Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
48. Mafia itu Keren



“Apa nona benci dengan mafia?” tanya Ray pelan.


Joy yang sedang asik memperhatikan gelang ditangannya langsung menoleh melihat ke arah Ray. “Bukankah mafia itu keren?” ujar Joy sambil tersenyum membayangkan tentang mafia, dia sering membaca novel tentang mafia dan gadis itu suka pada tokoh tokoh mafia yang sedang jatuh cinta, karena cinta mereka terasa sangat kuat.


“Apakah membunuh tidak menakutkan di mata nona?” tanya ray sekali lagi, wajah pria itu terlihat serius.


Joy tertawa kecil melihat wajah Ray yang tampak serius. “Ray wajahmu kok serius banget sih, lucu banget liatnya” kekeh Joy.


“Saya serius nona, nona tidak takut dengan pembunuhan?” ulang Ray serius.


“Ya takut dong, siapa yang gak takut liat pembunuhan” jawab joy masih dengan nada bercanda.


Wajah Ray yang tadinya serius berubah sedikit kecewa mendengar ucapan Joy, emang benar siapa di dunia ini yang tidak takut dengan pembunuhan kecuali oleh orang yang sudah biasa dengan hal itu, orang biasa seperti joy pasti takut.


“ray kenapa?” tanya joy heran saat melihat wajah Ray yang mulai berubah sedih.


Ray menggeleng pelan, dia menghela nafas sedikit lebih panjang dari biasanya, “nona, jika di samping nona ada seorang mafia, apa nona akan lari darinya?”


“Hmmm…” Joy masih tampak berpikir, dia masih belum bisa membayangkan seperti apa mafia yang Ray maksud.


“Saya ganti pertanyaan saya, anggap saya adalah seorang mafia, apa nona akan lari dari saya? Sebagai seorang mafia saya sudah pasti pernah membunuh orang, apa nona akan lari jika mengetahui jika saya adalah mafia itu?” ralat Ray.


Joy memperhatikan mata Ray yang terlihat serius gadis itu mulai membuka mulut bersamaan dengan degup jantung Ray yang berdetak sangat cepat, pria itu takut joy akan melarikan diri darinya.


“Apa ray menyamar untuk membunuhku sebagai mafia?” tanya joy.


Kepala ray cepat cepat menggeleng, “tidak nona, saya tidak mungkin membunuh orang yang saya sayangi, saya justru akan melindungi nona dari orang orang yang menyakiti nona, bahkan mungkin saya akan membunuh mereka” ujar Ray.


Bibir Joy membentuk sebuah senyuman, “kalau gitu aku tidak akan lari, kenapa harus lari ? dari orang yang akan melindungi ku?” ujar Joy.


Saat itu juga Ray langsung menarik joy untuk duduk di pangkuannya dan mencium bibir gadis itu dengan sedikit ganas, dari ciuman ciuman sebelumnya. Ciuman itu sangat dalam seolah olah joy tenggelam merasakan ciuman yang diberikan oleh Ray. Joy sedikit menghadiahkan gigitan kecil pada Ray dibalas dengan gigitan juga oleh Ray.


Tangan joy menepuk bahu Ray pelan, memberitahu pada pria itu bahwa Joy baru saja kehabisan nafas, dengan enggan Ray melepaskan ciumannya dari bibir Joy, Nafas kedua orang itu tersengal seperti baru saja berlari puluhan kilo meter, Ray mengelap bekas saliva nya pada bibir joy menggunakan ibu jarinya.


“kenapa tiba tiba mencium ku?” ucap joy heran, dan masih dengan nafas yang tersengal.


“Bayaranku, aku menginginkan itu sekarang nona” goda Ray.


“Bilang dulu dong! Biar joy bisa siap mental, gimana kalau tadi joy kehabisan nafas” gerutu gadis itu sebal.


Ray tertawa kecil dan mencubit gemas pipi Joy, “Semakin lama saya semakin dalam mencintai nona, bisakah saya menculik nona sekarang juga?”


Kepala joy menggeleng, “Aku sudah bertunangan dengan Raynard Barra Marcello, jadi Ray tidak bisa menculik ku” canda joy.


“Nona lebih suka orang kaya itu dari pada pria tampan seperti saya?”


“Hmmm” joy melipat kedua tangannya di dada sambil berpura pura berpikir panjang. “Pilihan yang susah, aku harus pilih siapa ya?” goda Joy berpura pura sulit menentukan.


‘cup’ Ray mencium sekilas bibir joy, “yakin nona tidak mau dengan saya” goda Ray sambil mengedipkan sebelah matanya.


“Tapi nona sudah mencium ku, bukannya itu pertanda nona sudah mencintaiku?” tanya Ray.


“Bukannya ray yang mulai, ya udah kalau gak mau ciuman denganku” Joy melepaskan rangkulan pada leher Ray namun dengan cepat dicegat oleh Ray.


“Maaf nona, saya tidak akan memaksa untuk nona menjawab, cium lah jika nona menginginkan itu, saya menyukainya dan sangat senang” ujar ray dengan wajah tampak memelas.


Joy mengulum senyumnya, gadis itu mulai mendekati wajah Ray dan merangkul leher Ray kembali, “tidak akan memaksaku?”


“ya tidak akan” jawab Ray tegas.


“Aku bebas melakukan apapun pada bodyguard ku?” tanya joy lagi.


“Ya nona bebas melakukan apapun” ujar Ray pasrah.


“Ray tidak akan lari walau aku tidak mengatakan perasaanku pada ray?” pertanyaan joy kali ini diikuti dengan raut wajah joy yang berubah sedih.


Tangan Ray terangkat untuk mengelus pipi lembut joy, “Apapun yang terjadi saya sudah menjadi gila oleh nona, saya tidak bisa lari dari nona, jiwa saya sudah nona bawa sepenuhnya, saya mungkin akan membunuh orang yang berusaha mendapatkan nona dari saya, hanya saya yang boleh memiliki nona tidak boleh orang lain” ungkap Ray.


“Aku sudah bertunangan ray, apa ray akan membunuh orang itu demi aku?” tanya joy.


“Apa saat ini nona akan lari pada pelukan tunangan nona?” tanya Ray.


Kepala joy menggeleng pelan. “Tidak, aku tidak ingin bertunangan dengannya, tapi aku juga belum bisa menjawab pertanyaanmu tentang cinta, aku masih takut untuk mencintai, aku takut apa yang abang sandy katakan akan terjadi” lirih joy.


“Kalau gitu saya belum akan membunuhnya, karena saat ini nona yang ada dihadapan saya, bukan orang itu” ujar ray.


“jadi Ray akan menahan diri, sampai aku memutuskan siapa yang aku pilih?”


Ray menggeleng pelan, “Tidak, tapi saya hanya menunggu nona untuk jatuh dalam pelukan saya”.


“yakin sekali aku akan memilihmu” sindir Joy.


Ray mengelus pipi joy lalu mencium singkat bibir gadis itu. “Itu pasti, nona akan menjadi milik saya cepat ataupun lambat” ujar Ray penuh kepastian.


“Gimana kalau aku pilih mr. Raynard barra yang kaya itu?” canda Joy.


“Saya akan merebut nona dari dia, dan mengunci nona hanya untuk saya” ujar Ray.


Joy mendengus sebal, “dasar curang, berarti aku tidak boleh memilih siapapun kecuali Ray? lalu kenapa ray menungguku kalau begitu?”


“Aku menunggu nona akan masuk ke pelukanku dengan pasrah dan menurut padaku, tapi jika ada yang berusaha mendapat nona duluan saya akan langsung maju menghalangi” ujar Ray tegas.


“Ihhh Ray curang!” gerutu Joy sebal tapi gadis itu tidak membantah ucapan Ray. Gadis itu hanya mendekatkan wajahnya pada wajah ray mencium bibir pria itu dengan lembut.


...🍑🍑🍑🍑🍑...