The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 16 mengenali



Gak lama binatang yang tadi berada di semak semak pun keluar, seekor babi hutan muncul dari semak semak.


"Pelik, Ling aku takut" ucap Lily dengan suara gemetar.


"Aku Juga sama takut" ucap Pelix, Pelix pun mengambil sebuah ranting kayu, dan mengusir babi hutan itu, namun babi hutan itu malah makin ngamuk.


"Huss...hus...pergi sana" ucap Pelix namun babi itu gak pergi dan hendak melukai mereka bertiga,


"Pelix, Lily tolong, aku takut" ucap Ling, karna babi itu mendekati Ling dan


Jleb....


Anak panah menancap mengenai perut babi hutan itu, Pelix, Lily, Ling pun melihat kearh anak panah itu berasl


"Ka..kak Juna"ucap mereka terbata bata


Arjuna pun menghampiri mereka " kalian apa apa sih kalian gak takut apa ini tuh bahaya lain kali kalau kalian pergi kesini harus bawa pengawal, sekarang kalian pulang sebelum ibu mencemaskan kalian"ucap Arjuna dengan nada tegas


"Kau gk perlu takut babi itu udah hampir mati, lebih baik kau segera kembali ke mansion bersama Pelix dan Lily" ucap Arjuna


"Terima kasih kak Juna" ucap Ling yang langsung lari menyusul Lily dan Pelix.


"Kalian bawa babi itu" ucap Arjuna pada 2 pengawal yang ikut memburu dengannya.


"Baik tuan muda" ucap 2 orang pengawal itu.


💿plashback off💿


"Jadi Arjuna itu pemburu" ucap Axell di ikuti anggukan oleh Ling


"Pantas saja pas aku ingin memburu bareng Ivan, ibu seperti sedih dan melarang ku ternyata itu alsannya" ucap Axell


"Apa kau mau ikut memburu bareng kak Ivan" ucap Ling yang juga tau prihal Ivano Edrick


"Yaps, kau benar karna aku menyukai panahan dan juga alam bebas jadi Ivan mengajakku untuk berburu dengannya, tapi ibu melarangku" ucap Axell


"O iya apa kau tau dimna Arjuna sekarang, dan siapa tadi Lily dan Pelix" ucapnya lagi


"Kak Juna tewas dalam ledakan di Las Vegas 2 tahun yang lalu, tapi jasadnya tidak temukan dan orang orang menyangka kalau kak Juna tewas akibat ledakan itu, kalau Lily itu adik dari kak Juna, sedangkan Pelix ia adalah adik kak Ivan" ucap Ling, Axell hanya ber'oh' ria.


Sedangkan di mansion semua orang nampak panik pas tau Axell kabur dari mansion tuk kedua kalinya.


"Bagaimana apa kalian menemukan Arsen" ucap Nyonya Rane yang terlihat mencemaskan Axell


"Ibu, kita susah mencari Arsen ponselnya saja tidak di bawa, terus GPS yang pernah aku kasih sepertinya di matikan" ucap Elizabeth


"Kami telah mencari kesudut mansion tapi kami tidak menemukan keberadaan tuan muda Arsen" ucap Jhonn


"Cari lagi sampai ketemu" ucap komandan Zero


"Kenapa Arsen sama persis seprti Juna yang sering kabur untuk memburu, apa Arsen" ucap Drake ia pun teringat sesuatu


"Apa jangan jangan Arsen pergi kedanau Cling yang berada di dekat taman kota, bukankah dia sering kesana" ucap Drake


"Kau ikut denganku kesana" ucap Komandan Zero yang menganjak Drake serta Jhon untuk ikut dengannya


"Aku juga ikut Zer" ucap Nyonya Rane


Mereka pun segera pergi ketempat itu di mana Axell dan Ling, namun mereka tidak menemukan keberadaan Axell.


Sementara dibukit Ling mengajak Axell untuk segera kembali ke mansion karna ia takut kalau Axell kena marah dari nyonya Rane karna pergi dari rumah nanpa izin sama halnya dengan Arjuna dulu yang sering kena marah dari nyonya Rane karna pergi dari izin.


"Arsen sebaiknya kita segera kembali aku takut kalau kau kena marah dari bibi Rane" ucap Ling


"Yaudah ayo" ucap Axell


"Sepertinya kau tidak mau pulang dari sini" ucap Ling yang melihat Axell masih menatap kosong kearah bukit di depannya dan belum beranjak dari duduknya


"Disini seperti damai sekali hawanya aku sangat menyukai disni, apa kau tau dari teka teki masalaluku banyak sekali rintangan dalam kehidupanku, masalah bahkan seperti aku melihat gambaran ledakan, tembakan, darah berceceran, bahkan aku seperti melihat ibuku tewas karna tembakan" ucap Axell dengan tatapan kosong kedepan.


"Apa kau anak dari seorang mafia Arsen" ucap Ling


"Aku tidak tau, aku saja masih belum mengingat siapa diriku, hanya saja dalam teka teki itu sering sekali aku melihat logo T serta A yang digabungkan dengan panah, tapi aku gak tau apa itu" ucap Axell


"Mungkin saja kau dulu anak dari seorang mafia Arsen, karna ledakan saat itu mengakibatkan kamu kehilangan memori ingatanmu" ucap Ling


"Aku tidak tau, jika aku anak dari seorang mafia apa kau masih mau berteman denganku Ling" ucap Axell


"Tentu, kau juga tidak memandang status aku yang hanya anak dari seorang pelayan, jadi aku tidak masalah kalau kau anak dari seorang mafia, dan apa kau tidak tau sekarang kau di angkat anak oleh bibi Rane dan paman Zero mereka itukan seorang mafia juga" ucap Ling yang membuat Axell kaget


"Apa kau serius" ucap Axell


"Tentu, mereka juga anggota dewan makanya mereka sangat melindungimu dan memperketat keturunan mereka karna banyak yang mengancam nyawa keturunan mereka" ucap Ling, Axell hanya ber-oh ria


Mereka pun langsung turun dari atas bukit, dan mereka segera pulang mereka pulang jalan kaki karna ingin menikmati udara sore, Axell nampak menyukai harinya yang menurutnya sangatlah bebas, sesekali mereka main kejar kejaran, dan mereka bejalan tiba tiba ada yang menghalangi langkah mereka


"Apa kau Axell Timofey " ucap pria yang bertubuh besar


"Mungkin anda salah orang tuan, nama saya Arsen bukan Axell" ucap Axell santai sementara Ling mulai ketakutan.


"Cepat katakan apa kau Axell Timofey" ucap pria yang berambut gondrong


"Sudah ku katakan paman namaku Arsen bukan Axell ngeyel banget sih di bilangin" ucap Axell yang kesal


"Ar aku takut" ucap Ling


"Gak perlu takut" ucap Axell yang seakan akan udah biasa menghadapi orang seperti itu.


"Sebaiknya kau ikut denganku, atau..." ucap pria itu yang menodongkan pistol namun berhasil Axell menagkisnya dan langsung menembaknya


"Ling Lari dari sini" teriak Axell


"Tapi....." ucap Ling, ia pun segera lari dari tempat itu, sedangkan Axell masih disitu.


DORR...


AGHHHH...


"sudah ku katakan kalau aku itu Arsen bukan Axell" ucap Arsen


Pria yang tadi ditembak oleh Axell telah tewas karna Axell menembaknya tepatnya di jantungnya