The King Of Mafia

The King Of Mafia
eps 19 terus berganti




Setelah Axell meninggalkan rumah paman Lee serta Bibi Chen Axell segera bersiap untuk tidur, tapi sebelum itu Axell mengambil laptopnya yang pernah di kasih oleh Elizabeth, Axell pun mulai mengotak atik laptopnya saat di lihat tanya di sadari laptopnya ternyata memiliki sambungan pada Eliza yang bisa di pantau oleh Eliza apa saja yang Axell lakukan pada laptopnya


"Huhh...ternyata laptop ini memiliki koneksi pada Eliza, jadi selama ini aku sering di pantau" ucap Axell ia pun mengubah sistem laptop miliknya menjadi sistemnya dengan memgunakan prangkat yang cukup rumit agar tidak mudah tuk di retas.


"Kalau ginikan aman aku bisa melakukan apa saja dalam laptopku jadi Eliza gak bisa mengetahuinya, beruntung sekali ingatanku tentang meretas tidak hilang hahhhh....kenapa aku gak dari dulu aja melakukan hal ini, terkadang seorang Axell bisa bersikap bodoh hahh....percuma memiliki IQ di atas rata² kalau amesia saja bisa bikin hilang semuanya" ucap Axell ia pun beralih pada ponselnya, ia pun melakukan hal yang sama pada ponselnya


"Baiklah sebelum semua ingatanku kembali maka kita mulai permainannya, seolah olah aku belum mengingatnya, aku ingin memperdalam kemampuanku mungkin ada hal yang harus aku lakukan tapi aku gak mampu mengingatnya huh...sungguh miris sekali hidupmu Ax" ucap Axell yang berbicara sendiri sambil menatap atap kamarnya.


Pagi harinya Axell sudah siap mereka akan segera berangkat ke Jerman dengan melakukan perjalanan pagi agar lebih cepat sampai di jerman.


Perjalanan ke jerman memakan waktu setengah hari, mereka yang mengunakan pesawat Zet pribadi, setelah sampai di jerman tepatnya dimansion komandan Zero dan nyonya Rane



mereka langsung masuk dan mereka langsung beristirahat Axell yang kini menempati kamarnya milik Arjuna dulu,


"Arsen kau sekarang tidur di kamarnya milik Juna putraku, dan sekarang ini Adalah kamar milikmu" ucap nyonya Rane yang menunjukan kamar milik putranya


"Kenapa aku harus tidur dikamar Juna menang Juna kemana apa dia gak akan tidur di kamar ini bu" ucap Axell yang pura² tidak tau sebenarnya ia tau kalau Juna atau Arjuna dari ceritanya Ling.


"Tidak, kau tidur saja di sini, jika kau ingin tau nanti ibu bisa ceritakan tentang juna serta Lily putriku, tapi sekarang kau istirahat dulu kau pasti lelah bukan" ucap nyonya Rane


"Baiklah tapi kau harus ceritakan padaku tentang mereka, dan kau hutang penjelasannya bu" ucap Axell


"Mmm baiklah, selamat istirahat Arsen" ucap nyonya Rane yang langsung pergi


Axell pun langsung masuk dan mengamati kamar milik Arjuna banyak Koleksi Arjuna yang terpasang rapi, bahkan ada busur serta anak panah yang berada di sana


"Cukup unik, sepertinya Juna menyukai Alam liar, buktinya saja dia banyak photo hasil memburunya, huh..." ucap Axell yang langsung memperhatikan lukisan lukisan itu


"Arjuna Arsen Calandra, seperti aku pernah mendengar nama itu, akh...siallll...lagi lagi aku gak bisa menggingat nya" ucap Axell yang langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur king size, gak lama Axell terlelap dalam tidurnya, mungkin karna kecapean perjalanan dari


Pagi harinya Axell sudah terbangun dari alam mimpinya, suara burung berkicau serta silau matahari menyorot kesela sela jendela.


~•~•~•~•~•~


Tak terasa Axell sudah satu tahun lebih tinggal bersama komandan Zero dan juga nyonya Rane, bahkan ingatan Axell sudah hampir kembali.


"Udah pagi" ucap Axell ia pun langsung bergegas kekamar mandi untuk bersih bersih.


Setelah selesai bersih bersih Axell pun langsung turun untuk menemui komandan Zero dan nyonya Rane


"Pagi ayah ibu" ucap Axell, Axell pun langsung duduk di sebelah nyonya Rane


"Sudah selesai, untuk apa aku harus nunggu lulus selama 3 tahun, gk kuliah juga IQku masih di atas rata²" ucap Axell yang langsung mengambil sarapannya, yaps Axell memang memiliki IQ di atas rata² bahkan ia mampu menyelesaikan kuliahnya dalam jangka 1 setengah tahun.


"Apa perlu kau mengadakan wisuda atau...." ucap komandan Zero yang terpotong


"Gk perlu Ayah, aku malas kalau harus ikut acara seperti itu" ucap Axell,


"Arsen hari ini ayah dan ibu akan pergi ke California, kami ada pertemuan para Dewan jadi kau tetap disini, ibu akan menyuruh Jemmy dan Jeniver untuk menemani kamu disini selama kami pergi" ucap komandan Zero


"Kamu gppkan kami tinggal" ucap nyonya Rane


"Gpp ko, berapa lama kalian pergi" ucap Axell


"Satu minggu" ucap komandan Zero, Axell hanya ber-oh ria


Setelah sarapan Axell langsung ikut pelatihan dengan James dan Jhon, saat latihan Axell lebih sering bermain mengunakan Busur panah terlebih dulu di bandingkan dengan menggunakan senjata ataupun pedang yang berada disitu.


Gak lama Jemmy dan Jeniver pun menghampiri James dan Jhon, sedangkan Axell ia lebih pokus dengan busur panahnya,


"Jika The Axe ketika berperang mengunakan busur panah yang di lengkapi racun mungkin itu akan menambah ciri khas The Axe sebagai Arjuna Devils" batin Axell,


"Aku harus segera hubungi Eric, untuk memperkuat the Axe aku gak tau sekarang bagaimana kabarnya" batin Axell


"Bukankah salah satu dari bisnis ilegal milik Ivan ada peracik obat serta racun, aku harus bisa menemuinya" batin Axell,


Jemmy, Jeniver masih memperhatikan Axell yang sedang bermain panahan, mereka pun menghampiri Axell.


"Hallo, apa kau Arsen" ucap Jaimi dengan menggunakan bahasa Jerman


"Iya, apa kalian Jemmy dan Jeniver" ucap Arsen


"Iya aku Jeniver, kau cukup panggil aku Jenni" ucapnya mereka berbicara dengan menggunakan bahasa Jerman dan Axell pun mampu mengimbangi setiap bahasa yang orang ucapkan


"Apa kau asli dari Jerman sendiri Arsen" ucap Jaimi


"Aku tidak tau, tapi aku mampu memgimbagi bahasa yang kalian ucapakan" ucap Axell


"Terus kau berasal dari mana Arsen" ucap Jeniver


"Masa iya aku bilang asal dari Rusia ataupun Amerika" batin Axell


"Apa kau berasal dari Rusia" ucap Jemmy


"Bukan, aku bukan dari Rusia, dan aku tidak tau aku berasal dari mana yang jelas aku bukan dari planet lain" ucap Axell yang nampak kesal sama pertanyaan dua orang di depannya dan berlalu pergi dari tempat itu