
...Welcome Alpha Female✨...
...Happy Reading guys💕...
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
"Awww," keluh Aizha kesakitan, sembari memegangi kening.
Damian berjalan mendekat dan tersenyum lebar. "Sippp, sesuai bayangan gue. Jidat lo jadi benjol!" serunya dan memotret Aizha. "Gue buat status ya?"
Aizha nampak sedikit sedih dan menganggukkan kepala kecil. Dia mengijinkan Damian, untuk memposting fotonya. Terlihat, Damian pergi duduk ke sofa. Sedangkan Aizha, nampak sedang membersihkan barang-barang yang berserakan tersebut.
Selesai membersihkan, Aizha membawa minum, untuk Damian. "Gimana, UTS mu?" tanya Aizha, berusaha mengajak bicara.
Damian menaruh handphonenya dan berpura-pura berpikir. "Hmmm, sulit nggak ya? Menurut lo?"
"Aku yakin, kamu pasti bisa ngerjain semua soalnya," sahut Aizha, dengan sangat ramah.
"You're absolutely right!" ucap Damian, bangga.
Aizha hanya tersenyum kecil. Seketika, Damian balik bertanya pada Aizha, hingga membuatnya tersentak kaget. "Lo udah punya mantan atau belum? Gue mau kejujuran lo!"
Aizha tampak ragu dan khawatir. Tetapi, jika dia berbohong, hal fatal akan terjadi. Apalagi, jika mengingat sifat Damian yang sedikit crazy.
"Iya tapi..." ucap Aizha menggantung, membuat Damian memperhatikannya. "Ternyata, aku ditipu. Dia hanya mempermainkanku."
"Gue bilang apa, lo kalau jadi cewek, jangan lemah-lemah! Blo'on lo, dikurangi sedikit!" maki Damian.
Aizha nampak menganggukkan kepalanya, mengiyakan. Damian pun berdiri dari duduknya. "Sekarang, lo ikut gue! Temenin gue pacaran, kayak biasa!" ujarnya dan di-iyakan oleh Aizha.
Ketika Aizha membukakan pintu, nampak seseorang berdiri di luar sana, menghadap ke arah mereka berdua. Senyumnya sangat manis dan terlihat sangat cantik. Namun, Bunga masih lebih cantik, jika dibandingkan gadis itu.
"Haiii!" sapa Layli, saudara sepupu Aizha.
Damian tampak mencuekinya dan pergi begitu saja. Layli pun menurunkan kembali tangannya dan merasa sedikit kesal. Terlihat, Aizha juga menundukkan kepala pada Layli. Dia hendak pergi, namun dicegah oleh Layli.
"Ternyata, lo masih berusaha ya. Supaya, keluarga lo bisa diterima di sini? Lo rela, kalau akhirnya nikah sama dia, terus diselingkuhi sana-sini?" kata Layli.
"Urus saja, urusanmu sendiri Layli!" balas Aizha, dengan sangat dingin dan tatapan tajam.
Layli tampak terkejut, melihat sikap Aizha yang jauh berbeda. Matanya mengekori Aizha, hingga masuk ke dalam mobil itu. "Sialan! Lihat aja lo, Zha!" gumamnya, mengancam.
...<\=>...
Malam harinya, Innara dan Bunga, baru saja tiba di rumah megah Aizha. Mereka berdua turun dari mobil dan pergi masuk ke dalam. Nampak, sang Bibik yang menyambut dan memberikan minuman hangat.
"Non Innara, kenapa nggak tidur di sini saja? Besokkan libur," ujar Bibik, menawarkan Innara, untuk tetap tinggal di sini.
"Aizha pasti suka!" seru Bunga, senang.
"Emmm, baiklah Bik, makasih," ucap Innara, sambil menundukkan kepala sebentar.
Bibik tersenyum senang dan mengucapkan terima kasih juga, karena Innara mau menerima tawarannya. Innara pun menempel Bibik di rumahnya, untuk mengabari. Jika dia, tidak bisa pulang hari ini dan akan menginap di rumah Aizha.
"Innara!" panggil Bunga, ketika Innara menutup telepon. "Apa mungkin, pernikahan kedua orang tua Aizha juga, tidak diterima?"
"Bisa jadi, tapi kenapa lo, tiba-tiba tanya begitu?" tanya balik Innara, setelah menjawabnya.
"Emmm, sebenarnya... Aku dari tadi kepikiran, kalau hubungan Mamah dan Ayahku itu, nggak direstui keluarga. Tapi anehnya... Kalau memang nggak direstui, kenapa Ayah selingkuh? Itupun, sejak awal Ayah nikahin Mamah?" ujar Bunga bimbang dan sedikit resah.
Innara tampak mimiringkan kepala sedikit dan berpikir. "Hmmm, keluarga Mamah lo gimana? Dari segi ekonominya?"
"Mamah bukan orang kaya. Semua keluarganya hidup di desa, sawah yang diurus pun, hasil jerih payah Mamah, waktu kerja di kota," ucap Bunga dan Innara mengangguk-anggukan kepala.
"Kemungkinan, ada unsur perjodohan, antara dua keluarga atau pihak Ayahmu saja," sahut Innara, membuat Bunga, tidak paham.
"Bisa contohin? Aku nggak paham, heheheee," ucap Bunga, membuat Innara tepuk jidat.
Innara pun berusaha, untuk menjelaskan, "Perjodohan dua keluarga. Contohnya kayak, keluarga Ayah kamu dan Mamahmu punya kesepakatan, untuk menjodohkan anak mereka, menjadi sebuah pasangan Suami-Istri, karena suatu alasan atau keinginan. Kalau perjodohan yang dilakukan oleh pihak satu saja, itu kayak... Nenek atau keluarga dari Ayahmu, memutuskan untuk melakukan perjodohan. Tetapi, pihak keluarga Mamahmu. Hanya mengetahui, jika anak mereka akan dinikahi, karena cinta. Mereka tidak tau, alasan yang sebenarnya dan apakah, menantunya ini benar-benar mencintai Mamahmu!"
Bunga terdiam, ucapan Innara terdengar masuk akal baginya. Innara merasa sedikit bersalah. Dia bertanya pada Bunga, untuk mengecek kondisinya oke atau tidak. Tetapi, Bunga hnaya tersenyum kecil dan meneteskan air mata. Bibik yang mendengarnya, merasa kasihan dan pergi.
...<\=>...
Aizha telah kembali pulang. Dia juga sudah berganti pakaian dan mandi. Namun, senyumnya tiba-tiba pudar, ketika melihat kecanggungan di antara Innara dan Bunga.
"Apa sesuatu terjadi, waktu aku pergi?" tanya Aizha, namun Innara dan Bunga diam.
Aizha pun duduk di antara mereka berdua dan menatap Bunga. Mendapatkan tatapan itu, membuat Bunga buka suara, "Aku cuman ngerasa aneh sama keluargaku. Aku pun minta jawaban sama Innara. Tapi... Penjelasan Innara terdengar nyata dan benar."
"Bagus dong, salahnya dimana?" tanya Aizha pada Bunga.
"Siapa yang nyalahin Innara? Aku cuman malu aja, karena Innara mengetahuinya," ujar Bunga, membuat Aizha paham.
"Innara, apa aku boleh tau? Masalah Bunga itu?" tanya Aizha pada Innara.
Innara yang hendak menjawab, malah terkejut. Bunga, secara tiba-tiba menggebrak meja. "Enggak boleh! Kamu aja, nggak kasih tau kami, apa masalahmu! Aku malu sama Innara, karena dia tau masalahku. Tapi, aku nggak tau masalah dia! Jadi, kamu juga nggak boleh tau!" cetus Bunga.
"Ba-baiklah," sahut Aizha, masih terkejut.
Bunga pun kembali duduk dan membungkungi mereka. Ada perasaan malu dan rasa bersalah yang besar. "Arghhhh, sadar Bunga...! Kamu tinggal dimana sekarang?! Bisa-bisanya, kamu bentak Aizha, kayak gitu!" umpatnya dalam batin.
Aizha melihat ke arah Innara. Nampak, si Innara meminta Aizha, untuk tidak membahas hal itu kembali. Dia meminta Aizha, untuk mengambil laptop dan handphonenya. Mereka harus segera membahas kasus Andre.
"Bunga, lihat sini dulu yuk, ini soal Andre," ucap Aizha, yang baru aaja tiba, setelah pergi mengambil laptop dan handphone.
Bunga dengan malu-malu, membalikkan badan dan melihat ke arah meja. Terlihat, Aizha yang sedang berkutip di laptop dan menunjukkan layar handphone ke Innara serta Bunga. Nampak, layar itu bergerak dan terdapat pesan yang saling bersautan.
Aizha hanya tersenyum, mendengar celotehan Bunga. Untung saja, Bunga dapat berubah suasana dalam sekejab dan melupakan masalah tadi. Namun, Innara tampak, serius membaca pesan-pesan itu.
Andre :
Seperti biasa, 50%
Asila :
Tapi gue butuh duit yang banyak. Kenapa juga, lo kasih Pelanggan itu ke cewek lain? Apa gue kurang cantik?
Andre :
Gue nggak bisa, biarin lo yang normal jadi lesby.
Lo juga, udah terbiasa sama cowok.
Asila :
Tapi gue butuh duit banyak! Mau sampek kapan, lo perjual belikan gue kayak gini?! Gue bisa dapat yang lebih, kalau elo nggak mau tambahin bayaran gue!
Andre :
Silahkan, kalau lo berani!
Asila :
Lo mau nantang gue? Lo lupa, kalau nih kegiatan ilegal dan bisa dipenjara lama?
Andre :
Kalau gue dipenjara. Lo juga bakalan ikut gue, bodoh!
Asila :
Nggak papa, keluarga gue pasti masih mau nerima. Sedangkan, keluarga lo gimana? Gue denger-denger, mereka bukan orang yang baik hati tuh.
Gue nggak bakalan ngerendahin harga diri lo kok, janji. Gue cuman mau. Lo naikin bayaran gue aja.
Andre :
Sialan!
Asila :
Naikin aja dan kita baikkan?
Andre :
Lo 65%
Gue 35% pua lo?
Asila :
Sangat puas, makasih.
Gue bakalan screenshot chat ini, sebagai bukti.
Innara tampak kecewa membaca pesan tersebut. Aizha yang mengetahuinya, berusaha untuk bicara, "Tujuan kita, melindungi dan menyelamatkan anak-anak di Sekolah, supaya tidak salah jalan serta menderita. Apapun tujuan mereka, kita tetap harus membersihkannya, karena salah."
"Apa lo juga, bakalan ngehukum Asila?" tanya Innara, khawatir.
"Dengan membubarkan kegiatan itu. Bukankah sudah menjadi sebuah hukuman, baginya?" tanya Aizha balik dan di-iyakan oleh Innara. "Kita atur strategi besok bareng Cantika. Sekarang, aku mau kasih tunjuk ini."
"Ituuu, bukannya Pak Kepala Sekolah?" ucap Bunga, terkejut.
"Apa yang telah dia lakukan?" tanya Innara penasaran.
"Banyak wali yang menyumbangkan dana ke sekolah kita. Nilai-nilai para Murid di Sekolah juga sangat berbeda tipis. Semua anak-anak peringkat empat puluh besar, punya jumlah nilai yang hanya berbeda nol koma saja. Itu artinya, Murid yang membeli kunci jawaban, belum tentu masuk sepuluh besar, karena harus menjawab soal itu sendiri. Tetapi, bisa juga ada kecurangan, dengan mengurangi sedikit nilai-nilai beberapa Murid," jelas Aizha, sambil memasang ekspresi berpikir.
Innara dan Bunga juga ikut berpikir. "Emmm, kayaknya Farel pernah singung hal ini juga?" gumam Bunga, membuat Innara dan Aizha menoleh ke arahnya.
"Ohh iya, Aples pasti tau soal ini. Tapi, sebaliknya kita nggak ikut campur," saran Innara, setelah mengingatnya.
"Kenapa?" tanya Aizha penasaran.
"Jika Alpha yang sebenarnya terungkap, nyawa lo akan bahaya. Gue, Bunga dan Cantika juga, akan ikut terancam. Mereka yang terlau berpikir duniawi, akan sulit dikendalikan dan melakukan segala cara, untuk menghabisi kita," jelas Innara, membuat Bunga merinding.
Aizha tampak setuju, dengan ucapan Innara. Apa yang telah dikatakan Innara, sangatlah benar. Banyak sekali, orang di jaman sekarang yang telah melakukan hal keji, tanpa perasaan sedikit pun. Aksi pembunuhan dan bully pun meraja lela. Beberapa dari mereka juga, menjadikan sebuah vlog, untuk kesenangan dan kepentingan pribadi. Tak heran, jika banyak orang menjadi monster atau psikopat, mengingat kondisi dunia telah berbeda.
"Maaf ya, kalau Bibik ganggu kalian. Tapi, ini sudah jam sepuluh lebih. Kalian harus segera tidur, supaya tidak jadi kebiasaan!" pinta Bibik dan langsung disetujui oleh Innara, Bunga dan Aizha.
...<\=>...
"Cantika di Rumah Sakit?!" ucap Aizha terkejut.
...××××××××××××××××××××××××××××××××...
...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....
...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...
...See you...💕...