Alpha Female

Alpha Female
Bab 73



...Welcome to Alpha FemaleπŸ˜˜πŸ’•...


...Happy Reading ✨...


...Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—...


Arkana terdiam sejenak dan berkata, "Kita coba aja dulu dan lihat, apa yang akan terjadi nantinya." mereka bertiga pun, langsung mengiyakannya.


...<\=>...


"Sialan! Kenapa aku nggak diundang Alpha, njir?!" umpat Alin, ketika Aizha baru tiba di dalam Kelas.


Aizha langsung duduk, di bangku samping Alin. "Ini lagi ada apa sih? Kok, kayaknya ada berita heboh?"


"Tadi pagi, si Alpha berulah lagi. Dia ungkap kasus pelecehan yang dilakuin Adik Kelas," jelas Afifah dan Aizha pun, menganggukkan kepala paham.


"Ternyata, beneran ada yang hamil dong!" seru Via heboh, Aizha pun menutup mulut, saking tercengangnya.


"Arghhhh!" Alin mengacak rambutnya. "Bisa-bisanya, dia nggak undang aku. Apa jangan-jangan, dia bakalan nargetin aku, setelah ini?" khawatir sendiri.


Aizha mengerutkan kening. "Aku dapat tuh notifikasinya. Tapi, jamnya terlalu pagi banget. Jadi, aku mutusin buat nggak dateng deh."


"Jam berapa?!" tanya Alin, langsung tanpa jeda.


"Sekitar jam setengah dua belas mungkin," sahut Aizha dan Alin pun, berdecak sebal. Pada jam itu, handphone telah mati. Pantas saja, dia tidak mendapatkan notifikasi itu.


"Apa pesannya hilang?" tanya Via, penasaran. "Aku sempat lihat, notifikasi Alpha. Tapi hilang begitu aja, setelah hp ku mati."


"Kalau hp-nya mati, kemungkinan besar bakalan hilang. Punyaku tadi pagi masih ada. Sekarang udah hilang begitu aja. Mungkin, karena masalahnya udah selesai," kata Afifah dan Via pun menganggukkan kepala paham. Sedangkan Alin, meleleh di meja, pasrah.


Aizha tampak tersenyum dan membelai rambut Alin. Pada lain sisi, Afifah terus memperhatikannya. Aizha menyadari hal itu, namun berpura-pura tidak tau.


...<\=>...


Banyak mobil keluar, dari halaman Sekolah. Mereka semua merasa sedih, mengetahui kasus pelecehan, yang dilakukan Adik Kelas. Semuanya bungkam dan tidak terlalu membahasnya. Para Guru yang masuk Kelas, memberikan nasehat dan menjadikan hal ini, sebagai pelajaran para Murid.


Bel pulang Sekolah berbunyi. Kini para Murid, langsung dipersilahkan untuk pulang dan dilarang menunggu, terkecuali yang menunggu jemputan. Banyak para Guru dan Penjaga Sekolahan, mengawal mereka semua. Terlihat beberapa karyawan Sekolah, juga berkeliling ke setiap kelas.


Aizha yang melihat kejadian ini, tersenyum senang dan kembali mimisan. Hal ini, membuat Cantika dan Bunga terkejut serta bingung. Jika, mengingat energi Aizha yang kuat dan besar. Apalagi, dia hanya mengeluarkan sedikit kekuatannya, untuk kasus ini.


Ketika mereka tiba di rumah Aizha. Innara baru menjelaskan, alasan kenapa Aizha bisa mimisan. Perubahan yang telah terjadi di Sekolah, adalah perbuatannya. Pada jam lima pagi tadi, orang yang menjadi Alpha, bukanlah Aizha, melainkan Innara.


Aizha pagi-pagi tadi, bertukar posisi dengan Innara. Dia memutuskan, ingin bertemu dengan para Guru, Kepala Sekolah, Wakilnya dan Karyawan yang lain. Aizha mengaku pada mereka semua, jika dirinya telah mengenal Alpha. Dia juga berusaha, untuk berdiskusi pada mereka semua, dalam memperbaiki kualitas Sekolah. Berkat kekuatan cerdas dan hipnotis. Aizha langsung mendapat hati mereka, dalam sekejap.


Cantika dan Bunga tercengang. Aizha juga memberitahu, untuk memberikan fasilitas yang lebih baik lagi, bagi Murid beasiswa, seperti peralatan sekolah, uang saku dan les yang unggul, jika ada lomba. Mendengar hal ini, Cantika benar-benar senang dan terharu.


"Wahhh, gilak banget sih, ini! Pasti, makin banyak lagi, orang-orang yang pingin bawa anak mereka, ke sekolah kita! Meskipun mereka, dari kalangan menengah," seru Bunga, heboh.


"Bukan cuman itu, akan ada ekstrakurikuler channel. Ekskul ini, bakalan ajak para Murid, untuk bikin vlog. Penghasilan akan dibagikan oleh setiap orang di sekolah, dengan membelikan sesuatu, berdasarkan hasil voting bersama dan sebagainya lagi, diberikan kepada yang membutuhkan," jelas Innara, membuat Cantika dan Innara tercengang.


"Iya," sahut Aizha dan memberitau lebih detail, "Nanti, bakalan ada vlog menyanyi, membagikan tips belajar, bersosialisasi, pelajaran dan sebagiannya. Ada juga keseharian sekolah, yang berupa vidio kenangan, dengan tambahan musik."


"Ada satu hal lagi! Setiap Penjaga, akan selalu berkeliling di setiap lorong, mau jam istirahat atau pelajaran. Jika aksi bully, pelecehan dan berdagang, semua akan langsung diurus Sekolah! Penjagaan, akan lebih ketat dua kali lipat!" ujar Innara, membuat Cantika dan Bunga, resah.


"Kalau mereka enggak suka gimana?" tanya Cantika.


"Kalau enggak suka, artinya mereka telah melakukan hal yang dilarang itu. Setiap Penjaga, juga udah aku beri sesuatu, yang akan membuat, para Murid baik-baik, merasa nyaman dan aman. Sebaliknya, jika mereka Murid yang aneh-aneh, makan akan terganggu dan menggeliat, sendirinya," jelas Aizha, membuat Cantika mengerutkan kening.


"Kok bisa? Kekuatan apa yang lo pakai?" tanya Cantika, membuat Bunga ikut penasaran.


"Ini enggak beda jauh sama kekuatan kepercayaan. Tapi, item ini, dulunya bernama bintang. Kekuatan yang bikin aku, terlihat lebih cantik dan membuat banyak Murid terpesona. Kekuatan ini, telah berkembang dan aku salurkan kepada mereka," ungkap Aizha dan mereka berdua pun ber-ohh saja.


"Tapi guys, hal ini enggak menjamin, akan bertahan lama. Kita semua tau, ada masalah soal sistem Gatif yang masih belum terpecahkan. Jika, Aizha telah pergi, dari dunia ini, karena masalah itu. Apa yang telah kita lakukan, untuk sekolah ini. Performa nya, akan bisa menurun tiga puluh persen," ucap Innara membuat mereka berdua terkejut.


"Tiga puluh persen? Itu besar loh!" seru Bunga.


"Sia-sialah, kalau begini!" ujar Cantika, mulai kesal.


"Semua ini, enggak akan sia-sia, kalau Arkana benar-benar ada, di pihak kita! Hanya keluarganyalah, yang paling berkuasa di sini! Cuman dia, yang bisa mempertahankan, apa yang telah kita lakukan selama ini!" ujar Aizha dan mereka bertiga pun setuju.


"Mari, kita bekerja sama, untuk membersihkan Sekolah ini! Pahlawan negara saja, tidak pantang menyerah dan rela mempertaruhkan nyawa, demi kebebasan negara kita. Meskipun, generasi-generasi berikutnya, malah terkadang menyimpang dan melakukan pengkhianatan. Apalagi, sekarang makin banyak keserakahan dan keegoisan yang saling mengigit satu sama lain," ucap Cantika.


"Semua orang memiliki kepribadian, hasrat dan nafsu tersendiri, akan dunia mereka. Kita yang sadar dan dapat mengendalikan diri sendiri, haruslah maju, untuk menegakkan keadilan, kebenaran dan kebebasan seseorang!" tambah Innara.


"Yaps! Apapun yang terjadi nantinya, selagi kita bisa! Kita tetap harus melakukannya, semampu mungkin! Sebagai contoh generasi selanjutnya! Dengan harapan, banyak orang-orang yang memiliki kesadaran dan dapat melanjutkan misi-visi kita, dengan kekuatan diri mereka sendiri!" sahut Bunga dan disetujui oleh ketiga sahabatnya.


"Semoga, Tuhan mendengar apa yang kita harapkan dan mengabulkannya!" ucap Aizha dan diaminkan oleh mereka bertiga.


"Doa baik, pasti akan didengar oleh Tuhan! Jadi, kita serahkan saja sisanya pada Tuhan, woke?!"


"Woke!" sahut Aizha, Innara dan Bunga yang sepakat, dengan pernyataan Cantika.


...<\=> ...


Malam harinya, Aizha, Innara, Bunga dan Cantika, tengah tertidur lelap di satu kamar. Mereka kini, sedang berada di rumah Aizha. Terlihat empat orang berbaju hitam, tengah menelusup masuk, ke dalam rumah megah itu, dengan hati-hati dan waspada.


Mereka berempat, dengan lihai, berhasil masuk ke dalam kamar Aizha. Nampak kedua orang memegang pistol dan yang lain pisau. Seorang lelaki langsung memberikan kode, pada ketiga teman-temannya. Nampak satu orang, ragu-ragu dan resah. Pisau tajam itu gemetar, mengarah ke dada Bunga.


"Ayo!" ucap salah orang yang mengkode dan suara tembakan pun terdengar sangat keras. Dua peluru, berhasil keluar dari pistolnya dan kedua pisau itu. Sua orang memegang pisau, juga telah mengayunkannya ke arah Bunga serta Innara.


...Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—...


...Bersambung...✨...


...Sampai jumpa, di bab selanjutnya, guys!πŸ˜˜πŸ’•...


...Maaf, jika ada salah kata, kekurangan dan ketidak nyamanan kalian, pada saat membaca.😊✨...