The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 26 para dewan darkness



"Aku tau kemaren dari king, makanya king menyuruh Ran untuk mengawasi tuan Timofey diRusia, dan soal nyonya Gueenci gw gak terlalu tau keberadaannya yang pasti nyonya Gueenci masih Hidup dan kini berada ditangan king, setau aku kemaren king sempat menghubungi seseorang untuk menjaga nyonya Gueenci" ucap Rezan


"Apa mungkin mereka yang menjaga nyonya Gueenci adalah AX's Shadow Army pasukan bayangan milik Axell yang aku tau AX's shadow army hanya beranggotakan 100 anggota saja, tapi aku gak tau keberadaan mereka dimana" ucap Calvin yang juga mengetahui pasukan bayangan itu.


"Apa kalian tau apa yang sedang di rencanakan king, sampe sampe kita harus menculik Roberto" ucap Zico yang penasaran rencana sang king, mereka hanya menggeleng kepala


"Ntahlah aku juga tidak tau bagiku king cukup misterius" ucap Eric yang diikuti anggukan oleh sahabatnya


Sudah hampir 1 jam Axell pun nyamperin Eric, Calvin, Zico dan Rezan yang sedang berada disopa.


"Kita berangkat sekarang" ucap Axell dingin


"Siap king" ucap mereka barengan, Rezan pun memanggil beberapa anggota the Axe untuk ikut dengan mereka ke postdam.


The Axe berangkat ke Potsdam mengunakan 2 helikoper milik the Axe, gak butuh waktu lama untuk sampai di potsdam karna jarak antara Berlin dan Potsdam hanya 36.1 km kalau ditempuh oleh mobil tapi mereka kePotsdam menggunakan helikopter khusus the Axe.


Mereka telah sampai di mansion milik keluarga Thomas, mansion yang cukup mewah dengan beberapa penjaga yang cukup ketat diluar mansion, Helikoper mereka terparkir gak jauh dari mansion tuan Thomas, mereka pun segera membuat rencana untuk masuk kedalam mansion itu.


"Rezan dan Zico serta 3 anggota the Axe kalian masuk dari depan, Calvin 2 anggota the Axe kalian masuk bagian utara dan aku dan Eric masuk kebagian selatan kalian mengerti" ucap Axell yang memberikan intruksi


"Mengerti king" ucap mereka barengan


"Dan aku juga sudah meretas cctv yang berada dimansion jadi aksi kita kali gak ada yang mengetahuinya, aku harap rencana ini berjalan sempurna, dan kalian berdua buat darah tiruan yang nanti seolah olah Roberto tewas dan jasadnya kita bawa" ucap Axell yang menyuruh 2 orang anggota untuk membuat kejadian seolah Roberto tewas tertembak.


Mereka pun mulai menjalankan aksi mereka dengan menerobos masuk kedalam mansion sedangkna Di California Dewan darkness sedang mengadakan rapat dewan Draknessl yang diadakan 1 bulan 2 kali pertemuan rapat Dewan.


Mereka tampak serius membahas perluasan wilayah mereka dan juga membahas prihal kematian nyonya Gueenci yang dianggap ada yang ganjil dalam kecelakaan itu, tapi tuan Chen Wang serta nyonya Mayleen Na menganggap kalau kecelakaan itu disebabkan oleh Antonius dan Aston, dan mereka juga tetap menyudutkan Antonius Timofey serta Andreas Aston dibalik kecelakaan itu.


Hans Kendrick yang termasuk saudara dari Gueenci Ginetta mulai dihasut oleh Mayleen Na dan Chen Wang,


"Hans kenapa kau masih saja tidak menyalahkan Antonius Timofey serta Andreas Aston yang jelas jelas ini kesalahan mereka dan mereka juga yang terakhir kali menemui nyonya Gueenci" ucap Mayleen Na mafia asal Taiwan


"Iya Hans mereka yang terakhir kali ditemui nyonya Gueenci dan mungkin saja mereka berdua dalang dibalik kecelakaan itu" ucap Chen Wang mafia asal Hongkong yang mulai menghasut Hans Kendrick.


"Kenapa kau terus saja menyudutkan kami, yang jelas jelas kami tidak mengetahui kronologi itu" ucap Antonius Timofey mafia asal Rusia


"Dan asal kalian tau saja Gueenci menemui kita hanya untuk membicarakan soal pembelian senjata" ucap Andreas Aston mafia asal inggris


•Flashback•


Saat itu nyonya Gueenci ingin membeli senjata Antonius Timofey dan mereka mengadakan pertemuan untuk membicaran pembelian senjata itu, kebetulan Antonius juga akan memberi beberapa misil dari nyonya Gueenci, saat itu Antonius dan Aston sedang berada disebuah Casino yang juga memiliki Bar, Casino itu juga milik Aston salah satu bisnis miliknya.


Nyonya Gueenci datang bersama Henrick tangan kanannya, nyonya Gueenci masuk kedalam Casino itu dan langsung menemui Aston dan Antonius, Antonius yang terlihat sedang menikmati wine sedangkan Aston ia terlihat asik dengan para wanitanya.


"Akhirnya kau datang juga kesini Gueenci, aku kira kau gak akan datang" ucap Aston yang langsung menikmati wine yang disodorkan oleh wanitanya


"Aku datang kesini karna aku mau menemui Antonius bukan menemuimu" ucap nyonya Gueenci ketus


"Apa kau kesini mau menemani Antonius diatas ranjang menjadi penghagat ranjangnya, secara Antoni gak pernah menyentuh wanita, mungkin saja jika kau menawarinya dia mau kau temani" ucap Aston dengan santainya


"Sekali lagi kau mengatakn hal itu pastikan hidupmu kelar malam ini" ancam nyonya Gueenci pada Aston, namun Aston hanya terlihat santai saja


"Antoni dari mana kau menemukan sahabat seperti itu rasanya aku ingin menguburnya hidup hidup, huhh ....menyebalkan" sambungnya lagi


"Ntahlah" ucap Antonius singkat.


"Antonius sebaiknya kita langsung bicara ke inti saja aku gak banyak waktu disini apalagi kalau harus berdebat dengan Aston" ucap Nyonya Gueenci yang menatap tajam kearah Aston


"Baguslah sebaiknya cepat selesaikan urusan kalian, aku akan jadi pendengar kalian disini" ucap Aston yang masih setia dengan para wanitanya.


Nyonya Gueenci dan Antonius pun membicarakan prihal pembelian senjata mereka, hingga sampe akhirnya mereka sama sama nenyetujui kesepakatan itu


"2 hari lagi aku akan mengirimnya ke paris" ucap Antonius


"Kenapa kau banyak sekali membeli senjata dariku apa kau...." ucap Antonius yang langsung disela oleh nyonya Gueenci


"Aku akan membalas dendam pada Aproad yang telah membunuh suamiku, jadi aku menyiapkan segalanya dari sekarang" ucap Nyonya Gueenci yang menaruh dendam pada Aproad yang telah membunuh suaminya tuan Glavord.


"Jadi yang membunuh Glavord adalah Afroad" ucap Antonius yang kini terlihat sedang menahan emosinya


"Iya, apa kau juga memilki dendam pada Aproad Antoni" ucap Nyonya Gueenci


"Tentu, dia yang udah membunuh putraku, jika kau butuh bantuan aku siap membantumu" ucap Antonius dengan nada serius


"Baiklah nanti aku kabarimu, aku pergi dulu Antoni sebaiknya kau kasih tau sahabatmu untuk berhenti bermain main dengan wanitanya, aku sudah bosan melihatnya seperti itu apa dia gak ingin mempunyai kehidupan baru apa" ucap Nyonya Gueenci sambil membereskan berkas berkas


"Ya karna aku tidak mau terikat dalam sebuah hubungan, lebih baik seperti ini lagian semua wanita itu sama saja Gueenci" ucap Aston


"Tidak semua Aston" ucap Nyonya Gueenci yang langsung pergi dari situ


•••


"Sudahlah kalian jangan berbelit lagi" ucap Mayleen Na


"Komandan Zero harusnya kau bisa bersikap lebih tegas soal kasus ini"ucap Chen Wang


" kenapa kalian berdua terus menyudutkan Antonius dan Aston bukanya mereka berdua gak ada hubungannya soal kecelakaan itu"ucap Ramos Baxter mafia asal Filifin


"Dan aku rasa mereka memang gak ada hubungannya soal kecelakaan itu" ucap Elizabeth Hopper mafia China yang kini mulai membuka suara


"Dan aku juga setuju dengan Elizabeth dan mana mungkin juga mereka melakukan hal itu pada Gueenci" ucap Hans Kendrick mafia Amerika yang kini ikut membuka suara setelah ia mendengarkan perdebatan Antara Antonius, Aston dengan Chen wang dan Mayleen Na


Saat perdebatan itu tiba tiba Bram dan Rison yang merupakan tangan kanan Caesar Thomas masuk dan mengatakan sesuatu pada Caesar Thomas


"Maaf tuan tuan saya menggangu waktu kalian ada hal penting yang harus saya sampaikan pada tuan Thomas" ucap Bram dengan sopannya


"Silahkan" ucap komandan Zero


"Maaf tuan Thomas ada kabar buruk di mansion Patsdam" ucap Bram


"Kabar buruk apa cepat katakan" ucap Caesar Thomas dengan nada tinggi


"Ini menyangut soal tuan muda Roberto tuan" ucap Rison


"Cepat katakan ada apa dengan Roberto" ucap Caesar Thomas yang masih dengan nada suara yang tinggi bahkan semua anggota dewan menatap kearah tuan Caesar Thomas.


"Mansion di Potsdam dibantai tuan, bahkan semua pengawal tewas akibat gas beracun dan tuan muda Roberto tewas jasadnya dibawa oleh mereka" jelas Bram, seketika Caesar Thomas hampir tumbang karna berita yang mengenai putranya tewas dimansionnya di Potsdam


"Apa yang terjadi" ucap para Dewan Darkness


"Ada orang yang membunuh putraku, aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri dan nyawa harus dibayar dengan nyawa" ucap Caesar Thomas dengan penuh penekanan


"Apa maksudmu, Bram kau jelaskan apa yang terjadi" ucap Antonius Timofey


"Tuan muda Roberto tewas saat terjadi pembantaian dimansion Potsdam dan jasadnya dibawa oleh mereka" ucap Bram


"Siapa yang berani membunuh pewaris keturunan Dewan Darkness setelah Axell dan Arjuna tewas kini mereka menewaskan Roberto" ucap Luise Imanuel


"Sebaiknya kita liat dari cctv yang berada dimansion Potsdam biar kita tau kejadian detailnya" ucap Alexander Pon, mereka menyetujui saran dari Alexander Pon dan mereka mulai mereka cctv