
Sementara di Thailand Rezan dan Candra mereka membuat kerusuhan dimansionnya Alexander Pon, mereka memasang peledak disekitar mansion dan mereka juga menyiapakan bom bius untuk menbius para penjaga mansion depan, mereka pun mulai menjalankan aksi mereka dengan meledakan satu persatu bom yang sudah terpasang diantara pepohonan dekat mansion, dan mereka melemparkan bom bius serta gaa beracun.
Duarrr.......
Siiittssssss......
Siitsssss......
"Masuk" ucap Candra yang mengomando, Candra dan Rezan membawa 6 orang anggota mereka
Mereka pun langsung masuk dengan cara mengendap bahkan pengawal dari depan mansion sebagian udah tewas akibat gas beracun dan sebagiannya lagi hanya pingsan.
Bahkan alarm mansion menyala yang begitu nyaring, orang orang yang berada didalam mansion langsung keluar dan mencari siapa yang masuk kedalam mansion, The Axe yang memiliki keahlian sebagai sniper handal, mereka bersembunyi dan setelah beberapa orang turun kelantai dasar dan Rezan pun melemparkan gas bius Candra yang sedang membidik orang yang akan menjadi sasarannya ialah salah satu orang kepercayaan Alexander pon yang juga termasuk musuh dalam selimbut sesuai perintah Axell untuk membunuh Wen yang termasuk musuh dalam selimbut dia juga sebagia mata mata dari mafia sekutu.
Shiiitsssss.......
Jheb.....
Anak panah menacap tepat didada Wen, Wen pun langsung tersungkur kelantai
"Gasss....berancun" ucap Alexander yang langsung menutup hidungnya, sementara sebagian orang yang ada disitu jatuh pingsan karna menghirup gas bius itu, hanya Alexander dan Roy, Candra, Rezan serta anggota The Axe pun keluar dari persembunyiannya
"Siapa Kalian" ucap Roy
"The Axe " ucap Alexander yang melihat logo The Axe
"Aku gak pernah mengusik kalian kenapa kau mengusik mansionku dan kau membunuh para pengawalku, apa yang kau inginkan" ucap Alexander yang hendak mengeluarkan pistolnya begitu pun dengan Roy
"Jika kau mengeluarkan pistolmu dan sebelum pelatuk pistol kau tekan maka panah the Axe yang akan meluncur lebih dulu tubuhmu, apa kau gak liat disekelilingmu" ucap Candra, Alexander dan Roy pun melihat kesekeliling ruangan serta sudut terlihat sebuah drone melayang dengan laser yang menyala bahkan drone sudah dirancang khusus dengan sedemikian rupa itu bisa menembak dan membidik musuhnya, terhubung dengan markas mereka jadi orang orang markas yang mengendalikan bisa dibilang orang kepercayaan yang mengoprasikannya.
Alexander dan Roy pun memasukan kembali pistol mereka
"Kami tidak membunuh pengawalmu dan mungkin hanya sebagian yang menghiup gas beracun sisanya hanya gas bius" ucap Rezan
"Dan kalian mau apa datang kemansionku dan aku pun gak pernah mengusik The Axe" ucap Alexander
"Apa kau lupa dengan rencana para dewan untuk membantai The Axe" ucap Candra
"Bagaimana kalian bisa tau" ucap Alexander yang mulai gugup
"Dan kami hanya memperingatimu saja untuk tidak mengusik kami dan jika para Dewan termasuk kau berani mengusik kami kau pasti tau akibatnya, mati konyol ditangan the Axe, seperti kepercayaanmu itu" ucap Rezan sambil menunjuk kearah Wen yang sudah terkapar tak berdaya diatas lantai
"Dan kenapa kau membunuhnya" ucap Roy
Candra dan Rezan hanya tersenyum miring menanggapnya
"Harusnya kau berterima kasih pada king kami yang udah menyuruh kami membunuh musuh dalam selimut, apa kau tidak tau orang kepercayaanmu adalah mata mata dari mafia sekutu, kau tidak tau bukan karna hanya king Ax yang mengetahuinya termasuk musuh dalam selimut yang ada dijajaran dewan darkness" ucap Candra yang buat Alexander pon cukup kaget
"Apa kau kaget, kenapa king Ax bisa mengetahuinya" ucap Rezan
"Apa kau sedang becanda mana mungkin dewan darkness memiliki musuh dalam selimut" ucap Alexander yang tak percaya
"Apa kau pikir kami sedang becanda, liat saja nanti apa yang king Ax lakukan, asal kalian tau tanpa kalian sadari musuh terbesar dewan darkness yang akan mengantikan posisi dewan darkness, dan kalian pun tidak tau siapa musuh itu karna hanya keturuan dewan darkness yang sejati yang akan membantainya, ingat itu" ucap Candra dengan penuh penekanan
"Dan perlu kami ingatkan lagi jangan pernah mengusik kami, atau king kami yang membantai para dewan sampai akarnya kau tau bukan bagaimana kekejaman king Ax" ucap Rezan yang membuat Alexander ketakutan dengan ancaman the Axe, ia tau the Axe gak pernah main main dengan ancamannya.
"Kami tidak akan membunuhmu jika kau tak ikut mengusik kami" ucap Candra,
"Kau gak perlu khawatir soal pengawalmu mereka hanya terkena gas bius" ucap Rezan yang langsung pergi, mereka pun langsung pergi meninggalkan mansion mewah milik Alexander pon.
Sedangkan Calvin dan Zico mereka baru saja sampai dikediamannya Ramos Baxter mafia asal Filifina, mereka membuat juga membuat kericuhan dengan menembakan peluru bius pada pengawal yang berjaga didepan, sebagian The Axe melemparkan gas bius pada titik tertentu, Calvin sudah menyebarkan anggotanya untuk masuk kedalam mansion, dengan keahlian sniper the Ax mereka bisa masuk dengan mudahnya.
Zico sengaja menembak alarm yang berada diatas pintu agar alarm yang satunya menyala supaya orang orang yang berada dalam mansion keluar,
Tiiiiinggggggg.......
Begitulah alarm mansion berbunyi sampai sampai semua orang yang berada di mansion keluar, namun saat mereka berada dimansion ruang utama dimana alarm itu menyala, The Axe yang bersembunyi ditempat tertentu Calvin dan Zico langsung membidik dua orang yang menjadi target mereka yaitu kepala pelayan mansion dan juga bodiguard istrinya Ramos baxter.
Jhebb....
Agh...
Jhebbbbb....
Aghh...