Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
96. Hamil



Satu bulan berlalu begitu cepat, mereka semua sudah pindah ke pulau pribadi milik Ray setelah sebulan penuh berada di pulau Maldives.


Ray sejak pagi terus keluar masuk dalam kamar mandi, dilihatnya sang istri masih asik tidur memang mereka baru tertidur jam 2 pagi, tapi ray terbangun pukul 3 pagi.


Ray berjalan pelan mengambil ponselnya dan keluar dari kamarnya, sebelum itu dia meminta anak buahnya untuk menyalakan kembali sinyal ponsel mereka hanya untuk beberapa saat.


“Kenapa Ray?” tanya Johan, ternyata Ray langsung menghubungi sahabat daddy nya karena masalah penting yang sedang terjadi.


“Ibu hamil apa boleh naik pesawat?” tanya ray langsung begitu ponselnya diangkat.


“Kenapa kamu bertanya begitu? Apa istrimu hamil?” tanya Johan.


“Sepertinya begitu, tapi aku belum mengecek joy, tapi aku yakin dia hamil” ujar Ray.


“kita lihat kondisi istrimu dulu, kalau kondisinya baik maka dia boleh naik pesawat, tapi kalau bisa secepatnya kalian pulang kemari, semakin lama maka akan semakin tinggi resiko keguguran, dengarkan kata dokter apa saja yang perlu di pakai oleh ibu hamil dan bawa dokter bersamamu” jelas Johan.


“jadi kami sebaiknya pulang saja?” tanya ray.


“Kamu yakin istrimu hamil?” tanya johan balik.


“aku yakin 80 persen, uncle tau sendiri aku keturunan seorang daddy brian, dimana aku yang mengalami semua nya, aku tidak masalah asal istriku sehat, makanya aku bertanya mana yang lebih aman, dia tetap disini atau kami pulang sekarang?”


“Kalau kamu memang yakin sebaiknya pulang sekarang, akan lebih mudah menjaga ibu hamil jika bersama keluarga, disana kalian hanya anak anak muda, dan pastikan jika istrimu memang ingin pulang, jangan memaksanya, bisa bahaya jika istrimu kepikiran kenapa dia pulang, bisa jadi darah tingginya naik, kebanyakan ibu hamil itu darah tingginya mudah naik atau dia kekurangan darah, jadi pastikan kesehatan istrimu dulu baru kalian pulang, aku akan mengabari daddy dan mommy mu untuk menyambut kepulangan kalian” jelas Johan.


“Baiklah, untuk sekarang sinyal ponsel akan kembali aku matikan, nanti aku akan menghubungi uncle dan daddy jika sudah mau pulang” ujar Ray, setelah itu dia menutup teleponnya.


.


“apa benar nona joy hamil bos?” tanya Melvin.


Ray baru saja keluar dari kamarnya dan di balkon rumah bersama para anak buahnya. Entah kenapa para suami itu bangun subuh subuh dan berkumpul bersama. Memang benar Ray yang memanggil ke tiga kaki tangannya, tapi memang para anak buah Ray selalu mudah terbangun dan selalu waspada kapanpun itu, langsung terbangun begitu Ray menghubunginya.


“Hmmm kalian tidak mereka istri kalian sedang hamil?” tanya Ray.


“Tidak” jawab ketiganya serentak.


“kalian tidak mual mual? Dan kurang napsu makan?” selidik Ray.


Kembali ketiga anak buah ray menggeleng.


“Apa hanya kerurunan dari opa deon dan daddy brian yang mengalami itu” gumam ray sendiri.


“Bos mual mual dan kurang nafsu makan?” tanya jay.


Ray mengangguk sambil menutupi mulutnya dengan tangan berusaha menahan mual yang sebentar lagi akan datang, dulu dia sering melihat daddy nya yang kesusahan karena mommy ay sedang mengandung, sekarang dia akhirnya merasakan hal yang dirasakan oleh daddy brian juga.


“apa istri kami belum hamil bos?? Tapi bukannya kalau hamil itu istri yang mengalami bos?” tanya Jack.


“memang termasuk langka istri yang hamil suami yang merasakan mual mual dan kurang nafsu makannya, tapia da sebagian orang yang begitu_ bentar” Ray segera berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya lalu kembali lagi ke balkon. “Apa istri kalian sudah mendapatkan haid mereka?” tanya ray setelah kembali dari kamar mandi.


“Belum” jawab ketiganya serentak.


“kata nanda dia sudah biasa datang bulannya gak nentu” ujar Melvin.


“kita liburan sudah hampir 6 minggu tidak mungkin istri kalian hampir 1 bulan lebih tidak haid” ujar ray, pria itu mengambil permen papermint dan langsung memasukkan kedalam mulut untuk mengurangi rasa mual yang sedang menderanya.


“benar juga, apa aku suruh icha buat tes, biar tau dia hamil atau tidak?” tanya Jack.


“Tidak usah, jangan sampai mereka tau jika mereka sedang hamil, kita berangkat 2 hari lagi, bujuk istri kalian bagaimanapun caranya, dan jangan sampai mereka tau jika mereka sedang hamil, akan lebih sulit membawa wanita yang sudah tau dia hamil, kemungkinan istri kalian akan merasa sakit duluan” ujar Ray.


“Baik bos” jawab ketiga anak buah Ray.


Sekitar pukul 8 pagi joy baru bangun dan membuka matanya karena mencium bau makanan yang sangat lezat.


“Morning baby” sapa Ray sambil memberi kecupan pada bibir joy.


“hmmm, morning” jawab joy dengan suara serak khas orang yang baru saja bangun dari tidurnya.


“aku sudah siapkan sarapan, mau makan langsung?” tanya ray.


Joy menggelengkan kepalanya pelan, “pengen makan mie goreng” gumam joy pelan, entah kenapa otaknya terus memikirkan makanan khas Indonesia itu.


“Mie goreng?” ulang Ray.


“iya, pengen itu” ulang joy sekali lagi.


“baiklah akan dicarikan, tapi makan ini dulu ya” bujuk Ray.


“Enggak mau, maunya mie goreng, air liurku sampai netes memikirkan makanan itu” ujar joy.


“Oke sayang mie goreng akan segera datang” Ray cepat cepat memanggil anak buahnya untuk membuka Gudang makanan apakah makanan itu mereka bawa atau tidak.


Fix, Ray yakin 100 persen istrinya hamil.


.


Ray menatap joy yang lahap memakan mie goreng buatannya, untung saja anak buah ray membawa beberapa kotak mie goreng jadi ray tidak perlu memikirkan bagaimana cara mendapatkan itu lagi.


“Enak sayang?” tanya ray sambil merapikan rambut istrinya yang sedikit berantakan.


“Enak” jawab joy dengan tawa bahagia.


“hanya sekali ini aja ya makan mie goreng-nya, lain kali gak boleh, banyak pengawet di dalamnya” ujar ray dengan sangat lembut.


Joy merengut tapi kepalanya tetap mengangguk pelan.


“Nanti aku akan belajar cara buat mie tanpa menggunakan mie instan ini, jadi lebih terjamin, jadi tunggu aku belajar masak baru minta mie goreng lagi ya” jelas ray agar joy tidak merasa sedih karena dilarang makan makanan instan.


Dengan senang hati gadis itu mengangguk dan tersenyum bahagia.


“makasih sayang” ucap joy dengan gembira.


Ray kembali mengelus puncak kepala istrinya, sebenarnya pria itu ingin mengelus perut joy, tapi dia tidak mau sampai istrinya tau kalau dia sedang hamil, “Yang, kita pulang ke Indonesia yuk” ajak Ray.


“kenapa?” tanya joy, wajahnya sudah berubah sedih menatap Ray.


“ratu sama mommy kangen banget sama kita, beberapa hari lagi ratu ulang tahun, dia ingin kita hadir di acara ulang tahunnya, mau ya” bujuk Ray, memang benar adiknya akan berulang tahun, tapi ratu sama sekali tidak memaksa keduanya harus hadir, itu hanya rencana Ray untuk membujuk istrinya saja.


Joy menganggukkan kepalanya, “baiklah, ayo kita pulang” ujar joy.


...🍇🍇🍇🍇🍇...


Bonus pict


melvin dan Nanda



Icha dan Jack