
Beberapa hari setelah insiden mobil joy yang jatuh ke dalam jurang, keluarga joy berhasil dihubungi oleh para pembantu yang bekerja di rumah itu, polisi juga datang beberapa kali karena itu menyangkut tentang kecelakaan yang terjadi tapi tidak di temukan mayat saat mereka melihat mobil itu.
Mami syntia pulang dalam keadaan panik dan cemas, tidak jauh beda dengan papi steve dan juga Sandy tapi pria itu tidak bisa balik karena dia harus professional dengan pekerjaannya hanya papi Steve yang kembali untuk mencari tau tentang apa yang terjadi.
Pagi pagi sekali papi Steve bersama mami Syntia datang ke perusahaan jasa milik Deon, mereka ingin mempertanyakan bagaimana kinerja para bodyguard yang mereka sewa karena mereka sudah memberikan uang yang cukup banyak, walau Deon akan menjadi calon besannya di masa depan tetap saja papi Steve meminta pertanggung jawaban pada Deon, kedua orang itu berharap bodyguard yang mereka sewa berhasil melindungi putri mereka dengan selamat, mereka sangat takut para bodyguard melarikan diri karena putri mereka tidak selamat.
Setidaknya mereka ingin melihat tubuh putri mereka jika memang joy tidak selamat.
“Apa kalian sudah bisa menemukan keberadaan putri saya?” tanya papi Steve.
“Sebentar pak steve dan ibu Syntia tenang dulu, kami akan mencoba menghubungi mereka” ujar opa Deon.
“Bagaimana tenang ini mengenai putri saya! Saya bayar mahal kalian agar bisa melindungi dia, tapia pa yang terjadi sekarang!” pekik papi Steve cemas.
“pak tolong jaga nada suara anda, daddy saya sudah tua, kami juga sedang berusaha menghubungi kedua bodyguard itu, kenapa kalian sangat cemas, apa kalian takut putri kalian tidak menghasilkan uang lagi? Tentu saja kerja sama yang keponakan saya ajukan tetap berjalan tidak ada yang di hentikan sedikitpun, jadi kalau masalah uang kami akan memberikan kompensasi yang sangat besar pada kalian” ujar papi Al, sebenarnya dia tidak mau bersikap jahat seperti itu, tapi itu semua karena permintaan Joy.
Gadis itu ingin tau apakah dimata keluarganya dia tidak hanya sebagai barang dagangan tapi juga putri kandung yang mereka cintai.
Sebenarnya Joy sejak tadi melihat dan mendengar apa yang terjadi di dalam ruangan itu karena dipasang kamera cctv dan alat perekam suara di ruangan itu, Joy yang memohon semua itu dilakukan pada kedua orang tuanya.
“APA YANG ANDA KATAKAN!” papi steve tegak dan menarik kerah baju papi Al, Pria itu tampak sangat marah dan emosi mendengar ucapan papi Al, walau dia terlihat acuh, Papi steve dan mami Syntia sebenarnya sangat menyayangi joy sebagai putri mereka. “Saya memang acuh sebagai seorang papi! Tapi saya masih menyayangi putri saya sendiri! Uang sebanyak apapun tidak bisa menggantikan putri saya! Dia satu-satunya putri yang lahir dari Rahim istri saya! Dia putri saya!” maki papi steve.
Joy terisak mendengar ucapan papi steve, begitu juga dengan mommy syntia, dia juga terisak kecil mendengar ucapan suaminya, dia pikir steve tidak menyayangi joy, karena dia lahir dari rahimnya.
Joy tegak dari duduknya dan berlari menuju ruangan papi dan mami nya berada karena memang ruangan itu tidak jauh tempatnya.
“Papi ! Mami!” pekik joy sambil berlari memeluk kedua orang tuanya.
“Joy! Kamu tidak apa apa nak?” teriak mami Syntia dan papi steve bersamaan.
Ini pertama kalinya joy menghilangkan segala gengsi untuk memeluk mami dan papi nya, karena selama ini gadis itu terlalu gengsi untuk meminta kasih sayang pada kedua orang tuanya, beberapa hari tinggal bersama mommy ay dan keluarganya, joy mulai belajar bagaimana caranya jadi egois untuk meminta kasih sayang pada kedua orang tuanya, dia melihat semua interaksi yang dilakukan oleh keluarga Ray tanpa ada malu sedikitpun.
“Joy, liat papi, kamu tidak apa apa?” tanya papi steve sambil menangkup kedua pipi putrinya.
“kalau kamu baik baik saja kenapa kamu menghilang setelah kecelakaan itu?” tanya papi steve.
“bagaimana kalau kita bicarakan dulu secara baik baik pak steve, dan maaf tadi saya bersikap kasar, saya di suruh acting menjadi orang jahat hari ini” kekeh papi al.
Papi steve, mami syntia dan yang lainnya mulai duduk dan membicarakan apa yang terjadi.
“Jadi_”
“Joy yang meminta daddy brian dan mommy ay untuk melakukan semua ini!” potong joy saat daddy brian mau menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi.
“Joy? Sebenarnya ada apa ini? Kenapa kamu bisa ada disini dan bersama keluarga tunanganmu?” tanya mami syntia.
Mommy ay mengelus puncak kepala joy dengan lembut, tampak sekali kasih sayang yang diberikan oleh wanita itu pada joy, joy langsung memeluk mommy ay karena takut dengan mami syntia dan papi Steve yang akan marah padanya.
“Joy! Kamu apa apaan ini!” bentak mami Syntia.
Mommy ay menggeleng pelan sambil tersenyum hangat pada mami syntia, “tidak apa mami joy”
“nama saya syntia nyonya danaya” ralat mami Syntia.
“mami joy!” tekan mommy ay sekali lagi, “Saya senang dipanggil dengan nama anak anak saya, kita semua sebagai ibu harus bangga dengan panggilan itu, mami joy, mami sandy, menurut anda itu memang memalukan tapi saya tidak, saya senang di panggil mommy Ray karena dengan begitu orang orang akan tau sayalah yang melahirkan putra saya ke dunia ini, jadi mami joy, tolong dengarkan penjelasan kami sampai akhir dan kenapa putri kalian meminta semua ini dilakukan” lanjut mommy ay, tangannya masih sibuk mengelus punggung Joy dengan lembut.
“kecelakaan itu terjadi karena ada orang yang berniat menculik putri kalian, ada salah satu pelayan telah berhasil mereka suap untuk memutus rem pada mobil yang akan di kendarai mereka, untung saja para bodyguard yang di sewa berhasil loncat dari mobil sebelum mobil itu meloncat ke dalam jurang, dan mereka harus bersembunyi untuk sementara dari kejaran para penculik” Jelas daddy Brian.
“Selagi kami mencari pelaku, kami harus menutupi dulu keberadaan joy untuk beberapa saat, dan juga karena permintaan dari putri kalian, makanya joy bersembunyi dan kami merencanakan ini semua” lanjut papi Al.
“Joy ingin tau apakah keluarganya benar benar menyayangi dirinya atau dia hanya di anggap barang dagangan oleh keluarganya, dia ingin mengetahui itu semua makanya kami semua bersandiwara seperti tadi untuk melihat reaksi kalian berdua, jika reaksi kalian menyakiti putri kalian sendiri maka kami tidak akan memberi tau jika putri kalian selamat, tapi ternyata kalian masih menyayangi joy, jangan marah padanya, dia hanya ingin sedikit egois untuk mengetahui seberapa besar kasih sayang kalian berdua padanya” tambah mommy Ay.
“Joy! Kemari lah” mami syntia dan papi Steve merentangkan tangannya untuk memeluk joy kembali, mereka sangat bersyukur joy putri mereka masih bisa selamat dalam bahaya yang mengincarnya. "Mami dan papi sayang dengan kamu joy" ucap papi dan mami joy serentak.
...🍉🍉🍉🍉🍉...