Alpha Female

Alpha Female
Bab 72



...Welcome to Alpha FemaleπŸ˜˜πŸ’•...


...Happy Reading ✨...


...Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—...


Beberapa orang masuk ke dalam Sekolah, setelah langit mulai gelap. Suasana hening, tak membuat mereka ketakutan. Aizha dan Innara, membimbing mereka semua, secara pelan-pelan serta penuh keramah-tamahan.


Mereka tampak sedang memasang setiap jenis AC, untuk satu Gedung Aula. Ketika semuanya dihidupkan, Aula tersebut, akan langsung mendingan dalam hitungan detik. Senyum nakal Aizha dan Innara pun, terlukis indah di wajah mereka.


"Mereka berdua, telah menolak tawaran yang sangat langka dan memilih, untuk masuk ke dalam kandang singa," ucap Innara, merasakan dinginnya Aula.


"Mereka harus merasakan, rasa sakit dan penderitaan para perempuan, yang telah mereka hancurkan hidupnya," kata Aizha dan diangguki oleh Innara, setuju.


Aizha dan Innara pun, memutuskan untuk pergi dari Sekolah. Pada lain tempat, gedung yang luas dan penuh, dengan beberapa keluarga, terlihat begitu haru. Banyak keluarga yang menghajar Firman dan Wahyu, karena telah melecehkan anak perempuan mereka. Beruntung, Arkana, Dirgantara, Farel dan Akhsan, dapat menghentikannya.


Cantika dan Bunga sendiri, telah merancang strategi, untuk berbicara baik-baik, dengan semua pihak keluarga. Terlihat, mereka semua menangis tersedu-sedu. Pihak keluarga lelaki, juga terduduk di atas lantai, untuk meminta maaf. Dalam kendali Cantika dan Bunga, mereka semua saling memaafkan dan membantu.


Alpha memberitau, jika Cantika mendapatkan item kepercayaan yang telah berkembang, menjadi hipnotis. Sedangkan Bunga, dapat item waktu yang kini, telah berkembang menjadi manipulasi.


Cantika pun, menggunakan kekuatan yang diberikan, untuk menidurkan mereka semua, sembari bercerita. Para keluarga, Korban dan Pelaku, tampak meneteskan air mata, menangis. Pada kesempatan itu, Bunga mengambil kesempatan, untuk memanipulasi hati dan otak mereka, supaya mengikuti perkataannya, Cantika dan Aples. Bersihnya hati dan jernihnya pikiran, membuat mereka berdamai.


Wahyu, diberikan kesempatan, untuk tidak wajib menikahi korban yang hamil, karena keinginan pihak keluarga perempuan. Hal ini, disetujui oleh banyak keluarga. Namun, Firman wajib menikahi korban yang dihamilinya, karena keinginan sang anak dan keluarga. Tetapi, bukan berarti, mereka bisa lepas, dari keadilan hukum. Beberapa pihak keluarga perempuan yang lainnya, tetap ingin memenjarakan mereka berdua.


Wahyu dan Firman kini, tengah berada di suatu ruangan, bersama Aples, Cantika dan Bunga. Mereka berdua menangis dan berterima kasih banyak, atas bantuan mereka. Aples, Cantika dan Bunga, tersenyum.


"Jadikan ini sebagai pelajaran, karena kalian sekarang, ada dibawah tanggung jawab kita juga!" pesan Akhsan dan di-iyakan oleh Wahyu dan Firman.


"Makasih banyak Bang, gue nggak nyangka, kalian bantu kita sampai begini," ucap Firman, dengan suara parau. Dia tak dapat berhenti menangis, karena kesalahannya yang fatal.


Bunga pun memberikan tisu ke mereka berdua dan kembali duduk. Mereka berdua langsung berterima kasih, Ketika mendapatkan tisu tersebut. Bunga pun tersenyum lembut, sambil mengangguk kecil, mengiyakan.


"Seperti yang kita semua tau. Mereka akan tetap lanjut sekolah, sampai kuliah. Tapi, kita nggak bisa menjamin, usaha keluarga kalian, tidak bermasalah. Soal nama baik, kita hanya akan bantu sedikit, semampunya," jelas Arkana dan diangguki oleh kedua Adik Kelasnya.


"Gunakan waktu kalian sebijak mungkin, di dalam penjara nanti. Kita bakalan berkunjung, sekali-kali untuk pantau perkembangan kalian," tambah Dirgantara dan mereka berdua, kembali menganggukkan kepala.


"Jangan keseret ajaran sesat, kalau kalian nggak mau, kami kasih pelajaran! Ingat, mau sekuat apapun tawaran yang kalian dapatkan. Kita bakalan berusaha, untuk lebih kuat dari kalian!" tambah lagi, pesan dari Farel.


"Masih ingat kejadian tadi? Mau, aku bikin kalian nangis lagi? Sampai nggak bisa berhenti?" tanya Cantika dan mereka berdua langsung menggelengkan kepala, menolak.


Firman dan Wahyu berjanji, akan menepati pesan Kakak Kelasnya. Setelah itu, mereka semua pun berpamitan pulang ke rumah masing-masing. Mereka telah sepakat, akan mengantarkan Firman dan Wahyu, dua hari lagi. Mereka ingin, menikahkan Wahyu dan Desty lebih dahulu.


"Btw, apa Aizha sama Innara, udah kabarin kalian berdua, tentang rencana mereka?" tanya Akhsan penasaran, sembari berjalan menuju mobil mereka.


Cantika dan Bunga menjawab tidak, dengan gerakan tubuh. Cantika juga memberitahu, jika Aizha hanya menjawab, rencana kali ini tidak beda jauh, dengan konsep Jeno dan Bianka CS dulu. Mereka pun paham dan pergi masuk ke dalam mobil.


...<\=>...


Pukul lima pagi, lebih sepuluh. Banyak Murid telah berada di Sekolah. Semalam, para Murid di Sekolah Aizha, menerima pesan dari Alpha, untuk datang ke sekolah pada jam tersebut. Mereka tampak begitu menantikan, kembalinya Alpha beraksi. Mereka sangat tidak sabar dan penasaran.


Cantika, Bunga, Arkana, Farel, Dirgantara dan Akhsan, juga telah hadir di sekolah. Mereka semua, menunggu di depan pintu Aula. Arkana menyadari, para Penjaga telah berada di bawah kendali Aizha dan tak ada seorang pun Guru yang datang. Mengingat hal ini, dirinya kembali dilanda kegelisahan. Dirgantara, Akhsan dan Farel, juga merasakan hal yang sama.


"Kenapa dingin banget nih Aula?" gerutu Farel, sambil mengusap-usap lengannya, karena kedinginan.


Lampu Aula pun, tiba-tiba hidup. Banyak lampu yang menyoroti dua orang Siswa, di atas panggung, dengan celana pendeknya. Mereka semua, terlihat sangat terkejut. Arkana yang melihatnya, langsung mengepalkan tangan. Cantika juga, sampai menutup mata. Sedangkan Bunga, menutup mulut, saking terkejutnya.


Bisma dan Bagas, nampak tak berdaya, dalam keadaan mulut terlakban dan tangan serta kaki yang di-ikat. Mereka berdua, terlihat begitu sedih, melihat kehadiran Firman dan Wahyu. Mereka sangat menyesal, tak mengikuti Firman hari itu. Sekarang, semuanya telah menjadi bubur. Mau tidak mau, mereka harus menerimanya.


"Apa kalian tau, kalau di sekolah ini, ada kasus pelecehan?" tanya Alpha, melalui speaker Aula.


Para Murid menjawab iya. Beberapa juga bilang, jika kasus itu telah banyak terjadi di sekolah ini. Alpha pun merasa kasihan. Sekolah yang harusnya tambang ilmu, harus ternodai hal tidak senonoh seperti ini. Para Murid pun berseru heboh, setuju. Mereka ingin, para Pelaku mendapatkan hukuman berat.


"Baiklah, kalau itu mau kalian. Bantu aku, untuk bersihkan Sekolah ini, dari kejahatan oke?!" seru Alpha.


"Oke!" sahut para Murid di Aula.


Alpha pun mengirimkan pesan pada beberapa orang, untuk mengambil ember di setiap sisi gedung Aula. Alpha memberitau, setiap orang akan mendapatkan bagian mereka masing-masing. Ketika beberapa dari mereka, telah mendapatkan ember itu. Alpha menyuruh, untuk menyiramkannya ke arah Bisma dan Bagas.


Bunga langsung memalingkan wajahnya. Cantika sendiri, hanya mengigit bawah bibirnya, melihat adegan itu. Bisma dan Bagas, langsung mengigil kedinginan. Beberapa Murid yang lain, kembali bergerak, untuk melemparkan telur, tomat dan tepung basah. Setelah itu, lima orang pemuda datang, menghajar mereka berdua. Belum selesai, dengan aksi-aksi itu. Salah seorang Siswa, mendekat dan melepaskan lakban mereka berdua.


Para Murid seketika heboh, ketika sebuah makanan, masuk ke dalam mulut Bisma dan Bagas, secara kasar. Bibirnya terlihat begitu merah dan ekspresi wajah, kesakitan. Beberapa Murid dipersilahkan Alpha, untuk maju ke depan, memegang makanan. Mereka yang pegang, tampak kepanasan dan terkejut. Setelah makanan itu keluar, dari mulut Bisma dan Bagas. Mereka langsung meminta maaf, dengan mulut yang terbakar.


Para Murid, nampak merasa kasihan. Alpha pun meminta mereka, untuk segera pergi keluar. Ketika pintu kembali tertutup, layar lebar muncul. Terlihat banyak sekali serangga yang mengerubungi Bisma dan Bagas, hingga teriakan mereka memenuhi luar dan dalam Aula.


[Jadikan kejadian ini sebagai pelajaran! Jadi Murid yang bijak dan bertanggung jawab! Tugas kalian, hanya belajar dan main, layaknya anak-anak baik! Jangan malakukan hal keji, kotor, hina dan menentang hukum serta agama!] Tulisan layar lebar.


"Terimakasih semuanya, semoga hari kita, akan kembali cerah. Jadilah anak yang membanggakan tanah air ini dan keluarga! See you!" tutup Alpha.


Mereka semua pun bubar. Mereka saling mengingatkan satu sama lain, untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Melihat kejadian, mereka semakin was-was dan menjaga diri.


Cantika dan Bunga, pamitan pada Arkana, Akhsan, Farel serta Dirgantara. Mereka berdua, ingin pergi menghampiri Aizha dan Innara. Ke-empat laki-laki itu pun, hanya mengangguk dan diam. Merekalah menatap kepergian Cantika dan Bunga, tanpa komentar. Arkana pun mengkode temannya, untuk pergi mengikuti dia.


"Kalian udah lihat bukan, cara kerja mereka?" tanya Arkana dan diangguki oleh teman-temannya.


"Lo yakin, Ar? Kita tetap ngelawan mereka?" tanya Farel, memastikan.


"Kalau kita ngebiarin hal ini! Kita bisa ada di bawah kendali mereka, tanpa sadar! Cara mereka, bisa bikin keluarga kita curiga! Aksi mereka terlalu mencolok, meskipun para Murid benar-benar menurutinya!" ujar Arkana, bersih keras.


"Cara yang paling tepat, adalah bunuh mereka. Hanya, dengan cariitu, sistem Alpha, akan ikut menghilang," kata Dirgantara.


"Tapi, kalian lihat bukan, waktu Aizha mau ngebuktiin dirinya ke Dirgantara? Dia hampir membunuh hidupnya sendiri, tapi sistem itu langsung muncul dan marah. Gimana, kalau seandainya, kita keduluan Alpha?!" tanya Akhsan, resah.


Arkana terdiam sejenak dan berkata, "..."


...Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—Γ—...


...Bersambung...✨...


...Sampai jumpa, di bab selanjutnya, guys!πŸ˜˜πŸ’•...


...Maaf, jika ada salah kata, kekurangan dan ketidak nyamanan kalian, pada saat membaca.😊✨...