Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
82. Salah Tebak



📲“Halo aldo” suara rama terdengar panik dari telepon yang Aldo angkat.


📲“ya bang ada apa?” jawab Aldo dengan suara serak, karena baru saja bangun dari tidur nya.


📲“kamu ada melihat Ricky? Sejak semalam dia tidak bisa dihubungi saat aku melacak ponselnya, ponsel itu mati di klub milikku, sejak tadi pagi aku mencarinya tapi tidak juga ketemu, apa kau melihatnya?” tanya Rama.


📲“Tidak, abang tau sendiri tadi malam aku melakukan apa karena obat yang aku beli dari abang, setelah itu aku hanya ingat bercinta dengan ruby seharian, hingga sekarang aku merasa capek sekali, Kenapa tidak lihat cctv saja?” usul Aldo.


📲 “benar juga, oke Thanks” ujar Rama lalu langsung mematikan telepon tersebut.


“Hahhhh capek banget, tapi lumayan lah gue bisa puas nikmatin badan milik Ruby, miliknya masih sempit seperti pertama kali gue mengambil mahkotanya” gumam Aldo dan kembali memejamkan matanya, dia sama sekali tidak cemas dengan keadaan ricky yang menghilang.


.


Sementara itu di sebuah ruangan putih bersih ricky diikat dan terlihat tidak berdaya, berkali kali dia disuntik cairan oleh johan, entah apa isi cairan itu, Ricky merintih kesakitan dan berteriak minta tolong beberapa jam setelah disuntik.


“Tuan, maafkan saya, saya tidak tau apa salah saya” lirih Ricky.


“Tidak tau?? Hahahha kamu tidak tau, banyak wanita yang kamu perkosa dengan obat yang kamu berikan, malah bilang tidak tau apa kesalahanmu?!” pekik johan, dia sudah di beritahu Melvin tentang kesalahan Ricky dan daftar Riwayat kejahatan pria itu,


“Sa-saya akan bertanggung jawab pada wanita wanita itu tuan jadi saya mohon lepaskan saya” pinta ricky dengan wajah yang terlihat sangat menyedihkan.


“ohhh tidak bisa, hanya ada dua cara keluar dari tempat ini, pertama keluar karena menjadi gila atas semua penyiksaan yang kamu alami, dan yang kedua keluar tanpa nyawa alias mati, hanya dua itu jalan satu satunya, jadi nikmati saja semua penderitaanmu” ujar johan dan kembali memulai penyiksaan Ricky.


.


Ruby melotot menatap video yang dikirim seseorang padanya, itu adalah video dirinya yang sedang bercinta dengan Aldo, terlihat jelas wajah dia dan aldo dari video yang merekam dirinya.


Bukan hanya video yang dikirim pada ruby tapi ada kata kata ancaman untuk dirinya.


‘Jika berani menyebarkan video Joy dan bodyguard nya, video ini akan tersebar tanpa filter sedikitpun, dan siap siap namamu akan hancur’ isi pesan yang diterima oleh Ruby.


“sialan Joy sialan! Dia pasti yang merencanakan semua ini!” umpat Ruby kesal.


Ruby hanya anak remaja umur 18 tahun yang tidak punya kekuasaan dan kekuatan tentu saja dia takut dengan ancaman yang dikirimkan padanya, tapi dia tidak memiliki apapun lagi untuk membalas joy, semua kartu yang dia punya sudah habis terpakai dan dia hanya bisa diam menerima nasibnya.


.


Hari demi hari berlalu Rama masih belum bisa melacak keberadaan adiknya, karena buntu dengan penculik adiknya, rama akhirnya mendatangkan Ruby dan Aldo untuk bertanya sebenarnya apa yang terjadi dengan mereka.


“Apa gadis bernama joy itu yang menurutmu menculik Ricky?” desak Rama.


“itu tidak mungkin, karena joy tidak memiliki kekuasaan sebesar itu, kecuali tunangannya” ujar Ruby.


“jadi menurut kalian siapa yang menculik Ricky!” amuk Rama.


“Sampai sekarang dia tidak diketahui keberadaannya sama seperti Ricky” umpat Rama kesal.


“Ahhh aku ingat, ricky sempat bertengkar dengan saingan bisnis abang, mungkin saja dia diculik oleh orang itu” pekik Aldo.


“saingan bisnisku? Apa kamuy akin?!” tanya rama sedikit menuntut.


“yakin, aku dengar ini semua karena obat yang dijual Ricky adalah obat palsu dan orang itu marah tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena ricky adalah adik abang” jelas Aldo.


“baiklah aku akan mengurus itu” umpat rama.


...🍐🍐🍐🍐🍐...


Beberapa minggu berlalu, hari pernikahan yang ditunggu tunggu Joy dan Ray pun akhirnya di langsungkan, Ray tetap dengan wajah yang menggunakan topeng, topeng di sini adalah wajah palsu yang dibuat oleh Leon, terlihat wajah Ray tampak mengerikan seperti orang yang terkena bekas luka, wajahnya hancur dan tidak terlihat tampan, para tamu yang datang malah merasa jijik dengan wajah Ray, tapi mereka hanya bisa memendam ungkapan mereka karena takut bisnis mereka hancur karena ucapan mereka.


Keluarga joy, dari orang tua hingga abangnya datang ke acara pernikahan itu, bahkan tunangan abangnya joy datang juga.


“Bukannya gue menghina ya, yakin lo mau menikahkan adik lo yang cantik sama pria cacat seperti itu?” bisik Emily pada Sandy. “anak mereka pasti jelek” bisik emili lagi.


“Anak mereka bisa saja tampan dan cantik karena aslinya pria itu tampan, hanya saja dia mengalami kecelakaan” balas sandy acuh, sebenarnya dia tau kalau wajah Ray baik baik saja, tapi dia tidak berniat untuk memberi tahu Emily tentang kebenaran itu walaupun Emily adalah tunangannya.


“Kalau gue gak mau sih nikah sama pria cacat seperti itu, begitu membuka mata melihat wajah mengerikan itu setiap hari gue bakal muntah” bisik emili lagi.


“Gue juga bakalan muntah tiap liat muka elo yang mirip nenek sihir” balas sandy.


“heiii! Gue ini tunangan elo! Ingat itu” seru Emily kesal.


“Tunangan karena kontrak Kerjasama, tidak ada perasaan sedikitpun di antara kita, hanya hubungan saling menguntungkan” tekan sandy, “lagi pula gue tidak yakin lo tidak akan menerima pria yang menjadi suami joy, karena dia lebih kaya dari selingkuhan lo dan juga gue” sindir Sandy.


Emily mengumpat kesal dengan ucapan Sandy, hubungan mereka memang hanya sebatas kontrak kerjasama, tapi sebenarnya wanita itu berharap sandy pria baik yang mau menerima dia apa adanya. “gue tidak sematre itu, pacar gue saja orang biasa biasa” umpat Emily kesal.


“Kalau gitu putuskan pertunangan kita, baru gue percaya kalau elo bukan cewek matre yang hanya mengharapkan kekayaan” sindir Sandy sekali lagi.


Memang hubungan mereka tetap berlanjut karena Emily yang tidak mau memutuskan pertunangan itu, sementara sandy sudah berkali kali ingin perpisah dari Emily, kedua orang tua sandy sudah melepaskan keputusan pertunangan di tangan sandy, mereka membarkan sandy tetap bertunangan atau berpisah dengan Emily.


“Sudah gue bilang, bukan gue yang gak mau memutuskan pertunangan ini, tapi orang tua gue” ujar emili sebenarnya dia sudah jatuh hati pada sandy dan tidak mau melepaskan pria itu, dia bahkan berpura pura masih menjalin hubungan dengan kekasih lamanya untuk membuat sandy cemburu padanya.


Sandy sendiri masih mempertahankan pertunangan mereka karena diimingi oleh kerjasama yang sangat menguntungkan dengan keluarga Emily, dia berencana hingga kontrak kerja sama itu berakhir barulah sandy memutuskan pertunangan mereka, sandy bersikap seperti itu karena memang dia di didik tanpa kasih sayang dan memang cara seperti itu adalah pembelajaran yang dia ketahui dalam hidup, makanya sandy hanya memandang orang lain dari keuntungannya.


“ya terserah selama lo masih bermanfaat buat gue, apapun itu alasannya gue terima” ujar sandy acuh.


...🍋🍋🍋🍋🍋...