
...Welcome Alpha Female✨...
...Happy Reading guys💕...
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
"Aizha, apa aku boleh pergi sebentar?" tanya Bunga, pada Aizha yang sedang berbaring di kasur, bersama Innara.
Aizha tampak menoleh ke arah Bunga dan bertanya balik. "Kemana?"
"Farel ngajak ketemuan. Kayaknya, dia lagi pusing banget, soal kejadian sekolah dan... Mungkin juga, karena Arkana sama Dirgantara yang dirawat di Rumah Sakit," ujar Bunga, membuat Innara menoleh.
Cantika yang berada di sofa juga, melihat ke arah Bunga. "Lo nggak bakalan jujur ke Farel kan, Bunga?" tanya Cantika, memastikan.
"Enggak dong! Kalau aku jujur, kita bisa ketangkep dan semua rencana bisa gagal!" sahut Bunga, membuat Innara, Aizha dan Cantika lega.
Innara pun, turun dari atas kasur dan menghampiri Bunga. "Lo tau kan, untuk memakai item, Aizha harus korbanin nyawanya sendiri?" tanya Innara dan diangguki oleh Bunga. "Kalau gitu, tepati janjimu ini! Jika rahasia ini terungkap, itu sama saja. Kamu telah ngebunuh Aizha, secara tidak langsung. Apalagi, hanya sistem Alpha yang dapat membantu, tapi sayangnya lagi eror."
"Iya, aku paham kok," ucap Bunga dan melihat ke arah Aizha, yang tersenyum kecil. "Aizha-lah tempatku berlindung saat ini. Aku nggak mungkin, ngebiarin dia mati begitu aja."
Aizha terharu, mendengar ucapan Bunga. Dia pun mendekat dan meraih tangan Bunga. "Bunga, aku lah yang menyuruhmu, untuk mencelakai mereka berdua. Seharusnya, aku minta maaf semalam, karena tidak dapat memikirkan ide yang lain."
Bunga menggelengkan kepala. "Enggak kok, Zha. Aku juga salah kok, karena nggak ngasih ide juga," ucap Bunga, membuat Aizha tersenyum. "Ohh iya, aku harus temuin Farel sekarang, sebelum dia ngambek. Aku juga, bakalan curi sedikit informasi dari dia!"
"Eitsss! Jangan sampai ketahuan!" peringatan dari Innara.
"Jangan berlebihan juga, biasa-biasa aja!" pesan Cantika.
Bunga pun menganggukkan kepala, untuk mengiyakan pesan Cantika dan Innara. Aizha juga berpesan, untuk bejaga-jaga di perjalanan nanti. Bunga pun tersenyum lebar. Dia mengiyakannya dan pergi.
...<\=>...
"Farel!" panggil Bunga, sambil melambaikan satu tangan ke Farel.
Farel pun memeluk Bunga, di tengah-tengah cafe. Banyak pengunjung yang tersenyum-senyum, melihat mereka berdua. Wajah Bunga tampak memerah, karena kelakuan Farel.
"Fa-Farel! Banyak orang yang lihat!" tegur Bunga, dengan nada malu-malu. Dia menutupi wajahnya, dengan satu tangan.
Farel pun melepaskan pelukannya dan melihat ke sekitaran Cafe. Wajahnya, sama sekali tidak berubah. Dia biasa-biasa saja dan pergi ke tempat duduk mereka, sembari memegangi tangan Bunga.
"Bunga, aku capek bangettt!" keluh Farel, sambil menidurkan kepalanya ke meja.
Bunga pun menyangga kepalanya dan mengusap lembut, rambut Farel. "Aku tau, ini beban yang cukup berat. Besokkan libur, gimana kalau happy-happy sebentar, untuk melepas penat? Karena kan, seninnya kamu pasti sibuk lagi."
Farel pun meneggakkan tubuhnya dan menatap Bunga, serius. Bunga yang mendapatkan tatapan seperti itu, juga ikut meneggakkan tubuhnya. Dia merasa, sedikit tidak nyaman, dengan tatapan Farel itu.
"Kenapa?" tanya Bunga, penasaran.
"Enggak apa-apa, aku cuman baru sadar. Kalau beban yang aku tanggung, tidak sebanding denganmu Bunga. Kamu bukan hanya cantik, tapi juga perempuan yang kuat dan tangguh," puji Farel yang tiba-tiba, membuat Bunga terharu.
Mata Bunga, tampak berkaca-kaca. Dia segera tersenyum dan menyeka air matanya. "Aku nggak akan sekuat ini, tanpa bantuan Aizha dan juga Cantika serta Innara. Andaikan, Aizha nggak ada di dunia ini. Aku yakin, kita nggak bakalan bisa ketemu kayak gini. Aku pasti, udah ada di desa bareng keluarga Mamah."
Farel pun meraih tangan Bunga dan bertanya, "Oke, kalau gitu, besok kita jalan-jalan. Aku harus jemput dimana?"
"Emmm, nanti aku kabari deh," sahut Bunga, sambil menyunggingkan senyum.
"Hmmm."
"Nggak jadi curhat? Kalau nggak jadi, aku pulang aja," ujar Bunga dan hendak berdiri.
Namun, Farel dengan sigap menahannya. "Jadilah! Sekali-kali, gantian aku yang curhat!"
"Heheheee."
...<\=>...
Oma ;
Kamu tau, Arkana yang saya jodohkan dengan Layli kecelakaan?
Aizha yang sedang mengajari, Cantika dan Innara, tentang IT pun terhenti. Dia memilih pergi, untuk membalas pesan itu. Dia juga meminta Cantika dan Innara, untuk mencek file-file yang dicurinya dari Sekolah.
Aizha ;
Iya.
Oma ;
Aizha ;
Aku juga, baru tau Oma.
Oma ;
Ya sudah, kamu siap-siap sana! Layli bakalan jemput kamu. Temani dia, untuk menjenguk Arkana.
Tapi, jangan jadi perempuan yang kurang ajar! Dengan merebut jodoh Sepupu sendiri!
Aizha ;
Damian juga sama tampannya, dengan Arkana, untuk apa aku merebut dia?
Oma nggak perlu khawatir.
Oma ;
Baguslah, gini-gini Oma tuh nggak asal pilih jodoh cucunya! Jadi, jangan saling iri! Ingat, Damian tuh awalnya, mau saya jodohkan, dengan Layli. Kamu tau kan, artinya apa?
Aizha :
Damian lebih baik dari Arkana.
Oma ;
Good job! Jadi, jangan buat kesalahan oke?
Aizha ;
Iya Oma
Aizha pun menghela napas berat. Dia membantin, "Aku tau, Damian dan Arkana hanya berbeda tipis, karena sifatnya juga nggak beda jauh." tanpa disadari oleh Aizha, matanya terlihat menyimpan banyak dendam dan amarah.
Cantika dan Innara, langsung bersembunyi. Ketika mereka melihat sirat mata Aizha. Namun, mereka berusaha, untuk pura-pura tidak lihat dan fokus pada komputer tersebut. Aizha juga berpamitan, untuk pergi keluar sebentar.
"Kayaknya, ada yang berubah sama Aizha, sejak kejadian semalam?" komen Cantika, setelah Aizha benar-benar telah pergi dari kamar itu.
Innara memutar kursinya ke arah Cantika. "Dia berubah, karena kesal ada yang berniat hancurin rencana kita atau... Pengaruh, Alpha yang eror?"
Cantika tampak berpikir sejenak dan seketika, dia mendapatkan jawaban yang terdengar masuk akal. "Kalau orang tua Psikopat, kemungkinan besar, anaknya juga sama. Ada kemungkinan, Aizha berubah, karena menyerap darah gadis kemarin. Lo paham enggak masuk gue?" tanya Cantika pada Innara.
Innara yang mendengarnya menganggukkan kepala, paham. "Agak masuk akal sih, soalnya ada yang aneh juga, sama warna darah yang berputar-putar ti sekeliling Aizha. Lo inget? Dalam butirannya kan darah. Nah, si butirannya sendiri, kalau lo lihat bener-bener! Lo bakalan lihat, perbedaan sedikit. Ada yang warnanya kebiruan dan kekuningan. Tapi, yang warna kucin lebih sedikit, ketimbang butiran biru."
"Ohhh, kalau dilihat, kesannya kayak gelembungkan? Gue sempet lihat, agak biru-biru, kayak pantulan cahaya di gelembung."
"Yaaa, begitulah," sahut Innara.
"Itu artinya, kita nggak bisa asal-asalan, minta Aizha untuk ngehisap darah orang! Kira-kira, kapan Alpha nggak eror lagi? Bisa gaswat, kalau Aizha berubah, sebelum Alpha kembali aktif!"
"Mana gue tau?!" celetuk Innara, membuat Cantika jengah. "Karena kita udah menyadari hal ini. Gimana, untuk sementara waktu, kita pecahin sendiri, butiran darah yang bercahaya kuning?" sarannya.
"Boleh-lah," sahut Cantika, setuju. Mereka berdua pun, kembali menelusuri file-file yang diminta Aizha.
...<\=>...
Layli dan Aizha, telah tiba di Rumah Sakit. Mereka pergi, masuk ke dalam lift bersama-sama. Nampak, raut wajah Layli yang sangat happy. Dia juga, tampak sesekali merapikan rambutnya, untuk bertemu Arkana. Tiba di depan kamar Arkana. Aizha langsung menghentikan Layli, ketika memegangi gagang pintu.
"Layli, aku ke sebelah aja, ya. Soalnya, bukan cuman Arkana, yang kecelakaan. Tapi, ada tem---" ucap Aizha terpotong.
"Lo nggak dikasih tau Oma, ya? Kalau Damian juga bakalan ke sini?" ucap Layli, membuat kening Aizha mengernyit. "Kalau sampai, Damian tau lo cuman berdua di ruangan itu. Lo pikir, dia bakalan diam aja?"
Aizha pun terdiam. Layli pun memalingkan kepalanya, kesal. "Bikin mood gue, hancur aja!" gerutunya, tapi Aizha tetap diam.
Layli pun membuka pintu itu daj menyapa, Arkana dengan sangat ceria. Buah-buahan yang dia bawa, tiba-tiba terjatuh. Raut wajahnya juga berubah, terkejut. Aizha pun menengok dan sama terkejutnya, ketika melihat Arkana di dalam kamar.
...×××××××××××××××××××××××××××××××...
...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....
...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍 vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...
...See you...💕...