
"Mereka anggotaku aku menamainya The Axe, sekitar 6 tahun yang lalu aku membentuk mereka, tujuanku hanya untuk melindungi keluarga ku saja" ucap Axell ia gak mengatakan hal sejujurnya
"Mere yakin ada hal yang kau sembunyikan dari mere, mere liat dari cara kau menatap mere, sudahlah Fano kamu jangan sembunyikan apapun dari mere, dan apa daddymu mengetahui" ucap Nyonya Gueenci
"Daddy tidak mengetahui apapun tentangku dan aku juga belum pernah menemui daddy selama 3 tahun ini aku belum siap tuk menemuinya" ucap Axell
"Stevano kau boleh berbohong pada daddymu tapi kau tak bisa membohongiku" ucap Nyonya Gueenci yang menatap lekat matanya Axell tapi Axell memalingkan tatapan itu
"Aku tidak membohongimu mere, sebaiknya kau istirahat jaga kesehatanmu disini aku pergi dulu" ucap Axell yang beranjak dari duduknya
"Fano...." ucap Nyonya Gueenci
"Aku baik baik saja sebaiknya kau istirahat, jangan terlalu memikirkanku" ucap Axell yang langsung menutup pintu ruangan nyonya Gueenci. Saat didepan pintu ada 3 perawat yang menjaga nyonya Gueenci
"Jagain mere, jika ada apa apa cepat hubungiku dan jangan sampai ada yang mengetahui keberadaannya dan kalian bertiga jangan sampai mere keluar dari mansion jika aku tau maka kalian sendiri yang akan menanggung akibatnya" ucap Axell yang mengancam 3 perawat itu yang gak lain ialah Ginari, Lyn dan Tesa.
"Ba....baik king" ucap Mereka barengan
Axell pun langsung menemui tangan kananya dan mulai menyusun rencana, malam harinya tepat pukul 23.00 mereka mulai menjalankan misi mereka dan bahkan tim 2 yang dipimpin oleh Xavier dan Victor serta anggotanya mereka melakukan penyerangan diudara.
Kini Axell serta Axs Shadow Army sudah dalam perjalanan menuju kota Zaragoza, Spanyol, mereka mengunakan 2 mobil mewah dan 3 mobil truk intuk mengangkut anggota Axs shadow army. Setelah sampai dimansion milik tuan Dalen yang merupakan five devils, mereka mulai melancarkan misi mereka, Axell dan Valden dan anggota Valden mereka masuk dari arah timur dan Javier serta Igo serta anggotanya masuk dari arah depan dan Wander serta anggotanya ia dari arah utara dan Golovin serta anggotanya masuk kebagian selatan terakhir yang akan menyusul Xavier dan Victor lewat udara, mereka merupakan tim bagian satu yang bermakas di Jerman.
Mereka langsung bersiap diposisi mereka masing masing, Javier dan Igo yang pertama kali melancarkan aksinya dengan melemparkan gas beracun pada beberapa penjuru serta serta mulai mengakitfkan bom rakitan yang terpasang disana, Misil serta granat mini bar hasil mereka luncurkan.
Siiiitttssssss.......
Siiitttttsssssss........
Duwarrrr.....duwarrrrrrr.........
Duwaaaarrrrrrrrr.........
Kini Axell, Valden, Wander dan Golovin yang langsung masuk kedalam mansion tak lupa mereka juga menempatkan beberapa sniper terbaik untuk melindungi mereka dari belakang, DroAx yang terus memantau mereka untuk menjalankan misinya dan juga Xavier yang memegang pusat komando untuk mengarahkan pergerakan mereka melalui pancaran laser dari DroAx serta cctv yang berada dimansion.
Axell, Valden serta Wander dan juga anggotanya langsung menyusup kebagian utara mulai melancarkan misinya dengan menarao beberapa bom rakitan dibeberapa sudut tertentu dan bahkan suara tembakan serta luncuran misil mulai terdengar dari arah utara
Dor...dor...dor...dor..
Duwarrr.....duwarrr......
Dodododorrrrr.......
Siiitttsssssss......
Duwarrrrrr.......
Dan Golovin pun melakukan hal yang sama mereka dipertemukan diruang tengah dan sementara Axell dan Valden mereka berhasil masuk kelantai atas dan Axell membagi tugas, untuk anggota ASA mereka langsung memasangkan bom rakitan mereka, Valden yang menerima serangan dari kubu tuan Dalen dan Axell sendiri ia langsung masuk untuk menlenyapkan orang orang penting dalam kubu tuan Dalen, Axell berhasil menerobos kebagian lantai paling atas dimana disitu tempat anggota keluargannya dengan dijaga oleh DroAx dengan laser yang menyala Axell langsung masuk mengendap ia bersembunyi di balik tirai dan saat ada orang yang keluar dari sebuah kamar yang gak lain adalah tangan kanannya dari tuan Dalen sendiri Axell langsung melayangkan panah beracunnya tepat dijantungnya.
Jlebb....jlebb....
2 anak panah berhasil diluncurkan oleh Axell kini Axell keluar dari tempat persembunyiaannya ia gak menyadari jika ada orang yang akan menembaknya
Dor....
Brukk....
Axell langsung melihat kesumber suara itu dilihatnya ada orang yang sudah tewas, Axell langsung melihat kearah atas ternyata DroAx yang menembaknya dengan cahaya laser yang mengarah pada orang itu.
"Sepertinya aku harus lebih hati hati lagi" batin Axell, ia melangkahkan kakinya hanya dalam 4 langsung 3 peluru mengarah padanya,
Dor....dor....dor...
untung saja Axell berhasil menghindari tembakan itu, dan Axell pun mengambil satu misil dan dilempakannya
Siiitttsss.....
Duwwaarrrrr......
Aghhhh....Aghhh.....
Axell juga langsung menembaki orang itu sampe sampe benar benar mati, bahkan bola mata Axell kini berubah menjadi biru pekat ntah kenapa hatinya diselimbuti dendam dan jiwa iblisnya muncul, Axell memberondong tembakan pada orang orang yang ada di situ dan mereka juga langsung menyerang Axell, beruntung sekali DroAx bisa diandalkan mereka membantu Axell menembaki orang orang itu, Axell yang kini berubah menjadi iblis psychopath yang gak mengenal ampun ia langsung menghabisi orang orang disitu sampe Akhirnya ada orang yang menembak Axell dan mengenai tangan kananya walaupun tembakan itu meleset tapi tetap saja mengenai jaringan kulit Axell dan sampe mengeluarkan darah.
Mata Axell menatap penuh kebencian pada orang itu, di balik topeng yang Axell kenakan Axell mengeluarkan aura yang tak biasa bahkan sorot mata yang sangat tajam, bola mata yang berwarna biru pekat dengan warna merah, Axell melangkahkan kakinya maju dengan tangan yang mengepal.
"Sorot mata itu" ucap tuan Dalen yang melihat bola mata Axell yang berubah, ia mengetahui sorot dari bola mata itu hanya keturunan mafia yang memiliki darah murni seorang mafia, yang kelak akan menjadi penguasa dunia hitam
"Siapa kau" ucap tuan Dalen yang terlihat ketakutan, Axell melangkahkan kakinya mendekati tuan Dalen dengan tangan yang mengepal dan juga sorot mata yang tajam.