
...Welcome Alpha Female✨...
...Happy Reading guys💕...
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
"Cantika di Rumah Sakit?!" ucap Aizha terkejut.
"...."
"Apa?! Cantika koma?" Aizha terdiam, mengetahui kabar itu.
"Zhaaa! Aizhaaaa!" panggil seseorang, entah dari mana. Aizha pun membuka mata dan melihat Bunga, berdiri di samping ranjang tidurnya.
Aizha mengubah posisi tidurnya, menjadi duduk. Dia baru sadar, jika itu hanyalah mimpi. Dia pun kembali melihat ke arah Bunga dan bertanya, "Kenapa kau membangunkanku?"
"Ada yang harus kamu lihat, Zha!" ucap Bunga, membuat kening Aizha, mengernyit.
Bunga dan Aizha pergi ke lantai bawah, menghampiri Innara. Terlihat, Innara yang sedang menatap layar handphone, dengan raut wajah jengah. Dia langsung memberikannya ke Aizha, ketika tiba di dekatnya.
"Ternyata, Andre dijodohkan sama anak perempuan Guru Kimia, karena termasuk syarat, untuk menjadi Pewaris di keluarganya. Tapi, anak itu sakit dan memiliki umur yang pendek," ucap Innara, ketika membaca chat tersebut.
Aizha pun menaruh handphone itu dan duduk, "Terus?"
"Gue baru inget, kalau Andre selalu dapat nilai terbaik dalam bidang kimia. Dia juga aktif, dalam bereksperimen atau berbicara di depan, waktu mapel kimia. Tapi, setelah gue tau hal ini. Gue jadi paham, kenapa Andre bisa pinter bagian kimia doang. Nilai ujian kimianya juga tertinggi nomor dua, di antara anak Mipa yang lain. Apalagi, kalau lo telusuri perusahaan Ayahnya. Lo bakalan tau, alasan kenapa nilai itu paling tinggi, dari pada mapel lain!" ungkap Innara.
Aizha pun langsung mencari tau, melalui sistem Alpha. Terdapat informasi dari hologram Alpha, jika Ayah Andre adalah perusahaan peringkat kelima dalam bidang kesehatan. Namun, perusahaan Ayah Andre, lebih fokus pada berbagai produk obat. Sebenarnya, make up juga ada. Tetapi, tidak terlalu viral dan masih kalah saing.
Aizha pun mengerti, maksud Innara. Ibu Guru itu, pasti telah melakukan kecurangan bersama Andre, demi Putrinya. Aizha juga teringat sedikit, bagaimana cara Guru itu melindunginya, ketika dibully oleh Rena, Vina dan Dian. Guru itu terlau baik dan lemah. Aizha pernah kerepotan sendiri, karena Guru tersebut menolongnya.
Guru Kimia itu, jadi terkena masalah, karena Vina, Rena dan Dian, melaporkannya pada sang Kepala Sekolah. Aizah pun terpaksa meminta maaf dan bersedia, untuk lebih disiksa oleh Vina, Rena serta Dian. Mereka bertiga, langsung mencabut laporan tersebut dan menyiksa Aizha habis-habisan, hingga membuat sang Bibik menangis, melihat kondisinya.
"Apa kalian mulai, tanpa gue?" ujar Cantika, yang baru saja tiba.
Aizha, Bunga dan Innara, menoleh ke arah Cantika. Bunga memberitau, jika mereka sedang membicarakan Andre dan Guru Kimia. Innara juga menjelaskan, kecurigaannya pada hubungan mereka berdua, terkait nilai Andre.
"Ohhh, apa yang dibilang Innara bener kok. Gue juga simpen bukti rekamannya. Ada suara Andre sama tuh Guru juga di dalam rekaman. Gue juga rekam, waktu Andre janji. Dia janji, nggak bakalan usik gue selamanya," ungkap Cantika, membuat mereka bertiga terkejut.
"Ohhh, pantesan aja! Banyak cowok resek, pada usik kamu. Tapi, cuman gengnya Andre doang, yang enggak lakuin hal itu!" ujar Bunga, baru sadar.
"Alex juga pernah curiga, kenapa dia nggak pernah ganggu lo. Dia juga selalu menghindar, kalau lo lagi diusilin anak-anak lain. Alex pikir, tuh anak ada perasaan lo. Ehh ternyata...." Innara langsung mengerti dan menggelengkan kepala, kecil.
Aizha yang dari tadi menyimak pun, bertanya, "Apa itu sangat penting?"
"Andre nggak bakalan takut, kalau orang tuanya normal," ujar Cantika, membuat mereka bertiga tersentak bingung.
"Maksud lo?" tanya Innara, tak paham.
"Orang tua Andre juga belok?" tebak Bunga.
Aizha tampak berpikir sejenak dan ikut menebak, "Craaa-zy?"
"Iyups!" sahut Cantika, membuat Aizha, Innara dan Bunga terkejut. "Lo pada inget, waktu Jeno ditampar Bokanya?" tanya Cantika dan diangguki oleh mereka. "Waktu itu, Jeno kan ditampar Bokapnya keceng banget tuh. kebetulan banget, gue ada di dekat Andre CS. Wajah Andre waktu itu jadi berubah dan kelihatan aneh, kayak orang trauma atau ketakutan. Dia juga megang pipinya, ikut ngerasain sakit. Tapi, Andre tiba-tiba pergi, waktu ngelihat Mamahnya Jeno pingsan."
"Raut wajahnya waktu pergi gimana?" tanya Aizha penasaran.
"Gue nggak tau," sahut Cantika, membuat Aizha sedikit menyayangkannya. "Gue tau, kalau Andre tuh pergi, karena teman-temannya yang bingung, lihat sikap aneh dia."
"Haruslah! Tinggal beberapa hari lagi, soalnya!" kata Cantika dan Aizha pun mengatur sebuah strategi. Mereka berempat berkumpul dan merancang strategi bersama-sama.
...<\=>...
Hari demi hari, telah berganti. Bel berdering, dengan sangat nyaring. Raut wajah para Murid, nampak sedikit berbeda, menyambut bel pulang tersebut. Banyak Murid yang terlihat tegang, ceria, lega dan lelah. Nampak juga, di halaman Sekolah. Para Murid, tengah melempar sobekan kertas ujian ke atas, seperti hujan. Aizha, Bunga, Innara dan Cantika, hanya menatap dalam senyum misterius. Mereka sedang tidak bersama dan berada di sisi yang berbeda.
"Perayaan yang sebenarnya, akan dimulai nanti malam," ucap Aizha dan langsung pergi, menghampiri teman-teman sekelasnya, untuk berfoto-foto.
Cantika juga, tengah berbincang sedikit, dengan beberapa temannya. Nampak, teman-teman Cantika, sedang mengeluh dan murung. Mereka takut, jika nilainya jelek. Beberapa juga berdiskusi, dengan Cantika untuk memastikan jawaban mereka. Berbeda dengan Innara dan Bunga, hanya berdiam seorang diri. Bunga berusaha, mengumpulkan semua kekuatan dan keberanian, untuk pertunjukkan nanti malam. Sedangkan Innara, tengah menyiapkan beberapa hal.
...<\=>...
Malam hari tiba. Andre CS dan beberapa temannya, tengah sibuk mempersiapkan acara mereka. Para tamu dan penonton Andre, mulai berdatangan satu per satu. Seperti yang dilihat, para tamu tampak mengenakan topeng mereka. Innara adalah salah satunya.
Teo berdiri di tengah-tengah lapangan Sekolah, dengan pakaian yang sangat rapi. Dia membuka acara, dengan sangat baik dan menarik. Kegiatan pertama adalah lelang. Para Penonton tampak berbinar, melihat benda cantik yang diberikan oleh Innara pada Andre. Para tamu juga, terlihat senang melihat benda tersebut. Ada banyak celotehan terdengar, di sekitaran Innara. Tawar harga pun dimulai, dengan jumlah yang tak terkira. Namun, benda tersebut didapatkan oleh seorang lelaki, dengan topeng yang sangat keren. Banyak orang terpukau, dengan aksinya barusan dan ada juga yang terlihat sedih serta kesal.
Acara yang paling dinantikan pun tiba. Pemilihan Lady dan pameran gaun. Layar besar mulai dihidupkan. Terlihat seorang gadis cantik, tengah membalikkan badan, dengan rambut yang tergerai. Angin yang cukup kencang dan pemandangan pantai, membuat aura Bunga bersinar. Banyak Penonton dan Tamu terpukau.
"Selamat malam semuanya!" sapa Bunga, sambil berjalan ke tengah-tengah lapangan.
Banyak orang mulai memperhatikannya. Seruan heboh juga terdengar, ketika Bunga mengedipkan mata. Nampak, Andre yang berada di lain tempat, tersenyum sangat lebar. Melihat banyak tamu VVIP, menginginkan Bunga, dengan harga yang sangat tinggi. Teo juga senang, melihat banyak orang, ingin membeli gaun seperti milik Bunga. Tak sia-sia, dia memberikan gaun termahal untuk Bunga.
Bunga nampak berlenggak-lenggok, dengan senyum lembutnya. Dia juga diminta Teo, untuk mengajak bicara sedikit, dengan sedikit rayuan yang membuat penonton ikut membeli gaun itu. Andre dan Bimo yang berada di belakang panggung, nampak begitu senang. Asila yang melihatnya, kesal sendiri. Dia takut, tak banyak orang memilihnya.
Asila pun masuk ke dalam area panggung, tanpa sepengetahuan Andre dan Bimo. Teo yang berada di sana, mencegahnya dan meminta dia, untuk kembali ke belakang. Namun, Asila tak menginginkannya. Teo merasa sedikit kesal dan mendorong dia, untuk pergi. Tetapi, Asila tiba-tiba terjatuh, karena sepatu helsnya.
Bunga tampak terkejut melihat hal itu. Semua Penonton dan tamu melihat ke arah Asila serta Teo. Tetapi, di waktu yang bersamaan banyak orang mulai berdatangan, membuat Andre dan Bimo bingung. Sebuah rekaman layar itu, mulai berganti dengan sebuah vidio yang telah diedit Aizha. Vidio-vidio itu, didapatkan Aizha, Innara, Bunga dan Cantika, dari merekamnya secara langsung serta CCTV.
Pada layar tersebut, terlihat vidio kegiatan Andre CS dan para Pelanggannya, dalam melakukan transaksi jual beli barang ilegal serta orang. Melihat rekaman itu, memang bukan hal mengejutkan bagi mereka yang dari awal berada di lokasi ini. Tetapi, vidio itu sangat mengejutkan para Murid yang baru saja tiba. Nampak raut wajah kaget dan tak percaya, karena salah satu teman mereka, menjadi korban jual beli.
Andre semakin terkejut, melihat kehadiran orang tuanya yang berada di belakang panggung. Tampak tatapan yang penuh emosi, tergambar di wajah Ayahnya. Apalagi, fakta jika sang anak ternyata gay. Aril juga berada di sana, dengan ujung bibir yang berdarah.
"Kurang, sangu yang Ayah kasih?" tanya Ayah begitu dingin.
Ibu Andre, tampak menggigit bibirnya, risau. Andre mulai ketakutan dan menggelengkan kepala. "Enggak Yah, cu-cukup banget!" ucapnya, kaku.
Belum sempat Ayahnya, bicara. Sebuah rekaman suara Andre dan Guru Kimia terdengar. Terdengar, Andre menuntut Ibu Guru itu, untuk membuat nilai kimianya berada di paling atas. Dia juga mau, diajarkan kimia khusus dan mendapatkan materi lebih dahulu, sebelum Murid yang lain. Mendengar hal tersebut, membuat Ayah Andre semakin geram. Pernyataan beberapa Murid yang diambil oleh Aizha CS, juga terdengar. Mereka terdengar kesal dan meminta keadilan.
Andre sangat terkejut, mendengar tersebut. Bimo pun berbisik, "Jangan-jangan, ini ulah Alpha Ndre!"
"Sialan!" umpat Andre, kesal.
Ayah Andre, benar-benar berada di titik murkanya. Nampak sang Kepala Sekolah dan dua orang Guru yang selalu berada di sisinya. Ada juga Pak Wakil Kepala Sekolah, yang baru saja tiba. Mereka tampak terkejut, melihat hal ini kembali terjadi.
"Mampus!" gumam Bimo, pasrah. Andre mulai keringat dingin. Ayah Andre, mulai berjalan mendekat, dengan raut wajah yang dingin.
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....
...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...
...See you...💕...