Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
28. Rencana Kabur



“Kami memang berteman, tapi kami tidak perlu menjual diri untuk mendapatkan uang, keluarga kami sudah kaya! Ngapain kami menjual diri, bahkan harga tasku lebih mahal dari harga diri kalian jika di jual” Ujar Joy dingin.


Ruby semakin merasa senang mendengar ucapan Joy, “itu berarti lo bisa aja dagangan VIP milik tommy, makanya bisa membeli barang barang mahal, kan selama ini tidak ada yang tau siapa orang tua lo, hanya tau lo orang kaya dan di jaga bodyguard, jangan jangan takut barang dagangan diculik makanya lo di jaga oleh bodyguard” sindir Ruby.


Marah tentu saja Joy marah dan kesal dengan ucapan ruby, tapi semakin dia membantah pasti ruby terus berusaha menjatuhkannya, sementara dia tidak bisa memberitahu identitas dari orang tuanya, karena itu tidak dibolehkan, Joy akan pindah sekolah jika identitasnya ketahuan, dia sudah cukup berpindah pindah negara selama ini, gadis itu lelah harus mencari teman teman baru.


“Wahh kami baru tau ya kalau Joy barang dagangan tommy, kok lo bisa tau Ruby?? Yang paling dekat sama tommy itu lo, sementara kami hanya sekedar mengenal saja, Lo makelarnya ya?” sindir Nanda.


Joy mengulum senyumnya mendengar ucapan Nanda.


“tauk nih! Suka banget ngurusin hidup Joy, emang seberapa mahal dagangan VIP milik tommy, mau seharga 1 milyar? Bahkan tas yang Joy kenakan sekarang berharga 1 milyar sepatunya 500 juta jam tangan yang dia kenakan 700 juta, dari pada mengeluarkan harga yang sefantastis itu lebih baik wanita jalanan yang seharga 1 juta per jam, lo kalau benci sama orang jangan nuduh yang gak benar, jangan iri sama kehidupan Joy!” tambah Icha, gadis itu sebal dengan tingkah ruby, dulu mereka memang pernah akrab tapi ruby menjauh karena berpacaran dnegan aldo orang yang disukai Joy.


“Ruby~ ruby~ lo kalau mikir tu pakai otak! Jangan pakai dengkul, semahal mahalnya p*l*cur gak ada yang dibayar sampai milyaran untuk berkali kali paling saat dia jual keperawanan setelah jeblos mana ada lagi yang mau bayar mahal! Kalau iris ama joy jangan gitu caranya, kami bisa lebih menjatuhkan lo!” sambung Sonia.


“udah gak usah dibahas lagi, dia Cuma iri sama gue, soalnya gue selalu di atas dia, terserah dia mau nyindir apa, omongan tanpa ada bukti tidak bisa membuatku jatuh” ujar Joy sambil tersenyum merehkan kea rah Ruby.


Ruby mengepalkan tangannya kesal karena memang benar yang diucapkan Joy dia selalu kalah dan iri pada Joy, gadis itu kesal karena Joy yang sering datang telat dan menjadi lambang anak nakal tapi gadis itu selalu mendapat posisi nomor satu di sekolah, Joy bahkan sering menyumbangkan medali emas untuk sekolah mereka, jika hanya juara satu disekolah bisa di maklumi dengan menyogok guru, tapi selalu menyumbang mendai emas pada perlombaan nasional dan internasional lain lagi, karena siapa yang mau di sogok.


Joy juga memiliki banyak keterampilan, bukan hanya pandai menari balet, dia juga pandai memainkan alat music, dari biola sampai piano, gadis itu juga sangat jago dalam berbicara dalam berbagai bahasa, dari ingris, turkey, prancis, spanyol, korea, bahkan jepang, dia juga sangat cantik jika tidak ada rumor buruk tentangnya, maka Joy akan menjadi idola di sekolah mereka.


“Ngapain gue iri! Gue bahkan bisa mendapatkan aldo yang disukai Joy, ngapain gue iri?!” bantah Ruby.


Sebenarnya Aldo memilih ruby karena keluarga ruby memberikan keuntungan pada keluarganya, ayah aldo meminta aldo berpacaran dengan ruby, sehingga semua bentuk kerja sama dengan keluarga ruby lebih dimudahkan. Keluarga aldo tidak tau sama sekali tentang kekayaan dari keluarga Joy.


“bagus lah kalau gitu” ujar Joy, dan berlalu dari kelas diikuti dengan ketiga temannya.


“JOY! GUE GAK IRI SAMA LO!” pekik Ruby kesal, karena joy bersikap acuh padanya.


...🍋🍋🍋🍋🍋...


“Joy, mala mini ke klub yuk” ajak Sonia.


“Bukannya minggu depan kita udah UAS, gue gak bisa kemana mana, bodyguard gue yang sekarang sangat ketat gue gak bisa kabur dari dia” tolak Joy.


“alah, coba aja lo cekokin obat tidur seperti biasa, ayolah gue sedang bete banget sama nyokap, pengen happy happy gue” bujuk Sonia sekali lagi.


Diantara mereka berempat memang Sonia lah yang paling berantakan hubungan keluarganya, mommy dan daddy nya sama sama selingkuh, bahkan mereka selingkuh secara terang terangan, tetapi mereka masih tetap bersama untuk menjaga image perusahaan mereka masing masing.


“Ya udah gue coba deh nanti malam” ujar Joy, dia kasihan juga dengan kedua temannya yang sedang stress berat.


.


Joy sudah mempersiapkan obat tidur yang dia masukkan ke dalam minuman, gadis itu memanggil ray dan Melvin yang berjaga jaga di luar kamarnya.


“Minum ya, ini jus ya aku buat untuk kalian berdua” ujar Joy.


Ray dan Melvin mengangguk, ray hendak mengambil minuman itu namun tiba tiba tangan joy menahannya.


“kenapa?” tanya Ray dengan senyuman mempesonanya.


‘Kalau dia lalai bekerja, dia akan dipecat, apa gue siap pisah dari dia?’ batin Joy.


“nona, ada apa?” tanya Ray sekali lagi karena joy terlihat melamun setelah menahan dirinya untuk minum.


“Ray, kamu pernah janji akan selalu melindungiku benarkan?” ujar Joy.


Ray mengulum senyumnya, “benar, tapi kalau nona memecat saya, saya tidak bisa melakukan apapun” canda Ray.


Tadi dia melihat reaksi Melvin ketika minum jus yang diberikan oleh Joy, Melvin tau di dalamnya ada obat tidur, kedua orang itu sebenarnya kebal terhadap obat tidur yang hanya beberapa butir, tubuh ray dan Melvin sudah dilatih ketahanannya dari racun dan obat perangsang, butuh dosis yang sangat besar untuk membuat kedua orang itu tumbang.


“Berarti Ray cuma mau melindungiku karena dibayar oleh papi! Kamu tidak serius untuk menjagaku!” amuk Joy.


Ray mendekatkan wajahnya pada Joy hingga kini jarak mereka berdua hanya sejengkal, “nona, sudah saya bilang nona bisa melakukan apapun pada saya, jika nona sendiri yang berniat untuk mencelakai saya dan menyuruh saya menyerah bagaimana pun saya tetap memegang janji saya, saya akan melindungi nona selama nona menginginkan itu, jadi jika nona tidak mau saya lindungi maka saya akan mengikuti ucapan nona” ujar ray.


“Ray jahat!” Joy mengambil gelas yang ada di tangan Ray dan menghempaskannya ke lantai hingga gelas kaca itu hancur berkeping keping.


“Nona! Nona tidak apa?” tanya Ray, dia takut ada pecahan yang mengenai tubuh Joy.


“Jangan pergi dariku! Berjanjilah!” joy mulai menangis, gadis itu mencengkram tangan Ray dan menatap mata Ray dengan dalam, “berjanjilah ray!” isak Joy.


...🍈🍈🍈🍈🍈...