
sesampainya di Rusia tepatnta di mansion milik keluarga Timofey, mereka langsung turun dari taksi itu bahkan mereka tak berhenti cukup jauh jaraknya dari mansion.
"king apa itu mansion milik keluargamu" ucap Calvin
"iya! kau lihat bukan penjagaan disana tampak ketat" ucap Axell
"terus apa kita lewat jalan belakang gitu" ucap Zico
"bukan seperti itu juga, kita pakai masker tadi, aku mau lihat seketat apa keamaan di Mansion" ucap Axell
"ya walaupun aku sudah memasangkan AxCam disana, aku mau tau kemampuan dari AxCam dan juga penjagaan disana" ucap Axell dan mereka pun berjalan kearah pintu gerbang, bahkan orang orang itu langsung angkat senjata dan Axell hanya tersenyum simik dari balik masker yang ia pake
"siapa kalian...." ucap salah satu dari penjaga itu yang menangkat senjata
Axell yang memasangkan earphone ditelinganya terdengar suara dari AxCam mendeteksi mereka bertiga
“terdeteksi....King Ax, Calvin, Zico bukan musuh”
ya seperti itu bunyi yang Axell dengar dan bahkan AxCam sudah tersambung pada Danielnya dan hanya Daniel yang mengetahui,
"siapa kalian atau kami akan menembak kalian" ucap tegas dari orang orang itu,
Axell pun membuka maskernya dan mengeluarkan kalung dari balik bajunya, kalung itu juga memiliki logo Timofey, bahkan bukan sembarangan orang memiliki logo itu hanya Antonius Timofey dan jajarannya yang gak lain tangan kanannya sendiri yang memiliki logo seperti yang terdapat dikalung dan gelang, sedangkan yang lainnya tepatnya pasukan dari Antonius hanya dibaju mereka yang memiliki logo seperti itu.
"tu...tuan muda...anda...."ucap seseorang yang terlihat masih mengenal Axell bahkan photo Axell berjejer didalam mansion mewah milik Antonius Timofey
" jangan banyak tanya bukankan gerbangnya sekarang"ucap Axell dingin
"ba...baik tuan muda, silahkan masuk dan selamat datang tuan muda dimansion" ucap mereka yang tertunduk hormat pada Axell,
sedangkan didalam mansion Daniel yang mendapat panggilan kalau AxCam mendeteksi kedatangan Axell serta 2 orang lainya, Daniel langsung kalang kabut dan berlari menuju depan mansion bahkan orang orang yang berada disitu hanya bisa menatap bingung kearah Daniel yang terlihat buru buru
"Daniel....kau kenapa..." ucap Lucifer dan Daniel hanya menghiraukan ucapan kakaknya itu dan ia pun berlari kepintu utama dan membuka lebar lebar pintu utama.
"Ax....." ucap Daniel yang membukkan pintunya dan Axell hanya tersenyum tipis kearah Daniel dan gak lama Lucifer disusul oleh Mark dan Diego menghampiri pintu utama
"tuan mudaa....." ucap mereka barengan dan dengan mode kagetnya
"paman Lucifer, paman Mark, paman Diego apa kabar"ucap Axell dengan mode ramahnya
" kami baik Axell, bagaimana denganmu"ucap Lucifer
"sangat baik, o iya perkenalkan mereka sahabat sekaligus keluargaku namanya Calvin dan Zico" ucap Axell yang memperkenalkan Zico sama Calvin
"Calvin"
"Zico"
"Lucifer" datar
"Mark" datar
"Diego" datar
"Daniel"
"o iya paman daddy, Cyla, mammy sama kedua adikku kemana" ucap Axell yang menanyakan keluarganya
"tuan Antony lagi diruang kerjanya bersama tuan Aston dan untuk Mamy mu mungkin lagi dikamarnya" ucap Lucifer
"Axell, sebaiknya kamu masuk dulu" ucap Mark dan Axell pun langsung masuk kedalam rumah itu bahkan gak ada yang berubah dibagunan itu, mungkin hanya beberapa bingkai photo yang berganti, Axell tau sekarang udah berubah dan gak ingin terjadi perselisihan dikeluarganya makanya photo sang mommy yang dulu pernah berjejer disudut ruangan
Lucifer yang paham ia langsung angkat bicara
"bingkai photo nyonya Glavi masih tersusun rapi di ruangan khusus yang dibuat tuan Antony, dan mana mungkin tuan Antony membuangnya, dan juga tuan Antony gak mau nyonya Theresa salah paham" ucap Lucifer
"aku mengerti semuanya udah berubah, mommy udah bahagia diatas sana jadi tinggal daddy yang harus bahagia juga" ucap Axell yang melanjutkan langkahnya
saat diruang tengah terlihat ada Cyla dan Cyla pun langsung menghampiri Axell dengan raut wajah bahagia
"kakak tampan...." teriak Cyla yang langsung berlari kearah Axell, Axell pun langsung menangkap Cyla dan memeluknya
"Cyla kangen kak Axell...." ucap Cyla yang melepaskan pelukannya
"kakak juga kangen sama Cyla" ucap Axell
"king apa dia adikmu" ucap Zico penasaran
"Co...bisakah kau gak rusak acara mereka, dengan kau bertanya seperti menganggu acara mereka berdua" ucap Calvin dingin dan Axell hanya tersenyum simik sementara Cyla ia hanya menatap kedua orang itu
"kak mereka siapa" ucap Cyla
"mereka akan jadi kakak kamu juga, ini kak Calvin dan ini kak Zico" ucap Axell yang memperkenalkan Calvin dan Zico
"hallo kak aku Cyla" ucap Cyla sambil tersenyum manis
"hai Cyla..." ucap mereka barengan
"kakak tau gak sekarang udah ada adik bayi loh..." ucap Cyla bahagia
"o iya" ucap Axell yang sebenarnya udah tau
"mammy.....daddyyyyyy......." teriak Cyla yang langsung lari menaiki anak tangga
"Cyla jangan lari nanti kau terjatuh" ucap Diego memperingati Cyla
"Ax... kau punya adik bayi, kau gak pernah cerita kalau kau punya adik bayi apa itu dari istri baru daddymu" ucap Zico yang berbicara tanpa filter
"diamlah, jika kau masih banyak bicara aku pastikan kau pulang kemarkas hanya tinggal nama" ucap Axell datar dan Zico langsung terdiam
"aku sudah peringatimu dan nikmatilah ancaman king Ax" bisik Calvin pada Zico
"kau abangku bukan" ucap Zico kesal
"Axell....." ucap orang itu, Axell yang sedang duduk ia langsung beranjak dari duduknya pas tau siapa yang memanggilnya dan menghampirinya
"daddy....." ucap Axell, Antonius pun langsung memeluk Axell dengan erat dan Axell pun langsung melepaskan pelukannya
"seperti janjiku dulu dad, aku akan kembali setelah semuanya selesai dan sekarang aku menemuimu disini, tempat yang penuh kenangan" ucap Axell
"daddy selalu percaya kalau kamu akan kembali dimana tempatmu dilahirkan, dan sekarang daddy serasa bermimpi bisa melihatmu lagi dan memelukmu setelah beberapa tahun kau menghilang" ucap Antonius
"Axell Stevano Timofey apa ini kau" ucap seseorang dari arah belakang Antonius dan Axell pun langsung menatap kearah orang itu
"uncle Andreas Aston haha apa kabar uncle" ucap Axell
"baik seperti yang kau lihat aku selalu baik, dan sepertinya ada yang berubah darimu hanya sikapmu saja yang sepertinya tidak berubah" ucap Aston
"ya... kau benar bukannya sekarang aku makin tampan bukan, bahkan aku lebih tampan darimu bukan" ucap Axell dengan nada songgongnya, seperti itulh Axell kalau sudah berhadapannya dengan Aston.
"huh....kau masih saja tidak berubah, dan sekarang kau mau jadi sainganku gitu" ucap Aston dan Axell hanya tersenyum simik
"aku bukan sepertimu, mungkin Zico saudaraku yang akan jadi sainganku" ucap Axell
"hey...king kenapa kau bawa namaku"ucap Zico
"kalian bisakan tidak berantem" ucap Antonius
"ya...seperti biasa uncle Aston yang selalu memulai" ucap Axell yang tak mau kalah
"aku baru tau sisi lain dari sikap Axell" batin Calvin
"Axell mereka siapa" ucap Antonius pada Calvin dan Zico
"mereka sahabat sekaligus saudaraku dad, ini Calvin dan yang itu namanya Zico" ucap Axell
"o iya dad dimana adik twins ku" ucap Axell
"sebentar lagi kesini" ucap Antonius gak lama suara nyaring Cyla terdengar dan menghampiri mereka, disusul oleh Theresa dan 2 pengasuh anaknya
"daddy...." ucap Cyla yang langsung duduk disamping Antonius
"Axell...." ucap Theresa bahkan terlihat matanya yang berkaca kaca
"mamy...." ucap Axell, Theresa cukup kaget pas Axell menyebut dirinya dengan sebutan mamy
"gimana kabarmu? kamu baikkan? kita semua selalu menunggu kedatanganmu disini" ucap Theresa dan Axell hanya tersenyum tipis
"maaf, aku bisa menemuinya sekarang" ucap Axell
"kamu sekarang akan tinggal lagi bersama kitakan" ucap Theresa dan Axell hanya terdiam
"ntahlah" ucap Axell singkat
"sebenarnya aku ingin tinggal lama disini tapi ada hal yang harus aku lakukan dan misiku belum berakhir sampai disini, aku minta maaf" batin Axell
"apa ini adikku" ucap Axell yang melangkahkan kakinya
"iya mereka adikmu" ucap Antonius, Axell pun mendekat kearah adiknya yang baru saja lahir dan Axell pun menciumnya kedua pipi gembul adiknya secara bergantian.
"siapa nama mereka" ucap Axell pada Theresa dan Antonius
"Alexander Timofey dan Alexandra Timofey " ucap Antonius
"dad... apa aku boleh menambahkan nama buat kedua adikku" ucap Axell
"tentu saja" ucqp Theresa
"gimana kalau nama tengahnya memakai namaku, jadi Alexander Stevan Timofey dan Alexandra Stevana Timofey" ucap Axell yang memberikan nama tengah dari Axell pada kedua adiknya
"mereka akan jadi penolong serta pelindung bagi Timofey dan juga akan jadi pembela bagi kalian dan dalam jajaran Timofey kelak" ucap Axell yang masih menatap kedua adiknya itu
"bagaimana kau bisa tau king" ucap Zico penasaran
"hanya tebakanku saja, dan juga aku menyimpulkannya dari nama mereka Alexander dan Alexandra" ucap Axell
"apa nama panggilan mereka dad" ucap Axell lagi pada daddynya
"daddy sama mamimu belum pikirkan, untuk nama panggilan mereka" ucap Antonius
"yasudah Xander dan Xandra aja" ucap Axell
"hey Axell.... daddymu yang buat kenapa kau yang repot dengan nama adikmu" ucap Aston
"ya karna aku kakaknya, dan jika kau yang ikut campur itu tidak baru tidak wajar" ucap Axell sambil terkekeh
"ya...terserahmu, tapi menurutku lebih baik kau menamamkan benihmu pada wanita agar kau bisa menamai mereka habismu sediri bagaimana" ucap Aston
"jangan gila Astonn jangan kau hasut putraku dengan ide kotormu itu....." ucap Antonius tegas dan Axell hanya tertawa kemenangan saat Aston tak berkutik lagi dengan ucapannya dari daddynya itu.
"rasanya sekarang kebahagianku cukup lengkap dengan adanya keluarga kecilku, Theresa, Axell, Cyla, Xander, Xandra semuanya sudah lengkap, apalagi dengan kedatangan putraku yang bertahun tahun menghilang sekarang bisa berkumpul denganku disini" batin Antonius
"aku selalu merindukan hal seperti ini kebahagian sudah hampir cukup dengan bisa berkumpul dengan keluargaku, tapi ntahlah dengan nanti apa aku masih bisa merasakan hal seperti itu lagi atau justru akan terbang ditempat yang dingin" batin Axell sambil tersenyum tipis kearah orang orang yang berkumpul didepannya bahkan Calvin dan Zico tak sungkan lagi dengan berbicara dengan orang orang yang berada didalam jajaran Timofey bahkan Antonius sendiri sudah menegaskan kalau Calvin dan Zico juga akan jadi bagian dari keluarganya.
•••***END***•••
“dan sekarang udah resmi tamat, dan menurut kalian gimana apa lanjut di season 2 atau berhenti disini, minta pendapatnya untuk season 2 nanti ”