Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
30. Kalah Telak



“Kalau lo gak tau berarti lo belum bisa masuk ke dunia orang kaya, dia itu pembisnis yang paling terkenal, dia berhasil mendapatkan putri dari pengusaha terkenal bernama Deon, Nampak banget lo bukan kalangan ningrat” ledek Ruby.


“Ohh jadi lo termasuk kalangan ningrat, tapi kok datang kesini? Orang kalangan ningrat itu datangnya ke restoran restoran terkenal pesta para pembisnis dan yang lainnya, tapi kok berpesta disini” sindir Joy.


Nanda tertawa pelan, “Ningrat pinggiran dia, orang kaya mah orang kaya aja gak perlu menghapal silsilah para pembisnis terkaya” tambah nanda.


“Udah udah, gak usah dibahas, hmmm maaf bolehkan anda membuka masker anda?” ujar Ilana, dia tidak mau mendengarkan perdebatan gak jelas yang paling dia inginkan adalah melihat wajah dua orang pria di sebelah Joy.


“emang lo siapa merintah merintah bodyguard gue” amuk Joy. Tangan gadis itu sudah terangkat menekan masker Ray agar masker itu tidak terbuka.


“gue Cuma penasaran boleh kan gue lihat muka bodyguard lo?” bujuk Ilana sekali lagi.


“Yang, kamu kenapa penasaran sama cowok lain sih, ada pacar kamu disini” protes Rizky.


“ahh maaf yang, aku Cuma penasaran sama pria yang udah nolak aku, siapa tau dia sedang menyamar sekarang dan aku pengen buka kedok dia aja yang” elak Ilana, sebenarnya dia masih berharap mengejar Ray, karena dia dulu adalah salah satu wanita yang pernah dijodohkan dengan Ray, dia adalah anak dari kenalan bisnis daddy brian. Mommy ay memang tidak pandai memilih wanita yang baik untuk anaknya, hanya berdasarkan rumor gadis itu berusaha mencari wanita untuk ray karena putranya itu tidak pernah terlihat bersama wanita manapun, mommy ay takut Ray itu gay.


Joy menatap mata Ray dala, lalu kembali melihat pada Ilana, “siapapun Ray, dia adalah bodyguard ku sekarang, jadi ray cuma boleh patuh padaku” ujar Joy, tangan gadis itu mencengkram erat jaket yang Ray kenakan, dan Ray tau joy sedang menahan perasaannya.


“Udah lah yang, lagian itu bodyguard joy, mana mungkin orang kaya mau jadi bawahan orang lain, ada ada aja kamu” ujar Rizky.


“kalau dia tidak mau membuka maskernya berarti dia memang Ray putra dari pembisnis Brian” Ilana masih bersih keras dengan keinginannya, dia pernah dengar kalau Ray suka menyamar menjadi orang biasa sangking inginnya menjadi menantu dari keluarga besar Marcello, Ilana bahkan sering berjalan jalan di sekitar club dan tempat tempat biasa untuk mencari Ray.


“Awas kalau suka dengan bodyguard gue! Ray lepas masker kamu” perintah Joy.


Ray yang sejak tadi diam akhirnya membuka masker miliknya, karena perintah dari Joy, dia sama sekali tidak takut dikenali, jika dia ketahuan sekarang maka dia akan mencari cara lain untuk mendapatkan Joy, Ray selalu punya banyak akal.


“sudah puas ?” tanya Ray tersenyum simpul ke arah Ilana.


Ilana dan Ruby yang melihat senyum ray sempat terdiam untuk beberapa saat kedua gadis itu merasa dunia sedang berguncang, melihat ketampanan Ray dan senyumnya, walau hanya senyum terpaksa.


“Ahh maaf ternyata saya salah orang” ujar Ilana dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat yang masak.


‘Tentu saja salah orang yang kamu temui adalah Melvin yang menyamar menjadi aku’ batin Ray.


“Tida_”


“Sudah kan! Muka lo jaga! Jangan naksir sama bodyguard gue!” potong Joy sambil langsung memasangkan masker pada wajah Ray.


“maaf” ucap Ilana malu.


“Lo sok banget Joy, dia itu Cuma bodyguard lo, bukan barang milik lo, yang bisa lo perintah perintah” sindir Ruby, sebenarnya gadis itu iri dengan joy yang bisa memerintah ray sesuka hatinya, apa lagi ketampanan Ray berhasil membuat Ruby menginginkan pria itu bahkan lebih dari aldo, jika bisa bertukar dia ingin Aldo di tukar dengan Ray.


“suka suka gue, soalnya dia bodyguard gue, iri cari sana bodyguard yang seperti punya gue” gerutu Joy sambil berdiri dari duduknya. “nan, lo ikut gak?”


“Mau kemana?” tanya balik nanda.


“gue mau pulang, males gue disini, ada nenek lampir” sindir Joy sambil menatap sinis pada Ruby.


“tapi Sonia dan Icha gimana?”


“Kirim pesan aja kita balik duluan, yuk pulang”


Ruby sebenarnya mau membalas ucapan Joy, tapi tangannya di tahan oleh Aldo, pria itu pusing melihat tingkah ruby yang semakin hari semakin menyebalkan.


...🍑🍑🍑🍑🍑...


Beberapa hari kemudian, Ruby berhasil mendatangi perusahaan yang di datangi joy dan papi nya, gadis itu snagat bersemangat datang bersama kedua orang tuanya untuk mengambil Ray dari posisi tempat dia bekerja sekarang.


“maaf membuat anda semua menunggu, bodyguard seperti apa yang bapak dan ibu butuhkan?” tanya AL, sebenarnya memang dialah yang menggantika posisi deon, hanya saja dia sempat sibuk di luar negri akhir akhir ini.


“Tidak apa pak Al, putri saya yang meminta untuk datang kesini meminta di berikan bodyguard untuk menjaganya” ujar daddy nya Ruby.


“Baik, bodyguard seperti apa yang pak Radit inginkan?” tanya Al.


“Namanya Ray! dia bekerja sebagai bodyguard Joy! Saya mau mengambil bodyguard itu berapapun harganya saya akan bayar!” jawab Ruby cepat.


“Ray? bodyguard joy sebentar ya nona, saya akan melihat daftar tamu VIP dulu” ujar Al sebelum keluar dari ruangan itu.


.


Al memang tidak mengetahui tentang ray yang berpura pura menjadi bodyguard, karena Brian lupa memberitahunya begitu dia kembali bersama daddy deon.


📲“Halo bang” sapa brian.


📲“halo brian, aku mau nanya benar si Ray lagi nyamar jadi bodyguard?”


📲“Ahh iya bang, sorry kemaren lupa bilang, dia naksir sama tu cewek, dan nyamar jadi bodyguard untuk dekatin tu cewek” jelas Brian.


📲“nama cewek itu Joy?” tanya Al lagi.


📲“Kalau gak salah iya bang, emang ada apa?”


📲“Ada cewek datang kesini ingin mengambil dia sebagai bodyguard nya” kekeh Al, sekarang setelah tau situasi yang terjadi Al jadi merasa lucu dengan keadaan yang terjadi.


📲“Wahhh anak aku laku keras jadi bodyguard hahahha” gelak tawa brian mulai terdengar.


📲“Jangankan jadi bodyguard, jadi ketua mafia aja bisa apa lagi jadi bodyguard, ya udah abang Cuma mau tanya itu aja” ujar Al lalu mematikan teleponnya.


.


Setelah selesai menelpon Al kembali ke dalam ruangannya dimana Ruby dan kedua orang tuanya masih menunggu.


“begini pak Radit, bodyguard yang sudah kami tugaskan tidak bisa ditarik lagi mau seberapa mahalpun dibayar, kami takut dikira tidak professional dalam pekerjaan kami, jika bodyguard kami mau dibayar mahal dan meninggalkan pekerjaannya sebelum kontrak habis maka banyak pelanggan yang akan berada dalam bahaya karena bodyguard nya tidak setia” jelas Al dengan lembut.


...🍓🍓🍓🍓🍓...


bonus pict