
Anak panah yang meluncur tepat dijantung kepala mansion serta bodiguard pribadi istrinya Ramos Baxter, The Axe pun kekeluar dari tempat persembunyianya.
"Siapa kalian" ucap Ramos Baxter yang mengangkat senjatanya, mata Ramos seketika melotot pas tau kalau yang ada didepan mereka ada The Axe bisa dibilang Arjuna Devils pemanah yang berdarah dingin.
"Apa kau mengenali kami" ucap Zico
"The Axe" ucap Ramos yang terlihat ketakutan
"Iyah, kami the Axe jika kau berani mengusik kami maka kau tunggu saja hari dimana keluargamu tewas ditangan king Ax, king Ax gak pernah main main dengan ancamannya bahkan jika ada yang mengusiknya seluruh keturunanmu akan tewas ditangan king Ax atau ditangan keturunan king Ax sendiri" ucap Calvin dengan nada dinginnya
"Jangan pernah sakiti keluargaku, aku akan menuruti permintaan kalian tapi jangan lukai keluargaku" ucap Ramos yang seakan tidak mau kehilangan keluarganaya
"Itu yang the Axe serta king kami rasakan, dan King kami harus kehilangan orang yang paling berarti dalam hidupnya" ucap Zico,
Gak lama anak bungsu dari Ramos Baxter menghampiri mereka, ia berlari menghampiri ramos baxter
"Daddyy......" teriaknya yang langsung menghampirinya
"Kenzo pergi menjauh dari sini"ucap Ramos pada putra kecilnya
" kau tenang saja kami gak akan membunuh putramu jika kau tak mengusik kami"ucap Calvin, Calvin pun mendekat kearah kenzo yang terlihat ketakutan karna Calvin serta the Axe memakai topeng khusus.
Calvin mendekat kearah Kenzo, istri dari Ramos Baxter menghampiri mereka
"Jangan pernah sentuh putraku" ucap Istri dari ramos baxter dengan suara yang cukup bergetar bahkan air mata istri dari Ramos Baxter terus menetes karna ia takut kalau putranya dicelakai, dan Calvin malah mengiraukan ucapan dari Istri Ramos Baxter
"Jangan takut aku tidak akan menyakitimu anak tampan"ucap Calvin yang tersenyum tulus pada Kenzo, Kenzo pun langsung membalas senyuman Calvin
" nama kakak siapa"ucap Kenzo yang terlihat akrab
"Namaku Calvin dan siapa namamu" ucap Calvin
"Kenzo Calvin Baxter" ucap Kenzo
"Nama yang bagus" ucap Calvin
"Hey kak kenapa kau malah berinteraksi sama bocah itu" ucap Zico kesal
"Diamlah" ucap Calvin datar.
"Kenapa kalian menbunuh kepala pelayan mansion kami dan juga kau menbunuh bodiguardku" ucap Istri dari Ramos Baxter, tag name Shellena
"Apa kau tau kenapa kami membunuhny, karna mereka adalah musuh dalam selimut dalam jajaran kalian, harusnya kalian berterima kasih pada kami karna kami telah melenyapkan mata mata yang ada dilingkungan keluaraga kalian apa kalian tidak tau mereka berdua mata mata dari mafia sekutu yang sewaktu waktu akan membunuh keturunan kalian nantinya termasuk keturunan laki laki kalian" ucap Calvin
"Dari mana kalian mengetahui itu" ucap Ramos
"Kami tidak akan mengusik The Axe, tolong jangan sakiti keluargaku aku mohon tuan" ucap Shellena
"Kami tidak akan mengusiknya jika kalian tidak mengusiknya" ucap Calvin
"Kami tidak pernah main main dengan ucapannya kami, dan kau tuan Ramos lindungi keluargamu dari musuh para dewan yang sedang mengincar keturunan kalian, sebelum king kami menyelesaikan misinya" ucap Calvin yang langsung pergi diikuti dengan the Axe lainnya, mereka segera kembali ke Singapure begitu misi mereka selesai.
"Apa maksud dari semua itu, siapa king Axe itu" batin Ramos, dan iya pun menyuruh tangan kanannya untuk membereskan kekacauan yang berada dimansionnya.
Dan sementara di Madrid Axell sedang menjalankan misinya target mereka mafia sekutu yang berada dikota Cuenco Axell serta 3D mulai menjalankan misinya dengan menyusup kemansion mafia sekutu, bahkan sistem mansion sudah diretas oleh Darel, jadi yang tetap standby dimobil untuk mengawasi Axell serta the Axe yang sedang menyusup kedalam mansion dengan membawa senjata lengkap serta bom rakitan dan juga granat mini, panah beracun sebagai senjata utama mereka yang sudah dilengkapi racun tanpa penawar untuk membalaskan dendamnya pada mafia sekutu, dengan memakai baju khusus the Axe yang sudah dilengkapi anti peluru serta topeng yang menutupi sebagian wajahnya.
didepan mansion Axell sudah meluncurkan granat mini serta gas beracun yang siapa dilemparkan kehalaman utama Mansion, Axell membagi tugas pada The Axe, Dendrick dan anggotanya masuk lewat depan, Daren dan anggotanya yang masuk lewat timur serta anggota Darell yang masuk lewat belakang, Axell hanya mengambil 2 anggota the Axe untuk ikut dengannya yang masuk lewat utara, setelah menerima perintah dari Axell mereka langsung bersiap, Darel menjalankan drone yang sudah dilengkapi peluru beracun jika ada hal genting terjadi pada king mereka maka peluru beracun itu siap di luncurkan,
Dari depan sudah terdengar suara ledakan dan tembakan mungkin saja Dendrick sudah menjalankan aksi mereka
Dwuarrr......
Dor...didodoodorrr.......
Duwarrr........
Dodododr........
Jleb...jleb....
Agh.....jlebbbb.....jlebb....
Siiitttsssa.......
Dwuarr........
Suara tembakan dan ledakan kian terdengar di beberapa sudut, Axell mencoba masuk kebagian atas mansion, dan Axell juga menyuruh 2 orang the Axe yang ikut dengannya memasangkan peledak disekitarnya.
"Kalian berdua pasangkan peledak dan juga bom rakitan ditempat tertentu" ucap Axell yang memperintahkan the Axe
"Siap king" ucap 2 orang the Axe
Axell pun menghubugi Darel untuk mencari info dimana letaknya dan keberadaannya tuan Gono mafia sekutu
"Darell apa kau tau keberadaan Gono dimana" ucap Axell lewat earphone yang terpasang ditelinganya.
"Disebuah kamar yang memiliki desain pintu yang paling berbeda diantara yang lain, jika kau sudah masuk kedalam ruangan itu kau akan liat pemandangan yang tak biasa king hahahh ..." ucap Darell yang sambil terkekeh
"Sialan, lebih baik kau jelaskan padaku lebih detail tentang ruangan itu jangan bikin gw bingung Darel" ucap Axell yang kesal, Darel hanya tertawa sambil memutuskan sambunganya, hal itu yang membuat Axell kesal pada Darel