
...Welcome to Alpha Female✨...
...Selamat membaca✨...
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
Kini Innara telah pulang ke rumah. Dia pergi ke kamar dan melepas jaket milik Alex. Nampak dari dekat, bibirmya yang bengkak dan juga gigitan di tangan. Siapapun yang melihat, pasti akan miris.
Innara membuang jaket Alex ke lantai, dengan penuh kebencian. Dia menginjak-injaknya, dengan penuh penekanan. Matanya yang memerah dan berair, melihatkan luka dan api yang menyala.
Lelah sudah, dia menginjak jaket itu selama lima belas menit. Dia pun jatuh terduduk, sembari menangis sesenggukan. Rasa kesal pada dirinya, sangat membara. Dia memukuli lantai dan menampar wajahnya sendiri, sambil berkata, "Bodoh! Pengecut! Sampah!"
Innara menangis seorang diri. Dia menatap ke arah tangannya yang digigit oleh Alex. "Menjijikan!" makinya pada diri sendiri.
Innara telah lelah pada hidupnya. Dia jatuh, terbaring di atas lantai. Matanya terpejam, meratapi nasib.
...<\=>...
Pagi harinya, para Murid tengah berjalan masuk ke dalam area Sekolahan. Aizha yang baru saja turun dari mobil, langsung berjalan menuju gerbang. Namun, ketika dia berada di ambang gerbang Sekolah. Seseorang menitipkan sebuah surat ijin padanya.
"Terima kasih, Non," ucap Pria, empat puluh tahunan itu pada Aizha.
Aizha menjawab, "Sama-sama," dan Bapak itu pun pergi.
Aizha melihat surat itu dan menemukan nama Innara di ujung bawah. "Innara?" firasat Aizha mulai tidak enak. Ada rasa penasaran dan khawatir di benaknya.
Bunga yang baru saja melewati Aizha, tanpak sedikit aneh. Aizha yang terlihat fokus, dengan surat itu pun, mengalihkan pandangan ke arah Bunga. Dia ingin menghampirinya. Namun, Bunga telah mendekat ke arah Vlora dan Kawan-Kawan.
"Vlora! Kita harus bicara!" pinta Bunga pada Vlora yang sedang bercanda, dengan Kawan-Kawan.
Vlora dan Kawan-Kawan, melihat ke arah Bunga, dengan tatapan tidak suka. "Cih, apa mau lo hah?! Masih belum puas lo, bikin Vlora malu!" tuduh teman Vlora, tas coklat.
"Aku?"
"Ihhh, pura-pura nggak tau segala! Nih lihat!" gadis bertas coklat itu, menunjukkan layar handphonenya ke Bunga.
Bunga tampak terkejut. Aizha yang penasaran pun, mendekati salah satu Siswi, untuk bertanya. "Kamu tau nggak, isi handphone itu yang ditunjukin ke Bunga?"
"Ehhh, kamu belum tau? Sebentar!" siswi itu, mengambil handphone dari kantong rok dan mencari sesuatu. "Nah ini!" dia menunjukkan layar handphonenya ke Aizha.
Aizha melihat, sebuah rekaman vidio. Dimana, Bunga yang duduk di atas meja dan menyuruh Vlora dan Kawan-Kawan, untuk menuruti perintahnya. Aizha tampak tak percaya dan melihatnya lebih seksama. Namun, vidio itu benar-benar nyata dan bukan editan.
Bunga yang berda di lain sisi. Melihat sekitarnya. Para Murid mulai berbisik dan menatap Bunga, tak suka. Gadis yang meminjami handphone ke Aizha, kembali menunjukkan info lain tentang Bunga.
Terlihat, pada rekaman vidio itu, Bunga tengah berbicara, dengan Vlora di depan rumah ( Bab 8 ) Bunga yang diam saja, membuat para Murid yakin, jika Bunga tidak sebaik yang dipikirkan. Aizha sedikit kesal, karena sikap Bunga yang benar-benar bodoh dan polos. Ada juga screnshootan chat Vlora dan Kawan-Kawan, dengan Bunga.
"Kayaknya, si Alpha salah orang deh," ucap Siswi yang meminjamkan handphone pada Aizha.
"Alpha?" tanya Aizha tak mengerti.
"Alpha itu, orang yang udah ngebantuin kamu dari siksaan Bianka CS dan Jeno. Kami sebut dia, kayak gitu tuh, karena nama kontaknya Alpha."
"Apa?! Kamu serius?" tanya Aizha, yang sedikit khawatir.
"Iya!" sahut Siswi itu, serius.
Aizha nampak terdiam sejenak. Pandanganya teralihkan, ketika Bunga tiba-tiba saja lari. Dia ingin mengejar, namun Siswi itu mencegahnya.
"Lebih baik, kamu nggak kejar dia. Jangan sampai, hidupmu berubah menjadi neraka lagi, karena mengenalnya," saran Siswi itu, mengkhawatirkan Aizha.
Aizha tersenyum lembut. "Makasih, aku cuman baru aja keingetan, untuk segera pergi, sebelum Guru itu marah."
"Ohhh, oke."
Aizha pun pergi, setelah tersenyum. Dia terpaksa memutari gedung Sekolah, untuk mencari Bunga. Namun sayang, dia tak segera menemukannya. Hologram pun muncul.
...[Lihat, apa yang telah kau perbuat, Aizha!]...
...[Kau telah membuat menderita]...
"Aku tau! Bisakah, kau tidak menggaguku! Dan tolong aku!" ujar Aizha, kesal.
...[Oke]...
...[Hasil komentar para Murid, tentang Bunga akan ditayangakan!]...
...______________________________________...
...|a: Gue nggak sangka, Bunga sebejat |...
...| itu. |...
...|b : Ya ampun, ternyata dia tidak |...
...| sesuai realita luarnya. Miris... |...
...|c : Itu artinya, Alpha udah ketipu |...
...|d : Mangkanya, jangan pernah nilai. |...
...| orang dari couvernya doang! |...
...|e : Kebanyakan tuh ya, orang polos |...
...| emang pada begini nih! |...
...______________________________________...
...[Vidio ketika Bunga, meminta Vlora DKK untuk menuruti perintahnya, adalah nyata. No edit sama sekali. Mereka meminta Bunga melakukan hal itu, hanya untuk bersenang-senang. Ini adalah salah satu ide teman Vlora, sebagai bahan elakan. Jika Anak-anak di Kelasnya, menganggap mereka memanfaatkan Bunga]...
"Kalau chat?" tanya Aizha.
...[Chatnya itu rekayasa]...
...[Mereka juga telah bersiap-siap, kalau kamu akan mengungkapkan kembali rahasia mereka]...
"Hmmm, apa lebih baik, aku biarkan saja mereka dulu? Setelah lengah, baru aku ungkap kembali?"
...[Perbaiki dulu hubunganmu, dengan Bunga]...
"Hmmm, baiklah," sahut Aizha.
...<\=>...
Jam istirahat tiba, Aizha pergi ke Kantin. Dia tak sendirian, ada teman yang menemani. Rasanya sangat menyenangkan. Sepanjang perjalanan, mereka saling mengobrol dan bercanda tawa. Sesekali, anak cowok juga ikut menjailinya.
Kini mereka duduk di meja paling pojok. Tiga orang Siswi, membawakan makanan dan minum, karena kalah main. Tampak ketiga Siswi itu, melayani Aizha dan teman yang lain, layaknya Pramusaji. Drama antar Pelanggan pun dimulai.
"Eitssss, sejak kapan ya, saya pesan bakso? Saya kan pesannya siomay!" kata Alin.
Via paham dan mulai kembali aktingnya, "Ma-maaf, tapi... Kakak tadi, pesannya bakso. Ini bukti catatannya." dia menyodorkan tangan kanan ke Alin, seakan-akan menunjukkan buku note mini.
Alin pun menghempas tangan kanan Via dan memarahinya, "Jadi, kamu nyalahin saya, hah?! Dasar, Pelayan nggak tau diri!"
Alin mendorong tubuh Via, setelah berdiri tegak. Para Murid tampak kaget dan melihat ke arah mereka. Aizha yang terlihat khawatir, mendapatkan senyuman dari teman di depannya. Dia ingin, Aizha untuk tidak risau dan tetap menikmatinya.
"Mana Managermu, hah?! Saya bakalan aduin kamu, supaya dipecah dari Restoran ini!" seru Alin, dengan akting yang luar biasa.
Salah seorang gadis yang duduk di samping Aizha, pergi. Dia tiba-tiba muncul, menjadi Manager Restoran, yaitu Afifah. "Ada apa ini?"
"Anda siapa?"
"Saya Manager di Restoran ini. Ada yang bisa saya bantu?"
"Pecat dia sekarang! Bisa-bisanya, dia mengatai saya pikun. Padahal, saya tau jelas! Jika, saya tadi memesan bakso!" adu Alin, emosi.
Via dan Afifah saling melihat. "Tuh kan... Saya bilang apa! Kakak ini pesan bakso dan bilang ke saya, kalau pesanannya salah. Ibu bisa lihat sendiri, semua pesanan bakso. Ini sudah sesuai, dengan catatan saya." Via menunjukkan tangan kanan, sebagai buku note.
Alin menutup mulut, terkejut. Dia baru sadar, dengan apa yang dikatakannya barusan. Tapi, ini hanya drama. Alin sengaja, mengatakannya.
Afifah mengerti alur yang diingikan temannya. "Aishhhh, Ibu ini! Kalau emang pikun, akuin aja napa sih?! Gengsi ya, Bu? Kalau mau gengsi, di Restoan sebelah noh! Jangan di sini! Nyusahin saya aja."
"Wahhh, pelayanan di sini, emang nggak ada ramah-ramahnya ya! Mau saya viralin hah?!"
"Silahkan!" Afifah memasang wajah arogan. Dia tidak takut, dengan ancaman Alin.
"Anda ngeremehin saya?! Belum tau kamu, kalau saya ini punya penggemar banyak di you tube dan tik-tok!"
"Anda juga belum tau ya? Kalau saya punya jurus rahasia, yang bisa bikin orang tutup mulut dan minta ampun!"
"Apa tuh?" Alin penasaran, namun menaikkan dagu, songong.
Afifah tersenyum kecil. Dia memberikan kode pada Via. Via yang memahaminya, langsung memegangi Alin. Sedangkan Afifah, mengambil sambel untuk diberikan pada Alin.
"Ehhh, lo bercandakan?" tanya Alin, panik. Dia sedikit memberontak, namun Via memegangi tangannya, dengan sangat erat.
"Heheheheee, menurut lo?" tanya Afifah balik.
"Ayolahhh, biar dramanya makin seru nih!" seru Teman sekelas Aizha yang lain.
"Alphaaaaa! Tolongin gue! Gue dibullyyy!" teriak Alin, begitu kencang.
Aizha tersentak, ketika Alin meneriaki "Alpha" nampak para Murid, tengah tertawa melihat adrgan itu. Alin yang terus memberontak dan merosot ke bawah, mulai kelihatan lesu. Afifah pun menyuapi sesendok sambal pada Alin.
"Ehhh, kalian beneran kagi ngebully Alin?" tanya Aizha, risau.
"Hahahahaa, kamu pikir, kita ini Bianka CS?" salah seorang di meja itu tertawa.
"Alin cuman bercanda, Zha. Dia tuh suka pedes, lihat aja noh!" kata teman sekelas Aizha yang lain, sambil menunjuk ke arah Alin, menggunakan dagunya.
Aizha melihat, Alin dengan sengaja membuka mulut. Dia menerima, suapan sambel Afifah, tanpa ragu. Ketika sambel itu tertelan. Dia pun kembali berakting, dengan berpura-pura kejang dan pingsan.
Para Murid seketika bertepuk tangan. Alin pun berdiri tegak dan tersenyum lebar. Dia melambaikan tangan, layaknya seorang Bintang papan atas.
"Bu Yam! Sambelnya kurang mantul!" komen Alin, kencang.
Bu Yam, si Ibu Kantin pun menjawab, "Cabe mahal!" tak kalah kencang.
"Halah, pelit!" celetuk Alin, membuat para Murid tertawa.
Aizha juga tertawa, karena tingkah Teman sekelasnya. Bagaimana bisa, mereka selucu ini. Alin juga, tak langsung minum es jeruknya dan malah menyeruput kuah basok, dengan tambahan tiga sendok sambal.
Aizha dan Teman-Teman sekelasnya pun makan. Namun, ketika Bunga masuk ke dalam Kantin, sendirian. Beberapa Murid langsung menghujatnya. Vlora dan Kawan-Kawan, juga sengaja pergi dari Kantin. Raut wajah Vlora, tampak dibuat sedih dan kecewa.
Aizha merasa bersalah pada Bunga. Melihat Bunga yang tidak jadi istirahat, membuatnya tak nafsu makan. Bunga pergi, dengan hinaan beberapa Murid.
"Menurut kalian, Apa Alpha salah target?" tanya Aizha pada Teman-Temannya.
Alin berpikir sejenak, sembari mengunyah bakso. "Emmm, menurutku sih, Alpha nggak salah target. Merekanya aja yang bodoh."
"Tapi... Bisa jadi, Alpha salah target. Jaman sekarang, banyak banget orang kayak Bunga. Mangkanya, kita harus hati-hati!" pendapat Via.
"Gue nggak tau ya, Alpha salah target atau nggak. Tapi, menurut gue sih, dia nggak salah target. Gue pernah ngobrol, main, belanja sama Bunga. Jadi gue tau, kalau dia itu, asli polos dan bodoh!" ungkap Afifah yang tampak begitu gemas.
"Contohnya?" tanya Aizha, penasaran.
"Gue pernah belanja sama dia. Ibunya itu, jelas-jelas nyolong produk di Mall dan ketahuan sama kita berdua. Tapi, dia-nya kan kabur ya. Kita kejar tuh. Ehhh, ternyata Bunga berhasil nangkep. Tapi, kalian tau nggak, endingnya apa" tanya Afifah, meminta tebakan Teman-teman.
"Dilepasin!" tebak Alin, dengan percaya diri dan diangguki oleh Afifah.
"Bener!"
"Alasannya apa?" tanya teman yang lain.
"Alasannya, Ibu itu kagetan. Dia sebenarnya, nggak ada niat buat nyolong. Tapi, spontan kabur aja, karena kita nganggep dia maling. Dia juga sempat bilang kayak gini ke Bunga, ehem-ehem!" Afifah mengatur vokalnya dan meniru Ibu itu. "Coba Mbk bayangin, kalau anda dikira maling gimana? Pasti, Mbknya sepontan kaburkan? Apalagi, ada riwayat kagetan."
"Wahhh, pantesan Bunga percaya," ujar gadis lain di meja itu.
"Lo pada tau nggak?! Gue sama Bunga tuh, cuman lihatin dia, tanpa neriakin maling! Kalau orang pinter, tuh maling goblok nggak bakalan lepas!" lanjut Afifah, kesal.
Mereka pun tersenyum kikuk. Via yang berada di sebelah Afifah, segera menenangkannya. Aizha yakin, dirinya tak salah langkah. Dia hanya perlu dekat, dengan Bunga dan membuat hubungan yang baik.
Belum ada beberapa menit, keributan kembali terjadi. Cantika yang sedang membawa mie, dijegal oleh seorang perempuan yang memiliki wajah menor. Mangkok mie itu pecah. Beberapa Murid tertawa, melihat Cantika yang jatuh. Namun, banyak juga Murid yang merasa iba dan tidak nyaman.
Aizha yang berada di pojok Kantin, spontan berdiri tegak. "Cantika...!" pelan, dengan nada risau.
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
Oke deh, sampai sini dulu ya. Ayo dukung novel ini, dengan like, komen dan berikan juga rating kalian tentang novel ini. Berikan juga hadiah dan vote kalian.
See you💕