Bodyguard Mafia

Bodyguard Mafia
36. Dijemput



“Akhh!” Joy terkejut begitu buka pintu melihat sosok berbadan besar seperti seekor beruang di depan kamarnya, dia adalah Jack pengganti sementara yang menggantikan ray selama pria itu cuti. “ya ampun jack! Kenapa badan kamu besar banget sih, bikin gue terkejut terus liatnya” keluh Joy, bukan dia marah tapi gadis itu hanya terkejut karena jack selalu bersikap hormat dan sigap begitu melihatnya.


“Maaf nona” ujar jack.


“Nona mau kemana?” tanya Melvin begitu melihat joy memakai baju olah raga, bukan baju biasa yang dia gunakan untuk di rumah.


“mau olah raga, kenapa? Gak boleh ya?” tanya Joy saat melihat wajah Melvin yang sedikit khawatir.


“olah raga di gym dalam rumah kan nona?” tanya Melvin.


Joy menghela nafas sedikit panjang, tadinya dia ingin lari mengelilingi taman, sudah lama dia tidak olahraga diluar rumah, apa lagi itu adalah hari libur bagi para siswa dan siswi yang baru menyelesaikan UAS. “baiklah aku hanya olahraga di dalam rumah” ujar Joy pasrah karena saat ini wajah Melvin seperti sedang memberi peringatan pada joy, agar gadis itu mematuhi perintah Ray.


.


Baru sekitar satu jam Joy olah raga terdengar suara ribut ribut di pintu depannya, ternyata teman teman joy datang, mereka semua sudah berpakaian seperti orang yang mau pergi ke pesta.


“Joy! Ikut yuk, aldo ngerayain ulang tahunnya di club, dia sewa satu club khusus untuk pesta ulang tahunnya” ujar Sonia bersemangat.


Joy hanya menatap datar Sonia dari tempat dia duduk.


“emang kita diundang?” tanya joy.


“Karena kita diundang makanya gue datang kesini jemput lo” ujar Sonia.


Melvin menatap joy sambil memberikan peringatan, joy yang mengetahui kode itu hanya mengangguk dan tersenyum datar pada Sonia dan dua temannya yang lain.


“gue gak bisa ikut, sorry banget” tolak Joy secara halus.


“Nyokap sama bokap elo kan gak ada di sini Joy, ayolah kita udah stress ujian selama ini, aldo teraktir kita minum sampai puas” ajak Sonia sekali lagi.


Joy kembali menggelengkan kepalanya, “Kalian aja yang pergi, gue gak bisa pergi malam ini, kecuali tiga hari lagi baru bisa gue ikut” ujar Joy.


Sonia tertawa keras mendengar penolakan Joy, “joy, ini aldo yang ngundang elo?! Lo udah gak ada perasaan sama aldo lagi?” tanya Sonia penasaran.


Joy menggelengkan kepalanya pelan.


“lo serius?? Sumpah demi apapun lo serius dengan ucapan lo?” tanya Sonia sekali lagi karena dia tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh aldo.


“Udah gak ada lagi Sonia” jawab joy dengan ucapan.


“Apa yang terjadi? Apa aldo buat salah sama lo? Bukannya aldo udah bilang dia cuma Sukanya sama lo, karena nyokap sama bokap nya aja makanya dia bisa bersama Ruby” Sonia dan dua temannya memang tau cerita tentang hubungan aldo dan Joy, tentang aldo yang memiliki perasaan pada Joy, tapi harus berpacaran dengan Ruby karena terpaksa.


“Tapi joy udah nungguin aldo selama bertahun tahun masak nyerah gitu aja karena si ruby” ujar Sonia.


“yang elo bilang emang benar nia, tapi gue memang udah gak ada perasaan lagi sama aldo, dia Cuma pria brengsek yang memanfaatkan hati gue aja, ngapain gue nungguin pria seperti itu” ujar Joy.


“Joy, lo tau kan bagaimana perasaan aldo sama lo, dia terpaksa sama ruby karena orang tuanya” ulang Sonia, terlihat sekali gadis itu yang kesal dengan keputusan joy.


Joy mengangguk pelan, “tau kok, tapi untuk apa, mau seberapa lama gue menunggu dia dan Ruby putus, bukankah dia tetap memilih orang tuanya, ngapain gue nunggu pria yang gak jelas seperti dia”. Sejak joy mulai memiliki perasaan dengan Ray, gadis itu mulai bisa berpikir lebih jernih tentang hubungannya dengan aldo, dia juga mulai bisa membedakan yang mana beneran cinta atau hanya sekedar obsesi.


“Iya gue setuju joy, gue juga gak suka sikap Aldo yang mempermainkan perasaan elo, cumin gue gak bisa apa apa karena elo waktu dulu sangat menyukai aldo, lo bahkan tutup mata dan telinga setiap kita nasehati elo” ujar nanda.


Icha sejak tadi memperhatikan tingkah Sonia yang terlihat kesal dengan keputusan Joy, “nia jujur sama gue, kenapa lo kayak gak terima gitu joy udah bisa berpikir pintar?” tanya icha.


Sonia menatap ketiga temannya yang menatapnya, “karena gue juga suka sama aldo tapi gue berusaha untuk menghilangkan perasaan itu karena joy sangat mencintai Aldo, aldo juga mencintai joy, mereka terlihat cocok jika bersama, gue mau aldo bahagia” jawab jujur Sonia.


“ya ampun nia, maaf selama ini gue gak tau, tapi benar gue udah gak ada perasaan lagi sama Aldo, maaf nia gue benar benar gak tau” ujar joy merasa sedih mendengar ucapan Sonia.


Sonia mengangguk pelan, “kalau gitu lo bisa datang ke pesta ulang tahun aldo, bilang ke dia baik baik jika lo udah gak ada perasaan lagi sama dia, jadi aldo bisa melepaskan elo joy, gue kasihan sama aldo, dia telepon gue dan memohon sama gue buat elo datang ke pesta ulang tahunnya, dia bilang dia akan memutuskan ruby di depan teman temannya dan menyatakan perasaannya pada elo, kasihan dia joy” bujuk Sonia sekali lagi.


Joy kembali menggelengkan kepala, “sorry nia gue benar benar gak bisa, kalau untuk bicara dengan aldo akan gue lakuin tapi tidak bisa sekarang, gue gak bisa kemanapun saat ini”.


“maksudnya lo bisa pergi tapi tidak bisa hari ini?” ulang Sonia.


“Iya, saat bodyguard gue kembali, dia sedang cuti saat ini” ujar Joy.


“Joy, boleh gue tanya, lo udah gak ada perasaan sama Aldo apa karena bodyguard elo?”


Joy mengedikkan bahunya acuh, “maybe yes maybe no” jawab joy ambigu.


“joy! Dia hanya bodyguard, oke wajahnya tampan, tapi apa orang tua elo setuju, masih mending aldo” seru Sonia tidak percaya dengan pilihan joy.


“aldo selalu buat gue sakit hati, gue gak bisa lagi menunggunya” gumam joy.


“Joy, aldo udah bilang sama gue dia bahkan memohon sama gue agar elo bisa datang ke pestanya, kali ini aja joy, jangan buat dia sedih di hari ulang tahunnya, please demi gue, biar gue bisa ngejar dia tanpa merasa terbebani dengan elo” lirih Sonia.


“gak bisa nia, gue benar benar gak bisa, gue gak apa kalau elo mau ambil aldo, jangan terbebani sama gue, lo bisa kejar dia kalau elo mau” tolak joy sekali lagi.


“kenapa elo gak mau datang walau cuma sebentar? Kan masih ada bodyguard elo yang lain, hanya sebentar joy, gue udah janji sama aldo bakal membawa elo kesana, aldo bakalan benci sama gue kalau gue gak berhasil bawa elo” lirih Sonia.


...🍏🍏🍏🍏🍏...