
...Welcome Alpha Female✨...
...Happy Reading guys💕...
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
Innara dan Aizha, tengah sibuk menelusuri file yang diberikan Arkana. Sedangkan, Cantika dan Bunga, hanya menonton dari bangku belakang mereka. Tampak banyak sekali data diri beberapa Murid yang diberikan oleh Aples. Data-data itu, tidak beda jauh berbeda, dengan file milik Kepala Sekolah.
"File punya Pak Kepala Sekolah, cuman ngedata hal-hal yang udah jelas dan tercangkup keluarga inti doang. Tapi, punya Aples, benar-benar lengkap. Seluruh data keluarga besar para Murid ini, terdata dengan sangat ringkas dan jelas. Hubungan antara A dan keluarga Murid juga di list," ujar Innara.
Aizha menaruh tangannya ke dagu, sembari menatap layar komputer. "Sekarang, jadi masuk akal, kenapa posisi Aples di atas Pak Kepala Sekolah."
"Aku pernah denger, alasan Arkana menjadi Pemimpin di Alpes dan orang paling berkuasa di Sekolah. Bukan cuman, karena Sekolah itu milik Paman dia. Tapi juga, karena dia pewaris satu-satunya, dari Ayah dan Ibunya, terus Cucu kesayangan," kata Bunga, memberitau.
Cantika pun mengerutkan kening, setelah mendengar hal itu. "Bukan cuman Arkana. Dirgantara sama Farel, juga anak tunggal. Itu artinya, kekuasaan mereka sangat besar. Tapi, kenapa mereka nggak ikut progam Murid VIP dan ngijinin Andre, untuk lakuin hal itu?"
"Kan Aizha udah bilang, Can. Kalau mereka enggak sesuci itu," sahut Innara.
Aizha yang sedari tadi menyimak, hanya diam. "Mungkin Damian bisa kasih tau sesuatu ke aku. Tapi... Gimana caranya, aku ketemu sama dia? Ayah sama Mamah, juga ngelarang aku, buat ketemu dia," batinnya resah.
"Jadi, kira-kira siapa nih? Orang yang harus kita curigai?" tanya Bunga, penasaran.
Innara dan Aizha pun saling melihat. Setelah itu, mereka berkutip kembali ke arah komputer dan memunculkan foto Afifah, dua Siswi dan dua Siswa. Mereka tampak terkejut, melihat foto-foto itu.
"Itu Meira dan Kania, dari kelas Mipa satu," ucap Bunga, diangguki oleh Aizha.
"Dua cowok ini juga, dari kelas yang sama. Mereka berdua adalah Rino dan Vero. Mereka berempat, termasuk Murid VIP yang masih bertahan hingga kini," ungkap Aizha, diangguki oleh Bunga dan Cantika.
"Kalau temen lo, si Afifah?" tanya Cantika pada Aizha.
"Menurutku, Afifah adalah dalang utama, terbentuknya jual-beli soal ujian yang dilakukan Pedro," sahut Aizha, sembari menatap foto Afifah.
"Gue juga mikirnya kek gitu. Soalnya, Aples ngasih note, di data milik Afifah, kalau dia dan Pedro, saling menyimpan rahasia," ujar Innara, sembari menunjukkan tabel Afifah.
"Besok kan masuk, gimana kalau kita, rundingin hal ini sama mereka? Mungkin aja, mereka punya kecurigaan tersendiri," kata Cantika dan disetujui oleh Aizha, Bunga dan Innara.
...<\=>...
Bel berdering, para Murid berhamburan keluar dari Kelas, menuju kantin. Berbeda dengan Arkana, Dirgantara, Farel dan Akhsan. Mereka berempat pergi ke ruang Aples, seperti biasanya. Banyak Murid yang tersenyum lebar dan menyapa mereka, khususnya Farel.
Farel yang ternyata masih hidup, membuat satu Sekolah heboh. Banyak Murid, memberikan sambutan riang dan hangat. Para Guru, juga ikut senang dan hampir menangis, saking terharunya.
"Katanya, mereka bakalan kemari?" tanya Akhsan, memastikan. Dirgantara dan Farel menganggukkan kepala, memastikan.
"Kita lihat aja, apa mereka bisa tebak, dengan benar atau enggak!" ujar Arkana dan di-iyakan oleh ketiga temannya.
Baru beberapa menit kemudian, Aizha, Bunga, Innara dan Cantika, muncul. Mereka berdelapan pun, duduk berhadapan. Suasana juga, terasa sedikit tegang.
"Jadi, siapa yang kalian curigai?" tanya Farel, dingin. Bunga yang melihat dan mendengarnya saja, tersentak.
Aizha berusaha, untuk tidak terpancing dan tetap natural. "Kami curiga sama Meira, Kania, Rino dan Vero, dari Kelas Mipa satu," sahut Aizha, memberitau. "Ohhh, Afifah juga," tambahnya.
Arkana dan kawan-kawan, hanya diam. Innara pun bertanya, tentang pendapat mereka. Apakah Dia, Aizha dan kedua temannya, telah salah jawab atau tidak.
Akhsan pun angkat bicara, "Enggak salah, kita berempat diem, cuman mau tau aja, apa alasan kalian, memilih mereka?"
"Kami milih Meira dan Rino, karena keluarga mereka, punya koneksi kuat, dengan empat Universitas terbaik, yang secara kebetulan, masuk dalam daftar visi misi Progam VIP. Kalau Kania dan Vero, karena keluarga mereka, adalah orang dalam, dari dua Universitas terbaik itu. Sedangkan Afifah, dari note yang kalian ketik di file," jelas Aizha dan diangguki oleh Akhsan, Dirgantara dan Arkana.
"Jawaban kalian udah bener. Soal bolpen, apa kalian udah tau?" tanya Dirgantara, berusaha untuk mengakrabkan diri.
Cantika, Bunga, Innara dan Aizha, menggelengkan kepala. Dirgantara pun mengambil sebuah dokumen, untuk diberikan keempat gadis itu. "Kita udah terlusuri dari titik penyaluran, hingga pembuatan bolpen khusus itu. Bolpen itu, hanya dia jual, dengan keluargan Afifah yang bernotabe, sebagai Mafia."
"Bolpen khusus itu, dapat membuka sebuah ruangan, kartu AS dan menjadi flesdish. Bolpen itu juga, tidak akan berfungsi, apabila disentuh oleh orang lain," ucap Akhsan, membuat Bunga terpukau.
"Wahhh, padahal desain bolpennya biasa banget," celetuk Bunga, tanpa sadar. Innara dan Cantika, menatap Bunga, jengah. Sedangkan Aizha, hanya tersenyum saja.
"Apa mungkin, di atas Bu Hani dan Pedro, ada Afifah?" tanya Aizha, membuat Aples saling melihat.
"Enggak tau," sahut Akhsan, membuat Aizha diam.
Aizha melirik ke arah Arkana, yang diam membisu. Dia jadi merasa tidak enak, dengan Arkana. Sebuah notifikasi masuk dihandphonya. Terlihat nama Damian terukir di layar itu.
Damian ;
Pulang Sekolah, di tempat biasa.
Aizha ;
Makasih banyak.
[Stiker senang]
"Udah selesaikan? Kita langsung balik ke Kelas aja, karena bentar lagi bel masuk," ujar Arkana diangguki oleh mereka semua. Mereka berempat pun pergi, ke Kelas masing-masing.
...<\=>...
Aizha, Afifah, Alin dan Via kini, satu kelompok. Mereka sedang membaca buku paket, untuk bahan power poin. Diam-diam, Aizha mengamati Afifah yang fokus membaca buku. Dia penasaran, bagaimana sosok Afifah yang sebenarnya.
"Guys, apa menurut kalian. Jika teman kalian sendiri, bertopeng dua?" tanya Aizha, membuat Alin, Afifah dan Via menoleh ke arahnya.
"Jujur aja, kalau aku sih, bakalan jauhi dia! Aku nggak akan mau, berteman dengan dia lagi! Apa gunanya teman, kalau tidak bisa terbuka dan jujur?" komen Via, sedikit kesal.
"Emmm, bagus sih, tapi... Bukankah lebih baik, kita mendengar penjelasannya dulu? Seseorang pasti memiliki alasan, atas semua tindakan dan sikap yang dilakukan. Apa Pencuri, adalah orang yang buruk? Mereka hanya orang malang, dengan iman yang tipis. Seharusnya, kita mendekatkan diri, untuk memperbaiki dia," ucap Alin, dengan sangat bijak.
"Jika terluka, atas tindakan yang telah temanmu lakukan, lebih baik tinggalkan saja dia," saran Afifah, membuat mereka berdua terkejut. Jawabannya tidak masalah, tapi nada bicara dan ekspresinyalah, yang membuat mereka terkejut. Afifah menjadi dingin, datar dan sedikit aneh.
"Dia pasti kesepian," ujar Alin, jadi sedih.
"Biarkan dia kesepian dan menghancurkan dirinya sendiri. Aizha sekarang udah bebas. Buat apa, dia temani orang seperti itu?" celetuk Afifah membuat Aizha tersentak.
Alin dan Via, seketika setuju. Mereka meminta Aizha, untuk mendengarkan ucapan Afifah. Melihat Afifah yang tersenyum lembut, membuat Aizha sadar, jika Afifah tidak bermuka dua. Ada perasaan yang menyakinkan dirinya, jika Afifah menunjukkan kepribadian dia, secara terbuka tanpa dibuat-buat.
"Hmmm, apa Afifah bakalan kasih ijin, buat kerja kelompok di rumahnya? Mungkin aja, aku bakalan nemu hal yang menarik," batin Aizha, tertarik. "Ohh iya, gimana kalau kita lanjut kerkom, di rumah Afifah?" pendapatnya, membuat Alin dan Via berseru heboh, hingga ditegur oleh sang Ibu Guru.
Afifah tersenyum kecil dan menjawab, "Oke!"
"Yes!" ucap Alin dan Via pelan.
Afifah pun kembali membaca buku paket dan membuka lembaran baru. "Kayaknya, Aizha mau tau tentang aku. Tapi kenapa?" batinnya, bertanya-tanya.
...×××××××××××××××××××××××××××××××...
...Lanjut besok......
...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....
...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍 vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...
...See you...💕...