The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 53 rencana para dewan



Dari pertempuran kedua The Axe gak ada yang tewas hanya terkena luka goresan dan juga ada yang tertembak, walaupun luka mereka cukup parah.


Sesampainya dimansion yang berada di Madrid semua anggota the Axe disuruh untuk istirahat dan memulihkan tenaga mereka, saat Axell duduk disebuah sopa yang ada disopa roftoop kamarnya ia memandang lurus kedepan dan gak lama sebuah notif yang masuk kelayar laptopnya


“King kami sudah memata matain tuan Dalen salah satu anggota five devils yang bermarkas di Spanyol, kita harus segera melakukan penyerangan king, saya sudah tau rencana mereka untuk meruntuhkan dewan darkness setelah mendapatkan rumor semua keturuan dewan darkness udah tewas dan misi awal mereka kini tuan Antonius Timofey yang menurutnya menghambat bisnis mereka king” » GOLOVIN


“Vin siapkan semuanya kita besok melakukan penyerangan dimansionnya Dalen, kirim 2 atau 3 droAx untuk memantau situasi disana” » KING AX


"Ternyata mereka menargetkan daddyku, lihat saja aku gak akan biarkan mereka menyentuh keluargaku untuk kedua kalinya" ucap Axell dengan memancarkan aura Devilsnya,


Suara ketukan dari luar, yang begitu terdengar jelas


Tok...tok...


"Masuk" ucap Axell


"Kenapa" ucap Axell datar


"Astaga king kenapa gw masuk sini serasa masuk kandang macan sih aura disini menyeramkan" batin Darel yang menyidik ngeri


"Akhh...itu king, saya mau mengobati luka ditangan king" ucap Darel, dan gak lama Alexco masuk kedalam kamarnya Axell, Alexco adalah orang kepercayaan Axell ia ditugaskan sebagai dokter untuk mengobati The Axe yang terluka.


"Ax tangan kau kenapa, tadi Dendrick menghubungiku katanya tangan kau terluka dan gak mau diobati, memangnya kau kenapa" ucap Alexco yang mendekati Axell


"Ini cuman luka kecil, dan gak bakal bikinku mati jugakan" ucap Axell yang tersenyum getir


"Kau bilang luka kecil, lihatlah jika kau terus kau diamkan saja itu sangat bahaya, kau selalu saja bersikap seperti itu" ucap Alexco, Axell memang gak bisa mengelak kalau Alexco sudah bertindak baginya Alexco adalah sosok kakak laki lakinya, selain Calvin, Zico, Eric dll.


"Diamlah ku obati lukamu dulu" ucap sambungnya lagi


"Kalau gitu saya permisi keluar dulu king Ax, Alexco" ucap Darel


"Darel apa lukamu serta yang lain sudah diobati" ucap Axell disela sela Alexco mengobati luka ditangan kanannya


"Sudah king, anggota the Axe yang lain sedang beristirahat untuk memulihkan kondisi mereka" ucap Darel


"Ok, kau boleh keluar" ucap Axell


"Aku heran denganmu Ax, kenapa kau sangat mementingkan kondisi mereka semua, giliran denganmu saja kau tak pernah pedulikan dirimu sendiri kau malah pedulikan orang lain, ingat Ax kondisimu juga sangat penting berhentilah mempedulikan orang lain " ucap Alexco pada Axell


"Sebenarnya hatimu terbuat dari apa sih king, disisi lain hatimu kaya iblis tapi disisi lain juga hati seperti malaikat" ucap Alexco yang membuat Axell terkekeh


"Kau itu bicara apa sih lex, udh selesai belum" ucap Axell,


"Bentar lagi" ucap Alexco,


Saat pembicaraan Axell dengan Alexco ternyata Darel mendengar pembicaran mereka, ia berdiri di depan pintu kamar Axell dan ia pun segera pergi dari situ takut ketahuan sama Axell kalau Darel menguping pembicaran mereka.


"Aku bersumpah king akan selalu mengabdi denganmu walaupun nyawaku harus jadi taruhannya king" batin Darel yang langsung pergi,


sementara ditempat lain para dewan sedang membicarakan the Axe karna telah menlenyapkan mafia asal Madrid, Spanyol yang termasuk mafia sekutu.


"Apa pembantaian besar besaran yang terjadi pada mafia asal Madrid itu memang benaran ulah dari the Axe" ucap Antonius Timofey


"Iya, bahkan The Axe membantai mafia asal Madrid itu dihari yang bersamaan" ucap Luise Imanuel


"Apa The Axe akan menjadi ancaman selanjutnya bagi kita" ucap nyonya Rane


"Bisa jadi the Axe akan menjadi ancaman kita setelah membunuh salah satu keturunan para Dewan" ucap Meyleen Na


"Apa lagi dengan ketuanya yang sangat misterius itu akan menjadi ancaman terbesar kita" ucap Chan Wang


"Sebaiknya kita segera melakukan penyerangan pada the Axe sebelum mereka menganggu ketenangan para dewan lagi" ucap Demas


"Aku juga setuju jika kita mempercepat penyerangan" ucap Caesar Thomas


"Sebaiknya sebelum kita bertindak kita selidiki dulu tentang The Axe, dan apa motipnya membunuh para mafia" ucap komandan Zero


"Aku setuju dengan pendapatnya komandan Zero, kita gak semudah itu melakukan penyerangan pada The Axe" ucap Elizabeth Hopper


"Percuma saja kita mencari tau siapa The Axe dan ketua dari The Axe mereka sangat cerdik menyembunyikan identitas mereka, mungkin saja ketua dari the Axe adalah seorang mafia elit" ucap Jhon Walker


"Yah kau benar Jhon, mereka sangat cerdik bahkan kita saja berapa kali menyelidiki siapa itu The Axe yang ada yang tau, mata mata dari the Secret aja mereka tewas saat aku menyuruhnya mencari info tentang The Axe" ucap Andreas Aston


"Sebaiknya kita menyelidiki lebih dalam dulu tentang the Axe baru kita melakukan penyerangan" ucap Hans Kendrick


Saat mereka sedang berdebat dengan rencana penyerangan yang akan mereka lakukan pada The Axe, Ivano Edrick, Alexander pon dan Ramos Baxter mereka hanya diam menyimak pembicaraan para dewan mereka gak mau salah mengambil langkah karna keluarga mereka yang akan menjadi ancamanny, apalagi The Axe telah memperingati Alexander pon dan Ramos Bakter untuk tidak ikut campur sementara Ivano Edrick yang telah tau siapa the Axe ia hanya diam menyimak pembicaraan para dewan tanpa berkomentar, ia tau seberapa kejamnya king Axe jika ada yang mengusikny.