baru saja sandy menjawab pertanyaan mami syntia dari arah belakang terdengar suara cempreng tunangan sandy, wanita itu datang sendiri dengan pakaian super sexy.


“halo mami dan papi, hai sayang” sapa tunangan sandy dan langsung menggandeng lengan sandy.


“mana orang tuamu Emily?” tanya mami syntia basa basi.


“mereka sudah masuk duluan bersama adik perempuanku, mami pasti tau tujuan mereka, karena aku sudah punya tunangan hanya adikku yang bisa mereka manfaatkan sekarang” sindir Emily.


“Sudah jangan bahas bahas hal gak jelas, itu joy sudah datang ayo kita masuk” ujar papi steve, karena sudah melihat joy bersama bodyguardnya berjalan mendekat.


.


“Biarkan saja, kalian tidak lihat pakaian yang kedua orang itu pakai, itu adalah perusahaan milik opa deon, biarkan saja mereka masuk, tidak akan ada masalah” seorang pria tampan berbadan tegap langsung menegur bawahannya begitu melihat Ray dan Melvin.


“tapi tuan, kata tuan besar tidak ada yang boleh memakai masker” ujar penjaga itu.


“kau tidak tau siapa aku? aku mengenal mereka berdua, kalau yang lain baru tidak boleh memakai masker, hanya mereka berdua yang dibolehkan memakai masker, mereka adalah bodyguard vip dari perusahaan milik daddy ku, jadi biarkan saja” ujar pria tampan itu lagi.


“Terima kasih” ujar joy sambil menundukkan kepalanya sedikit.


“Sama sama, selamat datang ke pesta uncle saya tuan steve dan keluarga” ujar pria itu lagi dengan senyum mempesonanya.


Ray mendekati Joy, “jangan terpesona dengannya nona, dia seorang playboy” bisik Ray.


“Ray aku mendengar bisikanmu” ujar pria itu sambil menatap ray.


“Saya tidak bicara apapun tuan muda” ujar ray menunduk hormat.


“hahahhaha senang sekali di panggil tuan muda olehmu” gelak tawa pria tampan itu mulai terdengar.


“Apa anda dan bodyguard putri saya saling kenal?” tanya steve.


Pria itu mengulum senyum melihat Ray yang memberinya peringatan. “Tentu saja tuan steve, Ray tidak jauh beda umurnya denganku kami sering bermain bersama, dia juga sering menjadi pengawal dari opa dan daddy ku, makanya saya akrab dengan mereka” ujar pria itu sambil menaik turunkan alis menatap Ray.


“Mohon maaf boleh saya tau anda siapa?” tanya mommy Syntia yang masih penasaran dengan pria tampan di depannya.


“Maaf nyonya, memang tidak banyak yang mengenal saya, saya akan memperkenalkan diri saya lebih dulu, nama saya Xavier Alexander Prananta putra pertama dari Allinsky Danial Prananta, dan cucu kedua dari pemilik perusahaan Allinsky Grup” ujar Xavier sambil tersenyum hangat pada dua orang tua joy.


“Wahhh maaf mami tidak pernah melihat kamu, ternyata kamu sangat tampan, iya kenalin ini putri mami, namanya Joy Ivona Farah” mami Syntia langsung menarik Joy ke dekatnya dan langsung menyodorkan joy pada Xavier, siapa yang tidak tau Allinsky group perusahaan terbaik kedua se asia, tentu saja nomor satunya adalah keluarga marcello yang baru baru ini menggantikan posisi itu.


Xavier menahan tawanya saat melihat Ray menatap sinis padanya, “maafkan saya nyonya, saya dengar sepupu saya sudah tertarik pada nona joy, dan juga orang tuanya sedang menunggu kedatangan kalian sekeluarga” ujar Xavier sambil menahan tawanya.


“Sepupu? Siapa itu?” tanya mami Syntia antusias.


“Penyelenggara pesta ini, mari ikut saya” Xavier menunjukkan jalan menuju tuan rumah dari pemilik pesta itu.


Di sana sudah ada beberapa orang yang sedang memperkenalkan anak anak mereka untuk mendapat perhatian dari tuan rumah itu.


Brian dan ay berdiri di kelilingi ketiga putra kembarnya dan satu putri bungsu sedang di gendong oleh salah satu abangnya.


“Selamat malam tuan brian dan nyonya Danaya” sapa steve dan keluarga.


“Ohhh selamat malam, senang akhirnya aku bertemu dengan kalian, apakah dia yang bernama joy?” tanya mommy ay antusias, wanita lima anak itu malah langsung memeluk dan mengelus elus pipi joy dengan sayang. “wahhh kamu cantik sekali, pantas putra mommy langsung jatuh cinta padamu” ujar mommy Ay membuat satu beberapa mata langsung menatap kearah joy dan mommy ay.


...🍊🍊🍊🍊🍊...