Alpha Female

Alpha Female
Bab 39



...Welcome Alpha Female✨...


...Happy Reading guys💕...


...××××××××××××××××××××××××××××××××...


Innara dan Aizha pun bersembunyi di Perpustakaan. Cantika dan Bunga, yang mendapatkan pesan dari Innara, langsung pergi menyusul. Mereka berdua tampak terkejut, mendengar penjelasan Innara, tentang kondisi Aizha saat ini.


"Kok bisa, Zha? Coba lo inget-inget! Hal apa yang lagi lo pikirin atau lakuin. Sampai-sampai, muncul nafsu kayak gitu?" pinta Cantika, untuk mengingat kembali memori Aizha.


Aizha tampak mengingat-ngingatnya kembali. "Emmm, awal-awal aku nggak ngerasa senafsu ini. Tapi, waktu aku mikirin rencana dan bertanya-tanya, tentang kajadian itu. Nafsunya langsung muncul dan aroma darah itu, sangat menyengat," ungkap Aizha, membuat Cantika paham.


"Innara pernah bilang, kalau setiap kali, lo pakai kekuatan dari sistem Alpha. Lo bakalan, kehilangan banyak darah dan kelalahan. Itu artinya---" ucap Cantika terpotong.


"Sebentar!" tahan Aizha, membuat Cantika, Bunga dan Innara menoleh ke arahnya. "Ada partikel Alpha yang melekat pada tubuhku. Waktu aku pingsan, dua minggu yang lalu. Dia ngasih tau, kalau aku bisa menyerap darah secara langsung, untuk bertahan hidup."


"Hah?" Innara tampak, tak percaya dan bingung. "Partikel? Sejak kapan partikel bisa ngomong?"


"Partikel-partikel itu, mungkin menyebar ke seluruh organ tubuh Aizha, termasuk otak. Mungkin, karena hal itu," sahut Cantika, mengarang. "Tapi, apa sebaiknya nggak kita coba dulu?"


Aizha, Innara dan Bunga, terkejut. "Maksudnya?" tanya Aizha, tak paham.


"Jangan bilang, kamu minta Aizha, untuk uji coba sekarang?" tebak Bunga dan diangguki oleh Cantika.


Innara dan Aizha, tampak sangat terkejut. "Lo gila! Gimana, kalau ada Murid lain yang lihat Aizha, lagi gigit atau jilat tuh darah si cewek! Kita harus gimana?!"


"Aizhakan, bisa transfer kekuatannya, tanpa sadar. Dia cukup percayain saja, soal itu ke gue sama Bunga. Nah, kalian berdua tinggal masuk dan lihat, gimana cara ngehisap Aizha," jelas Cantika, membuat Innara sedikit ragu.


Beberapa detik kemudian, Innara dan Bunga langsung mempercayai ucapan Cantika. "Aku juga penasaran. Lebih baik, kita coba aja saran Cantika," ucap Aizha yang mempercayai Cantika.


Innara tampak menyadari sesuatu. "Zha, lo percaya sama Cantika?" tanya Innara dan diangguki oleh Aizha. "Lo mau, kita juga percaya sama dia kan?" tanyanya kembali, Aizha menganggukkan kepala dan setetes darah keluar dari dalam hidung.


"Zha... Lo mi-misan lagi!" ucap Cantika, terkejut.


Bunga langsung mengambil tisu dari kantung dan memberikannya pada Aizha. Innara pun mengangguk-anggukan kepala. "Benarrr, tanpa sadar, Aizha sudah transfer kekuatan kepercayaan ke kita bertiga. Jadi ayo! Kita lukakan rencana Cantika bersama!"


"Sekarang?" tanya Bunga dan Cantika pun tersenyum lebar. Dia menyeret Bunga, untuk pergi duluan. Sedangkan Innara, tengah membantu Aizha, untuk membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.


...<\=>...


Cantika dan Bunga, berhasil menemukan tubuh gadis itu. Cantika pun bicara pada dua Guru yang menjaga ruang tersebut. Dia meminta Cantika, untuk segera pergi, karena ada perkelahian di lantai paling atas, sedangkan para Guru yang lain tengah rapat. Dua guru tersebut, mau tidak mau, harus turun tangan, untuk menyelesaikan perkelahian itu. Mereka berdua pergi dan menitipkan gadis itu ke Cantika.


Bunga yang berada di lantai paling atas, tampak sedikit mencurigakan. Dia menemui salah seorang Siswa dan memberikan sebuah surat. Setelah membacanya, Siswa tersebut tampak sangat marah. Dia bertanya pada Bunga, siapa yang telah menyuruhnya. Bunga pun memberitau dan Siswa tersebut, langsung pergi ke tempat orang itu berada.


"Maaf..." ucap Bunga, ketika melihat perkelahian telah benar-benar terjadi.


Bunga pun pergi, menemui Cantika. Innara dan Aizha juga, telah berada di ruang tersebut. Nampak, gadis malang itu masih terbaring, dengan darah berlumuran.


Aizha tak dapat menahannya pun meminta maaf dan butiran-butiran merah darah bertebangan, mengelilinginya. Innara, Bunga dan Cantika, sedikit menjauh melihat hal itu. Mereka juga tampak sangat terkejut. Butiran-butiran itu langsung masuk ke dalam tubuh Aizha, tanpa meninggalkan bekas.


Mata Aizha, perlahan-lahan terbuka. Dia mengecek seluruh tubuhnya, tapi tidak ada yang berubah. Cantika, Bunga dan Innara pun mendekat, untuk melihatnya.


"Gimana caranya, lo lakuin itu Zha?" tanya Innara penasaran.


"Aku nggak tau. Aku cuman ngijinin tubuhku aja, untuk ngehisap darahnya. Aku nggak percaya, kalau caranya kayak gini," sahut Aizha, bingung sendiri.


"Yang lo rasain apa?" tanya Cantika.


"Aku ngerasa lebih sehat dan segar sepuluh kali lipat dari biasanya," jawab Aizha, tanpa melebih-lebihkan. Innara dan Cantika, tampak lega serta ikut senang.


"Tapi guys... Gimana sama dia? Dia jadi bersih, tanpa darah," ucap Bunga, melihat gadis itu.


Cantika, Aizha dan Innara, terlihat pusing sendiri. Tiba-tiba, sebuah ide muncul. Aizha memberikan saran, untuk memandikan gadis itu. Bunga, Cantika dan Innara pun, langsung menyetujuinya. Lagi pula, hal itu memang harus segera dilakukan.


Tidak ada satu jam, dua Guru itu pun kembali. Mereka tampak terkejut, melihat gadis itu telah bersih dan berganti pakaian, dengan seragam olahraga. Bunga, Innara, Cantika dan Aizha, tampak tersenyum lembut, setelah menyapa mereka berdua.


"Apa kalian yang memandikannya? Bagaimana caranya?" tanya dua Ibu Guru, membuat mereka berempat tersenyum kikuk. Berkat item manipulasi. Mereka dapat manipulasi waktu dan energi, untuk memandikan gadis itu, tepat waktu.


"Heheheee, iya Bu," sahut Cantika, kikuk. "Caranya... Kayak biasa, kalau lagi mandiin orang."


"Rencana, mau mandiin sesuai aturannya, tapi nggak ada kafan atau bahan yang lain," tambah Innara, sambil tersenyum kaku.


Ibu Guru, tampak tersenyum lembut. "Nggak papa, niat kalian sudah bagus kok. Kasihan juga, kalau dia dibiarkan seperti tadi. Terima kasih ya, anak-anak," ucap Ibu Guru dan diangguki oleh Aizha, Bunga, Cantika serta Innara.


...<\=>...


Pada lain tempat, Arkana, Akhsan, Dirgantara dan Farel, tengah merenung di ruang Aples. Tak berselang lama, Pak Kepala Sekolah dan dua Guru yang selalu di sampingnya, muncul. Mereka bertiga, duduk di antara Arkana, Akhsan, Dirgantara dan Farel.


"Bapak sama yang lainnya, sedang berusaha, untuk mencaritau orang yang membuat keributan ini. Bapak juga jamin, orang luar enggak akan tau hal ini! Jadi, kalian tenang saja dan---" ucap Pak Kepala Sekolah terpotong.


"Siapa yang peduli? Bukannya kami udah minta Bapak, untuk tidak serakah?" potong Farel, membuat Pak Kepala Sekolah, tersenyum kikuk.


"Se-sepertinya kalian salah paham. Bapak sud---" ucapan Pak Kepala Sekolah, kembali terpotong.


Dua guru yang mendapingi Pak Kepala Sekolah, tampak sangat terkejut. Mereka terlihat bingung sendiri. Farel dan Akhsan, sampai mengernyitkan kening, melihat ekspresi mereka bertiga.


"Kalian tidak mau menunjukkannya?" tanya Dirgantara, membuat mereka menggelengkan kepala, secara bersamaan.


"Bu-bukan! Cuman..." ucap Pak Guru yang tinggi, bimbang.


Arkana menaikkan salah satu alisnya, melihat mereka bertiga. "Cuman apa?" tanyanya.


"Filenya hilang," sahut Pak Kepala Sekolah cukup pelan, membuat Farel dan Akhsan terkejut.


Arkana pun menggebrak meja, hingga membuat Pak Kepala Sekolah dan dua guru itu, terkejut. Dirgantara yang berada di dekat Arkana, hanya sibuk membaca buku. Tampak raut wajah Arkana yang sangat menakutkan dan penuh amarah.


"Cari file itu kembali, secepatnya! Kalau kalian, nggak bisa dapatin file-file itu. Kalian cukup pilih, mau bicara dengan saya atau Tara!" kata Arkana dan mereka bertiga pun meminta maaf.


Pak Kepala Sekolah dan dua Guru itu, akan mencari file tersebut, sampai ketemu. Mereka pamit pergi, untuk mencari kembali file-file tersebut, dengan penuh ketakutan.


Dirgantara pun menutup bukunya dan melihat ke arah Arkana. "Mereka pasti, akan menghubungi Alpha, karena dia lah pencurinya."


"Kita harus siap-siap dan jangan sampai, kecolongan lagi," ucap Arkana dan diangguki oleh Farel, Akhsan serta Dirgantara.


...<\=>...


Innara, Bunga dan Cantika kini, tengah berkumpul di rumah megah Aizha. Mereka berempat, tengah sibuk berbicara di ruang yang penuh, dengan teknologi canggih milik Aizha. Tetapi, obrolan mereka seketika terhenti, karena pesan dari Pak Kepala Sekolah.


Pak Kepala Sekolah ;


Bisakah, anda kirim kembali file-file itu? Saya sangat memperlukannya.


Alpha ;


Untuk apa?


Pak Kepala Sekolah ;


Saya sudah lakukan sesuai permintaanmu! Tapi, anda tidak pernah mengembalikan file-file itu kembali?!


Alpha ;


Maksudmu?


Pak Kepala Sekolah ;


Waktu kasus Andre! Saya juga, telah mengeluarkan Pedro, seperti yang anda suruh!


Seharusnya, anda memberi saya hadiah, dengan mengembalikan file-file yang anda curi!


Aizha, Innara, Cantika dan Bunga, tampak sangat terkejut. "Apa?! Pedro keluar dari Sekolah kita!" ucap Innara, tak percaya.


"Arghhh, sialan!" umpat Cantika, sambil memukul dinding.


Alpha ;


Siapa yang menyuruhmu, sialan?!


Pak Kepala Sekolah, terlihat kaget, dengan makian Alpha. Dua Guru yang mendapinginya pun, ikut terkejut. Perasaan mereka, jadi terasa tidak enak.


"Pakkk, apa mungkin, kita salah orang?" tanya Pak Guru pendek.


"Apa maksudmu salah! Cuman dia seorang, yang kirim pesan mel..." ucap Pak Kepala Sekolah, menggantung. Dia keluar dari room chat Alpha dan melihat, dua kontak yang berbeda, dengan jenis sama. "Benar katamu, kita salah orang."


Alpha ;


Hei! Jawab pertanyaan ku, sialan!


Pak Kepala Sekolah, menjadi takut sendiri. Apalagi, sebuah notifikasi tiba-tiba masuk, pada kontak selain Alpha.


Alpha mins :


Sepertinya, kalian harus menyusul gadis malang itu.


Pak Kepala Sekolah dan dua Guru tersebut, mulai ketakutan. Entah apa yang terjadi, ruangan itu mulai mengeluarkan banyak asap, hingga memenuhi ruangan. Beberapa detik kemudian, cipratan darah mengenai jendela dan handphone itu juga, langsung hancur lebur.


...×××××××××××××××××××××××××××××××...


...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....


...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍 vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...


...See you...💕...