
1 minggu setelah pembantaian yang terjadi di Belgia, Axell menyiapkan pasukan khusus untuk melakuakan penyerangan dan juga pembantaian yang akan the Axe lakukan di Italia, tepatnya pada salah satu anggota five devils yang keberadaan sudah mampu di cium oleh the Axe, bahkan the Axe sudah menyiapkan semuanya hampir sempurna, ditambah dengan pasukan khusus dari diamord devils yang Axell ikut sertakan namun hanya sebagian, sisanya dari the Axe dan Axe shadow army sendiri.
"besok kita berangkat ke Italia, persiapkan semuanya" ucap Axell dingin
"siap king" ucap mereka kompak
"kita akan mulai permainannya five devils" ucap Axell bahkan dengan aura mencengkram yang Axell pancarkan, bahkan yang berada diruangan itu hanya bisa mengidik ngeri.
Axell pun melangkahkan kakinya keluar ruangan itu dan seperti biasa tempat Axell berada diruangan rahasia tempat Axell memantau keadaan markas utamanya dan juga memantau kondisi keluarganya dari ancaman musuh dari daddynya sendiri, tanpa diketahui Axell sangat melindungi keluarganya bahkan menempatkan orang orang terbaik untuk mengawasi kelaurganya.
kini mata Axell tertuju pada layar monitor yang mengambarkan sosok wanita pujaannya yang lagi bersama teman pria bahkan Kimberly terlihat sangat happy bersama pria itu, hal itu membuat mood Axell kembali memburuk saat melihat layar monitor tersebut, Axell pun keluar dari ruangan itu dan menemui tangan kanannya yang berada diruangan biasa
"persiapkan semuanya nanti malam kita berangkat ke Italia, hubungi pasukan yang lain besok kita mulai penyerangan di mansion utama tuan Margoba" ucap Axell dengan nada dinginnya itu
"ta....tapi king kenapa buru buru, bu...." ucap Ciro yang ucapannya langsung dipotong oleh Axell
"gak ada bantahan, cepat kerjakan apa yang aku minta, jika kalian gak bisa diandalkan biar aku saja yang bergerak sendiri" ucap Axell dengan nada dinginnya bahkan bola matanya sudah berubah menjadi biru pekat menghiasi bola matanya
Axell pun langsung pergi dari ruangan itu wajah kesalnya, karna moodnya yang kurang baik Axell sifatnya berubah, Ciro, Andrew, Galen dan Jordan yang gak atau apa apa mereka hanya menatap bingung kearah Axell yang sudah menjauh dari ruangan tersebut, gak lama Valden dan Xavier serta tuan Helius masuk kedalam ruangan itu
"ada apa" ucap Valden yang menyadari perubahan raut bawah mereka yang nampak sedang bingung
"gini Val, king Ax menyuruh kita untuk persiapkan semuanya karna nanti malam kita berangkat ke Italia dan besok kita mulai penyerangan" ucap Ciro yang menceritakan
"besok, bagaimana bisa terus sekarang Axell kemana" ucap Valden
"kami juga gak tau, cuman tadi arahnya kesitu" ucap Andrew
"kayanya Axell lagi ada masalah, makanya moodnya buruk" ucap Xavier
"bahkan tadi bola matanya sempat berubah" ucap Galen
"Valden, Xavier sebaiknya kalian cari Axell dari pada dia melakukan hal aneh lainnya, jika emosinya tidak bisa dikontrol dan juga bola matanya berubah cukup bahagia, sebaiknya kalian cari Axell" ucap tuan Helius yang menyuruh Valden dan Xavier mencari Axell
"baik tuan" ucap Valden dan Xavier barengan, mereka pun langsung mencari keberadaanya Axell, mereka mencari keberadaan Axell dari setiap sudut yang berada dikastil milik Stevanuss, namun mereka tidak menemukan Axell, sampe akhirnya mereka pergi ketempat terakhir yang mereka kunjungi atas gedung kastil itu, dan ternyata benar Axell berada disana
"King....hu..hu..hu..." ucap mereka sambil mengatur napas karna mereka berkeliling mengitari penjuru kastil mencari keberadaannya Axell
"ada apa kalian kesini" ucap Axell dingin
"kami hanya memastikan saja kalau kau baik baik aja king" ucap Xavier, sedangkan Valden ia masih mengatur napasnya
"sebaiknya kalian pergi, aku butuh waktu sendiri" ucap Axell yang masih dengan nada dinginnya itu
"tapi...king...." ucap Valden
"persiapkan untuk keberagkatan kita ke Italia nanti malam, gak ada bantahan cepat lakukan" ucap Axell yang masih dengan nada dinginnya bahkan bola matanya saja masih berwarna biru
"tapi king ini terlalu cepat" ucap Xavier
"lakukan apa yang aku suruh sebelum aku benar benar meledak kastil ini" ucap Axell dengan nada mengancam, bahkan auranya saja nampak berbeda dari biasanya
"iiya king...." ucap Valden dan Xavier gugup, mereka pun langsung pergi dari rooftop itu dan hendak memerintahkan seluaruh bawahannya untuk mempersiapkan kerangkatannya nanti malam ke Italia.