
Axell pun menyuruh Eric dan Ciro mematikan sambungan dari Valden karna gak akan ada habisnya, apalagi ini bukan saatnya untuk marah marah ataupun saling menyalahkan
"tutup sambungan" ucap Axell dingin, Axell masih setia dengan mata tajamnya menilik kearah sudut sudut tertentu mencari persembunyiian sniper dari kubu musuh, Axell yang menyadari ada hal aneh dibalik tirai gordeng itu, Axell melangkahkan kakinya lebih dulu dari Eric dan Ciro dan mengambil anak panah dan membidik kearah gordeng itu
jleb....aghhh....
"tepat pada sasaran" ucap Axell sambil tersenyum devilnya
"wow..." ucap Eric dan Ciro sepontan
mereka pun langsung melangkahkan kakinya kemasuk dan mempercepat langkahnya, dan saat hendak melangkahkan kakinya masuk tiba tiba ada lemparan granat mini kearah mereka bertiga
"mundur....Eric lempar misil kedalam sudut kiri" ucap Axell yang memberikan perintah
"siap king" ucap Eric, Eric pun langsung melemparkan misil kearah yang dituju oleh Axell.
duwarr....
sitttttsss.....
duwarrr......
ledakan cukup dahsyat dari ruangan itu, bahkan cahanya cukup menyilaukan, mereka pergi kearah kanan menaki anak tangga sebelum itu sebuah tembakan yang dilayangkan kearah mereka dari kubu musuh
dorr.....dor....dor...
"nunduk, dan cari posisi" teriak Axell
"king sebelum kanan ada sniper" teriak Eric, dengan cepat Axell langsung menembak sniper itu dan juga snper yang sedang bersiap hendak menembak Ciro
"Ciro....pindah posisi, mendekat kearah Eric" teriak Axell
Dor...
satu tembakan yang Axell layangkan pada sniper yang hendak membidik Ciro namun lebih cepat Axell menembaknya, tanpa disadari ada sniper juga yang bersiap menembak Axell
Dor.....
"Kingg....." teriak Eric dan Ciro, tembakan itu mengenai tangan kananya Axell walaupun meleset tapi hampir menembuk kepermukaan kulit
bola mata Axell kini mulai berubah menjadi warna biru pekat dan Axell pun mengisi amunisi pelurunya dan bersiap hendak membidik beberapa anggota musuh yang hendak mendekat begitu juga dengan Eric dan Ciro.
"King.....kami cukup kesusuhan dibagian utara, pasukan tambahan mulai berdatangan dan juga pasukan yang aku bawa hanya tinggal sisanya, dan kami mulai kewalahan" sambungan dari Zico yang bertugas dibagian utara
Axell pun tanpa bicara ia mematikan sambungan itu dan mengaktifkan sambungan ke anggota AXS
"Javier, Golovin masuk" ucap Axell lewat sambungan mickrophonenya
"siap king"
"siapkan pasukan untuk membantu Zico dibagian utara, cepat" ucap Axell
"baik king"
"ledakan mereka" ucap Axell
"baik king"
"king....sebaiknya kalian mempercepat langkah kalian Margoba dan orang kepercayaan hendak kabur dari mansion king" ucap Valden lewat sambungan
"tetap awasi Margoba, jangan sampai kabur sebelum aku melenyapkannya" ucap Axell dengan nada dinginnya
"baik king"
"Eric...Ciro kalian selesaikan aku akan lebih dulu keatas..." ucap Axell yang mempercepat langkahnya namun mata elang nya masih saja membidik kesetiap sudut
"baik king, hati hati " teriak Eric dan Ciro
suara tembakan masih dilayangkan oleh Eric dan Ciro, Axell pun mengakifkan DroAx untuk membantunya mengikuti Axell keatas, tepatnya kearah Margoba berada sebelum benar benar Margoba melarikan diri
Axell pun menaiki anak tangga dan juga droAx yang sudah setia berada disampingnya, dilihatnya Margoba bersama beberapa pasukannya yang bersiap untuk pergi
"Akhirnya..... ucapkan selamat tinggal Margoba" ucap Axell lirih sambil menatap devils kearah perkumpulan pria itu yang gak lain ialah Margoba dan orang kepercayaan. Axell pun melemparkan bom beracun kearah ruangan itu, dan juga Axell melemparkan granat mini kedalam ruangan itu
siittsss......
siiittsssssssssss.......
"gas beracun....tutup hidung kalian" ucap orang orang yang berada diruangan itu
duwarrr.....
duwarrrr.....
2 kali ledakan dari granat mini yang dilemparkan Axell pada ruangan itu, Axell hanya tersenyum devilsnya menatap kearah ruangan itu,
setelah gas itu hilang dilihatnya beberapa orang yang sudah tewas akibat gas yang Axell luncurkan dan juga granat yang Axell luncurkan juga pada ruangan itu
"Margoba....mafia elit dari five devils rupanya gak secerdas dulu...." ucap Axell yang tersenyum misteriusnya apalagi bola matanya berubah menjadi biru pekat lagi
"Stevanuss...." ucap Margoba
Axell pun melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan itu, apalagi laser merah yang menyala dan bahkan menyorot kearah musuh
"apa kau kaget dikehidupan baru sekarang aku lebih cerdik darimu, bahkan kau dan saudaramu bisa melenyapkanku tapi sekarang aku yang akan melenyapkanmu Margoba" ucap Axell spontan...
"gak semudah itu Stevanuss" ucap Margoba, keturuanku yang akan melenyapkan mu"ucap Margoba. Axell pun menekan tombol yang berada digelangnya
"tunjukan tayangan di Roma" ucap Axell dan gak lama layar monitor yang berada diruangan itu menunjukan terjadinya ledakan dahsyat yang berada diroma tepatnya dimansion keturunan Margoba, ledakan yang terjadi sangat dahsyat bahkan bangunan kokoh itu menjadi hancur berkeping saking dahsyatnya ledakan yang terjadi.