Alpha Female

Alpha Female
Bab 42



...Welcome Alpha Female✨...


...Happy Reading guys💕...


...××××××××××××××××××××××××××××××××...


Arkana yang baru saja ngegame, tiba-tiba kedatangan tamu. Terlihat sesosok Damian, masuk ke dalam kamar itu, dengan membawa camilan. Dia duduk di sofa dan menaruh camilan itu ke sampingnya. Namun, Damian mengernyitkan kening, ketika melihat Arkana.


"Oi! Tumben lo kagak protes!" ujar Damian, membuat Arkana berteriak, dengan sangat kencang. Damian yang mendengarnya, tampak sangat terkejut.


Arkana menatap Damian, dengan begitu kesal. "Sialan, gara-gara lo nih! Tanggung jawab!" pintanya, seperti anak kecil.


Damian menatap Arkana, dengan ekspresi tak percaya. "Lo sehat?" tanyanya dan langsung dia sangkal sendiri, dengan menggelengkan kepala. "Inget ini di Rumah Sakit!"


"Lo kagak bisa main ya? Halah, noob!" ejek Arkana dan lanjut main.


Damian yang benar-benar marah, langsung menghampiri Arkana dan meraih kerahnya. Tatapan bingung Arkana, membuat Damian semakin jengkel. Apalagi, ketika Arkana berceletuk.


"Lo mau gantiin baju gue ya? Kebetulan, gue nggak suka, pakai nih baju," celetuk Arkana, menyerahkan dirinya ke Damian.


Damian menatap Arkana kesal dan tak percaya. "Lo stress hah?!"


Arkana pun memiringkan kepala, bingung. "Stress?" dia masih bingung, membuat Damian jengkel. Tiba-tiba, mata Arkana membulat dan menyilangkan tangan ke dada. "Lo mau ngegay kan? Gue nggak bisa! Gue normal! Gue masih suka cewek! Cari cowok lain aja!" ujarnya, membuat Damian benar-benar murka.


Damian pun melayangkan sebuah pukulan ke wajah Arkana. Tetapi, belum sempat kena, Arkana sudah lebih dahulu, mendorong tubuh Damian, dengan satu tangan. Damian pun terpeleset dan jatuh ke pelukan Arkana. Bertepatan, dengan kejadian itu, Layli dan Aizha, baru saja tiba di sana. Mereka berdua melihat adegan yang tak seharusnya dilihat.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Aizha, setelah melihat kejadian itu. Damian pun, langsung menjauh dari Arkana dan mentapnya begitu jengkel.


Layli yang terkejut, langsung menghampiri Arkana dan memeluknya erat. "Bagaimana bisa, kau memeluk Damian lebih dahulu, ketimbang diriku hah?!"


Arkana pun menyingkirkan layli dari tubuhnya. "Lo siapa, bisa ngatur hidup gue?"


"Calon Istri kamu lah! Kan kita udah dijodohin!" ujar Layli, membuat kening Arkana mengerut.


"Orang tua gue, masih belum nerima! Baru Kakek sama Oma gue, itu pun cuman ngomong, kagak ngiyain beneran!" jelas Arkana, membuat Layli kesal. Dia pun protes dan tetap kekeh, ingin jadi calon Istri Arkana.


Aizha yang baru saja memunguti buah-buahan, karena dijatuhkan oleh Layli pun, pergi menaruhnya ke atas meja. Arkana melirik ke arah Aizha, dengan penuh tanya. Damian yang mengetahuinya, langsung menutup wajah Arkana, menggunakan bantal sofa.


"Mata lo dijaga! Udah ada, Layli yang cantik dan langsing kek gitu! Masih aja, lo lirik cewek orang!" omel Damian, membuat Aizha tersentak.


Layli pun tersenyum, menggoda Damian. "Wihhh, kalian udah serius ya? Tuh cewek yang lo bawa ke salon, nasibnya gimana?"


"Urus aja, masalah lo sendiri!" celetuk Damian, setelah duduk ke sofa.


Layli benar-benar, tidak menyukai Damian. Dia tampak kesal dan duduk di bangku sebelah ranjang Arkana. Nampak, Arkana melihat ke arah Aizha, yang berjalan mendekat ke Damian.


"Zha, kenapa lo mau dijodohin sama dia?" tanya Arkana, terlihat serius.


Damian dan Aizha, melihat ke arah Arkana. "Apa ada masalah?" tanya Aizha pada Arkana.


Arkana menggelengkan kepala. "Bisa kalian pergi sekarang? Gue mau tidur, kalau mau menetap di sini. Jangan cuman bawa buah atau camilan. Bawa juga bakso, pizza sama gorengan, karena makanan di sini nggak enak. Bintang satu aja, nggak bakalan gue kasih!" ujar Arkana, membuat Aizha dan Layli mengernyitkan kening.


Cara bicara dan ekspresi Arkana, sangatlah aneh. Damian yang duduk di sofa, hanya memejamkan mata, memilih untuk diam. Aizha tampak risau. Dia berpikir, apa mungkin kepalanya bermasalah.


"Apa lebih baik, aku tanyain aja ya? Soal kejadian semalam," batin Aizha, ingin memastikan. "Arkana, kamu ingat nggak, apa yang terjadi, sebelum kecelakaan?"


Arkana yang berpura-pura tidur, kembali bangkit. Dia tampak sedang berpikir, seperti anak kecil. "Emmm, apa ya?" dia masih berusaha mengingat dan menggelengkan kepala. "Gue nggak inget apa-apa, heheheee. Gue malah mikir, kalau hari ini tuh kamis. Tapi, Farel bilang, kalau sekarang jumat."


"Ohhh," sahut Aizha, merasa sedikit lega.


Layli pun, mengkhawatirkan Arkana dengan begutu berlebihan. Arkana tampak terganggu dan menyuruhnya, untuk pergi. Dia juga, menyembunyikan wajahnya dengan selimut.


"Lo ada jadwal hari ini? Dua jam lagi, gue masih ada les," kata Damian, membuat Aizha menoleh ke arahnya.


"Mau aku temenin main?" tawar Aizha dan diangguki oleh Damian.


...<\=>...


Matahari hampir terbenam. Bunga yang baru saja pulang, langsung pergi ke kamar Aizha. Dia melihat, Innara dan Cantika, yang tertidur di depan banyak layar komputer. Namun, ketika Bunga hendak pergi. Dia melihat file yang tiba-tiba terbuka dan muncul banyak sekali gambar.


"Apa ini?" tanya Bunga, melihat gambar-gambar tersebut. Dia pun, membangunkan Cantika serta Innara. "Cantika! Innara! Ayo bangunnnn!" pinta Bunga, sambil menggoyangkan tubuh mereka berdua.


Cantika dan Innara, langsung terbangun. Mereka tampak begitu lelah dan mengantuk. "Ada apa Bunga?" tanya Cantika, dengan suara khas orang baru bangun.


"Lihat!" Bunga menunjuk ke arah layar komputer.


Cantika dan Innara pun melihat ke arah yang ditunjuk Bunga. Mereka berdua, tampak sangat terkejut dan langsung mengambil tindakan. Puluhan print-printnan pun muncul. Bunga pun mengambil printnan tersebut dan melihat satu per satu.


"Ini apa?" tanya Bunga, sambil menunjukkan lembaran kertas itu.


"Itu file-file yang disimpen Pak Kepala Sekolah dan dua Guru itu," sahut Innara dan Bunga pun, ber-ohh saja.


"Kayaknya, emang bener deh, ada kecurangan di Sekolah kita. Tapi, beruntungnya, mereka bertiga udah mati, sebelum kita kasih pelajaran!" ucap Cantika, sedikit kesal.


Bunga duduk di kursi lain dan berpikir. "Ada yang berusaha, untuk mencelakai dan ngegagalin rencana kita. Tapi, dia malah ngebunuh Kepala Sekolah dan dua orang Guru?"


"Ya, memang itu tujuannya, Bunga. Dia kan, mau ngegagalin rencana kita, sesuai dong," kata Innara, tapi Bunga sedikit curiga.


"Apa tujuannya sih? Jangan-jangan, beneran ada sistem kebalikan, dari Alpha?" ujar Bunga, membuat Innara dan Cantika berpikir.


"Masuk akal sih, apalagi sistem Alpha eror," ucap Cantika.


"Kalau iya, itu artinya lawan kita lebih kuat, sampek sistem Alpha aja eror," komen Innara.


"Mati dong, kita," celetuk Bunga, membuat Cantika dan Innara, menoleh ke arahnya, secara bersamaan.


...<\=>...


Aizha yang berada di lain tempat, tampak begitu bosan, menemani Damian yang sedang bermain bilbard. Aizha juga, terlihat sangat cantik, dengan gaun yang panjangnya di atas lutut kaki.


"Damian, setengah jam lagi, kamu harus les loh," ucap Aizha, memberitau Damian.


Damian yang sibuk main, dengan teman satu Sekolahnya, tampak sedikit kesal. "Ck, masih ada tiga puluh menit lagi! Bisa-bisanya, lo ganggu gue!"


"Kamu sendirikan, yang nyuruh aku ingetin. Katanya, kamu harus masuk lebih awal, supaya Guru Privatmu, nggak ngambek," ujar Aizha, sambil berjalan mendekat ke arah Damian.


"Lo pergi aja sana. Selesai les, lo ke sini lagi!" ucap teman satu sekolah Damian.


"Arghhh, sialan!" Damian melempar tongkat itu ke meja bilbard. "Lo mau langsung pulang ke rumah?" tanyanya pada Aizha.


"Iya," sahut Aizha singkat.


"Dari pada lo tidur-tiduran di rumah doang. Mendingan, lo ikut gue les aja, biar makin pinter. Gue ogah ya, punya Istri bego!" celetuk Damian, membuat Aizha sedikit tidak nyaman.


"Tapi, aku---" ucap Aizha terpotong.


"Lo mau bantah gue?" tanya Damian, membuat Aizha, terpaksa menganggukkan kepala, mengiyakan.


...<\=>...


Damian dan Aizha pun, les hingga malam. Terlihat sang Guru Privat yang sedikit kesal, karena Aizha tertidur pulas. Akhirnya kelas selesai, pukul 21.00. Damian pergi, meninggalkan Aizha seorang diri. Tak lupa, dia coret wajah Aizha menggunakan spidol.


×××××××××××××××××××××××××××××××


...Maaf, kalau ada salah kata ataupun typo. Jika ada nama atau hal yang menyinggung, tolong dimaafkan ya. Ini hanya sekedar karangan, untuk melepaskan rasa gabutku....


...Semoga kalian suka dan membaca hingga tamat. Berikan dukungan kalian, dengan like👍 vote dan hadiah🎁 Tap lopenya juga ya❤️ untuk mengetahui Alpha Female update✨...


...See you...💕...