Alpha Female

Alpha Female
Bab 30



...Welcome Alpha Female✨...


...Happy Reading guys💕...


...××××××××××××××××××××××××××××××××...


"Sialan! Minta kunci lab itu dari Bunga! Dan suruh dia, buat sembunyi!" perintah Andre pada Teo dan Bimo.


Teo dan Bimo pun menghampiri Andre. Terlihat, Bimo lebih dahulu bicara, dengan Bunga. Dia meminta kunci, dengan cara bicara yang sangat ramah. Teo juga memberitau Bunga, untuk bersembunyi di area pojok belakang.


Bunga pergi ke sisi pojok belakang, sesuai perintah Teo. Bimo pun membuka pintu dan menampakkan wajah sang Guru Kimia. Andre tampak tersenyum kecil, melihat Ibu Kimia itu.


"Andre? Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Bu Kimia, sambil melihat setiap sisi lab.


"Biasa Bu, cuman mau nonton," ucap Andre, membuat Teo dan Bimo terkejut.


Ibu Guru, tersentak mendengar jawaban Andre yang sangat jujur. "Apa?!"


"Kenapa? Bukankah itu hal biasa, bagi anak seumuran saya? Ada yang dibawah umur aja. Udah babyak nonton. Apa saya salah?" ujar Andre, membuat Ibu Guru kikuk dan merasa tidak nyaman. "Gimana, kalau kita temui anak anda saja? Semalam, Ayah saya minta buat jengukin dia," lanjutnya.


Ibu Guru mengangkat pandanganya. "Kamuuu, mau mengunjungi anak saya?" tanyanya ragu.


"Iya, bukankah kalian juga sudah menjodohkan kami? Saya harus menjaganya, supaya warisan itu tidak jatuh ke tangan orang lain," ucap Andre, terdengar dingin ketika di kalimat akhir. "Lebih baik, kita pergi sekarang. Sebelum saya, benar-benar malas dan memutuskan, untuk pergi warnet," ancamnya.


Ibu Guru, langsung mengiyakan dan mereka berdua pun pergi. Bimo dan Teo juga, pergi menyusul Andre dari belakang. Pintu itu, sengaja dibiarkan terbuka. Supaya, Bunga bisa segera keluar. Aizha pun memberitau Bunga, untuk segera pergi dari sana.


<\=>


Aizha kini, sedang sibuk dengan beberapa komputer canggihnya. Innara, Cantika dan Bunga, hanya melihat dari belakang. Mereka tampak pening, melihat layar biru itu.


"Kapan lo belajarnya? Bikin nih aplikasi, pasti sulit bukan?" tanya Cantika.


"Mungkin, sekitar enam pulauh jam, aku bikin ini," sahut Aizha, sambil fokus, dengan komputernya.


Cantika tampak menganggukkan kepala paham. Mereka bertiga pun sedikit menjauh dari sekumpulan teknologi itu. Sangat pusing, melihat tulisan sistem yang sulit mereka mengerti.


"Can, soal informasi yang kamu dapet?" tanya Innara dan Cantika pun tersenyum smrik.


Cantika pergi dari ruang itu. Tak berselang lama, dia datang dengan benda persegi warna hitam. "Semuanya, ada di sini! Informasi yang sangat mengejutkan. Tapi, kalian hanya bisa dengar beberapa informasi aja, itupun tepat di hari H-nya."


"Apa?!" Innara dan Bunga tampak terkejut, tak percaya.


"Apa-apaan ini?! Itu artinya, cuman lo berdua yang tau?! Zha, lo mau kerja sama atau---" omel Innara terhenti.


"Aku tau, kalau Sepupumu yang namanya Asila itu, juga termasuk korbannya Andre. Aku sengaja merahasiakan hal ini sebentar, supaya kamu tidak melakukan hal bodoh, seperti waktu kamu membunuh Alex," ucap Aizha, membuat Innara memasang wajah marah serta kecewa.


"Jadi... Lo nggak percaya sama gue? Kalau lo nggak percaya, kenapa ajak gue, hah?!" bentak Innara, membuat Bunga dan Cantika, risau.


"Bunga, Cantika, bisa kalian berdua keluar sebentar?" pinta Aizha, membuat mereka berdua pergi. Dia melihat ke arah Innara, dingin. "Kamu tau, kenapa Alpha lebih memilihku dan bukan dirimu?"


Innara hanya diam. Dia juga memberikan ekspresi tegas pada Aizha. "Karena lo lebih lemah dari gue!" sahut Innara, membuat Aizha tersenyum.


"Mungkin itu ada benarnya. Tapi, aku mulai mengerti, alasan yang sebenarnya Alpha memilih ku. Tujuan mereka adalah, untuk mencari orang yang dapat melindungi para anak-anak tidak bersalah dan pemimpin dari sebuah kelompok," jelas Aizha sangat dingin. Dia mendekatkan dirinya ke Innara dan menatap tajam mata itu. "Dan sayangnya, kamu tidak cocok, karena hasratmu yang selalu ingin membunuh, tanpa pengecualian. Aku juga tau, kalau kamu sangat tidak suka, dengan hal yang terlalu bertele-tele, apalagi sia-sia."


Innara terdiam dan tersenyum kecil. Aizha kembali berkata, "Kamu nggak cocok sebagai Alpha Female, karena hanya akan membuat dirimu semakin membusuk dan lebih buruk, dari sampah yang telah kau habisi. Kau akan masuk ke dalam neraka yang lebih kejam. Berbeda denganku, aku akan berusaha, untuk masuk ke Surga, meskipun pada level yang rendah dan mendapatkan hukuman, sebelum masuk. Aku mau, mereka melihat ku, berjalan menuju kemenangan hingga titik akhirat. Bukan kemenangan sesaat dan masuk kejurang yang sama."


Innara merasa terpukul, dengan ucapan Aizha. Dia merasa sedikit kesal, namun juga sedih pada dirinya sendiri. Apa yang dikatakan Aizha benar. Sebenarnya, dia sangat ingin membunuh Andre yang telah melecehkan Asila, Sepupunya. Apalagi, jika mengingat Andre yang ternyata seorang gay. Dia pun pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Cantika dan Bunga, tampak terkejut melihatnya. Cantika pun, memutuskan untuk mengejar Innara. Sedangkan Bunga, memilih masuk ke dalam ruangan itu, menghampiri Aizha.


"Aizha, ada apa?" tanya Bunga, khawatir. "Apa... kalian bertengkar?"


Aizha tersenyum sangat lembut. "Enggak papa, aku hanya meluruskan sedikit saja."


Bunga meraih tangan Aizha, dengan mata sendu. "Tolonggg, jangan bertengkar lagi. Baru aja, kita menjadi teman. Aku nggak mau, kalau kita terpisah."


"Baiklah, aku berjanji," ucap Aizha, dengan senyum lembut.


Bunga menggelengkan kepala. "Jangan berjanji, karena itu sulit."


"Aku yang membuat kita menjadi teman. Jadi, akulah yang wajib mempertahankannya. Tetapi, jika sendirian saja, akan memang sangat sulit. Aku juga butuh kalian, untuk mempertahankan pertemanan kita," jkata Aizha, membuat Bunga berkaca-kaca.


"Aku bakalan bantu!" ucap Bunga dan langsung pergi meninggalkan Aizha.


Aizha tampak tersenyum kecil. Dia kembali fokus, dengan laptopnya. Tampak senyumnya semakin mengembang, melihat isi file-file yang ditemukan dari handphone dan ipad Andre. Dia juga mengambil beberapa tisu, karena hidungnya mulai mimisan.


"Hanya tinggal menunggu hari H," ucap Aizha, senang.


<\=>


Kini, buhungan Aizha dan Innara terlihat sedikit canggung. Namun, Aizha masih berusaha, untuk tersenyum lembut dan berbicara, dengan Innara. Ruang ujiannya pun, berada di tempat yang sama.


UTS minggu pertama telah berjalan, dengan sangat lancar. Hanya tersisa tiga hari lagi, UTS akan berakhir. Nampak para Murid, sedang fokus mengerjakan. Aizha juga mengejarkan soal, tanpa bantuan item dari Alpha. Dia ingin menjawab, dengan cara yang jujur.


Jam pulang tiba, mereka pergi dalam satu mobil, menuju rumah Cantika. Innara yang duduk berdampingan, dengan Aizha terlihat kikuk. Ketika Innara, hendak mengajak bicara Aizha. Bunga tiba-tiba membanting setir, hingga membuat mereka oleng.


...××××××××××××××××××××××××××××××××...


...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....


...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...


...See you...💕...